Bhayangkara News

Kamis, 09 April 2026

Polri Untuk Masyarakat : Polres Blitar Beri Layanan Satu Atap di MPP


BLITAR – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, Polres Blitar Polda Jatim terus melakukan inovasi melalui penyediaan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang berlokasi di ruang pelayanan Mal Prabu Hayam Wuruk.


Ruang pelayanan tersebut menghadirkan berbagai layanan dalam satu tempat, di antaranya pelayanan identifikasi, bebas narkoba, Samsat, SPKT, serta pembuatan SKCK. 


Dengan konsep satu ruangan terpadu, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah dan cepat dalam mengakses berbagai kebutuhan pelayanan kepolisian.


Kapolres Blitar AKBP Rivanda melalui Kabag Ops Kompol Siswanto menyampaikan bahwa Polres Blitar Polda Jatim akan terus berbenah dan berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.


“Polres Blitar terus melakukan perbaikan dan inovasi guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.


Dengan adanya Mal Pelayanan Publik ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan kemudahan, kenyamanan, serta efisiensi dalam mengurus berbagai keperluan administrasi kepolisian. (*)

Rabu, 08 April 2026

Polres Gresik Amankan Komplotan Residivis Pencuri Kabel PLN Lintas Daerah


GRESIK - Gerak cepat jajaran Satreskrim Polres Gresik Polda Jatim berhasil menangkap komplotan residivis spesialis pencurian kabel trafo milik PT PLN dan mengamankan Lima orang tersangka.


Kelima orang tersangka yang diamankan masing-masing berinisial E.D (41), H.L (34), M.H (32), D.W (33), dan R.F (34). 


Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution mengatakan, Tiga di antara para tersangka merupakan residivis kasus serupa yang baru bebas pada tahun 2025.


"Dari Lima tersangka ini ada Tiga orang diketahui residivis kasus serupa,"ujar AKBP Ramadhan, Selasa (8/4/26).

saat bersembunyi di sebuah hotel di Kabupaten Ngawi. 


Lima pelaku ditangkap tanpa perlawanan saat bersembunyi di sebuah hotel di Kabupaten Ngawi pada Senin (6/4/2026) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.


Kapolres Gresik menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil pengembangan dari laporan pencurian kabel yang terjadi di wilayah Duduksampeyan Kabupaten Gresik.


"Kasus ini bermula pada Selasa, 24 Februari 2026 sekitar pukul 04.00 WIB, saat warga Dusun Watangrejo, Desa Ambeng-Ambeng Watangrejo, melaporkan adanya pemadaman listrik mendadak," jelas AKBP Ranadhan.


Setelah dilakukan pengecekan oleh petugas PLN, diketahui bahwa satu set kabel incoming trafo distribusi 20 KV telah hilang setelah dipotong oleh pelaku. 


Akibat kejadian tersebut, PT PLN ULP Giri mengalami kerugian materiil sebesar Rp14 juta.


Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menggunakan gunting besi berukuran besar untuk memotong kabel distribusi. 


Mereka tidak segan menyebabkan pemadaman listrik demi mengambil material tembaga yang kemudian dijual kembali.


Dari hasil pemeriksaan, komplotan ini diketahui sangat aktif dan telah beraksi di sejumlah wilayah, di antaranya sembilan tempat kejadian perkara (TKP) di Gresik, 14 TKP di Ngawi, serta satu TKP di Bangkalan.


Dalam penangkapan tersebut, Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya tiga gunting besi berukuran besar, linggis, palu besi, kunci pas ring, rompi biru, topi kupluk, karung putih, serta satu plat nomor palsu yang digunakan untuk mengelabui petugas.


Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 477 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang pencurian dengan pemberatan yang dilakukan secara bersekutu. 


"Para tersangka terancam hukuman penjara paling lama tujuh tahun," kata AKBP Ramadhan.


Kapolres Gresik juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap aktivitas mencurigakan di sekitar fasilitas umum, khususnya gardu listrik.


