Bhayangkara News

Senin, 24 Agustus 2026

Polri Ajak Masyarakat Bersama-sama Terus Menjaga Kondusivitas, keamanan dan ketertiban

 


Jakarta — Polri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang saat ini dalam keadaan kondusif. Kondisi tersebut tercermin dari perkembangan situasi kamtibmas secara nasional yang menunjukkan tren penurunan jumlah gangguan keamanan.


Berdasarkan Laporan Situasi Kamtibmas selama 1x24 jam pada Minggu, 23 Agustus 2026, tercatat 1.491 kejadian gangguan kamtibmas (GK) di seluruh wilayah Indonesia, yang terdiri dari 1.374 kasus kejahatan, 18 pelanggaran (tipiring), 22 kejadian bencana, dan 77 kejadian gangguan lainnya. Jumlah tersebut mengalami penurunan 29 kasus atau 1,91 persen dibandingkan hari sebelumnya yang tercatat sebanyak 1.520 kasus.


Pada kategori kejahatan, tercatat 1.374 kasus, terdiri dari 1.188 kejahatan konvensional, 174 kejahatan transnasional, dan 12 kejahatan terhadap kekayaan negara. Sementara itu, tidak terdapat kejadian kejahatan kategori kontijensi. Secara kuantitas, angka kejahatan tersebut juga mengalami penurunan 35 kasus atau 2,48 persen, dari 1.409 kasus pada Sabtu, 22 Agustus 2026 menjadi 1.374 kasus pada Minggu, 23 Agustus 2026. Data tersebut menjadi salah satu indikator dalam pemantauan Polri terhadap situasi kamtibmas secara nasional.


Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Edison Isir mengatakan, kondusivitas kamtibmas yang terjaga tidak terlepas dari partisipasi dan kepedulian masyarakat. Karena itu, kondisi tersebut perlu terus dipelihara secara bersama-sama.


“Situasi kamtibmas secara umum saat ini dalam keadaan kondusif. Data situasi kamtibmas yang kami pantau menunjukkan adanya penurunan gangguan keamanan maupun jumlah kejahatan. Tentu kondisi ini harus terus kita jaga bersama dengan membangun kepedulian, saling menghormati, dan menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing,” ujar Irjen Pol. Johnny Edison Isir, Senin (24/8).


Di tengah situasi tersebut, Polri juga mengajak seluruh masyarakat untuk menunjukkan empati dan kepedulian terhadap saudara-saudara yang saat ini menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun bencana alam di NTT. Kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan.


“Saat ini ada saudara-saudara kita yang juga sedang menghadapi persoalan karhutla maupun bencana di NTT. Mari kita berikan perhatian dan kepedulian. Kita berharap masyarakat yang terdampak dapat segera mendapatkan bantuan dan melewati situasi ini dengan baik,” kata Kadiv Humas.


Lebih lanjut, Polri mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan menyikapi perkembangan informasi di media sosial secara bijak. Masyarakat diharapkan menyaring setiap informasi, memastikan kebenaran sumbernya, serta tidak menyebarluaskan konten yang bersifat provokatif, menyesatkan, atau berpotensi menimbulkan keresahan.


“Mari kita sama-sama menjaga kondusivitas dan ketertiban. Gunakan media sosial secara bijak. Jangan mudah percaya dan jangan mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Kalau ada perbedaan, mari kita sikapi dengan kepala dingin dan komunikasi yang baik,” jelasnya.


Polri bersama masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Oleh karena itu, Polri menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen bangsa yang selama ini telah berkontribusi menciptakan suasana aman dan kondusif.


“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas partisipasi dan kolaborasinya. Terima kasih kepada rekan-rekan media, para tokoh agama, akademisi, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat yang terus bersama-sama membangun dan memelihara keamanan dan ketertiban,” pungkas Kadiv Humas.


