Bhayangkara News

Rabu, 08 April 2026

Kapolda Jatim Satukan Aremania - Bonek, Sepakat Tak Ada Rivalitas di Luar Lapangan


SURABAYA – Upaya rekonsiliasi suporter di Jawa Timur terus diperkuat. Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto mempertemukan perwakilan Aremania dan Bonek dalam audiensi di Mapolda Jatim, Rabu (8/4/2026), guna memastikan pertandingan Arema FC kontra Persebaya Surabaya berlangsung aman dan damai.


Audiensi ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen bersama menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menyampaikan apresiasi atas kehadiran para suporter yang telah menunjukkan niat baik untuk membangun komunikasi yang positif.


“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan suporter dalam rangka menjalin silaturahmi dengan Polda Jawa Timur. Kita semua berharap setiap pertandingan sepak bola di Jawa Timur ke depan dapat berjalan dengan suportif dan aman,” kata Irjen Nanang.


Ia menekankan pentingnya mengubah stigma negatif terhadap sepak bola menjadi tontonan yang aman dan menyenangkan, serta menegaskan komitmen membangun sepak bola yang lebih humanis pasca Tragedi Kanjuruhan.


Polda Jatim juga memastikan kesiapan pengamanan dengan mengedepankan pendekatan humanis dan preventif guna mencegah potensi gesekan antar suporter.


"Saya tekankan kepada seluruh suporter agar menjunjung tinggi sportivitas dan tidak membawa rivalitas di luar lapangan,” tegasnya.


Kapolda Jatim menambahkan, tingginya antusiasme masyarakat terhadap sepak bola harus diimbangi dengan penyelenggaraan yang profesional agar turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


Sementara itu, perwakilan Bonek Mania, Rafika, menyatakan kesiapan pihaknya menjaga kondusivitas serta mendukung terciptanya suasana damai.


“Bonek Mania dan Aremania siap menjaga stabilitas kamtibmas di Jawa Timur. Kami sepakat tidak ada lagi rivalitas di luar lapangan,” ungkapnya.


Hal senada disampaikan perwakilan Aremania, Gozali, yang menyatakan komitmennya untuk bangkit dan membangun sinergi.


“Aremania ingin bangkit dari trauma. Kami berkomitmen menjaga kondusivitas dan siap mengawal perjalanan tim Persebaya menuju Malang,” ujarnya.


Audiensi ini menjadi simbol kuat bahwa rivalitas suporter dapat diarahkan menjadi energi positif demi kemajuan sepak bola Jawa Timur yang aman, tertib, dan berkelas. (*)

Pimpin Anev, Kapolda Jatim : Situasi Kamtibmas Jawa Timur Januari - Maret 2026 Kondusif


SURABAYA - Kapolda Jatim  Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si menyebut situasi kamtibmas di Jawa Timur selama Triwulan I Tahun 2026 secara umum aman dan kondusif. 


Meski begitu, seluruh jajaran diminta tetap siaga menghadapi berbagai agenda nasional dan potensi kerawanan untuk tetap menjaga kondusifitas


Hal itu disampaikan Irjen Nanang saat memimpin Gelar Operasional Anev Sitkamtibmas Triwulan I Tahun 2026 Polda Jatim, Rabu (8/4/2026).


“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran karena situasi kamtibmas selama Januari sampai Maret 2026 dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan kondusif. Pengamanan Ramadan, Nyepi, hingga Operasi Ketupat Semeru juga berjalan baik, termasuk arus mudik dan balik di Jawa Timur,” kata Irjen Nanang.


Data Anev mencatat jumlah kejahatan di Jatim pada Januari sebanyak 5.367 kasus, Februari 5.434 kasus, dan Maret turun menjadi 5.349 kasus. 


Sementara total gangguan kamtibmas tercatat 6.348 kejadian pada Januari, 6.588 kejadian pada Februari, dan 6.773 kejadian pada Maret.