“Jika menemukan orang yang mengaku petugas namun tidak dilengkapi surat tugas atau melakukan aktivitas mencurigakan, segera laporkan ke pihak kepolisian melalui Call Center 110 atau layanan Lapor Kapolres (Lapor Cak Rama) di 0811-8800-2006.” tegasnya. (*)

Polri dan Kemenhaj Bentuk Satgas Haji 2026, Hadir Lindungi Jemaah Sesuai Arahan Presiden Prabowo


Jakarta, 9 April 2026 – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Haji 2026 sebagai langkah konkret melindungi calon jemaah dari praktik haji ilegal dan penipuan.


Kesepakatan ini terjalin dalam pertemuan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, dengan Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, di Kantor Kemenhaj, Jakarta, Kamis (9/4). Pembentukan Satgas ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk memastikan perlindungan menyeluruh bagi jemaah haji dan umrah Indonesia.


Wakapolri menegaskan, Satgas Haji akan bekerja terpadu dari pusat hingga daerah dengan pendekatan menyeluruh—mulai dari edukasi hingga penegakan hukum.


Polri akan mengedepankan:

Edukasi (preemtif): Sosialisasi masif agar masyarakat tidak tertipu modus travel ilegal

Pencegahan (preventif): Pengawasan ketat di bandara dan pelabuhan

Penindakan (represif): Tindakan tegas terhadap pelaku penipuan dan haji ilegal


“Satgas ini kami bentuk untuk memastikan masyarakat terlindungi dan tidak menjadi korban penipuan dengan berbagai modus,” ujar Wakapolri.


Selain itu, akan dibuka hotline pengaduan terpadu guna mempercepat respons terhadap laporan masyarakat.


Ancaman Nyata: Puluhan Kasus dan Kerugian Miliaran Rupiah


Data Polri menunjukkan praktik penipuan haji masih marak:

42 kasus tengah diproses hukum

1 kasus sudah tahap lanjutan

Kerugian mencapai Rp92,64 miliar


Sementara itu, pada 2025, aparat berhasil mencegah 1.243 calon jemaah berangkat menggunakan visa non-haji, dengan jumlah terbesar melalui Bandara Soekarno-Hatta.


Temuan ini menegaskan bahwa pengawasan dan penindakan harus diperkuat secara sistematis.


Sinergi Hingga ke Arab Saudi


Tidak hanya di dalam negeri, Polri juga memperluas koordinasi hingga ke Arab Saudi. Personel akan ditempatkan untuk memperkuat komunikasi dengan aparat keamanan di Jeddah dan Mekkah.


Langkah ini memastikan perlindungan jemaah Indonesia tetap berjalan, bahkan saat berada di luar negeri.



Komitmen Pemerintah: Aman dan Tidak Membebani


Wakil Menteri Haji dan Umrah menegaskan, Satgas Haji dibentuk untuk menjalankan dua fokus utama arahan Presiden:

1. Perlindungan penuh terhadap jemaah

2. Menjaga agar biaya haji tidak semakin membebani masyarakat


Pemerintah juga memastikan bahwa kenaikan biaya global tidak serta-merta dibebankan kepada jemaah.


“Negara hadir untuk melindungi jemaah, baik dari sisi keamanan maupun pembiayaan,” tegasnya.


Imbauan: Waspada Modus Haji Ilegal


Polri mengingatkan masyarakat untuk:

Tidak tergiur penawaran haji dengan visa non-resmi

Memastikan travel memiliki izin resmi

Segera melapor jika menemukan indikasi penipuan


“Modus akan terus berkembang. Karena itu kewaspadaan masyarakat menjadi kunci. Polri akan bertindak tegas demi melindungi masyarakat,” pungkas Wakapolri.


Pembentukan Satgas Haji 2026 menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat. Polri, bersama Kemenhaj dan seluruh pemangku kepentingan, terus bergerak cepat dan responsif. (*)

Jelang Kemala Run 2026 Polda Bali Sosialisasikan Pengalihan Arus Lalu Lintas Di Jl I.B. Mantra Gianyar

 


DENPASAR - Dalam rangka mendukung kelancaran Kemala Run tanggal 19 April 2026 , Polda Bali melalui Kabid Humas Kombes Pol Ariasandy S.I.K., resmi mengumumkan permakluman terkait penutupan dan pengalihan arus lalu lintas di kawasan Jl. By Pass Ida Bagus Mantra Gianyar, kamis 9/4/2026.


