Bhayangkara News

Kamis, 03 September 2026

Polres Gresik Peduli, Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga 3 Desa di Balongpanggang

 


GRESIK – Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap warga terdampak musim kemarau, Polres Gresik Polda Jatim menggelar aksi sosial bertajuk "Polres Gresik Peduli", dengan menyalurkan bantuan air bersih untuk masyarakat di wilayah Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Kamis (3/9/2026).


Aksi kemanusiaan yang dimulai sejak pagi hari ini menyasar tiga desa yang mengalami krisis air bersih cukup parah. Ketiga wilayah tersebut adalah Desa Wahas, Desa Ganggang, dan Desa Pacuh. 


Di lokasi, para personel kepolisian turun langsung menyapa warga sekaligus mendistribusikan air bersih ke wadah-wadah penampungan milik masyarakat.


Penyaluran bantuan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Balongpanggang AKP Wiwit Mariyanto, bersama Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Andreas. 


Personel gabungan dari Anggota Kamsel Satlantas, Bhabinkamtibmas Polsek Balongpanggang, hingga Anggota Turjawali Satlantas Polres Gresik tampak bahu-membahu di lapangan membantu warga.


Di tempat terpisah, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan bahwa program ini dirancang untuk meringankan beban masyarakat, terutama bagi mereka yang kerap kesulitan mendapatkan air bersih saat puncak musim kemarau.


"Kegiatan ini bertujuan memberikan manfaat langsung bagi warga yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat dampak musim kemarau saat ini," ujar AKBP Ramadhan Nasution.


Ia menambahkan, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan vital yang tidak dapat ditunda. Melalui aksi tanggap darurat ini, Polres Gresik Polda Jatim berharap pasokan air tersebut bisa memenuhi kebutuhan domestik harian warga.


"Kami berharap bantuan ini mencukupi kebutuhan harian warga, baik untuk memasak, minum, maupun keperluan rumah tangga lainnya. Polres Gresik berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam situasi apa pun," pungkas AKBP Ramadhan Nasution.


Kedatangan armada tangki air bersih dari Polres Gresik Polda Jatim ini disambut antusias oleh warga di ketiga desa tersebut. Warga menyampaikan rasa terima kasih dan berharap perhatian serupa terus berlanjut hingga pasokan air di wilayah mereka kembali normal. (*)

Polres Jember Bentengi Generasi Muda Rangkul KIPAN Putus Rantai Peredaran Narkoba

 


JEMBER – Polres Jember Polda Jatim terus memperkuat komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkoba sekaligus membangun generasi muda yang sehat. Langkah ini diwujudkan melalui kolaborasi strategis dengan organisasi kepemudaan yang fokus pada gerakan antinarkoba.


Komitmen tersebut ditegaskan saat Kapolres Jember, AKBP Alaiddin, menerima kunjungan silaturahmi dari Ketua Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) Jember, M. Daniel Akbar, bersama jajaran pengurus di Mako Polres Jember, Kamis (3/9/2026).


Pertemuan yang berlangsung hangat dan akrab tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi. 


Kedua pihak sepakat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan milenial dan Gen Z di Kabupaten Jember.


Kapolres Jember menyambut baik peran aktif KIPAN yang konsisten mengajak anak muda menjauhi barang haram tersebut demi membangun lingkungan yang lebih sehat dan produktif. Menurutnya, perang melawan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum.


"Pemberantasan narkoba tidak cukup dengan penindakan hukum saja. Edukasi, pencegahan dini, serta keterlibatan aktif masyarakat khususnya generasi muda menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai peredarannya," ujar AKBP Alaiddin.


Melalui sinergi antara kepolisian dan KIPAN, ke depan diharapkan bakal lahir lebih banyak program positif, edukatif, dan inspiratif yang menyasar sekolah maupun komunitas pemuda di Jember.


Kolaborasi ini membawa semangat bersama yang tertuang dalam jargon penyelamatan masa depan bangsa: “Bersama Lawan Narkoba, Selamatkan Generasi Bangsa.” (*)

Bareskrim Polri Ungkap Tiga Kasus Judi Online, Sita dan Bekukan Dana Puluhan Miliar

 


JAKARTA – Bareskrim Polri mengungkap tiga kasus tindak pidana perjudian daring yang memanfaatkan website dan media sosial dengan berbagai modus, termasuk spam komentar untuk mengarahkan pengguna ke situs judi online. Pengungkapan ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Polri dalam memberantas praktik perjudian daring yang terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divhumas Polri Kombes Pol. Erdi A. Chaniago mengatakan, pengungkapan tiga perkara tersebut menunjukkan komitmen Polri untuk terus menindak jaringan perjudian online sekaligus memutus berbagai sarana yang digunakan para pelaku.

