Bhayangkara News

Senin, 13 Juli 2026

Kapolri dan Jaksa Agung Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum, Pastikan Soliditas Institusi

 


JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. bersama Jaksa Agung Republik Indonesia Prof. Dr. H. Sanitiar Burhanuddin, S.H., M.M. menggelar pertemuan dalam rangka memperkuat sinergitas dan soliditas antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Kejaksaan Republik Indonesia.


Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jalan Sultan Hasanuddin Nomor 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan bentuk silaturahmi sekaligus audiensi untuk memperkuat kerja sama kedua institusi sebagai bagian dari sistem peradilan pidana terpadu atau criminal justice system.


“Alhamdulillah hari ini kami mendapatkan kehormatan diterima untuk bisa bersilaturahmi dan beraudiensi terkait dengan beberapa hal yang tadi kita bicarakan. Untuk bagaimana ke depan antara Kejaksaan dan Kepolisian sebagai satu ikatan aparat penegak hukum di dalam sistem criminal justice system ini tentunya terus kita perkuat, kita perkokoh,” ujar Kapolri.


Kapolri mengatakan, salah satu hal yang menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah peningkatan program kemitraan melalui pertukaran pendidikan antara jaksa dan penyidik Polri. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas koordinasi dan pemahaman bersama dalam proses penegakan hukum.


“Tadi ada rencana untuk meningkatkan program kemitraan tukar-menukar pendidikan antara jaksa dan Polri, khususnya penyidik. Sehingga kemudian di dalam setiap langkah koordinasi, khususnya dalam ikatan criminal justice system, tentunya semuanya bisa menjadi lebih baik,” jelasnya.


Menurut Kapolri, sinergitas antara Polri dan Kejaksaan menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada masyarakat.


“Yang kita lakukan semua ini tentunya untuk terus memberikan rasa keadilan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan di bidang hukum,” ungkap Jenderal Sigit.


Kapolri juga menegaskan tidak terdapat permasalahan antara institusi Polri dan Kejaksaan. Kedua lembaga penegak hukum tersebut akan terus menjaga hubungan baik serta memperkuat koordinasi hingga tingkat daerah.


“Tidak ada masalah di antara dua institusi ini. Jadi tadi kita sepakat bahwa kita akan terus bersilaturahmi. Setelah ini ditindaklanjuti di jajaran, di tingkat provinsi maupun kabupaten,” tegas Kapolri.


Sementara itu, Jaksa Agung RI Prof. Dr. H. Sanitiar Burhanuddin menyampaikan bahwa sinergitas antara Kejaksaan dan Polri merupakan hal yang telah berjalan sejak lama dan menjadi bagian dari amanat peraturan perundang-undangan.


“Ini adalah bukan program baru, ini adalah program lama. Kami sejak dulu sudah mengenal secara pribadi beliau, kemudian kami sama-sama bagaimana memperbaiki ke depan lagi, itulah yang tadi kami bicarakan,” kata Jaksa Agung.


Jaksa Agung menekankan bahwa kerja sama antara penyidik Polri dan jaksa memiliki peran penting dalam menghasilkan proses hukum yang berkualitas.


“Bagi seorang jaksa, hasil penyelidikan yang baik akan menghasilkan penuntutan yang baik. Penuntutan yang baik akan menghasilkan putusan yang baik. Itu adalah kewajiban, keharusan kita bersinergi,” ujar Burhanuddin.


Lebih lanjut, Jaksa Agung menegaskan bahwa Polri dan Kejaksaan merupakan satu kesatuan dalam menjalankan tugas negara untuk memberikan rasa aman dan keadilan kepada masyarakat.


“Kita ini satu kesatuan, tujuannya adalah memberi rasa aman di masyarakat, memberi suatu rasa adil di masyarakat. Kami mempunyai tujuan yang sama dan kami tidak bisa dipisah-pisahkan,” pungkasnya.


Pertemuan Kapolri dan Jaksa Agung tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dua institusi penegak hukum dalam mendukung berbagai agenda pemerintah serta memastikan pelayanan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan bagi masyarakat. :::

Polres Mojokerto Edukasi Pelajar Tanamkan Budaya Tertib Lalu Lintas dan Cegah Perundungan

 


MOJOKERTO – Polres Mojokerto Polda Jatim terus berkomitmen menciptakan ruang publik dan lingkungan sekolah yang aman serta kondusif. 