“Secara umum situasi kamtibmas masih terkendali. Namun seluruh satuan wilayah harus terus meningkatkan deteksi dini, kecepatan respons, dan efektivitas penyelesaian perkara,” tegas Irjen Nanang.


Ia juga memberi atensi pada sejumlah isu strategis, seperti May Day, dinamika buruh dan PPPK, potensi gesekan perguruan silat, sound horeg, stabilitas BBM, LPG, dan bahan pokok, pengamanan Liga 1, hingga potensi bencana cuaca ekstrem.


Selain itu, pengamanan Kunjungan Kerja Presiden RI di Nganjuk dalam rangka peresmian Monumen dan Museum Pahlawan Nasional Ibu Marsinah juga menjadi perhatian khusus.


“Saya minta seluruh jajaran melakukan mapping potensi kerawanan, khususnya menjelang May Day, dinamika buruh, serta pengamanan agenda VVIP Presiden. Hadapi secara humanis, jangan terpancing, tetapi tetap tegas dan terukur sesuai protap,” tutur Irjen Nanang.


Ia juga meminta jajarannya mengantisipasi potensi panic buying, kelangkaan BBM dan LPG, serta praktik penimbunan bahan pokok dan energi.


Di akhir arahannya, Irjen Nanang menegaskan pentingnya pelayanan prima, penguatan etika personel, serta menghindari arogansi dan tindakan yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.


“Cegah keras arogansi anggota, pelanggaran, maupun tindakan yang berpotensi menurunkan public trust. Pelayanan harus komunikatif, mawas diri, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Irjen Nanang. (*)

Polri Bekali Petugas dengan Buku Saku “0%” sebagai Panduan Sosialisasi Program Pro-Rakyat


Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat dukungan terhadap kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto melalui langkah konkret di lapangan, dengan membekali personel menggunakan Buku Saku “0%: Mari Kita Bantu Presiden Prabowo Bantu Saudara-Saudara Kita Keluar Dari Kemiskinan”.


Buku saku ini menjadi panduan utama bagi petugas patroli dan Bhabinkamtibmas, baik dalam bentuk digital maupun cetak, guna memudahkan penyampaian informasi program-program pemerintah sekaligus mendukung fungsi pengawasan agar tepat sasaran.


Pesan Presiden Prabowo yang menjadi semangat gerakan ini menegaskan pentingnya kepedulian sosial:

“Kalau tidak bisa membantu banyak orang, bantulah beberapa orang. Kalau tidak bisa bantu beberapa orang, bantulah satu orang.”


Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. menegaskan bahwa pembekalan Buku Saku 0% merupakan bagian dari transformasi Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah secara langsung di tengah masyarakat.


“Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga menjadi penggerak informasi program pemerintah. Dengan Buku Saku 0% yang dibekalkan secara digital maupun cetak, anggota di lapangan mampu menjelaskan secara utuh sekaligus melakukan pengawasan agar program berjalan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Wakapolri dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, 8 April 2026.


Buku Saku 0% disusun secara sistematis dan terbagi dalam tiga kelompok program utama, yaitu:


I. Program 0% Kemiskinan


Program yang difokuskan untuk percepatan pengentasan kemiskinan, meliputi:

Sekolah Rakyat (SR)

Program Keluarga Harapan (PKH)

Bantuan Sosial Sembako

Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah

Program Indonesia Pintar (PIP)

Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lansia keluarga tunggal dan penyandang disabilitas

Bantuan Sosial Asistensi Rehabilitasi Sosial (Bansos Atensi)

Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK)

Dukungan Generasi Melek Teknologi (Gen-Matic)

Asistensi Rehabilitasi Sosial Anak Yatim-Piatu (Atensi YAPI)

Rumah Sejahtera Terpadu (RST)

Subsidi LPG

Subsidi & Kompensasi Listrik

Kompensasi Pertalite

Subsidi dan Kompensasi Solar

Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)

Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)