“Konferensi pers hari ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mengungkap dan menindak tindak pidana perjudian online. Kami akan terus melakukan penindakan secara simultan, termasuk terhadap jaringan yang memanfaatkan teknologi digital untuk menjalankan aktivitas perjudian,” kata Erdi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Erdi juga menjelaskan, dalam pengungkapan kali ini terdapat tiga laporan polisi yang menjadi dasar penyidikan Dittipid Siber Bareskrim Polri. Perkara tersebut mencakup penggunaan sejumlah website judi online serta modus spam komentar pada platform media sosial dengan target akun yang memiliki engagement dan jumlah pengikut tinggi.

Selanjutnya, Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Dr. Adex Yudiswan mengatakan, pemberantasan judi online menghadapi tantangan yang semakin kompleks karena perkembangan infrastruktur digital dan modus operandi pelaku berjalan sangat cepat.

“Konsep judi online itu bukan konsep permainan, melainkan konsep penipuan. Untuk menambah omzet, mereka menggabungkan segala kemampuan teknologi untuk mengambil dana dari masyarakat kita,” kata Adex.

Adex menjelaskan, ketika satu domain diputus aksesnya, pelaku dapat dengan cepat berpindah ke domain lain, membuat mirror site, maupun mengubah pola promosi melalui media sosial. Dalam menyamarkan aliran dana, pelaku juga menggunakan rekening nominee, e-wallet, layering hingga aset kripto.

Berdasarkan pengungkapan yang dilakukan, Dittipid Siber Bareskrim Polri menetapkan sejumlah tersangka dalam tiga perkara tersebut. Penyidik juga menetapkan beberapa orang sebagai daftar pencarian orang (DPO) yang diduga memiliki peran dalam jaringan perjudian online.

Pada perkara pertama berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/A/53/III/2026/SPKT.DITTIPIDSIBER tanggal 2 Maret 2026, penyidik mengungkap jaringan website 1xbet, ij8keren, dan empire88. Enam orang ditetapkan sebagai tersangka, sementara satu orang lainnya berinisial EP masuk dalam DPO.

Dari transaksi sistem pembayaran perjudian melalui PT Ultra Payment Terpercaya (PT UPT), penyidik menemukan transaksi mencapai sekitar Rp1,03 triliun. Selain itu, dana pada lima penyedia jasa pembayaran berhasil dibekukan dengan total Rp51.991.693.314.

Sementara itu, perkara kedua berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/A/19/VII/2026/SPKT.DITTIPIDSIBER tanggal 2 Juli 2026 mengungkap praktik spam komentar yang mengarahkan pengguna menuju website perjudian online, antara lain garam26, sor54, rawit14, pusatjp68, paris52, hantam01, manis36, dan jaribos.

Dalam perkara tersebut, tiga tersangka diamankan dan dua orang ditetapkan sebagai DPO.

Kemudian pada perkara ketiga berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/A/25/VII/2026/SPKT.DITTIPIDSIBER tanggal 15 Juli 2026, penyidik mengungkap jaringan spam komentar dengan target akun media sosial yang memiliki jumlah pengikut tinggi. Tiga tersangka diamankan dan lima orang lainnya ditetapkan sebagai DPO.

Dari dua perkara spam komentar tersebut, penyidik menyita atau memblokir 42 rekening dengan nominal sekitar Rp83,1 juta. Omzet dari dua perkara yang melibatkan delapan website perjudian online tersebut mencapai sekitar Rp7,5 miliar per bulan atau Rp90 miliar per tahun.

Adex menegaskan, karakteristik perjudian online yang bersifat borderless membuat pemberantasannya membutuhkan sinergi lintas kementerian, lembaga, maupun negara.

“Dunia siber, terutama judi online, sifatnya borderless. Tim marketing bisa berada di satu negara, pengelola website di negara lain, dan infrastrukturnya di negara yang berbeda lagi. Ini yang menjadi kesulitan kita, sehingga membutuhkan kolaborasi antarnegara, antarkementerian dan lembaga, serta antarpenegak hukum,” ujarnya.

