Bhayangkara News

Sabtu, 02 Mei 2026

Sentuh Langsung Ekonomi Desa, Danrem 083/Baladhika Jaya Tinjau KDKMP Ardimulyo


Malang, 2 Mei 2026 – Korem 083/Baladhika Jaya terus menunjukkan komitmennya mendukung program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui peninjauan Komandan Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus S., S.Sos., M.M.S., M.Han., ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Dusun Randu Gembolo RT 001/RW 004, Desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari, Sabtu (2/5).


Di lokasi, Danrem melihat secara langsung progres pembangunan koperasi yang diharapkan menjadi pusat distribusi kebutuhan masyarakat sekaligus penggerak ekonomi lokal. Interaksi hangat dengan pengelola dan warga menggambarkan besarnya harapan masyarakat terhadap keberadaan koperasi tersebut.


Menurut Danrem, pembangunan ekonomi desa harus diletakkan sebagai pondasi utama membangun ketahanan bangsa. Ketika masyarakat memiliki ruang usaha, akses ekonomi yang mudah, dan wadah produktif yang sehat, maka kesejahteraan akan tumbuh secara alami dari bawah.


"Kita ingin desa menjadi pusat pertumbuhan baru. KDKMP harus menjadi energi penggerak ekonomi masyarakat—tempat lahirnya usaha, tumbuhnya kemandirian, dan kuatnya semangat gotong royong," tegas Danrem.


Ucapan terima kasih disampaikan Sekretaris Desa Ardimulyo, Hamzah, yang menyebut pembangunan KDKMP sebagai langkah besar bagi kemajuan desanya.


"Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Kehadiran KDKMP menjadi harapan baru bagi masyarakat kami untuk meningkatkan taraf hidup dan membangun ekonomi desa yang lebih maju," ujarnya.


Dengan langkah nyata seperti ini, Korem 083/Baladhika Jaya kembali menegaskan bahwa menjaga wilayah bukan hanya soal stabilitas keamanan, tetapi juga memastikan kesejahteraan rakyat terus bertumbuh dari desa menuju Indonesia yang lebih kuat. (*)

Polda Jatim Apresiasi Elemen Pekerja dan Mahasiswa,May Day Jawa Timur Tertib Damai


SURABAYA – Polda Jawa Timur (Jatim) memberikan apresiasi kepada elemen pekerja yang menyampaikan aspirasi secara tertib dalam rangka peringatan Hari Buruh se Dunia atau May Day yang digelar di depan Gedung DPRD dan Kantor Gubernur serta sejumlah wilayah di Jawa Timur, Jumat (1/5/26).


Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pelaksanaan aksi yang damai tersebut menunjukkan sikap tertib dari para massa aksi dalam menyampaikan pendapat di muka umum.


"Polda Jawa Timur sangat apresiasi kepada rekan - rekan dari elemen pekerja yang memperingati May Day dengan menggelar aksi baik di depan Kantor DPRD maupun di depan Kantor Gubernur berakhir damai," ungkap Kombes Abast, Sabtu (2/5/26).


Menurut Kombes Abast, hal itu menunjukan terbangunnya semangat saling menghormati antara peserta aksi dan pihak Kepolisian yang memberikan pelayanan pengamanan.


Kombes Abast juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat dan elemen pekerja yang mendukung pelaksanaan May Day dan berkomitmen Jogo Jatim, sehingga peringatan Hari Buruh 2026 di Jawa Timur tertib,aman dan kondusif.


"Situasi kondusif selama peringatan May Day kali ini menjadi cermin bahwa penyampaian aspirasi dapat berjalan selaras dengan terpeliharanya Kamtibmas serta komitmen bersama Jogo Jatim," ujar Kombes Abast. 


Kabid Humas Polda Jatim menegaskan, Polri hadir mengawal setiap jalannya penyampaian aspirasi masyarakat adalah bentuk pelayanan pengamanan.


