Bhayangkara News

Sabtu, 09 Mei 2026

Rumah Ibu Rafi’ah Hampir Rampung, Progres Rehab RTLH TMMD Capai 85 Persen

 


Probolinggo, Sabtu 9 Mei 2026 - Pembangunan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni milik Ibu Rafi'ah atau Ramo usia 83 tahun di Dusun Klagin RT 18 RW 06 Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, telah mencapai progres 85 persen. Pekerjaan ini merupakan bagian dari sasaran fisik TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo.


Saat ini personel Satgas bersama warga tengah merampungkan tahap akhir pembangunan rumah. Fokus pekerjaan berada pada penyelesaian plester dinding, pemasangan pintu dan jendela, serta perapian bagian dalam rumah.


Di lapangan, gotong royong antara anggota TNI dan masyarakat berjalan lancar. Semangat kebersamaan membuat proses pengerjaan lebih cepat dan hasil pekerjaan lebih rapi.


Pratu Samsudin yang bertugas di lokasi mengatakan pekerjaan memasuki tahap finishing. Ia memastikan setiap detail dikerjakan dengan teliti agar rumah segera layak huni bagi penerima manfaat.


Danton TMMD Ke-128 dari Satuan Armed 8 UY Jember Lettu Arm Ary menyampaikan bahwa rehab rumah lansia menjadi prioritas utama dalam program ini. Menurutnya, kenyamanan dan keamanan hunian harus diutamakan.


“Kami menargetkan seluruh pekerjaan selesai sebelum penutupan TMMD. Saat ini progres sudah 85 persen dan tinggal penyelesaian akhir,” ujar Lettu Arm Ary.


Ibu Rafi'ah menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan TNI dan warga yang membangun rumahnya. Ia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran program TMMD yang meringankan beban hidupnya.


Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo berkomitmen menyelesaikan seluruh sasaran fisik dan non fisik tepat waktu. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan terus memperkuat semangat gotong royong dalam membangun desa. (*)

Jumat, 08 Mei 2026

Survei IDM: Kepuasan Publik terhadap Penegakan Hukum Polri Capai 75,1 Persen

  


Jakarta - Indonesia Development Monitoring (IDM) merilis hasil survei terbaru terkait keterlibatan Polri dalam mendukung program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Polri dalam aspek penegakan hukum mencapai 75,1 persen.


Survei yang dilakukan terhadap 1.580 responden di 34 provinsi pada periode 7–20 April 2026 itu mencatat penilaian positif masyarakat terhadap penegakan hukum yang dilakukan Polri, khususnya dalam pemberantasan judi, perdagangan manusia, narkoba, kejahatan ekonomi hingga penimbunan BBM dan pangan.


Direktur Eksekutif IDM, Dedi Rohman mengatakan hasil survei menunjukkan respons masyarakat terhadap keterlibatan Polri dalam program pemerintah cenderung positif.


“Hasil survei kinerja Polri ini juga memiliki korelasi yang kuat dengan kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Dedi Rohman kepada wartawan, Sabtu (25/4/2026).


Selain kepuasan terhadap penegakan hukum, survei juga mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 79,2 persen. Menurut Dedi, angka tersebut menunjukkan adanya tren pemulihan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.


Dedi menjelaskan survei dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dan margin of error kurang lebih 2,47 persen.


“Metode survei dilakukan secara tatap muka langsung guna memastikan validitas dan kedalaman jawaban responden terhadap berbagai isu kepolisian, pelayanan publik, dan penegakan hukum di tanah air,” pungkasnya.


Capaian survei tersebut sejalan dengan komitmen Polri dalam memperkuat profesionalisme dan kualitas penegakan hukum melalui pelaksanaan Rakernis Bareskrim Polri 2026 yang tengah berlangsung saat ini Jumat (08/05/2026) di Mabes Polri. Dengan mengusung tema Optimalisasi Pelayanan Fungsi Reserse yang Bermanfaat untuk Masyarakat guna Mewujudkan Penegakan Hukum yang Responsif, Beretika dan Berkeadilan dalam Rangka Mendukung serta Menyukseskan Rencana Kerja Pemerintah 2026.


Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tersebut menjadi forum konsolidasi jajaran reserse Polri dalam meningkatkan kemampuan, kualitas sumber daya manusia, serta profesionalisme penegakan hukum menghadapi tantangan kejahatan yang semakin kompleks.