KBP Ariasandy menyampaikan langkah ini penting dilaksanakan guna menjamin keamanan para peserta lari Kemala Run dengan target peserta mencapai 10.000 orang dari seluruh Indonesia bahkan dari luar negeri,  sekaligus menjaga kenyamanan dan kelancaran para pengendara dan pengguna jalan lainnya.

Untuk waktu dan lokasi Rekayasa lalu lintas akan difokus pada “Jl. By Pass Ida Bagus Mantra Gianyar”, mulai dari Simpang Pantai Purnama hingga Simpang Pantai Saba dimulai Sabtu, 18 April pukul 19.00 Wita s/d Minggu, 19 April 2026 pukul 13.00 Wita.


Selama waktu tersebut, jalur sisi utara akan ditutup total karena akan digunakan sebagai rute utama para pelari dengan titik start di “Bali United Training Center”. Sementara itu, jalur sisi Selatan tetap dibuka namun diberlakukan sistem dua arah (Contraflow).


Panduan Rute Alternatif

Kabid Humas Polda Bali menghimbau masyarakat yang akan melintas untuk menyesuaikan rute sebagai berikut:

1. Kendaraan Ringan (Mobil/Motor):

*Dari Arah Timur (Simpang I.B. Mantra Masceti) : Diarahkan melalui Jalan Mulawarman.

*Dari Arah Barat (Simpang I.B. Mantra Ketewel) : Diarahkan melalui Jalan Raya Guwang Sukawati.

2. Khusus Kendaraan besar (Truk, Bus, & Mobil Barang):

*Menuju Denpasar atau sebaliknya diarahkan melalui: Jalur Bukit Jati – Jl. Patih Jelantik – Jl. Mahendradata – Jl. Udayana – Jl. Raya Sakah Gianyar.


Penutupan Jalur pada Minggu, 19 April, Terdapat pengaturan khusus pada pagi hari saat puncak acara berlangsung :

Jalur Pantai Saba – Jl. Perangsada Pinda: Ditutup mulai pukul 04.00 s.d 07.30 Wita. (Akses tetap dibuka khusus untuk Ambulans atau kendaraan darurat menuju RS Kasih Ibu Saba).

Jembatan Pinda: ditutup total mulai pukul 06.15 s.d 07.30 Wita. Pengendara akan dialihkan ke arah Utara menuju Blahbatuh.

Akses Pasar Sukawati: Kendaraan yang menuju By Pass Ida Bagus Mantra akan dialihkan melalui jalur jl raya Guwang, Sukawati.


Terkait kegiatan Kemala Run 2026 Kabid Humas menjelaskan, agar masyarakat tidak perlu khawatir karena Polda Bali telah menyiagakan ribuan personel bersinergi dengan Stakeholder terkait dan terploting di seluruh titik-titik strategis untuk melaksanakan pengamanan, serta pengaturan lalulintas dan para pengendara diharapkan mengikuti arahan petugas saat dilapangan demi keamanan, kelancaran dan keselamatan bersama.


"Kesuksesan Kemala Run 2026, tentunya akan memberikan dampak yang sangat positif bagi Bali terutama pada sektor pariwisata dan olahraga. 

Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan dan terimakasih atas dukungan seluruh masyarakat Bali, kami juga menghimbau masyarakat dapat merencanakan waktu perjalanan lebih awal dan menghindari kawasan-kawasan tersebut selama kegiatan berlangsung untuk kelancaran berlalulintas," ucap KBP Ariasandy. (*)

Polres Pasuruan Kota Siapkan Jalur Alternatif Dampak Pembongkaran Jembatan Bok Wedi


KOTA PASURUAN — Penutupan total Jalan Ir H Juanda Kota Pasuruan resmi diberlakukan mulai Rabu (08/04/2026). 


