Bhayangkara News

Jumat, 24 April 2026

Ratusan Personil TNI Dan Masyarakat Kebut Pembuatan Senderan Jalan

 


Karangasem - Memasuki hari kedua program TMMD ke-128 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1623/Karangasem di Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Personil TNI dan warga setempat fokus pada pembuatan senderan sebelum nantinya melaksanakan rabat beton yang merupakan sasaran fisik dalam program tersebut, pada Kamis (23/4),


Keterlibatan TNI dan masyarakat setempat terlihat sangat antusias. Di beberapa titik pengerjaan terlihat kerja sama TNI dan masyarakat bahu membahu mengerjakan senderan dengan harapan pekerjaan selesai tepat pada waktunya nanti. Pantauan di lapangan, tampak prajurit Kodim dan SSK Gabungan, bersama warga Desa Pempatan sangat bersemangat untuk mengerjakan senderan tersebut.


Pembuatan senderan dilakukan bertujuan untuk memperkuat struktur jalan rabat beton yang rencananya akan dibangun sepanjang 1.450 meter dengan lebar 3 meter dan Tebal 0,15 meter pada program TMMD kali ini.      


Menurut Komandan SSK TMMD Kapten Inf. I Wayan Sadra, warga Dusun Kubakal terlihat sangat antusias dengan adanya pembangunan di kampungnya. “Kita apresiasi antusias dan tingginya angka partisipasi dari warga setempat pada kegiatan ini,” jelas Kapten Sadra. Kami berharap semangat dan kebersamaan seperti ini akan bisa dipertahankan sampai selesainya semua sasaran yang dikerjakan pada TMMD kali ini, tambahnya. (*)

Masuk Hari Ketiga TMMD Ke-128 Kodim 1623/Karangasem, Personel Satgas Kejar Progres pembangunan senderan Jalan

 


KARANGASEM – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD)  ke-128 hari ketiga, Kodim 1623/Karangasem genjot progres sasaran fisik berupa  pembangunan DPT/senderan jalan 5 titik dengan volume 343,12 meter, Jumat (24/4/26)


Pasiter Kodim 1623/Karangasem Kapten Inf I Komang Sumadana  menyampaikan bahwa "kegiatan TMMD ke-128 TA 2026 Kodim 1623/Karangasem ini dimulai dengan pengerjaan sasaran fisik oleh personel Satgas TMMD, dengan tujuan progres harian dapat tercapai" pungkasnya


“Harapan kami sasaran fisik dan nonfisik yang diprogramkan dalam giat TMMD ke - 128 dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, terutama warga masyarakat di Dusun Kubakal, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem" lanjutnya


"Sangat Penting kolaborasi antara TNI dan Pemerintah Daerah, serta komponen Masyarakat dalam mendukung program Pembangunan. dan TMMD Ke-128 ini menjadi wujud nyata sinergi antara TNI dan Pemerintah Daerah dalam mempercepat pembangunan di wilayah Kabupaten Karangasem" tutupnya (*)

Satgas TMMD ke - 128 Kodim 1623/Karangasem gelar penyuluhan sosialisasikan wasbang kepada Masyarakat

 



Karangasem - Dalam upaya menanamkan rasa cinta tanah air sejak, Satgas TNI Manunggal membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1623/Karangasem lakukan penyuluhan wawasan kebangsaan kepada Warga Desa Pempatan, Kec.Rendang, Kab.Karangasem pada Jumat (24/04/26)


Kegiatan penyuluhan wawasan kebangsaan bertempat di Balai serbaguna Desa Pempatan, Kec. Rendang, Kab. Karangasem,  dengan nara sumber Kaban Kesbangpol Kab.Karangasem I Ketut Indra Sutawan, SH., MAP. 


Dalam sosialisasinya Kaban Kesbangpol Kab.Karangasem I Ketut Indra Sutawan, SH., MAP. menyampaikan "bahwa Wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara" terangnya.


"Konsep wawasan kebangsaan adalah komponen sangat mendasar bagi bangsa Indonesia. Wawasan kebangsaan adalah konsep yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lain di dunia ini. Tujuan utama wawasan kebangsaan adalah membangun dan mengembangkan persatuan dan kesatuan" lanjutnya.