“Situasi yang kondusif ini adalah hasil dari kerja bersama. Mari kita terus rawat dengan saling menghormati, saling peduli, dan menjaga komunikasi yang baik. Dengan kebersamaan, kita dapat menjaga Indonesia tetap aman, damai, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” tutupnya. :::

Polri Kerahkan 300 Personel Brimob dari Kaltim dan Bali untuk Tangani Karhutla di Kalbar

 


Jakarta, Senin (24/8/2026) — Polri memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dengan mengerahkan 300 personel Brimob dari Kalimantan Timur dan Bali. Pengerahan pasukan tersebut merupakan bagian dari langkah cepat Polri dalam menghadapi ancaman karhutla sekaligus memastikan penanganan di lapangan berjalan secara terpadu dan terukur.


Dari Kalimantan Timur, sebanyak 190 personel Pasukan Brimob II Korbrimob Polri diberangkatkan untuk melaksanakan tugas Bawah Kendali Operasi (BKO) ke wilayah hukum Polda Kalimantan Barat dalam rangka Satgas Operasi Aman Nusa II Penanganan Karhutla.


Upacara pemberangkatan digelar di area parkir Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, dan dipimpin langsung Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro.


Sebanyak 190 personel itu berada di bawah komando Kombes Pol Iwan Hidayat, selaku Danmen Penugasan. Mereka akan memperkuat jajaran Polda Kalbar dalam menghadapi ancaman karhutla yang membutuhkan respons cepat, terukur, dan terpadu.


Pada waktu yang sama, Polda Bali turut mengerahkan satu satuan setingkat kompi (SSK) dengan kekuatan 110 personel Satuan Brimob Polda Bali. Pemberangkatan dipimpin langsung Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya dalam upacara yang berlangsung di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung.


Pasukan yang dipimpin PS. Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Bali Kompol Nyoman Supartha tersebut selanjutnya diberangkatkan menggunakan sarana angkutan udara menuju Pontianak untuk bergabung dalam operasi penanganan karhutla di Kalimantan Barat.


Pengerahan 300 personel Brimob dari dua wilayah tersebut menjadi bagian dari strategi Polri untuk memperkuat respons terhadap eskalasi kebakaran, khususnya di kawasan yang memiliki potensi titik api dan lahan gambut. Personel akan mendukung upaya pencegahan, pemadaman, respons cepat, serta perlindungan masyarakat dan lingkungan.


Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan pengerahan personel tersebut merupakan bentuk respons cepat Polri dalam menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam langkah operasional di lapangan.


“Polri terus memperkuat mitigasi sejak dini melalui patroli terpadu, penguatan deteksi dini, kesiapsiagaan personel, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya adalah mencegah kebakaran sebelum meluas sekaligus mengurangi dampak terhadap masyarakat,” ujar Irjen Pol Johnny Eddizon Isir. 


Menurut Isir, penanganan karhutla tidak hanya berhenti pada upaya pemadaman ketika kebakaran terjadi, tetapi juga mencakup pencegahan, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, hingga pemulihan pascabencana. 


Pemberangkatan personel dari Kaltim dan Bali sekaligus menunjukkan solidaritas dan kesiapsiagaan Polri dalam mendukung penanganan bencana lintas wilayah. Mobilisasi kekuatan Brimob ini diharapkan dapat membantu Polda Kalbar bersama TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait dalam mengendalikan titik api serta meminimalkan dampak karhutla terhadap masyarakat dan lingkungan.


Langkah tersebut juga menegaskan komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat dalam situasi darurat, dengan mengedepankan kecepatan respons, sinergi lintas instansi, serta upaya pencegahan agar kebakaran hutan dan lahan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Polri dan Bhayangkari Terus Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa Flores

 


Jakarta - Polri terus memperkuat penanganan dan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. Berbagai bantuan logistik dari jajaran Polri dan Bhayangkari terus dikirimkan melalui jalur laut maupun udara untuk menjangkau sejumlah wilayah terdampak.


Salah satunya melalui KP BIMA-7014 Korpolairud Baharkam Polri yang mengangkut bantuan dari Ketua Umum Bhayangkari serta bantuan dari Kapolda NTT. Kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo pada Senin (24/8/2026) pukul 00.05 WITA menuju sejumlah wilayah terdampak di Flores.


Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan pengiriman bantuan dilakukan secara bertahap dengan mengoptimalkan berbagai jalur transportasi agar kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak dapat segera terpenuhi.


“Polri terus mengoptimalkan seluruh kemampuan untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat yang terdampak gempa bumi. Baik melalui jalur laut maupun udara, bantuan dari berbagai jajaran terus dihimpun dan disalurkan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo, dalam Keterangannya di Jakarta (24/08).


Melalui KP BIMA-7014, bantuan dari Ketua Umum Bhayangkari dikirimkan untuk masyarakat di sejumlah wilayah, yakni Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Ende, dan Sikka. Secara keseluruhan, bantuan tersebut meliputi 205 kasur lipat, ratusan paket pakaian dan sarung, ratusan selimut, 20 unit genset, lima unit panel surya, serta enam unit kompor.


Bantuan tersebut selanjutnya dibawa menuju sejumlah posko penanganan bencana di Flores melalui Pelabuhan Kedindi Reo dan Pelabuhan Maropokot, Mbay.


KP BIMA-7014 tiba di Pelabuhan Kedindi Reo, Kabupaten Manggarai, pada pukul 05.30 WITA. Selanjutnya dilakukan pembongkaran bantuan untuk disalurkan ke wilayah Kabupaten Manggarai Timur. Setelah proses tersebut selesai, kapal kembali melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Maropokot, Mbay, Kabupaten Nagekeo.


Selain bantuan dari Ketua Umum Bhayangkari, turut dikirimkan bantuan dari Kapolda NTT untuk masyarakat terdampak di wilayah Reo, Kabupaten Manggarai. Bantuan tersebut terdiri dari air mineral, mi instan, terpal, selimut, biskuit, tisu basah, tisu wajah, popok bayi, kasur lipat, kasur tipis, serta sarung.


Di sisi lain, dukungan kemanusiaan juga datang dari Polda Sulawesi Selatan. Sebanyak 106 paket bantuan sosial telah tiba di Kabupaten Sikka pada Minggu (23/8/2026) pukul 16.30 WITA.


Bantuan tersebut dikirimkan melalui jalur udara dan tiba di Bandara Frans Seda Maumere lalu selanjutnya dibawa ke Aula P. A. Tiwon Polres Sikka untuk disimpan sementara bersama bantuan logistik lainnya sebelum didistribusikan kepada masyarakat terdampak.


Adapun setiap paket bantuan sosial dari Polda Sulawesi Selatan berisi kebutuhan pokok berupa beras, mi instan,minyak goreng, susu, teh celup, serta kopi toraja untuk masyarakat.


Trunoyudo menegaskan, bantuan yang terus berdatangan dari berbagai jajaran merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas keluarga besar Polri terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana.


“Bantuan yang datang dari berbagai jajaran ini merupakan wujud solidaritas seluruh keluarga besar Polri untuk masyarakat terdampak. Kami memastikan bantuan yang telah tiba dapat segera dikelola dan disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak,” katanya.


Ia menambahkan, Polri terus mengawal penanganan pascabencana, mulai dari evakuasi, pelayanan kesehatan, trauma healing, hingga penyaluran bantuan logistik.


“Polri akan terus hadir bersama masyarakat dalam masa tanggap darurat dan pemulihan. Kami berharap bantuan yang terus berdatangan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga serta mempercepat pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di Flores,” pungkas Brigjen Pol. Trunoyudo. :::

Sambut Hari Jadi ke - 78, Polwan Polres Ngawi Edukasi Santri Cegah Kenakalan Remaja


NGAWI -  Momen menyambut Hari Polisi Wanita (Polwan) ke-78, Polres Ngawi Polda melaksanakan kegiatan Polwan Goes to School di Pondok Pesantren Mambaul Hikmah, Desa Kerten, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Senin (24/8/2026).