II. Program Universal


Program yang menyasar seluruh lapisan masyarakat:

Makan Bergizi Gratis (MBG)

Cek Kesehatan Gratis (CKG)



III. Program Afirmatif


Program yang memberikan dukungan khusus untuk peningkatan kapasitas dan kesempatan masyarakat:

Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi (MagangHub)

Sekolah Unggul Garuda

Beasiswa LPDP

Beasiswa S1 Garuda (Kemendiktisaintek)

Beasiswa Sekolah Taruna Nusantara

Beasiswa S1 Universitas Pertahanan (UNHAN)

Subsidi Pupuk

Subsidi Bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI)


Selain itu, buku saku ini juga dilengkapi dengan penjelasan mengenai maksud program, sasaran penerima, besaran manfaat, serta tata cara pendaftaran, sehingga memudahkan petugas dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.


Dengan pembekalan ini, Polri optimistis seluruh personel di lapangan dapat menjadi ujung tombak penyampaian informasi program pemerintah, sekaligus memastikan setiap bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak secara tepat sasaran (*)

Polres Tanjungperak Ungkap Jaringan Pengedar Sabu, 4 Tersangka Diamankan di Surabaya


TANJUNG PERAK - Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jawa Timur berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Jalan Wonosari, Surabaya. 


Dalam pengungkapan ini, Empat orang tersangka berhasil diamankan petugas yang bertugas sebagai pengedar.


Keempat tersangka yang diamankan masing-masing berinisial AM, 43, N, 32, ADF, 19, dan M, 31. 


Mereka diketahui berperan sebagai pengedar dengan barang bukti 31 poket sabu dengan berat kotor 15,80 gram.


"Kami amankan sabu tersebut sudah dalam kemasan siap edar," kata Kasatresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjungperak, AKP Adik Agus Putrawan, Selasa (7/4).


Ia mengatakan, penangkapan dilakukan pada Rabu (1/4), sekitar pukul 17.30, di sebuah rumah yang berlokasi di Jalan Wonosari, Surabaya. 


Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa sabu tersebut diperoleh dari seorang pemasok berinisial MM yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).


Tersangka AM mengaku mendapatkan sabu dengan cara membeli langsung dari MM di pinggir Jalan Raya Bringin, Kabupaten Bangkalan, Madura. 


"Pengakuan tersangka bertemu langsung dengan MM di pinggir Jalan dan membeli sebanyak 10 gram sabu dengan harga Rp 6,5 juta," kata AKP Agus Putrawan.


Setelah mendapatkan barang haram tersebut, AM bersama tersangka N dan ADF kemudian membagi sabu menjadi kemasan poket kecil siap edar. 


"Selanjutnya, sabu tersebut diedarkan kembali oleh ADF dan M," lanjut," AKP Agus Putrawan.


Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa para tersangka telah menjalankan aktivitas peredaran sabu ini selama kurang lebih dua bulan. 


Mereka menjual sabu dalam paket kecil dengan harga bervariasi mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 600 ribu.


Dalam menjalankan aksinya, para tersangka diketahui mampu meraup keuntungan hingga Rp 2 juta untuk setiap lima gram sabu yang berhasil dijual. 


Selain keuntungan materi, para pelaku juga kerap mengonsumsi sabu secara cuma-cuma dari hasil peredaran tersebut.


Pada penangkapan tersebut Polisi juga mengamankan uang tunai Rp 2,9 juta diduga hasil penjualan sabu. 


"Kami saat ini masih menyelidiki MM pengedar yang memasok sabu pada jaringan ini," pungkasnya.(*)

Polresta Malang Kota Rangkul Komunitas Ojol Waspadai Dampak Isu Global


KOTA MALANG — Upaya memperkuat sinergi dan menjaga stabilitas keamanan kota terus dilakukan Polresta Malang Kota Polda Jatim melalui pendekatan kepada elemen masyarakat secara humanis.