"makna dari wawasan kebangsaan ini mengamanatkan kepada seluruh bangsa agar menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan, Dengan wawasan kebangsaan yang dilandasi oleh pandangan hidup Pancasila, bangsa Indonesia telah berhasil merintis jalan menjalani misinya di tengah-tengah kehidupan NKRI yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur" tutupnya. (*)

Edukasi Wawasan Kebangsaan dalam Rangka TMMD ke 128 Oleh Kaban Kesbangpol Karangasem

 


KARANGASEM – Menyadari pentingnya Wawasan Kebangsaan dalam kehidupan Masyarakat, pada kegiatan Non FIsik TMMD ke-128 Kodim 1623/ Karangasem memberikan Penyuluhan Wasbang di Balai Serbaguna Desa Pempatan Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem dengan Menghadirkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kab. Karangasem I Ketut Indra Sutawan, SH., MAP. sebagai salah satu Narasumber dalam Kegiatan tersebut, yang diikuti 50 orang peserta terdiri dari Tokoh Masyarakat, Perbekel dan Sekaa Truna Truni Desa Pempatan pada Jumat (24/4).


Penyuluhan ini bertujuan untuk membangkitkan rasa Nasionalisme dan Wawasan Kebangsaan kepada warga Desa Pempatan. "Rasa cinta tanah air harus dimulai dari desa kita sendiri, semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan untuk memperkuat semangat generasi muda,” ujar I Ketut Indra Sutawan, SH., MAP.


Indra Sutawan, juga menyampaikan apresiasi kepada Kodim 1623/Karangasem. Dengan adanya kegiatan ini dapat mempererat hubungan TNI dengan rakyat dan mengingatkan kami akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, tambahnya.


Disisi lain, Dansatgas TMMD, Letkol Inf. Gurbasa Samosir menegaskan bahwa penyuluhan wawasan kebangsaan ini adalah investasi jangka panjang. “Kami ingin Desa Pempatan ini tidak hanya maju secara fisik, namun masyarakatnya juga harus kuat secara ideologi. Persatuan dan Kesatuan adalah kunci keberhasilan masa depan bangsa,” kata Dansatgas. (*)

Satgas Damai Cartenz Patroli dan Layanan Kesehatan di Pengungsian Gigobak Sinak Wujud Nyata Peduli Warga


Puncak — Satgas Operasi Damai Cartenz terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan sekaligus memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat. Pada Jumat (24/4/2026), personel melaksanakan patroli jalan kaki dan pelayanan kesehatan bagi warga di lokasi pengungsian Kampung Gigobak, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.


Kegiatan ini difokuskan pada upaya memastikan situasi keamanan di sekitar pengungsian tetap kondusif, sekaligus memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan masyarakat yang terdampak situasi sebelumnya. Dengan menyusuri area pengungsian secara langsung, personel dapat berinteraksi dekat dengan warga serta mengetahui kebutuhan mereka di lapangan.


Selain patroli, tim juga memberikan layanan kesehatan berupa pemeriksaan dan pengobatan ringan kepada masyarakat. Kehadiran personel di tengah warga pengungsian disambut hangat, terutama karena membantu menjawab kebutuhan dasar di bidang kesehatan yang sangat dibutuhkan dalam kondisi pengungsian.


Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan humanis Satgas Damai Cartenz dalam menciptakan rasa aman sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan. Dengan hadir secara langsung, personel tidak hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan perhatian dan pelayanan yang layak.


Kaops Damai Cartenz, Irjen. Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa kegiatan patroli dan pelayanan kesehatan merupakan bagian dari strategi terpadu dalam menjaga stabilitas wilayah.


“Kami tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Kehadiran personel di pengungsian adalah bentuk nyata kepedulian kami terhadap keselamatan dan kesejahteraan warga,” ujar Kaops.


Sementara itu, Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M. Hum., menambahkan bahwa pendekatan humanis menjadi kunci dalam membangun situasi yang kondusif di wilayah penugasan.