Kombes Abast memastikan, Polri tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat, dan berharap para peserta aksi juga turut menjaga ketertiban bersama.


"Polri hadir untuk melayani dan memastikan seluruh peserta dalam menyampaikan aspirasi tetap aman, tertib dan kondusif," pungkas Kombes Abast.


Diberitakan sebelumnya, Polda Jawa Timur telah menyiapkan pelayanan pengamanan maksimal guna memastikan seluruh rangkaian Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada 1 Mei 2026 berjalan aman, tertib, dan kondusif.


Polda Jatim juga terus melakukan koordinasi dan bersinergi dengan para koordinator maupun pimpinan elemen buruh di Jawa Timur. 


Langkah ini dilakukan untuk menjamin pelaksanaan kegiatan peringatan Hari Buruh berlangsung lancar, baik di wilayah Jawa Timur maupun bagi perwakilan buruh yang berangkat ke Jakarta. (*)

Peringati May Day, Polres Probolinggo Buka Layanan Bengkel Gratis dan Samsat Keliling


PROBOLINGGO – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (Mayday) 2026, Polres Probolinggo Polda Jatim tetap memberikan pelayanan kepolisian bagi masyarakat.


Tak hanya pelayanan pengamanan, Polres Probolinggo Polda Jatim juga membuka layanan bengkel gratis bagi para pekerja yang turut memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di Alun-alun Kota Kraksaan, Jumat (1/5/2026).


Selain itu, bagi masyarakat yang akan membayar pajak kendaraan, Polres Probolinggo Polda Jatim juga menyediakan layanan Samsat keliling.


Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif mengatakan layanan servis kendaraan gratis serta menghadirkan Samsat keliling bagi para buruh ini adalah bagian dari bentuk kepedulian Polres Probolinggo.


"Sebagai bentuk apresiasi dan perhatian kepada rekan - rekan pekerja yang telah berkontribusi bagi pembangunan, kami hadirkan layanan service motor gratis," kata AKBP Latif.


Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan para buruh di Kabupaten Probolinggo.


“Serikat pekerja memiliki peran penting sebagai mitra dalam menjaga kamtibmas serta memperjuangkan hak-hak buruh. Kami berharap kolaborasi ini terus terjalin dengan baik,” ujar AKBP Latif.


Kapolres Probolinggo juga berharap, kegiatan ini semakin mempererat hubungan antara pemerintah daerah, Kepolisian, pengusaha dan pekerja dalam mewujudkan iklim industri yang harmonis dan sejahtera.


Seperti diketahui, dalam memperingati May Day 2026, Forkopimda Kabupaten Probolinggo bersama serikat pekerja menggelar kegiatan senam bersama di Alun-Alun Kota Kraksaan.


Kegiatan yang bertajuk "Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja" tersebut merupakan bentuk sinergitas antara Forkopimda dan serikat pekerja dalam memperingati May Day. 


Salah satu serikat pekerja, Ketua DPC Sarbumusi Probolinggo Babul Arifandhie menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh tidak hanya bersifat seremonial, namun menjadi momentum refleksi bersama terkait hak dan kewajiban pekerja.


"Diawali dengan serap aspirasi dan pembentukan pansus raperda ketenagakerjaan yang diinisiasi DPRD Kabupaten, kemudian kemarin ada apel Sabuk Kamtibmas di Polres Probolinggo dan hari ini semua elemen memperingati May Day di Alun-alun Kraksaan," kata Ketua DPC Sarbumusi.


Ratusan peserta dari unsur serikat pekerja dan perwakilan perusahaan turut hadir memeriahkan kegiatan yang berlangsung penuh kebersamaan.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Probolinggo KH. Haris Damanhuri, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif, Wakil Ketua DPRD HM. Zubaidi, Sekda H. Ugas Irwanto, serta sejumlah pejabat dan perwakilan instansi terkait lainnya. (*)

Polres Ngawi Perkuat Jaga Kondusifitas Wilayah dengan Sabuk Kamtibmas


NGAWI – Semangat kebersamaan dan sinergitas lintas elemen terlihat kuat dalam kegiatan Apel Sabuk Kamtibmas Polres Ngawi yang digelar di Kepatihan Jl. Patiunus Kabupaten Ngawi pada Kamis (30/4/26).


Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Ngawi.


Apel yang dipimpin langsung oleh Kapolres Ngawi, AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., tersebut diikuti sebanyak 1.067 personel yang terdiri dari unsur Polri, relawan, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai paguyuban masyarakat.


Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penyematan pita Merah Putih serta pembacaan deklarasi Sabuk Kamtibmas sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga persatuan, menangkal provokasi, dan menciptakan situasi yang aman serta kondusif.


Dalam arahannya, Kapolres Ngawi menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi dinamika kamtibmas yang semakin kompleks.


"Apel Sabuk Kamtibmas ini adalah wujud nyata sinergitas kita semua. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi, serta aktif menjadi bagian dari solusi dalam menjaga keamanan di wilayah Ngawi," tegas AKBP Prayoga.


Lebih lanjut, Kapolres Ngawi juga menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas, termasuk konflik sosial, kerawanan remaja, hingga penyebaran hoaks di ruang digital.


"Kita harus hadir sebagai cooling system di tengah masyarakat. Kedepankan pendekatan humanis, perkuat komunikasi antar kelompok, dan bersama-sama kita jaga Ngawi tetap aman dan kondusif," tambahnya.


Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat soliditas antara Polri dengan instansi lintas sektor serta seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan damai di Kabupaten Ngawi. (*)

Bhabin Singakerta Secara Rutin Laksanakan Giat Sambang Warga Binaan

 


Gianyar - Guna menjaga dan menciptakan situasi Kamtibmas yang tetap aman dan kondusif, Bhabinkamtibmas Desa Singakerta Aiptu I Made Widastra secara rutin melaksanakan kegiatan Sambang ke warga binaan, dan kali ini Bhabin melaksanakan sambang di Banjar Tewel, Desa Singakerta Kecamatan Ubud. Sabtu (02/05/2026)


Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Singakerta Aiptu I Made Widastra menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas, mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, serta mendengarkan secara langsung aspirasi dan keluhan warga.


Kegiatan Sambang ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, sekaligus mempererat hubungan silaturrahmi antara aparat kepolisian dan warga. Dengan sinergi dan komonikasi yang baik, diharapkan potensi gangguan keamanan dapat dicegah sedini mungkin.


Polres Gianyar Polsek Ubud melalui Bhabinkamtibmas berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya lingkungan yang aman, damai, dan hormanis di tengah-tengah masyarakat. (dastro)

Canggihnya Sistem Imigrasi Bali, 3 WN Tiongkok Buronan Kasus Curat Berhasil Diamankan

 


BADUNG – Kantor Imigrasi Ngurah Rai berhasil mengamankan tiga Warga Negara Asing (WNA) berkewarganegaraan Tiongkok di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Sabtu (2/5/2026). Ketiganya diduga kuat terlibat dalam tindak pidana pencurian dengan pemberatan di kawasan perumahan mewah di Kota Bogor.


Adapun ketiga WNA tersebut masing-masing berinisial J.W. (33), R.W. (37), dan H.L. (39). Ketiganya diketahui menggunakan Izin Tinggal Kunjungan Visa on Arrival.


Ketiga WN Tiongkok tersebut diketahui hendak bertolak ke Kuala Lumpur menggunakan maskapai AirAsia penerbangan QZ550. Saat proses pemeriksaan keberangkatan berlangsung, petugas imigrasi mendeteksi adanya kejanggalan sehingga dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap identitas ketiganya.


Hasil pemeriksaan memastikan bahwa ketiga WNA tersebut diduga kuat sebagai pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan berdasarkan Laporan Polisi Polresta Bogor Kota.