Direktur Pengendalian Ruang Digital Komdigi Safriansyah Yanwar Rosadi mengatakan, pihaknya terus memperkuat upaya pemutusan akses terhadap konten dan situs perjudian online. Hingga 2 September 2026, Komdigi telah melakukan pemutusan akses terhadap lebih dari 8,8 juta situs sejak 2017.

Sementara sejak 20 Oktober 2024, pemutusan akses telah mencapai 3.981.834 yang terdiri atas situs, IP, dan konten media sosial.

“Penanganan persoalan ini hanya bisa efektif jika kolaborasi antarlembaga terus diperkuat sesuai mandat dan kewenangan masing-masing, mulai dari proses pencegahan, pemblokiran ruang siber, pelacakan aliran dana, hingga penegakan hukum pidana yang tegas,” kata Safriansyah.

Di sisi lain, Direktur Kerja Sama Dalam Negeri PPATK Kombes Pol. Yuliani menegaskan komitmen PPATK untuk terus mendukung penyidik melalui analisis dan penelusuran aliran dana dalam perkara perjudian online.

“Kami berkomitmen sebagai leading sector dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang untuk selalu berperan aktif mendampingi dan bekerja sama dengan penyidik,” ujar Yuliani.

Secara nasional, Polri mencatat 1.626 kasus judi online dengan 1.999 tersangka pada 2024. Angka tersebut menurun menjadi 665 kasus dengan 744 tersangka pada 2025. Sementara hingga September 2026, tercatat 55 kasus dengan 123 tersangka.

Polri memastikan penanganan judi online akan terus dilakukan melalui penegakan hukum, pemutusan akses, penelusuran dan pemutusan aliran dana, serta edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya perjudian daring.

Tim Dokkes Polresta Sidoarjo Cek Kesehatan Ratusan Santri di Tanggulangin

 


SIDOARJO – Tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polresta Sidoarjo Polda Jatim bergerak cepat melakukan pemeriksaan kesehatan intensif terhadap ratusan santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin dan sejumlah rumah sakit yang menjadi tempat perawatan para santri, Kamis (3/9/2026).


Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Christian Tobing melalui Kasi Dokkes Polresta Sidoarjo AKP Ruwandi menjelaskan, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya para santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang sedang menjalani perawatan.


"Langkah ini sebagai upaya mitigasi dan pengawasan ketat terhadap kondisi fisik para santri pascainsiden dugaan keracunan massal yang terjadi beberapa waktu lalu," kata AKP Ruwandi.


Kasi Dokkes Polresta Sidoarjo menambahkan, sesuai perintah Kapolresta Sidoarjo, pihakanya ikut memantau jalannya pemeriksaan kesehatan dan memastikan penanganan medis terhadap para korban berjalan secara maksimal. 



AKP Ruwandi menegaskan, pihak kepolisian berkomitmen untuk mengawal proses pemulihan hingga seluruh santri benar-benar dinyatakan sehat.


"Kami dari Polresta Sidoarjo turut prihatin atas kejadian yang dialami para santri. Oleh karena itu, Polresta Sidoarjo menerjunkan personel dari tim Dokkes, untuk memberikan penanganan medis dan mengecek kondisi fisik mereka secara berkala," tambah AKP Ruwandi.


Berdasarkan hasil pemeriksaan berkala di lapangan, pihak Dokkes mengonfirmasi bahwa mayoritas santri yang sebelumnya sempat mengeluhkan pusing dan mual kini kondisinya sudah mulai stabil. 


AKP Ruwandi juga memberikan pesan penguat secara langsung kepada para santri dan orang tua yang mendampingi di pondok pesantren maupun di fasilitas kesehatan setempat.


"Semoga segera pulih dan sehat kembali. Kami pastikan penanganan dari tim medis dilakukan secara maksimal agar adik-adik santri bisa beraktivitas normal seperti sedia kala," ujar AKP Ruwandi. (*)

Operasi Tumpas Narkoba 2026 : Polres Lumajang Amankan 29 Tersangka dan 172,62 gram Sabu

 


LUMAJANG– Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lumajang Polda Jatim mengungkap 23 kasus peredaran narkoba selama pelaksanaan Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026.


Dalam operasi yang berlangsung selama 12 hari, mulai 12 hingga 23 Agustus 2026 tersebut, Polisi menangkap 29 tersangka yang terdiri dari 28 laki-laki dan satu perempuan.


Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, pengungkapan tersebut dilakukan di sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Lumajang.


"Dari hasil Operasi Tumpas Narkoba 2026, Satresnarkoba Polres Lumajang berhasil mengungkap sebanyak 23 kasus di beberapa tempat kejadian perkara," kata AKBP Riki, Kamis (3/9/2026).


Dari pengungkapan tersebut, Polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 172,62 gram sabu, 4.505 butir pil obat keras berbahaya (okerbaya), uang tunai Rp 29,8 juta, 27 unit telepon seluler, 11 sepeda motor yang digunakan para pelaku, empat timbangan digital, serta empat alat hisap sabu.


Menurut AKBP Riki, pengungkapan kasus tersebut dilakukan melalui serangkaian penyelidikan dan pengintaian terhadap para pelaku maupun pengguna narkoba.


Petugas juga menggunakan metode counter delivery untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Lumajang.


"Dalam proses pengungkapan, tentunya Satresnarkoba telah melakukan serangkaian penyelidikan, pengintaian, termasuk counter delivery terhadap para tersangka dan pengguna narkoba di Kabupaten Lumajang," ujar AKBP Riki.


Kapolres Lumajang mengungkapkan, para pelaku menggunakan berbagai modus untuk mengedarkan narkoba. Selain transaksi secara langsung, sebagian pelaku memanfaatkan jaringan online dan jasa kurir. Modus lain yang ditemukan yakni sistem ranjau.


AKBP Riki mengajak masyarakat ikut berperan dalam memutus mata rantai peredaran narkoba. Masyarakat maupun media diminta tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika.


"Apabila mendapatkan informasi terkait peredaran narkoba, silakan informasikan kepada Polres Lumajang atau melalui layanan call center 110 bebas pulsa," ujar AKBP Riki.


Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Lumajang Iptu Dwi Sugiyanto mengatakan, dari 29 tersangka yang diamankan, sebanyak 21 orang merupakan pengedar dan delapan lainnya pengguna.


"Yang terlibat dalam Operasi Tumpas Narkoba ini, kami menangkap 21 pengedar dan delapan pengguna," kata Iptu Dwi.


Polisi juga mengidentifikasi seorang bandar yang beroperasi di wilayah Kalipepe, Kabupaten Lumajang.


Iptu Dwi menambahkan, terhadap para tersangka yang berperan sebagai pengedar, penyidik menerapkan Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.


Pasal tersebut mengatur ancaman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun.


Sementara terhadap tersangka yang berstatus pengguna, polisi menerapkan Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun. (*)

Tanggap Darurat Karhutla, Polres Ngawi Amankan Pria Asal Blora yang Bakar Lahan


NGAWI – Satreskrim Polres Ngawi Polda Jatim bergerak cepat mengamankan seorang pria berinisial R (38), warga Kabupaten Blora, Jawa Tengah.


Pria tersebut ditangkap lantaran diduga kuat melakukan pembersihan dan pembukaan lahan dengan cara dibakar di dalam kawasan RPH Ngasem, BKPH Sonde, Petak 26d-1 yang masuk wilayah hukum Polres Ngawi Polda Jatim.


Aksi nekat pelaku dinilai sangat berbahaya karena memicu potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang lebih luas, terutama di tengah kondisi cuaca yang kering.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si. melalui Kasat Reskrim AKP Pras Ardinata, S.Tr.K., S.I.K.membenarkan adanya penangkapan tersebut. 


Upaya tegas ini diambil sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam melindungi kelestarian hutan dan mencegah bencana asap.


"Kami mengamankan satu orang terduga pelaku pembakaran lahan di dalam kawasan hutan. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim," jelas AKP Pras Ardinata melalui keterangan resminya, Kamis (3/9/2026).


Kasat Reskrim Polres Ngawi menerangkan, pengungkapan kasus tersebut bermula saat petugas Polmob Perhutani KPH Ngawi melaksanakan patroli rutin pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.


Petugas mendengar suara mesin gergaji sekaligus melihat kepulan asap dari dalam kawasan hutan. Saat mendatangi lokasi, petugas mendapati seorang pria sedang memotong kayu jati sekaligus melakukan pembakaran. Di lokasi ditemukan dua titik api dengan jarak sekitar 10 meter.