“Melalui patroli dialogis dan pelayanan kesehatan, kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dan diperhatikan. Ini juga menjadi upaya untuk mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat,” ungkapnya.


Dengan kegiatan ini, diharapkan kondisi di wilayah Sinak, khususnya di pengungsian Kampung Gigobak, tetap aman dan masyarakat dapat menjalani aktivitas dengan lebih tenang di tengah situasi yang berangsur kondusif. (*(

Kamis, 23 April 2026

Gerakan Tanam Pohon, Polres Bondowoso Hijaukan Bukit Bintang


BONDOWOSO - Semangat menjaga bumi tak sekedar slogan, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata. 


Di tengah hamparan alam Bukit Bintang, langkah-langkah penuh kepedulian terpancar dari kegiatan penanaman pohon serentak yang dipimpin langsung Kapolres Bondowoso AKBP Dr Aryo Dwi Wibowo, sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-46 tahun 2026.


Kegiatan yang digelar di Kecamatan Binakal ini juga melibatkan intansi samping dan elemen masyarakat menjadi simbol kuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan.


Dengan penuh semangat kebersamaan, ratusan bibit pohon produktif seperti alpukat, durian, dan mangga ditanam di kawasan tersebut. 


Pemilihan jenis tanaman ini bukan tanpa alasan. Selain mampu memperkuat struktur tanah dan mencegah erosi, pohon-pohon tersebut juga berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar di masa mendatang.


Kapolres Bondowoso menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekedar seremonial, melainkan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian alam. 


Ia mengajak seluruh pihak untuk menanamkan kesadaran bahwa lingkungan yang sehat adalah fondasi kehidupan yang berkelanjutan.


“Menjaga alam adalah tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menghentikan penebangan liar dan mulai menanam pohon sebagai investasi masa depan," ujar AKBP Aryo, Rabu (22/4/26).


Menurutnya, penanaman pohon memiliki manfaat yang sangat luas. Selain menghasilkan oksigen yang dibutuhkan makhluk hidup, pohon juga berperan penting dalam menyerap karbon dioksida, mengurangi dampak perubahan iklim, serta menjaga ketersediaan air tanah. 


Akar pohon membantu menahan struktur tanah sehingga mampu mencegah longsor dan banjir. Di sisi lain, pohon produktif juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui hasil panennya.


"Setiap pohon yang kita tanam bukan hanya memberi manfaat bagi lingkungan, tetapi juga menjadi amal kebaikan yang bernilai pahala,” pungkas AKBP Aryo. (*)

Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Solar Subsidi ke Kalimantan, Tersangka Asal Blora Diamankan


SURABAYA - Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur mengungkap kasus penyalahgunaan pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.


Direktur Polairud Polda Jatim, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi dari masyarakat terkait pengiriman BBM subsidi diduga tanpa dokumen resmi dari Blora, Jawa Tengah menuju Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, pada Senin (20/4/2026).


“Informasi tersebut kami tindak lanjuti dengan penyisiran di Pelabuhan Tanjung Perak, hingga ditemukan puluhan jerigen di truk Hino bernopol K 8779 NE di atas Kapal KM Jambo XII,” kata Kombes Arman didampingi Kabid Humas Polda Jatim,Kombes Pol Jules Abraham Abast, Kamis (23/4/26).


Dari hasil pemeriksaan, Polisi menemukan 31 jerigen berisi solar bersubsidi dengan total sekitar 930 liter.


Dalam kasus ini, petugas mengamankan satu tersangka berinisial NNG (52), warga Kabupaten Blora, Jawa Tengah. 


Modus yang digunakan pelaku tergolong terstruktur. Pelaku memerintahkan pekerjanya membeli BBM di SPBU menggunakan barcode kendaraan, kemudian memindahkan solar dari tangki ke jerigen menggunakan pompa dan selang.


“Setelah terkumpul, BBM tersebut dikirim ke Pangkalan Bun untuk kebutuhan operasional pengolahan limbah plastik milik pelaku,” jelas Kombes Arman.


Ia menegaskan, pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menindak praktik ilegal yang merugikan negara.