Kali ini melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Mojokerto Polda Jatim mewujudkan komitmen tersebut dengan menggelar program rilis dan sosialisasi bertajuk "Polantas Menyapa".


Kegiatan Polantas Menyapa yang dikemas dalam bentuk bimbingan dan penyuluhan (Binluh) bagi para pelajar tersebut dilaksanakan di Aula SMK Asy-Syarif, Senin (13/7/2026).


Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata melalui Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Bernardus Bagas Simarmata mengatakan tujuan program 'Polantas Menyapa' ini tidak hanya meningkatkan kepatuhan siswa terhadap aturan lalu lintas demi menekan angka kecelakaan saja.


Namun lanjut AKP Bagas, program Polantas Menyapa juga untuk melindungi para pelajar dengan menanamkan nilai-nilai saling menghargai sesama teman, sehingga lingkungan sekolah bebas dari segala bentuk perundungan


"Selain menyampaikan kampanye serta edukasi mendalam mengenai pentingnya keselamatan berkendara di jalan raya, tim Satlantas Polres Mojokerto juga memberikan atensi khusus pada maraknya fenomena perundungan (bullying) di lingkungan institusi pendidikan," terang AKP Bagas.


Kasatlantas Polres Mojokerto menambahkan, pada kegiatan Polantas Menyapa tersebut para siswa diberikan pemahaman mengenai dampak buruk tindakan perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun psikis (cyberbullying), yang dapat merusak masa depan generasi muda.


"Penggabungan materi tertib lalu lintas dan antiperundungan ini merupakan langkah preventif yang sangat krusial dalam membentuk karakter remaja yang disiplin dan saling menghormati," ujar AKP Bagas.


Melalui jargon "Polres Mojokerto Polisi Rakyat", jajaran Satlantas menegaskan akan terus konsisten menggalakkan edukasi komprehensif serupa demi terciptanya generasi penerus bangsa yang aman, tertib, dan berkarakter positif di Kabupaten Mojokerto.


Kegiatan ini disambut hangat oleh ratusan siswa dan para dewan guru yang mengikuti materi yang disampaikan oleh personel Satlantas Polres Mojokerto, di antaranya Ipda Suliyadi, S.H., Aipda Fajar Sumpono, Briptu Dhea Hariyanti Ningrum, dan Bripda Aisha Evelyna. (*)

Resmob Bareskrim Ungkap Kasus Pencurian Modul BTS Senilai Rp.60 Miliar, Amankan 12 Tersangka

 


JAKARTA -  Satresmob Bareskrim Polri mengungkap kasus pencurian modul Base Transceiver Station (BTS) salah satu provider di sejumlah wilayah di Indonesia dengan kerugian ditaksir mencapai Rp.60 miliar.


Dari hasil ungkap kasus tersebut, Satresmob Bareskrim Polri berhasil mengamankan 12 orang tersangka yang berperan sebagai pencuri dan penadah.


Kedua belas orang tersangka tersebut berinisial AN, AS, GAP, ADH, DT, AS, GR, DB, RRR, MM, IG serta seorang wanita berinisial L. Sementara itu, ada tiga orang DPO yakni FH, AM dan ID.


Kasat Resmob Bareskrim Polri, Kombes Pol Teuku Arsya Khadafi mengatakan kasus ini terungkap berdasarkan laporan dari salah satu provider yang terdampak dengan adanya penurunan layanan gangguan komunikasi yang ada di beberapa daerah.


"Menindak lanjuti laporan tersebut, tim Resmob Bareskrim Polri melakukan penyelidikan dan kami temukan adanya dua jaringan kelompok yang melakukan aksi pencurian," jelas Kombes Arsya, Senin (13/7/2026).


Ia mengungkapkan, kelompok pertama yakni beraksi di wilayah Jakarta Timur; Bandung, Jawa Barat; hingga ke wilayah Sumatera yang sudah mengirimkan 193 modul ke China. Sementara, 31 lainnya masih belum terkirim.


"Dari jaringan ini, kami menangkap lima orang pelaku, di mana dari lima orang pelaku ini ternyata terkoneksi dengan penadah yaitu warga negara asing dari Cina," kata Kombes Arsya.


Sementara untuk jaringan kedua sebanyak tujuh pelaku yang beraksi di wilayah Serang, Banten; Kalimantan hingga Sumatera yang juga menjual hasil curiannya ke China.


"Dari hasil penyelidikan, Dua kelompok komplotan tersebut telah melakukan pencurian sekitar 600-an modul, apabila ditotal kerugiannya adalah sekitar Rp.60 miliar," terang Kombes Arsya.