Berdasarkan informasi dari Polresta Bogor Kota, tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477 UU RI Nomor 1 tentang KUHP itu terjadi pada Minggu, 22 Maret 2026 sekitar pukul 20.45 WIB.


Dalam aksinya, para pelaku yang mengenakan topeng bermotif wajah pesepak bola serta sarung tangan hitam berhasil masuk ke rumah korban, Susanto, saat korban bersama keluarganya sedang berlibur ke Tiongkok sejak 18 Maret 2026.


Pada pukul 07.00 WITA, ketiga WNA tersebut resmi ditunda keberangkatannya. Selanjutnya dilakukan serah terima resmi, di mana ketiganya beserta paspor masing-masing diserahkan kepada Polresta Bogor Kota untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut di Kantor Polres Bandara I Gusti Ngurah Rai.


“Kami mampu menangkap siapa pun yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), sepanjang informasinya disampaikan kepada Kantor Imigrasi Ngurah Rai dengan cepat dan akurat. Pengamanan tiga WN Tiongkok ini adalah bukti bahwa pintu masuk wilayah Indonesia, khususnya Bandara I Gusti Ngurah Rai, tidak dapat dijadikan celah untuk meloloskan diri dari jeratan hukum,” tegas Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan.


Ia menambahkan, pihaknya akan terus bersinergi dengan seluruh aparat penegak hukum guna memastikan setiap pelanggar hukum mempertanggungjawabkan perbuatannya.


Menurut Bugie, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergitas yang baik antara Polresta Bogor Kota, Kantor Imigrasi Bogor, dan Kantor Imigrasi Ngurah Rai, yang didukung oleh infrastruktur digital keimigrasian yang semakin canggih dalam mendeteksi dan mencegah perlintasan pelaku kejahatan.


Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan penangkapan tersebut.


“Keberhasilan Kantor Imigrasi Ngurah Rai dalam mengamankan tiga WN Tiongkok yang masuk daftar pencarian ini mencerminkan kesiapan dan profesionalisme jajaran Imigrasi Bali dalam menjalankan fungsi penegakan hukum keimigrasian,” ungkap Sengky.


Ia menegaskan, Bali sebagai pintu gerbang internasional Indonesia harus steril dari individu-individu yang mencederai nama baik negara.


“Kami dari Kantor Wilayah akan terus mendukung penuh setiap langkah yang diambil oleh satuan kerja dalam menjaga integritas wilayah dan keamanan masyarakat, sekaligus memastikan kerja sama lintas instansi berjalan efektif dan responsif,” pungkasnya. (*)

Jumat, 01 Mei 2026

Langgar Hukum dan Lawan Aparat, Turis Italia Diusir dari Indonesia

 


BADUNG – Seorang warga negara Italia berinisial GI (24) resmi dideportasi dari wilayah Indonesia oleh Kantor Imigrasi Ngurah Rai pada Selasa (28/04/2026) melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menggunakan maskapai Qatar Airways (QR963) tujuan Doha.


GI terlibat insiden konflik fisik dengan petugas Satuan Lalu Lintas Polresta Denpasar yang videonya sempat viral di platform TikTok dan Instagram pada 23 April 2026, sehingga memicu respons cepat dari aparat kepolisian dan imigrasi.


Berdasarkan data perlintasan, GI terakhir kali memasuki Indonesia pada 8 April 2026 menggunakan Visa Kunjungan melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Saat kejadian, ia masih memiliki Izin Tinggal Kunjungan (ITK) yang berlaku hingga 7 Juni 2026.


Insiden bermula pada Rabu (22/04/2026) sekitar pukul 13.00 WITA ketika petugas Satuan Lalu Lintas menghentikan GI di sekitar Jalan Gunung Agung, Pemecutan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara. Saat itu, ia mengendarai sepeda motor bersama pacarnya tanpa mengenakan helm.