Pada kegiatan yang diikuti oleh para santri tersebut dihadiri senior Polwan Polres Ngawi AKP Edhi Setyaningsih, perwakilan pimpinan Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Nafifudin Muslih, M.Pd., serta Da'i Kamtibmas Polres Ngawi Desa Kerten Muh Ali Shodiqin, S.H.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kasubbag Binkar yang juga senior Polwan Polres Ngawi AKP Edhi Setyaningsih mengatakan, kehadiran Polwan Polres Ngawi kali ini untuk memberikan edukasi kepada para santri mengenai kesehatan mental bagi generasi muda.


AKP Edhi Setyaningsih menekankan pentingnya mengenali dan mengelola emosi, membangun kepercayaan diri, serta tidak ragu untuk bercerita dan mencari bantuan ketika menghadapi masalah.


"Pemahaman bahwa menjaga kesehatan mental merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan yang sehat, produktif dan positif," kata AKP Edhi Setyaningsih.


Para santri juga diajak untuk lebih peduli terhadap kondisi diri sendiri maupun lingkungan sekitar. 


Selain itu, materi tentang kenakalan remaja dan tertib berlalu lintas juga diberikan, agar para santri dan santriwati menjadi generasi muda yang unggul, dan menjadi kebangggan serta turut serta menjaga kamtibmas di lingkungannya.


"Edukasi ini sebagai bekal dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari," ungkap AKP Edhi Setyaningsih.


Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang disambut antusian oleh para santri yang dilanjutkan pemberian doorprize serta plakat.


Sementara itu, perwakilan pimpinan Pondok Pesantren Mambaul Hikmah, Nafifudin Muslih, M.Pd sangat apresiasi program dari Polres Ngawi yang turun menyasar lingkungan pendidikan dan Pondok Pesantren.


"Kami sangat berterimakasih dan apresiasi atas kehiatan Polwan Goes to School ini, dimana para ibu - ibu Polwan telah membantu dan peduli membangun generasi yang kuat, sehat dan berprestasi di lingkungan sekolah maupun Pondok Pesantren," ungkapnya. (*)

Polres Magetan Tingkatkan Mitigasi Karhutla di Musim Kemarau, Larang Warga Membakar Lahan


MAGETAN – Memasuki musim kemarau 2026, Polres Magetan Polda Jatim meningkatkan langkah mitigasi dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Magetan. 


Selain melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, kepolisian juga mengingatkan adanya konsekuensi hukum yang serius bagi pihak yang dengan sengaja maupun karena kelalaiannya menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.


Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa menegaskan, kondisi musim kemarau menjadi perhatian serius bagi Polres Magetan dan jajarannya.


Ia menyebut cuaca yang kering, minim curah hujan dan kondisi vegetasi yang mudah terbakar dapat meningkatkan risiko munculnya titik panas (hotspot) serta mempercepat penyebaran api.


"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran," ujar AKBP Erik, Senin (24/8/2026).


Polres Magetan Polda Jatim juga melarang warga membuka lahan dengan cara membakar, karena api dapat dengan mudah merambat dan meluas, terutama dalam kondisi angin kencang dan vegetasi kering.


Demi mencegah kebaran, masyarakat diimbau tidak membuang putung rokok sembarangan, terutama di kawasan hutan dan lahan yang kondisinya kering dan tidak meninggalkan api setelah melakukan aktivitas di sekitar hutan maupun lahan.


"Segera laporkan apabila melihat kebakaran kepada kepolisian, aparat setempat, maupun melalui Call Center Polri 110, kami akan segera tindaklanjuti," tegas AKBP Erik.


Polres Magetan juga memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa larangan membakar hutan dan lahan memiliki dasar hukum yang kuat. 


Salah satunya adalah Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidu, sebagaimana telah mengalami perubahan melalui peraturan perundang-undangan terkait.


Dalam Pasal 69 ayat (1) huruf h UU 32/2009, terdapat larangan melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. 


Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenakan Pasal 108, yang mengatur pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun, serta denda paling sedikit Rp.3 miliar dan paling banyak Rp.10 miliar.


Sementara itu, apabila perbuatan tersebut berkaitan dengan pembakaran hutan, terdapat ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. 