Menurut Kombes Arsya, modus pada kasus ini yakni para penadah yang merupakan Warga Negara Cina datang ke Indonesia untuk kemudian mencari orang yang bisa mengakses orang-orang yang mau mencuri modul-modul tersebut.


Ketika sudah ditemui, kemudian para penadah yang di Indonesia ini merekrut orang-orang eks teknisi lepasan dari pemasang instalasi modul BTS tersebut, sehingga paham bagaimana memasang, mencabut, dan juga jenis modul apa yang diminta.


"Saat ini yang diincar adalah model modul BTS terbaru (jaringan 5G) yang memang ternyata dari salah satu provider ini lagi melakukan peningkatan kualitas jaringan," terang Kombes Arsya.


Adapun nantinya para pencuri ini akan menjual ke penadah di Indonesia seharga Rp.2,6 juta per modul Sementara, penadah menjual ke luar negeri dengan harga Rp.3,8 juta permodul.


"Dari beberapa modus mereka melakukan pencurian ini, beberapa tersangka menggunakan ID pengenal untuk mengelabui masyarakat dan juga ada beberapa juga tidak menggunakan ID pengenal karena memang dilakukannya pada saat tengah malam," jelas Kombes Arsya. (*)

Kapolri Perkuat Soliditas TNI-Polri Lewat Silaturahmi dengan Panglima TNI di Mabes TNI


Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri melakukan silaturahmi dengan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (13/7). Pertemuan yang berlangsung di Aula Gatot Subroto mulai pukul 13.00 WIB tersebut menjadi momentum memperkuat soliditas dan sinergitas antara TNI dan Polri sebagai dua institusi utama penjaga kedaulatan negara.


Kedatangan Kapolri disambut langsung oleh Panglima TNI yang didampingi Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, KSAU Marsekal TNI Mohammad Tonny Harjono, Kasum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon, serta sejumlah pejabat utama Mabes TNI lainnya.


Dalam kesempatan itu, Kapolri hadir bersama Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Irwasum Polri Komjen Wahyu Widada, Kabaintelkam Polri Komjen Yuda Gustawan, Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono, Kalemdiklat Polri Komjen RZ Panca Putra, Dankorbrimob Polri Komjen Ramdani Hidayat, dan Astamarena Kapolri Komjen Wahyu Hadiningrat.


Turut mendampingi Kapolri, antara lain Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri, As SDM Kapolri Irjen Anwar, Aslog Kapolri Irjen Suwondo Nainggolan, Koorsahli Kapolri Irjen Herry Rudolf Nahak, Kadivpropam Polri Irjen Abdul Karim, Kadivhumas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir, Kadivkum Polri Irjen Agus Nugroho, Kadivhubinter Polri Irjen Amur Chandra Juli Buana, Kakorlantas Polri Irjen Wibowo, Kadensus 88 AT Polri Irjen Sentot Prasetyo, Kakortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto, Kapusdokkes Polri Irjen Asep Hendradiana, Waastamaops Kapolri Irjen Laksana, Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen M. Nazly Harahap, Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen R. Firdaus Kurniawan, Kapusjarah Polri Brigjen Abas Basuni, serta pejabat utama Polri lainnya.


Dalam sambutannya, Jenderal Sigit menegaskan bahwa silaturahmi tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya soliditas TNI dan Polri sebagai pilar utama dalam menjaga kedaulatan bangsa.


"Tentunya menyambung apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden, bahwa TNI-Polri sebagai pilar utama penjaga kedaulatan bangsa. Yang tentunya, kita memiliki kewajiban untuk terus terjaga agar TNI-Polri tetap solid," ujar Jenderal Sigit.


Menurutnya, kekompakan kedua institusi menjadi fondasi penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan berbagai program dan kebijakan pemerintah.


"Karena ini adalah kunci utama agar negara kita, sebagaimana apa yang diharapkan oleh Bapak Presiden, terus bisa menjalankan program-program kebijakan dari Bapak Presiden. Dan itu semuanya bisa berjalan kalau TNI dan Polri solid," lanjutnya.


Kapolri juga mengingatkan adanya berbagai upaya dari pihak-pihak tertentu yang berpotensi memecah belah hubungan TNI dan Polri. Oleh karena itu, ia menegaskan komitmen seluruh jajaran Polri untuk terus memperkuat komunikasi, koordinasi, serta kerja sama dengan TNI.