“Pengungkapan ini sesuai instruksi Presiden untuk memberantas aktivitas ilegal, khususnya penyalahgunaan BBM bersubsidi,” tegasnya.


Kombes Arman juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus bersinergi dengan berbagai instansi lintas sektor untuk memberantas praktik penyelundupan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi.


“Kami akan terus menjalin sinergi untuk memutus rantai penyelundupan BBM subsidi, baik antar provinsi maupun di wilayah hukum Polda Jawa Timur,” pungkasnya.


Akibat perbuatan tersangka tersebut, negara diperkirakan mengalami kerugian hingga sekitar Rp.300 juta, jika dikonversikan dengan harga BBM industri. 


Dalam kasus ini tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, dengan ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda hingga Rp.60 miliar. (*)

Wakapolri Dorong Brimob Tingkatkan Kapabilitas, Siap Hadapi Tantangan Baru

 


Depok – Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, mendorong Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri untuk terus meningkatkan kapabilitas, profesionalisme, dan modernisasi satuan guna siap menghadapi berbagai tantangan baru yang semakin kompleks.


Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Rakernis Korbrimob Polri T.A. 2026 yang dilaksanakan pada Kamis, 23 April 2026 di Gedung Satya Haprabu Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, di hadapan Dankorbrimob Polri Komjen Pol Ramdani Hidayat, Wadankorbrimob Polri Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, serta seluruh pejabat utama Korbrimob dan Dansat Brimob se-Indonesia.


Dalam arahannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi tertinggi atas dedikasi dan profesionalisme Korbrimob Polri sepanjang tahun 2025. Berbagai capaian membanggakan berhasil diraih, antara lain keberhasilan pelaksanaan Operasi Damai Cartenz, prestasi di ajang internasional World Police & Fire Games, serta penghargaan Kompolnas Award sebagai Satker Mabes Polri terbaik. Capaian ini menunjukkan bahwa Brimob memiliki kapasitas yang semakin kuat dan mampu bersaing di tingkat global.


Wakapolri menegaskan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, termasuk munculnya ancaman keamanan hybrid yang menggabungkan gangguan fisik, provokasi digital, serta disinformasi. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan personel, penguatan sistem, serta strategi yang adaptif menjadi kunci utama dalam menjawab dinamika tersebut.


Dalam konteks pelayanan kepada masyarakat, Wakapolri menekankan pentingnya pergeseran paradigma melalui prinsip “Melayani, Bukan Menghadapi”. Brimob diharapkan hadir sebagai pelindung dan pengayom yang menjamin keamanan, sekaligus memberikan rasa aman yang menenangkan bagi masyarakat.


Selain itu, Wakapolri mendorong penguatan pelaksanaan tugas berbasis riset dengan memanfaatkan ekosistem akademik melalui pembentukan Pusat Studi Kepolisian guna meningkatkan kemampuan analisis terhadap ancaman keamanan asimetris.


Sejalan dengan itu, percepatan adaptasi teknologi modern menjadi perhatian utama, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), drone surveillance, dan body-worn camera, guna meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta meminimalkan kesalahan prosedur dalam pelaksanaan tugas di lapangan.


Wakapolri juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, khususnya kemarau panjang yang berpotensi meningkatkan titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu, kesiapan alutsista SAR dan personel harus selalu dalam kondisi siap operasional guna memberikan respons cepat dan tepat dalam melindungi masyarakat.


Sebagai arah pengembangan ke depan, Wakapolri menjabarkan Road Map Transformasi Korbrimob yang terbagi dalam tiga fase utama, yaitu pembangunan fondasi, pengembangan kapabilitas, hingga pencapaian keunggulan global (world class) baik pada domain fisik maupun siber.


Menutup arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa peningkatan jumlah pasukan tidak akan memberikan dampak optimal tanpa didukung oleh sistem yang kuat, strategi yang tepat, serta kualitas personel yang profesional, unggul, dan humanis.


Polri berkomitmen untuk terus memperkuat Korbrimob sebagai satuan yang modern, adaptif, dan terpercaya, serta selalu hadir memberikan perlindungan, pelayanan, dan rasa aman bagi masyarakat di seluruh Indonesia. (*)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done