Salah satunya dengan menggelar silaturahmi bersama komunitas ojek online (Ojol) yang tergabung dalam Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) di basecamp PDOI, Taman Merjosari, Kota Malang, Selasa, (07/04/2026)


Silaturahmi Polresta Malang Kota melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) kali ini dipimpin langsung Kasatlantas AKP Rio Angga Prasetyo, didampingi Kanit Regident AKP Fiad Arizal, Kanit Kamsel Iptu Juana Gita, serta anggota Satlantas.


AKP Rio Angga mengatakan, pertemuan ini menjadi ruang untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat kemitraan strategis antara Polri dan komunitas ojol yang berjumlah sekitar ±700 anggota di Kota Malang.


Pada kegiatan ini tidak hanya membahas Kamseltibcarlantas, tapi menjadi wadah membangun kesadaran kolektif menghadapi dinamika global yang berdampak hingga ke tingkat lokal.


“Di tengah isu global yang berkembang, termasuk kelangkaan BBM, kami mengajak rekan-rekan driver ojol untuk tidak mudah terpancing provokasi maupun euforia yang berpotensi merugikan diri sendiri dan mengganggu kondusivitas,” ujar AKP Rio.


Menurutnya, Driver ojol memiliki peran strategis sebagai mitra Kamseltibcarlantas sekaligus garda terdepan dalam menjaga stabilitas sosial di ruang publik.


Dengan mobilitas tinggi dan interaksi langsung dengan masyarakat, para driver diharapkan mampu menjadi agen ketertiban serta penyampai informasi yang positif.


“Kami mengajak seluruh driver ojol untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif,"tambahnya.


AKP Rio Angga kembali menegaskan, sesuai petunjuk dan arahan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana bahwa Polresta Malang Kota siap menjadi rumah bagi ojol apabila menghadapi kendala atau gangguan dalam operasional di lapangan.


Sementara itu, Ketua PDOI Kota Malang, Puji Waluyo, menyambut baik langkah proaktif yang dilakukan Satlantas Polresta Malang Kota.


“Kami sangat mengapresiasi kepedulian dan keterbukaan dari Polresta Malang Kota dan siap mengajak seluruh anggota PDOI untuk turut menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kota Malang, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar,” ungkap Puji


Ia juga menegaskan komitmen komunitasnya untuk terus mendukung upaya kepolisian menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib.


"Silaturahmi ini menjadi bukti sinergi, soliditas, dan kemitraan yang kuat antara Polresta Malang Kota dan komunitas ojol," pungkasnya. (*)

Haidar Alwi: Operasi Ketupat 2026 Bukti Nyata Presisi Kapolri, 85,3% Pemudik Puas

 


Jakarta - Sebanyak 85,3 persen pemudik menyatakan puas terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berdasarkan survei nasional yang dirilis Indikator Politik Indonesia. Capaian ini dipandang bukan sekadar statistik tahunan, melainkan gambaran nyata pengalaman publik dalam menghadapi salah satu mobilitas terbesar di dunia.


Dalam skala pergerakan jutaan orang lintas wilayah dalam waktu singkat, tingkat kepuasan tersebut menjadi indikator konkret bahwa sistem pengamanan dan pelayanan berjalan efektif. Keberhasilan ini dinilai lahir dari pendekatan terukur, terintegrasi, serta berbasis sistem yang kuat.


Mudik Lebaran selama ini dikenal bukan hanya tradisi sosial, tetapi fenomena nasional dengan kompleksitas tinggi. Lonjakan kendaraan, kepadatan jalur utama, potensi kecelakaan, hingga gangguan distribusi logistik menjadikan momentum ini sebagai ujian kapasitas negara. Dalam situasi tersebut, kegagalan pengelolaan bukan hanya berdampak pada kemacetan, tetapi berpotensi memicu gangguan stabilitas yang lebih luas. Karena itu, kelancaran dan keamanan mudik dipandang sebagai indikator kemampuan negara mengelola tekanan publik secara langsung.


Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute sekaligus Dewan Pembina Ikatan Alumni Ikatan Alumni ITB, Haidar Alwi, menilai kepuasan publik pada momentum mudik tidak dapat dilihat sekadar sebagai ukuran pelayanan, tetapi refleksi kualitas sistem negara dalam mengelola mobilitas sosial berskala besar.


“Dalam sistem modern, pergerakan manusia dalam jumlah besar adalah ujian kapasitas negara yang paling nyata. Ketika mobilitas dapat dikelola secara aman, lancar, dan terkendali, itu menunjukkan adanya integrasi antara kebijakan, data, dan eksekusi di lapangan. Kepuasan publik dalam konteks ini bukan sekadar persepsi, tetapi cerminan dari sistem yang bekerja secara utuh,” tegas Haidar Alwi.


Ia menekankan, tanpa memahami mudik sebagai sistem kompleks, angka kepuasan 85,3 persen mudah dianggap sebagai capaian biasa. Padahal di baliknya terdapat struktur pelayanan terintegrasi yang mencakup pengamanan, pengaturan lalu lintas, hingga kehadiran negara di titik-titik krusial perjalanan masyarakat.


Survei tersebut juga menampilkan indikator turunan yang memperkuat kualitas pelayanan di lapangan. Sebanyak 84 persen pemudik puas terhadap posko pelayanan kepolisian yang berfungsi sebagai pusat informasi, pengamanan, sekaligus ruang istirahat masyarakat. Selain itu, 77,6 persen responden menyatakan puas terhadap rekayasa lalu lintas seperti sistem one way dan contraflow yang diterapkan secara dinamis untuk mengurai kepadatan kendaraan.


Di sisi lain, 81,7 persen responden menyatakan puas terhadap ketersediaan bahan bakar, menunjukkan koordinasi lintas sektor berjalan efektif selama periode mudik. Data ini menegaskan keberhasilan Operasi Ketupat 2026 merupakan hasil kerja sistem pelayanan yang saling terhubung dan berjalan simultan.


“Pelayanan publik yang efektif tidak ditentukan oleh seberapa banyak kebijakan dibuat, tetapi oleh seberapa tepat kebijakan tersebut menjawab kebutuhan masyarakat. Ketika sistem mampu menerjemahkan kompleksitas menjadi solusi, di situlah kepercayaan publik mulai terbentuk secara rasional,” jelas Haidar Alwi.


Keberhasilan ini juga dinilai tidak terlepas dari arah kebijakan Kapolri Listyo Sigit Prabowo melalui konsep Presisi yang menekankan pendekatan prediktif, responsibilitas, serta transparansi berkeadilan. Dalam kerangka tersebut, kepolisian tidak hanya bergerak reaktif, tetapi mengedepankan kemampuan membaca potensi risiko sebelum berkembang menjadi masalah.


Dengan demikian, Operasi Ketupat 2026 dinilai tidak lagi sekadar operasi rutin tahunan, melainkan model pelayanan publik yang menunjukkan kemampuan institusi negara bekerja secara terukur, terkoordinasi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (*)

Selasa, 07 April 2026

Polres Probolinggo Perkuat Sinergi, Jaga Kelestarian Kawasan Hutan


PROBOLINGGO - Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat ( Kamtibmas) Polres Probolinggo Polda Jawa Timur juga berkomitmen turut menjaga kelestarian kawasan hutan yang ada di wilayah Kabupaten Probolinggo.


Hal itu disampaikan oleh Kapolres Probolinggo AKBP Dr. M. Wahyudin Latif usai melaksanakan kunjungan ke Kantor Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Probolinggo, Selasa (7/4/26).


"Polres Probolinggo siap mendukung pengamanan kawasan hutan sebagai bagian dari menjaga stabilitas keamanan wilayah," kata AKBP Latif.