Kebijakan ini dilakukan sebagai dampak dari pembongkaran Jembatan Bok Wedi yang terletak di Jalan Raya Ir H Juanda, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan, menjadi akses vital bagi masyarakat. 


Oleh karena itu, penutupan sementara ruas jalan ini berdampak cukup signifikan terhadap mobilitas kendaraan, baik dari dalam kota maupun luar daerah.


Menyikapi hal tersebut, Satlantas Polres Pasuruan Kota Polda Jatim menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa pengalihan arus kendaraan ke sejumlah jalur alternatif yang dinilai mampu menampung volume kendaraan selama proses pembongkaran berlangsung.


Untuk kendaraan dari arah timur, arus lalu lintas dialihkan melalui jalur Lingkar Selatan Kota Pasuruan. 


Pengendara diarahkan melintasi Jalan Raya HOS Cokroaminoto, Jalan Raya KH Hasyim Ashari, Jalan Raya Untung Surapati, hingga Jalan Raya Gatot Subroto sebagai jalur penghubung utama.


Sementara itu, kendaraan dari arah barat, khususnya dari Jalan Raya Ir Soekarno Hatta, dialihkan melalui Jalan Raya Balaikota, dilanjutkan ke Jalan Raya dr Wahidin Sudiro Husodo, kemudian menuju Jalan Raya KH Hasyim Ashari hingga tersambung ke Jalan Raya HOS Cokroaminoto.


Pengalihan arus ini diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan akibat penutupan total ruas Jalan Ir H Juanda. 


Selain itu, langkah ini juga menjadi upaya preventif guna meminimalisir potensi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.


Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota, AKP Amrullah Setiawan, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan personel di sejumlah titik strategis untuk melakukan pengaturan lalu lintas serta membantu mengarahkan pengguna jalan.


“Kami telah menempatkan anggota di lapangan serta memasang rambu-rambu petunjuk arah. Kami mengimbau kepada masyarakat agar mematuhi arahan petugas demi kelancaran dan keselamatan bersama,” ujar AKP Amrullah Setiawan, Rabu (8/4/26).


Pihak kepolisian juga mengajak masyarakat untuk menyesuaikan waktu perjalanan dan memanfaatkan jalur alternatif yang telah ditentukan. 


Dengan adanya rekayasa lalu lintas ini, diharapkan situasi arus kendaraan tetap kondusif selama proses pembongkaran Jembatan Bok Wedi berlangsung. (*)

Polri Dinilai Sukses Kelola Arus Mudik dan Balik Lebaran, Tuai Respons Positif Masyarakat

 


Jakarta – Pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini dinilai berjalan lancar. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran Polri dalam mengelola lalu lintas serta memberikan pelayanan kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat.


Selama periode operasi yang berlangsung selama 13 hari, Polri dinilai mampu hadir di tengah masyarakat dengan memberikan pelayanan yang optimal. Tidak hanya memastikan kelancaran arus lalu lintas, Polri juga dinilai berhasil menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik.


Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia, Edi Saputra Hasibuan, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen Polri dalam menjalankan tugas pelayanan publik.


“Keberhasilan melancarkan arus mudik dan balik Lebaran ini menunjukkan bahwa Polri hadir memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Polri mampu memberikan pelayanan yang nyaman, cepat, dan responsif sehingga masyarakat merasa aman selama perjalanan,” ujar Edi.


Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Polri di berbagai titik pengamanan dan pelayanan memberikan dampak signifikan terhadap persepsi publik. Menurutnya, masyarakat merasakan langsung kecepatan respons dan kesiapsiagaan petugas di lapangan.


“Yang dirasakan masyarakat adalah Polri hadir memberikan pelayanan yang cepat dan membuat masyarakat merasa nyaman. Hal ini menjadi indikator penting keberhasilan Operasi Ketupat,” jelasnya.


Lebih lanjut, Edi mengungkapkan bahwa selama pelaksanaan operasi, Polri juga mendapatkan banyak tanggapan positif dari masyarakat. Hal ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan.