Dari tangan terduga pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti seperti korek api, sisa kayu yang terbakar, serta alat pertanian yang digunakan untuk membabat semak belukar.


Kasat Reskrim Polres Ngawi menambahkan, modus operandi pelaku adalah membakar serasah dan rumput kering agar proses pembersihan lahan berjalan instan dan murah demi kepentingan pribadi.


"Membuka lahan dengan cara membakar adalah tindakan pidana yang melanggar hukum. Kami tidak akan segan menindak siapa saja yang merusak ekosistem hutan," tegas AKP Ardinata.


Atas perbuatannya, pelaku dipersangkakan Pasal 69 ayat (1) huruf h jo Pasal 108 UU RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, sebagaimana ketentuan perubahannya dalam UU RI Nomor 6 Tahun 2023 jo Lampiran I UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.


Polres Ngawi Polda Jatim mengimbau kepada seluruh masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan untuk tidak sekali-kali memicu titik api atau menggunakan metode bakar dalam mengolah lahan. (*)

Sinergi Lintas Sektor: Polres Madiun Kota Gelar Patroli Siaga Jaga Kondusifitas Wilayah


KOTA MADIUN – Polres Madiun Kota Polda Jatim mengedepankan patroli siaga dan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). Langkah ini diambil khususnya untuk mengawal berbagai aktivitas warga di wilayah Kota Madiun agar tetap berjalan lancar.


Patroli siaga ini merupakan bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Operasi ini melibatkan personel gabungan dari Batalyon C Sat Brimob Polda Jatim, unsur TNI, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan Kota Madiun.


Seluruh personel disiagakan di berbagai titik strategis untuk memastikan situasi kota tetap aman, tertib, dan kondusif.


Kapolres Madiun Kota, AKBP Rizki Pratama, menegaskan bahwa sinergi lintas sektor ini adalah bentuk komitmen kepolisian dalam melakukan langkah preventif. 


"Tujuannya demi menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga," tegas AKBP Rizki dalam keterangan resminya, Kamis (3/9/2026).


Menurutnya, patroli siaga bukan sekadar pengawasan fisik di lapangan. Momen ini juga dimanfaatkan petugas untuk membangun komunikasi dua arah yang baik dengan warga setempat.


"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Kamtibmas yang kondusif," ujar AKBP Rizki.


Ia berharap, kehadiran berkala petugas gabungan di lapangan mampu meminimalisir dan mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.


AKBP Rizki juga menggarisbawahi bahwa seluruh pola pengamanan dan interaksi selama patroli wajib mengedepankan sikap profesional, persuasif, dan tetap humanis.


“Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, seluruh personel sudah kami tekankan untuk tetap ramah, mengedepankan pendekatan humanis, namun tetap tegas dan profesional,” lanjutnya.


Di akhir keterangannya, Kapolres Madiun Kota mengimbau warga untuk menghindari segala bentuk tindakan provokatif yang dapat mengganggu kenyamanan publik.


“Semangat persaudaraan harus menjadi kekuatan kita untuk menjaga Kota Madiun tetap aman, sejuk, dan kondusif. Mari kita ciptakan suasana yang tertib dan damai,” pungkasnya. (*)

Kapolri: Bonus Demografi Jadi Momentum Siapkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045


Sukabumi – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak generasi muda memanfaatkan momentum bonus demografi dengan terus meningkatkan kualitas diri, pendidikan, keterampilan, dan karakter. Hal tersebut disampaikan Kapolri saat memberikan sambutan pada Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). 0309 - MEMBERIKAN SAMBUTAN PADA APEL KEBANGSAAN KEMAH NASIONAL PRAMUKA PUI 2026.pdf


Menurut Kapolri, bonus demografi menjadi peluang besar bagi Indonesia karena jumlah penduduk usia produktif akan lebih besar dibandingkan usia nonproduktif. Momentum tersebut harus dipersiapkan dengan baik agar menjadi kekuatan untuk mendorong Indonesia melakukan lompatan menuju negara maju.


“Momentum tersebut hanya terjadi satu kali di setiap negara. Manakala kita berhasil memanfaatkan momentum tersebut dengan meningkatkan kualitas SDM dan bekerja keras, maka kita yakin Indonesia akan memiliki lompatan untuk menjadi negara maju,” ujar Kapolri.