Menurut Kapolres Probolinggo dengan langkah-langkah strategis dan sinergitas yang kuat antara Polri dan KPH dalam menjaga kelestarian kawasan hutan, akan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.


"Kawasan hutan harus kita jaga dan kita amankan dari gangguan tangan - tangan yang tidak bertanggung jawab demi kelestarian alam yang tentu berdampak bagi lingkungan dan masyarakat," kata AKBP Latif.


Sementara itu, Administratur/KKPH Probolinggo, Akhmad Faizal, S.Hut.MM menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kunjungan Kapolres Probolinggo beserta jajarannya.


“Kami sangat mengapresiasi atas kunjungan Bapak Kapolres Probolinggo beserta jajaran yang mana kunjungan beliau merupakan bentuk silaturahmi dan sekaligus memperkuat sinergi antara Perhutani dan Polres Probolinggo dalam bersama-sama menjaga kawasan hutan negara," ungkapnya.


Akhmad Faizal mengatakan, kawasan hutan memiliki fungsi ekologis dan sosial yang sangat penting, sehingga perlindungannya tidak dapat dilakukan sendiri oleh Perhutani.


"Melalui sinergi dan kolaborasi ini diharapkan pengawsan di lapangan semakin optimal dan potensi gangguan keamanan hutan dapat dicegah sejak dini,” pungkasnya. (*)

85,3% Pemudik Puas, Burhanuddin Muhtadi Tegaskan Tingginya Kepuasan Mudik Lebaran 2026

 


Jakarta – Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap penyelenggaraan Mudik Lebaran 2026 berada pada level sangat tinggi. Sebanyak 85,3 persen pemudik menyatakan puas terhadap pelayanan mudik tahun ini.


Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Prof. Burhanuddin Muhtadi, M.A., Ph.D., menjelaskan bahwa secara umum tingkat kepuasan masyarakat baik yang mudik maupun tidak melaksanakan mudik mencapai 80,8 persen, dengan peningkatan signifikan pada kelompok pemudik.


“Ini menunjukkan penyelenggaraan mudik Lebaran 2026 berjalan sangat baik dan mendapat apresiasi luas dari masyarakat,” ujarnya dalam paparan hasil survei, Selasa (7/4/2026).


Survei tersebut dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 29 Maret hingga 4 April 2026 terhadap 1.200 responden menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.


Dari rincian survei, kategori “sangat puas” tercatat sebesar 10,8 persen (umum) dan 15,3 persen (pemudik), sementara “cukup puas” mendominasi dengan 70,0 persen pada kedua kategori. Adapun tingkat ketidakpuasan relatif rendah, yakni 7,1 persen (umum) dan 9,5 persen (pemudik), serta yang menyatakan tidak puas sama sekali berada di bawah 2 persen.


Hasil ini juga menunjukkan konsistensi kinerja dibanding tahun sebelumnya, di mana tingkat kepuasan publik pada 2026 tercatat hampir identik dengan 2025, baik pada kategori sangat puas maupun cukup puas.


Menanggapi hasil tersebut, Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas tingginya tingkat kepuasan masyarakat. Ia menegaskan capaian ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh stakeholder dalam penyelenggaraan Operasi Ketupat 2026.


“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, kementerian/lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya yang telah berkolaborasi dengan baik sehingga mudik tahun ini berjalan aman, lancar, dan berkeselamatan,” ujarnya.


Secara khusus, Kakorlantas juga menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo atas kepemimpinan, petunjuk, dan arahan strategis, serta keterlibatan langsung di lapangan dalam memastikan pengamanan mudik berjalan optimal.


“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolri atas arahan, dukungan penuh, dan kehadiran langsung di lapangan yang menjadi motivasi bagi seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” lanjutnya.


Capaian ini menjadi indikator kuat keberhasilan kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan mudik Lebaran yang aman, nyaman, dan lancar, sekaligus mencerminkan peningkatan kualitas pelayanan Polri yang semakin humanis, responsif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat. (*)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done