“Rakernis kali ini adalah bagian dari upaya dari Bareskrim dan jajaran untuk terus meningkatkan profesionalisme dengan penguatan kualitas dan kemampuan SDM. Di satu sisi, tentu  kita juga harus meningkatkan kolaborasi dan sinergisitas antara para penegak hukum untuk bisa melaksanakan penegakan hukum secara optimal sesuai dengan apa yang menjadi kebijakan Bapak Presiden,” ujar Kapolri.


Kapolri juga menegaskan pentingnya menghadirkan rasa keadilan bagi masyarakat melalui penegakan hukum yang tegas terhadap berbagai bentuk kejahatan.


“Bagaimana kita bisa mewujudkan rasa keadilan bagi masyarakat dan juga melakukan penegakan hukum secara tegas dan tuntas terhadap para pelaku-pelaku kejahatan yang membahayakan negara, membahayakan masyarakat,” kata Kapolri.


Dalam rangkaian kegiatan Rakernis Bareskrim 2026, juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada personel reserse berprestasi sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.


Melalui Rakernis tersebut, Polri juga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan penegakan hukum yang responsif, beretika, dan berkeadilan guna mendukung stabilitas keamanan serta menyukseskan program kerja pemerintah tahun 2026.

Polisi Sigap Atur Arus Kendaraan dan Bantu Penumpang di Terminal Internasional Ngurah Rai


Badung — Kehadiran personel Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai di area Terminal Internasional kembali memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jasa bandara, Jumat malam (8/5/2026). 


Personel kepolisian tampak aktif melakukan pengaturan lalu lintas sekaligus membantu penumpang yang hendak menyeberang maupun membawa barang bawaan di area drop zone internasional.


Meningkatnya aktivitas kendaraan penjemput dan pengantar pada malam hari membuat arus lalu lintas di kawasan terminal cukup padat. Namun, situasi tetap terkendali berkat kesigapan petugas yang berjaga di sejumlah titik strategis guna memastikan kendaraan tetap bergerak lancar dan tertib.


Selain melakukan pengaturan lalu lintas, personel di lapangan juga terlihat membantu wisatawan dan penumpang yang melintas di jalur penyeberangan agar dapat menyeberang dengan aman. 


Pendekatan humanis tersebut menjadi bagian dari pelayanan Polri dalam menciptakan suasana yang nyaman di kawasan bandara internasional.


Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ipda I Gede Suka Artana, S.H., mengatakan bahwa kegiatan pengaturan lalu lintas dan pelayanan kepada masyarakat rutin dilaksanakan terutama pada jam-jam dengan tingkat mobilitas tinggi.


“Personel kami hadir untuk memastikan arus kendaraan tetap lancar sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat serta pengguna jasa bandara,” ujarnya.


Ia menambahkan, Polres Bandara Ngurah Rai akan terus meningkatkan pelayanan dan pengamanan di area terminal guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, khususnya di tengah tingginya aktivitas penerbangan internasional.


Dengan kehadiran polisi di lapangan, aktivitas penumpang maupun kendaraan di kawasan Terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai dapat berjalan aman, tertib, dan lancar. (hms26)

Wakapolri Tekankan Konsep O2H dalam Penegakan Hukum dan Apresiasi Kinerja Reskrim Polri


Jakarta – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa penegakan hukum Polri harus dilakukan dengan mengedepankan profesionalisme, integritas, dan hati nurani demi menghadirkan keadilan yang benar-benar dirasakan masyarakat.


Hal tersebut disampaikan Wakapolri saat menutup Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Reserse Kriminal Polri Tahun 2026 di Aula Awaloedin Djamin Lantai 9, Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (8/5/2026).


Dalam arahannya kepada seluruh jajaran Reserse Kriminal Polri, Wakapolri menekankan konsep O2H sebagai pedoman utama dalam pelaksanaan penegakan hukum.


“Polri harus bekerja dengan melibatkan O2H, yaitu otak, otot, dan terutama hati dalam nurani hukum,” tegas Wakapolri.


Menurut Wakapolri, konsep tersebut menekankan bahwa setiap personel Polri tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis dan ketegasan dalam penegakan hukum, tetapi juga harus mengedepankan empati, keadilan, dan sensitivitas terhadap masyarakat.


Wakapolri menjelaskan bahwa penegakan hukum Polri harus menghadirkan tiga aspek utama, yakni kepastian hukum, keadilan, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran Reskrim Polri mulai dari tingkat Mabes, Polda, Polres hingga Polsek atas dedikasi dan capaian penegakan hukum yang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


“Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran Reskrim Polri atas pelaksanaan tugas penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat yang telah dijalankan dengan baik,” ujar Wakapolri.


Menurut Wakapolri, banyak capaian luar biasa yang telah ditorehkan jajaran Reskrim Polri di seluruh Indonesia dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung program Asta Cita pemerintah.


Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia memberikan apresiasi terhadap kontribusi Polri dalam mendukung berbagai program strategis nasional, termasuk ketahanan pangan, energi, dan program prioritas pemerintah lainnya.


Selain itu, Wakapolri mengapresiasi pelaksanaan Rakernis Reskrim Polri 2026 yang menghadirkan narasumber multi dan interdisipliner dengan pembahasan yang menyentuh aspek teknis, taktis, strategis, pengalaman lapangan, hingga penguatan integritas, keimanan, dan ketakwaan personel.


Forum group discussion (FGD) dan literasi praktik lapangan yang dilaksanakan selama Rakernis juga dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat kualitas penegakan hukum dan penyelesaian berbagai tantangan tugas ke depan.


Wakapolri menyoroti bahwa berdasarkan analisa pengaduan masyarakat tahun 2026, perhatian publik terhadap penegakan hukum masih banyak berada di tingkat kewilayahan mulai dari Polsek, Polres hingga Polda.


Karena itu, seluruh jajaran diminta memperkuat kualitas pelayanan dan pengawasan internal hingga tingkat Polsek sebagai ujung tombak pelayanan Polri kepada masyarakat.


“Ketika Polres dan Polsek mengalami kendala, maka Polda harus hadir melakukan asistensi. Begitu pula ketika Polda menghadapi hambatan, Mabes Polri bertanggung jawab memberikan pendampingan,” tegas Wakapolri.


Selain itu, Wakapolri meminta seluruh jajaran meningkatkan sensitivitas dalam penanganan perkara perempuan dan anak (PPA), memperkuat profesionalisme penyidik, serta menjaga integritas dalam setiap proses penegakan hukum.


Menurutnya, beban perkara yang ditangani penyidik saat ini cukup tinggi dengan rata-rata mencapai 25 hingga 50 perkara per tahun sehingga peningkatan kualitas dan kuantitas penyidik terus diupayakan secara maksimal oleh Bareskrim Polri.


Menjelang Hari Bhayangkara, Wakapolri meminta seluruh jajaran Reskrim Polri menjaga prestasi yang telah diraih, memperkuat profesionalisme, serta meminimalisasi segala bentuk pelanggaran di seluruh satuan kerja.


“Kualitas penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat harus terus diperkuat agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Wakapolri.

Wakapolri: Rekomendasi KPRP Momentum Penguatan Fungsi Reskrim Polri


Jakarta – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) harus menjadi momentum penguatan fungsi Reserse Kriminal Polri dalam meningkatkan kualitas penegakan hukum, pelayanan publik, serta tata kelola kelembagaan yang profesional dan modern.


Hal tersebut disampaikan Wakapolri saat menutup Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Reserse Kriminal Polri Tahun 2026 di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta.


Menurut Wakapolri, hasil rekomendasi KPRP yang telah disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto harus dipandang sebagai bagian dari upaya penyempurnaan organisasi dan penguatan tata kelola kelembagaan Polri, khususnya pada fungsi penegakan hukum.


“Hasil rekomendasi KPRP harus dijadikan momentum evaluasi dan penguatan fungsi Reskrim Polri agar semakin profesional, humanis, akuntabel, dan berkeadilan,” ujar Wakapolri.


Wakapolri menjelaskan bahwa berbagai perspektif yang disampaikan para narasumber dalam KPRP menjadi masukan penting untuk memperkuat kualitas penegakan hukum Polri ke depan.


Menurutnya, rekomendasi KPRP tidak dimaknai sebagai bentuk koreksi semata, tetapi sebagai bagian dari proses penyempurnaan organisasi yang terus berjalan untuk menjawab harapan masyarakat dan tantangan zaman.


“Polri terus melakukan perubahan dan penyempurnaan organisasi. Yang terpenting adalah bagaimana implementasi di lapangan dapat berjalan semakin baik,” jelas Wakapolri.


Dalam arahannya, Wakapolri menekankan bahwa Grand Strategy dan Renstra Polri 2025–2029 menjadi pedoman utama penguatan organisasi melalui pembangunan fondasi kelembagaan yang kuat, peningkatan integritas personel, kapasitas intelektual, serta kemampuan adaptif seluruh anggota Polri.


Selain itu, Wakapolri meminta seluruh jajaran Reskrim Polri segera menindaklanjuti berbagai rekomendasi KPRP melalui langkah-langkah konkret dalam peningkatan kualitas penyidikan, pelayanan publik, dan pengawasan internal.