Karena itu, Kapolri menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda sejak dini. Menurutnya, keberhasilan memanfaatkan bonus demografi sangat ditentukan oleh kualitas generasi penerus yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga karakter, kedisiplinan, kepedulian, serta semangat persatuan dan kesatuan.


Dalam konteks tersebut, Kapolri menilai Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi unggul dan calon pemimpin masa depan. Berbagai pendidikan dan pelatihan dalam Pramuka membiasakan generasi muda untuk disiplin, mandiri, bergotong royong, bersosialisasi, serta memiliki kepedulian untuk membantu sesama.


Kapolri bahkan berbagi pengalamannya yang pernah menjadi anggota Pramuka sejak tingkat Siaga di sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Pengalaman tersebut membuat dirinya meyakini bahwa Pramuka merupakan salah satu wadah yang tepat bagi anak muda untuk mengembangkan potensi dan mempersiapkan masa depan.


“Saya yakin bahwa di hadapan saya ini adalah adik-adik pilihan yang sudah benar memilih Gerakan Pramuka sebagai salah satu wadah untuk mempersiapkan diri sebagai generasi-generasi penerus di masa yang akan datang,” katanya.


Di sisi lain, Kapolri mengingatkan bonus demografi juga dapat menjadi tantangan apabila generasi muda tidak dipersiapkan dengan baik. Berbagai pengaruh negatif seperti narkoba, judi online, tawuran, keterlibatan dalam geng, kejahatan, hingga penyebaran paham negatif melalui media sosial harus diwaspadai karena dapat merusak masa depan generasi muda.


Kapolri meminta perkembangan teknologi tidak dijauhi, melainkan dimanfaatkan secara bijak sebagai sarana meningkatkan kemampuan. Kehadiran smartphone, media sosial, kecerdasan buatan hingga berbagai platform digital telah membuka kesempatan yang semakin luas bagi generasi muda untuk memperoleh pengetahuan tanpa dibatasi ruang dan waktu.


Untuk mendukung peningkatan kualitas SDM, Kapolri mengatakan pemerintah terus membuka akses pendidikan melalui berbagai program, di antaranya Sekolah Rakyat, sekolah unggulan, sekolah transformasi, pendidikan jarak jauh, serta program LPDP. Polri juga turut berkontribusi melalui SMA Kemala Taruna Bhayangkara sebagai bagian dari upaya mempersiapkan calon-calon pemimpin masa depan.


Kapolri juga mengingatkan generasi muda bahwa kemajuan Indonesia membutuhkan persatuan di tengah keberagaman. Nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika tidak boleh berhenti sebatas hafalan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.


Menurutnya, keberagaman suku, budaya, dan berbagai potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia akan menjadi kekuatan besar apabila seluruh elemen bangsa mampu menjaganya dalam bingkai persatuan dan kesatuan.


“Kalian semua adalah calon-calon penerus, calon-calon pemimpin bangsa. Karena itu harus saling menjaga, saling merawat, dan terus meningkatkan persatuan dan kesatuan. Hanya dengan persatuan dan kesatuan Indonesia akan menjadi maju,” tegas Kapolri.


Selain mempersiapkan kemampuan diri, Kapolri mendorong anggota Pramuka untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat. Keterampilan yang diperoleh dalam Pramuka dapat diimplementasikan melalui keterlibatan dalam penanggulangan bencana, pelayanan masyarakat, membantu pengamanan kegiatan masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan.


Kapolri juga mengajak Pramuka menjadi pelopor Gerakan ASRI—Aman, Sehat, Resik, dan Indah melalui berbagai kegiatan nyata seperti menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi sampah, dan menanam pohon.


Menutup sambutannya, Kapolri menegaskan Polri siap menjadi sahabat generasi muda dalam mengembangkan potensi dan meraih cita-cita. Ia berharap seluruh peserta Kemah Nasional Pramuka PUI terus mempersiapkan diri untuk mengambil peran dalam perjalanan Indonesia menuju masa depan.


“Terus berkarya, terus kembangkan diri kalian, jadikan polisi sebagai sahabat kalian. Kami di kepolisian selalu siap mendukung dan mendorong agar adik-adik semua bisa mencapai dan meraih cita-cita,” pesan Kapolri.


Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 diikuti 5.499 peserta, terdiri atas 3.957 anggota Pramuka serta perwakilan pelajar/OSIS, mahasiswa, pemuda PUI, guru, pengurus, dan berbagai unsur keluarga besar PUI. :::

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done