Alih-alih menerima penindakan, GI justru melayangkan protes keras. Situasi kemudian memanas hingga ia mendorong petugas menggunakan satu tangan hingga petugas tersebut terjatuh. Seorang warga yang berada di lokasi merekam kejadian itu, dan videonya menyebar luas di media sosial sehari kemudian.


Merespons viralnya video tersebut, Polresta Denpasar segera menggerakkan tim gabungan yang terdiri dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) dan Satuan Intelijen Keamanan (Satintelkam). Berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Ngurah Rai, aparat berhasil mengamankan GI pada Rabu pagi, 23 April 2026 sekitar pukul 11.00 WITA di kawasan Simpang Empat Jalan Gunung Agung–Jalan Mahendradatta, Denpasar.


Pada malam harinya, pukul 19.40 WITA, GI secara resmi diserahkan oleh Polresta Denpasar kepada Kantor Imigrasi Ngurah Rai untuk menjalani pemeriksaan keimigrasian lebih lanjut.


Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, menegaskan bahwa tindakan cepat tersebut merupakan hasil kolaborasi solid antarpenegak hukum.


“Sinergi yang terjalin dengan sangat baik antara jajaran Imigrasi Ngurah Rai dan Polresta Denpasar memastikan penanganan kasus ini berjalan efektif dan efisien. Kami langsung menindaklanjuti penyerahan yang bersangkutan dengan pemeriksaan intensif. Deportasi ini adalah wujud nyata bahwa kami tidak memberi ruang bagi pelanggaran hukum sekecil apa pun oleh warga negara asing di wilayah kedaulatan kita,” ujar Bugie.


Berdasarkan hasil pemeriksaan, GI mengakui seluruh kejadian sesuai fakta yang ada. Ia dinyatakan melanggar ketentuan Pasal 75 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, yakni melakukan kegiatan yang membahayakan keamanan dan ketertiban umum serta tidak menghormati peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Atas dasar itu, Kantor Imigrasi Ngurah Rai menjatuhkan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) berupa deportasi serta mengusulkan nama GI masuk dalam daftar penangkalan.


Menanggapi insiden tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, memberikan peringatan tegas kepada seluruh warga negara asing yang berada di Bali.


“Sangat disayangkan adanya tindakan perlawanan terhadap aparat penegak hukum yang sedang bertugas. Bali adalah destinasi wisata dunia, namun bukan berarti WNA bisa bertindak di luar aturan. Bagi siapa pun yang terbukti membahayakan keamanan, mengganggu ketertiban umum, serta tidak menghormati hukum yang berlaku di Indonesia, sanksi paling berat berupa pendeportasian dan penangkalan sudah menanti. Tidak ada kompromi untuk pelanggaran semacam ini,” tegas Sengky. (*)

Kehangatan Satgas TMMD ke-128 Kodim 1629/SBD Bersama Warga di Umbu Wango

 


Sumba Barat Daya – Suasana penuh kehangatan terlihat saat anggota Satgas TMMD ke-128 Kodim 1629/SBD berkumpul bersama warga di Desa Umbu Wango, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, Sabtu (02/05/2026). Di sela waktu istirahat dari kegiatan fisik, para personel Satgas memanfaatkan momen tersebut untuk duduk bersama warga di rumah salah satu masyarakat setempat sambil melaksanakan komunikasi sosial (komsos).


Kegiatan komsos ini menjadi sarana efektif dalam mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Dengan suasana santai dan penuh kekeluargaan, anggota Satgas TMMD dan warga saling berbincang, bertukar cerita, serta mendengarkan berbagai aspirasi masyarakat terkait kondisi dan kebutuhan di desa.


Kehadiran Satgas TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan masyarakat. Hal ini sejalan dengan tujuan utama TMMD, yaitu mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.


Melalui interaksi sederhana seperti ini, diharapkan tercipta hubungan yang harmonis serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap TNI. Kebersamaan yang terjalin menjadi bukti nyata bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan, tetapi juga upaya memperkuat persatuan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. ***

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done