Ia juga menekankan pentingnya penguatan sistem asistensi berjenjang mulai dari Mabes Polri, Polda, hingga Polres dan Polsek agar setiap kendala penanganan perkara dapat segera direspons secara cepat dan tepat.


“Ketika Polres dan Polsek mengalami kendala, maka Polda harus hadir melakukan asistensi. Begitu pula ketika Polda menghadapi hambatan, Mabes Polri bertanggung jawab memberikan pendampingan,” tegas Wakapolri.


Berdasarkan analisa pengaduan masyarakat tahun 2026, perhatian publik terhadap penegakan hukum masih banyak berada di tingkat kewilayahan. Karena itu, Wakapolri meminta seluruh jajaran memperkuat kualitas pelayanan dan sensitivitas dalam penanganan perkara, khususnya terhadap perempuan dan anak.


Selain itu, peningkatan kualitas dan kuantitas penyidik juga terus diupayakan mengingat beban perkara yang ditangani penyidik saat ini rata-rata mencapai 25 hingga 50 perkara per tahun.


Wakapolri menegaskan bahwa penegakan hukum Polri harus terus mengedepankan tiga aspek utama, yaitu kepastian hukum, keadilan, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.


“Polri harus bekerja dengan profesionalisme, integritas, dan hati nurani hukum agar kehadirannya benar-benar memberikan manfaat dan rasa keadilan bagi masyarakat,” pungkas Wakapolri. ***

Polri Mutasi 108 Pati dan Pamen pada Mei 2026, Sejumlah Kapolda dan PJU Mabes Berganti


Jakarta, 9 Mei 2026 — Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melaksanakan rotasi dan mutasi jabatan terhadap Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) Polri sebagaimana tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/960/V/KEP./2026 tanggal 7 Mei 2026.


Dalam mutasi kali ini, tercatat sebanyak 108 personel mengalami pergeseran jabatan yang terdiri atas promosi, pergeseran jabatan setara (flat), selesai pendidikan, hingga memasuki masa pensiun.


Dari jumlah tersebut, sebanyak 91 personel masuk dalam kategori promosi dan flat jabatan. Mutasi meliputi sejumlah posisi strategis di Mabes Polri maupun kewilayahan.


Untuk jabatan Pejabat Utama Mabes Polri, satu personel mendapat penugasan sebagai Kalemdiklat Polri, yakni Komjen Pol Drs. R. Z. Panca Putra S., M.Si.


Selain itu, terdapat sembilan jabatan Kapolda yang mengalami pergantian, yaitu Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., Kapolda Kaltara Brigjen Pol Agus Wijayanto, S.I.K., S.H., M.H., Kapolda Jabar Irjen Pol Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., Kapolda Kalbar Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H., Kapolda Malut Brigjen Pol Arif Budiman, S.I.K., M.H., Kapolda NTB Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K., Kapolda Sultra Brigjen Pol Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H., serta Kapolda Sulteng Brigjen Pol Nasri, S.I.K., M.H.


Mutasi juga menyentuh jabatan Kapolres jajaran tipe Metro dan Kota Besar, yakni Kapolres Metro Depok Kombes Pol Dr. Christian Rony Putra, S.I.K., M.H. dan Kapolresta Pangkal Pinang Kombes Pol Indra Wijatmiko, S.I.K., M.M.


Dalam mutasi tersebut, Polri juga mencatat promosi jabatan terhadap 16 personel ke golongan Irjen Pol, tiga personel mengalami flat jabatan setingkat Irjen Pol, 43 personel promosi ke Brigjen Pol, serta 16 personel promosi ke Kombes Pol dengan rincian nivelering IIB1 sebanyak 12 personel, nivelering IIB2 sebanyak tiga personel, dan nivelering IIB3 sebanyak satu personel.


Satu personel Polwan turut mendapatkan promosi jabatan, yakni Brigjen Pol Dra. A.A. Sagung Dian Kartini, M.Si. yang dipercaya menjabat sebagai Karolemtala Stamarena Polri.


Selain promosi dan rotasi jabatan, mutasi kali ini juga mencakup tiga personel selesai pendidikan serta 14 personel memasuki masa pensiun.


Kadivhumas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari proses pembinaan karier dan penguatan organisasi di tubuh Polri.


“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang alamiah dalam organisasi Polri. Ini menjadi bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis,” ujar Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.


Ia menambahkan, pergantian jabatan di lingkungan Polri juga diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.