"Karena banyak yang memiliki kepentingan untuk memecah belah TNI dan Polri. Jadi di kesempatan ini, tentunya kami bersama para pejabat utama dalam hal ini akan terus meningkatkan sinergitas, soliditas dengan TNI," katanya.


Ia juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya apabila terdapat persoalan yang perlu dibahas bersama demi menjaga keharmonisan hubungan kedua institusi.


"Dan tentunya terkait dengan hal-hal yang mungkin harus dibicarakan, harus dikomunikasikan karena ada hal-hal yang mungkin berusaha untuk memecah belah TNI-Polri, silakan untuk bisa langsung berkomunikasi dengan seluruh pejabat utama yang ada. Kami terbuka untuk itu," tutup Jenderal Sigit. :::

Aksi Heroik Satlantas Polres Gresik Selamatkan Wanita yang Hendak Melahirkan

 


GRESIK - Aksi heroik kembali ditunjukkan personel Satlantas Polres Gresik Polda Jatim dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat. 


Dengan sigap, Dua personel Satlantas Polres Gresik,Aipda Bambang S dan Aipda Enrou Amalex melakukan pengawalan darurat terhadap sebuah mobil yang membawa seorang wanita yang hendak melahirkan, hingga tiba dengan selamat di RSUD Ibnu Sina Gresik.


Peristiwa dramatis tersebut terjadi ketika personel Satlantas Polres Gresik sedang melaksanakan patroli rutin di kawasan Jalan Dr. Wahidin - Gresik, Sabtu malam (11/7/2026).


Saat itu, sebuah mobil Toyota Avanza berwarna hitam yang berada di depan kendaraan patroli mendadak menepi. 


Pengemudi mobil kemudian membuka kaca jendela dan melambaikan tangan sambil meminta pertolongan.


Petugas yang menghampiri kendaraan tersebut mendapati seorang wanita warga asal Sidoarjo, sedang mengalami proses persalinan di dalam kabin mobil. 


"Saat kami cek, kondisinya sudah sangat darurat dan membutuhkan penanganan medis secepatnya," ujar Aipda Bambang, Senin (13/7/2026).


Menyadari setiap detik sangat berharga bagi keselamatan ibu dan bayi, anggota Satlantas Polres Gresik segera menyalakan sirine mobil patroli dan membuka jalan di tengah kepadatan lalu lintas Kota Gresik. 


Setibanya di depan Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Ibnu Sina, Aipda Bambang dan Aipda Enrou langsung berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan memanggil tim medis untuk memberikan pertolongan pertama di dalam mobil. 


Proses evakuasi berlangsung menegangkan, namun berkat kerja sama yang cepat antara petugas kepolisian, petugas keamanan dan tenaga medis rumah sakit, ibu dan bayi berhasil dievakuasi dengan selamat.


Setelah mendapatkan penanganan medis, kondisi ibu dan bayi dilaporkan dalam keadaan sehat dan mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.


Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, memberikan apresiasi atas kesigapan anggotanya dalam menangani situasi darurat tersebut. 


Menurutnya, tindakan cepat yang dilakukan personel di lapangan merupakan wujud nyata tugas Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.


“Membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan, terlebih dalam situasi darurat medis yang mengancam keselamatan jiwa, sudah menjadi kewajiban setiap anggota Polri,” tegas AKP Nur Arifin.


Kasat Lantas Polres Gresik mengimbau kepada pengguna jalan agar tidak ragu meminta bantuan kepada petugas kepolisian apabila menghadapi kondisi darurat di jalan raya.


Ucapan haru juga disampaikan keluarga Arfrida Anggraeni kepada jajaran Satlantas Polres Gresik. 


Mereka mengaku sangat bersyukur atas kesigapan para personel yang tanpa ragu memberikan pengawalan hingga ibu dan bayi selamat.


"Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak-bapak polisi Satlantas Polres Gresik. Terima kasih atas respon cepat langsung dibantu dan dikawal menuju rumah sakit. Alhamdulillah ibu dan bayi selamat,"ungkap salah satu anggota keluarga. (*)

Adu Mulut Berujung Pengancaman, Tamu Hotel di Kuta Diamankan Polisi

 


Denpasar - Pria bernama FVK (39) diamankan ke kantor polisi karena diduga melakukan pengancaman dan penganiayaan terhadap tamu Bali Sun Tropical Hotel & Spa, Jalan Lebak Bene, Legian, Kuta, Badung.