“Dalam 13 hari pelaksanaan Operasi Ketupat, Polri banyak mendapatkan respons positif dari masyarakat. Ini menjadi catatan baik dan harus terus dipertahankan ke depan,” pungkasnya.


Dengan capaian tersebut, Polri diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam pengamanan momen-momen besar yang melibatkan mobilitas masyarakat secara masif seperti arus mudik dan balik Lebaran. (*)

Perkuat Soliditas, POM TNI dan Propam Polri Gelar Coffee Morning & Halal Bihalal 1447 H

 


Jakarta— Pusat Polisi Militer (POM) TNI bersama POM Angkatan dan Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri menggelar Coffee Morning & Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H sebagai langkah memperkuat sinergitas dan soliditas antar institusi.


Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat komunikasi dan koordinasi antara TNI dan Polri di tengah dinamika tugas yang semakin berkembang.


Dalam sambutannya, *Danpuspomad* menegaskan bahwa kebersamaan yang terjalin selama ini harus terus dijaga dan diperkuat, khususnya dalam membangun komunikasi serta kesamaan langkah dalam pelaksanaan tugas di lapangan.


Sementara itu, *Kadivpropam Polri* menyampaikan bahwa dinamika geopolitik global dan perkembangan situasi yang cepat menuntut kesiapan seluruh elemen negara untuk selalu adaptif dan responsif.


Menurutnya, TNI dan Polri memiliki peran strategis sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas nasional sekaligus sebagai pelaksana kebijakan pemerintah.


“Dalam perspektif masyarakat, TNI dan Polri merupakan satu kesatuan yang merepresentasikan negara, sehingga sinergitas yang solid menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.


Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergitas antara POM TNI dan Propam Polri semakin kuat, tidak hanya dalam hubungan kelembagaan, tetapi juga dalam implementasi di lapangan.


Dengan soliditas yang terus diperkuat, TNI–Polri diharapkan mampu menjaga stabilitas nasional sekaligus menghadirkan rasa aman dan kepercayaan di tengah masyarakat. (*)

Di Balik Asap Dapur Warga, Satgas Pangan Polda Bali Jaga Harga dan Stok Tetap Stabil

  


DENPASAR - Di balik mengepulnya dapur masyarakat setiap hari, ada kerja senyap yang terus dilakukan Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pangan Provinsi Bali. Mereka hadir memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dan terjangkau, agar masyarakat dapat menjalani aktivitas tanpa dihantui lonjakan harga.


Upaya itu kembali terlihat saat Satgas Saber Pangan melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kreneng, Jalan Rijasa, serta Supermarket Grand Lucky, Jalan Sudirman, Denpasar, Kamis (9/4/2026). Sidak dilakukan untuk memantau langsung kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok di lapangan.


Sejumlah komoditas penting menjadi fokus pemeriksaan, mulai dari beras, telur, minyak goreng, kedelai, gula, jagung, cabai, bawang, hingga daging. Dari hasil pemantauan, harga bahan pangan di wilayah Bali, khususnya Kota Denpasar, terpantau relatif stabil. Pasokan pun dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.


Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K. menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam menjaga keseimbangan pasar, terutama untuk komoditas yang menjadi kebutuhan sehari-hari.


“Langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga, menjamin keamanan, serta memastikan mutu pangan tetap terjaga,” ujarnya.


Tak hanya melakukan pengawasan, Satgas Saber Pangan juga memberikan edukasi kepada para pelaku usaha. Mereka diingatkan agar tidak menjual komoditas di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah, demi menjaga stabilitas dan keadilan bagi konsumen.


Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K. menegaskan, apabila ditemukan pelanggaran, sanksi akan diberikan secara berjenjang, mulai dari teguran tertulis hingga pencabutan izin usaha.


Kegiatan ini melibatkan berbagai instansi, antara lain Ditreskrimsus Polda Bali, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), serta Perum Bulog.


Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Bali dapat terus terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalani hari dengan tenang tanpa khawatir dapur mereka berhenti mengepul. ***

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done