"Pasal 50 memuat larangan membakar hutan, sedangkan ketentuan pidananya diatur dalam Pasal 78," pungkas AKBP Erik. (*)

Polresta Malang Kota Luncurkan Microsite "Info Makota", Layanan Publik dalam Satu Genggaman


MALANG KOTA – Polresta Malang Kota Polda Jatim terus mendorong inovasi pelayanan publik berbasis digital melalui Microsite “Info Makota”, https://s.id/infomakota sebuah platform yang menghimpun berbagai informasi dan layanan penting bagi masyarakat dalam satu akses.


Inovasi ini menjadi bagian dari implementasi Polri yang kreatif, presisi, adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.


Microsite sebelumnya dimanfaatkan dalam sejumlah kegiatan berskala nasional yang berlangsung di Kota Malang untuk membantu pengunjung, peserta maupun masyarakat dari luar daerah memperoleh informasi secara cepat.


Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS melalui Kabagops Kompol Rizky Juliada Putra Buna mengatakan, kini, Info Makota https://s.id/infomakota dikembangkan agar bisa digunakan setiap hari oleh warga Malang Raya maupun masyarakat dari luar kota yang hendak berkunjung, singgah, melintas atau membutuhkan informasi terkait Kota Malang.


“Info Makota kami hadirkan agar masyarakat cukup membawa informasi dalam satu genggaman.," ujar Kompol Rizky, Senin (24/08/2026.


Menurut Kompol Rizky, melalui satu akses ini, warga dapat memperoleh layanan kepolisian, informasi kondisi kota hingga nomor bantuan darurat secara lebih cepat dan praktis.


“Konsepnya sederhana, yakni mempercepat informasi dan memperpendek akses pelayanan. Kami juga membangun sinergi dengan berbagai instansi agar informasi yang dibutuhkan masyarakat dapat dihimpun dalam satu platform,” jelasnya.


Platform tersebut dapat diakses melalui telepon seluler dengan memindai QR Code atau membuka Info Makota.


Microsite Info Makota mengintegrasikan sejumlah layanan yang dinilai dibutuhkan dan kapan pun diperlukan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.


Untuk kondisi darurat, tersedia akses langsung ke layanan Polisi 110 serta 112 NGALAM yang dapat digunakan untuk kebutuhan pemadam kebakaran, ambulans dan penanganan kebencanaan.


Masyarakat juga dapat mengakses layanan kepolisian secara daring, antara lain SKCK, layanan SIM, izin keramaian serta pengaduan melalui Dumas Presisi.


Tidak hanya layanan kepolisian, platform Info Makota menyediakan akses CCTV Kota Malang untuk melihat kondisi lalu lintas secara actual.


Informasi lain mencakup pajak kendaraan, jadwal Samsat Keliling, berita kepolisian serta berbagai imbauan resmi mengenai keamanan dan lalu lintas.


Kehadiran microsite Info Makota ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik Polresta Malang Kota.


Dengan konsep digital, praktis dan mudah diakses, microsite tersebut diharapkan menjadi sarana informasi yang dapat dibawa ke mana saja melalui telepon seluler, mengikuti kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi. (*)

Sabtu, 22 Agustus 2026

Tim Trauma Healing Polda Jatim Bantu Pulihkan Warga Terdampak Gempa NTT

 


SURABAYA - Polda Jawa Timur menerjunkan Tim Trauma Healing untuk membantu pemulihan psikologis warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).


Gempa berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus lalu berdampak di sejumlah wilayah, di antaranya Nagekeo, Bajo, Sikka, Ende, Reo, Lambaleda, dan Riung, Sabtu (22/8/2026).


Bagian Psikologi pada Biro SDM Polda Jatim langsung mengerahkan personel untuk memberikan dukungan psikososial kepada masyarakat. 


Tim Psikologi Polda Jatim yang dipimpin Iptu Ellan Wahyudi, M.Psi, Psikolog bersama empat personel lainnya akan memberikan pendampingan psikologis, konseling awal, edukasi pengelolaan stres, hingga aktivitas kelompok di lokasi terdampak bencana.


Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, langkah ini dilakukan untuk membantu warga mengelola kecemasan, ketakutan, hingga trauma setelah bencana.


Menurut Kombes Pol Abast kehadiran personel Polri di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga membantu warga melewati masa pemulihan pascabencana.


Kombes Pol Abast menegaskan, Polri hadir untuk membantu masyarakat, termasuk dalam menghadapi dampak psikologis setelah bencana. 


"Dukungan psikososial ini diharapkan dapat membantu masyarakat kembali merasa aman, mengurangi kecemasan, dan membangun kembali semangat untuk beraktivitas,” kata Kombes Abast.


Sejumlah metode juga diberikan kepada para penyintas, antara lain teknik USEFT, Butterfly Hug, serta terapi bermain. 


"Metode tersebut disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat yang terdampak.Pendekatan dilakukan secara humanis dan disesuaikan dengan kondisi penyinta," jelas Kombes Abast.


Tidak hanya anak-anak, orang tua dan keluarga juga mendapat pendampingan dan diberikan edukasi agar mampu mengenali tanda-tanda stres serta menjadi sumber dukungan bagi anggota keluarga yang masih mengalami tekanan psikologis.


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan psikososial yang dikoordinasikan Biro Psikologi SSDM Polri. Dalam pelaksanaannya, turut dilibatkan personel psikologi dari Polda Jateng, Polda Bali, Polda NTB, dan Polda NTT.


“Kami berharap kehadiran tim trauma healing dapat memberikan penguatan bagi masyarakat, bukan hanya membantu mengurangi dampak psikologis akibat gempa, tetapi juga memperkuat solidaritas dan menumbuhkan harapan agar masyarakat bisa bangkit dan menata kembali kehidupannya,” pungkas Kombes Abast. (*)

Pusdokkes Polri Berikan Layanan Kesehatan Gratis, 120 Warga Terdampak Gempa di Reo Terlayani

 


REO, NTT — Di tengah kondisi masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian pascagempa Nusa Tenggara Timur, kebutuhan akan pelayanan kesehatan menjadi perhatian penting. Untuk membantu warga, Pusdokkes Polri membuka layanan kesehatan gratis di Posko Pengungsian Barakalong, Reo, NTT.

Kehadiran layanan kesehatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak bencana. Warga dapat memeriksakan kondisi kesehatan tanpa harus meninggalkan lokasi pengungsian.


Hingga Senin (17/8/2026), sekitar 120 warga terdampak gempa telah mendapatkan pelayanan dari tim kesehatan Pusdokkes Polri. Pemeriksaan yang diberikan meliputi pengecekan kondisi fisik, konsultasi kesehatan, pemberian obat-obatan, serta edukasi kepada masyarakat.


Juru Bicara Posko Pelayanan NTT, Ipda dr. Fahri Abdurrahman, mengatakan sebagian besar warga yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan memiliki keluhan yang relatif sama.

“Sebagian besar masyarakat yang datang mengeluhkan flu, kemudian ada juga yang mual dan muntah,” ujar dr. Fahri.


Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian tim kesehatan, terlebih masyarakat masih menjalani aktivitas sehari-hari dalam situasi pengungsian yang serba terbatas.


Selain memberikan pengobatan, personel kesehatan Polri juga melakukan pemantauan terhadap kondisi para pengungsi, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia serta warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.


Bagi masyarakat yang masih berada di pengungsian, keberadaan layanan kesehatan di sekitar mereka menjadi dukungan yang berarti. Warga dapat memperoleh pemeriksaan dan pengobatan ketika mengalami gangguan kesehatan tanpa harus mencari fasilitas kesehatan yang jauh dari lokasi pengungsian.


Melalui layanan tersebut, Pusdokkes Polri terus berupaya memastikan masyarakat terdampak gempa tidak hanya mendapatkan bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga memperoleh pendampingan kesehatan selama masa tanggap darurat dan proses pemulihan.


Kehadiran tenaga kesehatan Polri di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya untuk memberikan rasa aman dan memastikan warga tetap mendapatkan perhatian selama melewati masa sulit pascabencana. :::

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done