“Polri terus berkomitmen melakukan regenerasi kepemimpinan dan penguatan organisasi agar semakin adaptif, profesional, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutupnya. ***

Tinjau Jembatan Songgon, Danrem 083 Sebut Infrastruktur Hebat Harus Bermuara pada Kesejahteraan Rakyat

 


Banyuwangi – Di balik kokohnya bentang Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di Desa Songgon, tersimpan harapan besar masyarakat akan kehidupan yang lebih mudah dan produktif. Hal itulah yang dilihat langsung Komandan Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos., M.M.S., M.Han., saat meninjau lokasi, Kamis (7/5).


Dengan memperhatikan detail konstruksi dan mendengar langsung kondisi wilayah, Danrem menilai jembatan tersebut bukan hanya sarana fisik, tetapi infrastruktur strategis yang memberi dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.


"Saya sangat terkejut sekaligus bangga melihat hasil pembangunan ini. Kualitasnya sangat baik, bahkan melampaui harapan. Yang paling penting, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat untuk waktu yang panjang," kata Danrem.


Bagi warga Songgon, jembatan ini menjadi denyut baru kehidupan desa. Aktivitas yang sebelumnya terkendala kini menjadi lebih lancar, akses distribusi hasil pertanian semakin cepat, dan interaksi sosial masyarakat semakin terbuka.

Kepala Desa Songgon menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas pembangunan tersebut.


"Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas hadirnya Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di desa kami. Ini bukan hanya mempermudah akses masyarakat, tetapi juga memberi optimisme baru bagi perkembangan ekonomi dan kemajuan Desa Songgon ke depan," tuturnya.


Dari Songgon, satu pesan kembali menguat: ketika pembangunan hadir tepat sasaran, maka kesejahteraan rakyat bukan sekadar harapan—tetapi kenyataan yang mulai tumbuh. ***

Kamis, 07 Mei 2026

Kapolda Hadiri Pisah Sambut Kajati Soliditas Forkopimda Jaga Stabilitas, Penegakan Hukum Di Bali


Denpasar – Komitmen memperkuat sinergitas antar aparat penegak hukum dan menjaga stabilitas keamanan di Provinsi Bali kembali ditegaskan dalam kegiatan pisah sambut Kepala Kejaksaan Tinggi Bali yang dihadiri langsung Kapolda Bali Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., bertempat di Aula Gedung Wanita Nari Graha, Jl. Tjut Nyak Dien No. 2 Denpasar. Kamis, (7/5/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari estafet kepemimpinan di lingkungan Kejaksaan Tinggi Bali, di mana Dr. Chatarina Muliana Girsang, S.H., S.E., M.H., secara resmi menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada Setiawan Budi Cahyono, S.H., M.Hum., sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Bali yang baru.


Acara turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali, di antaranya Gubernur Bali, Wakil Gubernur Bali, Pangdam IX/Udayana, para Bupati se-Bali, serta sejumlah pejabat daerah dan tamu undangan dari berbagai instansi pemerintahan maupun penegak hukum.


Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan perpisahan dari Dr. Chatarina Muliana Girsang, S.H., S.E., M.H., yang menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan seluruh pihak selama menjalankan tugas di Bali.


Selanjutnya, Kajati Bali yang baru, Setiawan Budi Cahyono, S.H., M.Hum.,, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan penguatan sinergitas bersama seluruh unsur Forkopimda dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan di Bali.


Kegiatan kemudian ditutup dengan sambutan Gubernur Bali Dr. Ir. Wayan Koster, M.M.. yang menyampaikan penghargaan atas dedikasi Dr. Chatarina Muliana Girsang, S.H., S.E., M.H., selama mengabdi di Bali sekaligus menyambut kepemimpinan baru di Kejaksaan Tinggi Bali.


Momentum penuh keakraban terlihat saat Kapolda Bali Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., menyerahkan cinderamata kenang-kenangan kepada Dr. Chatarina Muliana Girsang, S.H., S.E., M.H.,  sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas sinergitas yang selama ini terjalin baik antara Polda Bali dan Kejaksaan Tinggi Bali.


Kapolda Bali Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa soliditas antar lembaga penegak hukum menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Pulau Dewata.


“Pergantian pejabat merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi, namun sinergitas dan kolaborasi harus terus diperkuat. Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi Ibu Dr. Chatarina Muliana Girsang, S.H., S.E., M.H.,  selama bertugas di Bali dan menyambut Kajati Bali yang baru. Semoga kerja sama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan demi menjaga Bali tetap aman, damai, dan kondusif,” tegas Kapolda Bali.


Kegiatan pisah sambut tersebut berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan menjadi simbol kuatnya sinergitas Forkopimda Bali dalam menjaga stabilitas keamanan, penegakan hukum, serta mendukung pembangunan daerah di Provinsi Bali. (*)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done