"Dari terlapor turut diamankan brass knuckle yang dipakai melakukan pengancaman," kata Kasihumas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Minggu (12/7/2026) di Denpasar.


Awal peristiwa ketika korban bernama Aji Amil Arief Yusman (36) Fadel Muhammad Fahlevi (26) berbincang di depan kamar hotel, Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 21.30 Wita.


Terlapor asal Depok, Jawa Barat kemudian memanggil korban dan sempat bertanya, "Abang artis ya?" yang dijawab korban hanya mirip. Namun obrolan yang semula santai berubah menjadi adu mulut setelah terlapor melontarkan ejekan.


Situasi semakin memanas hingga korban melempar sebuah asbak ke arah dekat kamar terlapor. Tak lama berselang, terlapor keluar kamar sambil mengucapkan kata-kata kasar dan diduga mengancam korban agar meninggalkan hotel.


Tak cukup di sana, terlapor membawa pecahan botol kaca dan brass knuckle dengan posisi terpasang di tangan kirinya, sambil mengeluarkan ancaman pembunuhan.


Petugas keamanan hotel, I Made Budhi Adnyana yang mendapat laporan dari petugas front office segera menuju lokasi. Saat tiba di area kolam renang depan kamar 104, ia melihat kedua pria masih terlibat adu mulut.


Menurut keterangan saksi, terlapor terus berusaha mendekati korban untuk melakukan pemukulan sambil mengenakan brass knuckle berwarna biru dan mengucapkan ancaman.


Namun pihak keamanan hotel berhasil memisahkan kedua belah pihak dan mengarahkan mereka kembali ke kamar masing-masing. Di lokasi juga ditemukan pecahan asbak yang diduga berasal dari keributan tersebut.


Polisi yang menerima laporan kemudian datang dan membawa kedua belah pihak ke Polsek Kuta untuk penanganan lebih lanjut.


Di tengah proses penanganan perkara, rekan terlapor yang ikut datang ke Polsek Kuta membawa sebotol minuman beralkohol dan mengaku sebagai seorang wartawan. 


Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D Simatupang yang turut hadir untuk memastikan situasi tetap kondusif serta meminta seluruh pihak menghormati proses hukum.


Lantaran terus membuat situasi tidak nyaman, petugas lalu meminta kepada terlapor menunjukkan kartu identitas pers, namun ia beralibi kartu tersebut berada di kamar hotel. 


Situasi kian memanas saat terlapor diimbau agar tidak melakukan perekaman di lingkungan Mapolsek. Di sana ia tetap ngotot merekam situasi di sekitar kantor polisi. :::

Minggu, 12 Juli 2026

Kapolres Bondowoso Blusukan ke Pos Ronda Bukti Sinergitas Polri dengan Masyarakat untuk Kamtibmas

 


BONDOWOSO – Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti sebuah pos ronda di Kelurahan Sekarputih, Kecamatan Tegalampel, pada Sabtu malam (11/07/2026). 


Bukan sekadar patroli biasa, kunjungan mendadak Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo ke tempat ini sontak mengubah momen jaga malam warga menjadi ajang silaturahmi yang penuh keakraban dan semangat kebersamaan.


Tampak mengenakan pakaian biasa, Kapolres Bondowoso didampingi oleh Wakapolres Kompol I Gede Suartika, para Pejabat Utama (PJU) Polres Bondowoso, Kapolsek Tegalampel, AKP Sobingan dan Lurah Sekarputih, Rhizal Hidayat. 


Begitu tiba, rombongan langsung disambut antusias oleh warga yang tengah bertugas piket malam. 


Yang membuat kunjungan ini istimewa adalah interaksi spontan yang terjadi. Kapolres Bondowoso tidak hanya berdiri di pinggir, melainkan duduk di tengah-tengah warga, mendengar curhat, dan bahkan ikut mencicipi kopi hangat buatan warga setempat.


"Sekarputih ini sungguh istimewa. Kita lihat sendiri kekompakan dan kehangatannya. Artinya, masyarakat di sini benar-benar berinteraksi satu sama lain dengan erat. Ini yang namanya guyub," ujar AKBP Aryo disambut tepuk tangan riuh warga.


Di balik obrolan santai itu, Kapolres Bondowoso juga menegaskan bahwa keberadaan Pos Ronda atau Pos Kamling memiliki peran ganda yang strategis. 


Menurut Kapolres Bondowoso, selain menjadi simpul kuat untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga, pos jaga ini adalah "mata dan telinga" kepolisian di tingkat paling bawah.


"Kehadiran Pos Ronda ini sangat membantu kami. Selain sebagai wadah silaturahmi, warga juga ikut andil dalam menjaga keamanan. Ini sinergi yang luar biasa," ungkap AKBP Aryo.


Tak lupa, dalam suasana akrab tersebut, Kapolres Bondowoso memberikan pengingat krusial bagi seluruh warga. 


Ia meminta agar masyarakat tidak sungkan atau takut untuk segera melapor jika menemukan hal-hal mencurigakan. Ia menjamin jajarannya siap siaga melayani 24 jam penuh.


"Jika ada kejadian mencurigakan atau butuh bantuan Polisi, segera hubungi layanan hotline kepolisian yang sudah tersedia, yaitu 110 bebas pulsa, dipastikan kami akan segera hadir untuk melindungi dan melayani," tegas AKBP Aryo.


Sementara itu, Lurah Sekarputih, Rhizal Hidayat, mengaku haru dan bangga atas perhatian langsung yang diberikan orang nomor satu di Polres Bondowoso. 


Menurutnya, kunjungan ini adalah pelecut semangat bagi warganya untuk terus menjaga keamanan lingkungan.


"Kami merasa diperhatikan. Ini memotivasi kami untuk tetap kompak dan bersinergi dengan pihak kepolisian demi menciptakan Sekarputih yang aman, nyaman, dan kondusif," ujar Rhizal.


Hangatnya silaturahmi itu membuktikan satu hal bahwa Keamanan bukan hanya tugas Polisi, melainkan hasil dari sinergi yang lahir dari kebersamaan dan rasa guyub yang tulus antara Polri dan masyarakat. (*)

Polres Pelabuhan Tanjungperak Gelar Gerakan Pangan Murah Hasil Panen Lahan Ketahanan Pangan

 


SURABAYA – Komitmen mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan terus diwujudkan oleh Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jatim. 


Melalui Polri Penggerak Ketahanan Pangan, Polres Pelabuhan Tanjungperak berkolaborasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Pertanian Kota Surabaya serta Kelompok Tani (Poktan) Nandur Makmur binaan Polsek Kenjeran menggelar Gerakan Pangan Murah di Balai Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, Minggu (12/7/2026).


Kapolsek Kenjeran Surabaya Kompol Yuyus mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah nyata dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.


"Ini bagian dari upaya kami dari jajaran Polres Pelabuhan Tanjungperak dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah kebutuhan masyarakat yang terus meningkat," ungkap Kompol Yuyus.


Ia menyampaikan, Gerakan Pangan Murah tersebut menghadirkan berbagai hasil panen segar yang berasal dari lahan ketahanan pangan binaan Polres Pelabuhan Tanjung Perak. 


"Produk yang dipasarkan berupa aneka sayuran dan buah-buahan yang dibudidayakan secara terpadu di sela-sela lahan tanaman jagung," tutur Kompol Yuyus.


Menurut Kompol Yuyus, melalui pemanfaatan lahan tersebut, hasil pertanian tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial karena hasil panennya dapat langsung dinikmati masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.


"Kehadiran hasil panen lokal yang segar diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat," terang Kompol Yuyus.


Masih kata Kompol Yuyus, sinergi antara Polri, PPL Pertanian Kota Surabaya, serta Poktan Nandur Makmur menjadi bukti bahwa upaya menjaga ketahanan pangan memerlukan kolaborasi berbagai pihak. 


"Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga memastikan hasil panen dapat didistribusikan secara langsung kepada masyarakat,"kata Kompol Yuyus.


Sementara itu, Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjungperak, Iptu Suroto menegaskan bahwa kegiatan Gerakan Pangan Murah merupakan implementasi nyata dukungan terhadap Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di sektor ketahanan pangan.


Iptu Suroto menyebut melalui Gerakan Pangan Murah ini, hasil panen buah dan sayuran dari lahan ketahanan pangan dapat langsung dimanfaatkan masyarakat dengan harga yang terjangkau. 


"Kami berharap kegiatan ini mampu membantu menjaga stabilitas harga pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat kemandirian pangan di lingkungan masyarakat," ujar Iptu Suroto.


Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jatim berharap budaya memanfaatkan lahan produktif terus berkembang di tengah masyarakat. 


Selain meningkatkan hasil pertanian, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan sebagai salah satu pilar penting dalam mewujudkan ketahanan pangan.(*)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done