Bhayangkara News : News
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 September 2026

Parade 450 Polwan dari 43 Negara Guncang Bajra Sandhi Renon

 


Denpasar - Kawasan Lapangan Puputan Renon, Denpasar, dipadati warga pada Minggu (20/9/2026). Masyarakat Bali disuguhkan pemandangan langka dan sangat meriah, yaitu parade Polisi Wanita (Polwan) dari 43 negara yang tampil memukau di depan Monumen Bajra Sandi.


Parade di Jl. Raya puputan renon yang dimulai sekitar pukul 15.00 Wita ini menjadi salah satu agenda paling dinantikan dalam rangkaian International Association of Women Police (IAWP) Training Conference. Dalam aksi tersebut Polwan dari berbagai belahan dunia berbaris rapi mengenakan seragam kebanggaan serta menampilkan tradisi khas negara masing-masing.


Masyarakat yang hadir tampak antusias menyaksikan atraksi budaya dan formasi baris-berbaris para Polwan dunia tersebut. Dipilihnya Bali untuk yang kedua kalinya sebagai tuan rumah pelaksanaan IAWP di Indonesia, kali ini berpusat di Hotel The Westin, Nusa Dua, ini menuai apresiasi hangat dan positif dari masyarakat Bali.


Terkait Parade IAWP tersebut, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy menyampaikan "Kehadiran sekitar 450 Polwan dari 43 Negara perwakilan IAWP kali ini disaksikan langsung Presiden IAWP, Kapolda didampingi Waka Polda dan para PJU Polda Bali, turut hadir Gubernur Bali, Irdam IX/Udayana mewakili Pangdam.


Tentunya IAWP ini akan memberikan dampak positif yang signifikan terutama bagi pertumbuhan sektor pariwisata Bali ke depan.


Suksesnya gelaran parade IAWP maupun rangkaian lainnya hingga berakhir nanti tak lepas dari kawalan, pengamanan dari personel Polda Bali dan jajaran, serta dukungan dari masyarakat Bali, maupun kerjasama dengan stakholder terkait lainnya


Sekaligus mempertegas situasi Kamtibmas Bali sangat aman, kondusif dan Bali selalu siap sebagai destinasi utama penyelenggaraan even-even berskala Internasional", tutupnya. :::

Jumat, 18 September 2026

Kapolda Bali: Sinergi ABPEDNAS dan ASLINMAS Penting untuk Perkuat Keamanan Desa

 


Denpasar – Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si. menghadiri Upacara Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) dan Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (ASLINMAS) Provinsi Bali, bertempat di Lapangan Niti mandala renon. Sabtu, (19/9/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Jaksa Agung Republik Indonesia Prof. Dr. H. Sanitiar Burhanuddin, S.H., M.M., serta turut dihadiri Gubernur Maluku Utara, Gubernur Bali, unsur Forkopimda Provinsi Bali, Ketua DPD ABPEDNAS Bali, Ketua DPD ABPEDNAS Sulawesi Tenggara, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan.


Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antarlembaga dan elemen masyarakat dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat mulai dari tingkat desa dan kelurahan.


Dalam amanatnya, Jaksa Agung RI Prof. Dr. H. Sanitiar Burhanuddin menegaskan bahwa pengukuhan kepengurusan tidak boleh dimaknai sebatas seremoni organisasi. Jabatan yang diberikan merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, integritas, disiplin, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.


Jaksa Agung juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola pemerintahan desa, transparansi pengelolaan dana desa, serta sinergi dalam pengawasan melalui program Jaksa Garda Desa.


Menurutnya, ASLINMAS mempunyai peran strategis dalam membantu menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat pada tingkat desa maupun kelurahan. Keberadaan organisasi tersebut sekaligus menjadi salah satu wujud nyata semangat gotong royong yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.


Semboyan “Patriot Perlindungan Masyarakat” juga diharapkan tidak sekadar menjadi identitas organisasi, tetapi diwujudkan melalui sikap, tindakan, kedisiplinan, kesiapsiagaan, serta kualitas pelayanan setiap anggota kepada masyarakat.


Anggota ASLINMAS diharapkan senantiasa siap membantu menjaga ketenteraman dan ketertiban, memberikan perlindungan kepada masyarakat, mendukung berbagai kegiatan kemasyarakatan, membantu pengamanan lingkungan, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.


Sementara itu, keberadaan ABPEDNAS memiliki posisi penting sebagai wadah bagi anggota Badan Permusyawaratan Desa sekaligus mitra pemerintah desa dalam menyerap, menampung, dan menyuarakan aspirasi masyarakat. Peran tersebut diharapkan semakin memperkuat penyelenggaraan pemerintahan desa yang transparan, partisipatif, dan bertanggung jawab.


Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya menyampaikan bahwa Polda Bali mendukung penguatan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, aparat penegak hukum, ABPEDNAS, ASLINMAS, serta seluruh komponen masyarakat dalam menciptakan lingkungan desa yang aman dan kondusif.


“Keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat diwujudkan oleh Polri sendiri. Dibutuhkan sinergi dan partisipasi seluruh elemen masyarakat sampai pada tingkat desa. Kami berharap ABPEDNAS dan ASLINMAS dapat menjadi mitra strategis dalam membangun kesadaran hukum, menjaga keamanan lingkungan, serta mendeteksi sejak dini berbagai potensi gangguan kamtibmas,” tegas Kapolda Bali.


Kapolda Bali juga menekankan bahwa desa merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Oleh karena itu, komunikasi dan koordinasi antara Bhabinkamtibmas, perangkat desa, anggota Linmas, Badan Permusyawaratan Desa, serta masyarakat perlu terus diperkuat.


“Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia membutuhkan stabilitas keamanan yang kuat hingga ke tingkat desa. Mari kita jaga Bali melalui semangat kebersamaan, gotong royong dan komunikasi yang baik. Setiap persoalan yang muncul di masyarakat harus sedini mungkin kita identifikasi dan selesaikan secara tepat agar tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas,” ujar Irjen Pol. Daniel Adityajaya.


Menurut Kapolda, kehadiran ASLINMAS juga memiliki arti strategis dalam mendukung terciptanya keamanan berbasis masyarakat. Anggota Linmas yang berada dekat dengan masyarakat diharapkan dapat bersinergi dengan Bhabinkamtibmas dan seluruh perangkat desa dalam menjaga lingkungan, membantu masyarakat, serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap berbagai situasi darurat.


Pada kesempatan tersebut, I Dewa Nyoman Rai Dharmadi dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua DPD ASLINMAS Provinsi Bali. Sementara itu, I Komang Merta Jiwa dipercaya menjabat sebagai Ketua DPD ABPEDNAS Provinsi Bali.


Polda Bali berharap kepengurusan yang telah dikukuhkan dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh integritas serta mampu membangun kolaborasi yang semakin kuat bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pemerintah desa, dan masyarakat.


Melalui sinergi tersebut, diharapkan tata kelola pemerintahan desa semakin transparan dan akuntabel serta situasi kamtibmas di seluruh wilayah Bali tetap aman, damai, dan kondusif. ::::

Senin, 14 September 2026

Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Satu Keluarga WNA Australia Tewas di Kuta

 


Denpasar – Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo D. Simatupang didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy, Selasa (15/9/2026), mengungkap perkembangan kasus dugaan pembunuhan dan bunuh diri yang melibatkan satu keluarga WNA Australia di sebuah bungalow kawasan Legian Tengah, Kuta, Badung.


Peristiwa yang terjadi pada 13 September 2026 tersebut menewaskan tiga orang, yakni SDJ (57), serta kedua anaknya ADS dan LKS.


Berdasarkan analisis CCTV dan keterangan saksi, polisi menduga kuat SDJ membunuh kedua anaknya sebelum mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Rekaman CCTV memperlihatkan salah satu anak sempat keluar kamar sebelum dikejar dan dibawa kembali oleh ayahnya. SDJ kemudian mengambil tali dari gudang dan sebelum mengakhiri hidupnya sempat mengarahkan kamera CCTV ke bawah.

Pemeriksaan awal juga menemukan tanda kekerasan pada bagian leher kedua anak. Sementara kondisi jenazah SDJ menunjukkan indikasi kematian akibat gantung diri.


Dari keterangan istri, hubungan rumah tangga pasangan tersebut telah merenggang sejak 2022. SDJ juga diketahui memiliki tingkat kecemasan tinggi dan pernah mencoba bunuh diri menggunakan kabel pada bulan sebelumnya, namun berhasil digagalkan istrinya.


Kapolresta menyebut penyidikan akan dihentikan melalui penerbitan SP3 karena terduga pelaku telah meninggal dunia. Polsek Kuta juga telah berkoordinasi dengan Konsulat Australia terkait penyerahan ketiga jenazah kepada pihak keluarga. ::

Reskrim Polsek Blahbatuh Ungkap Curanmor, Satu Terduga Pelaku dan Tiga Motor Diamankan

 


GIANYAR — Unit Reskrim Polsek Blahbatuh berhasil mengungkap perkara pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di wilayah hukum Polsek Blahbatuh. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang terduga pelaku berinisial ANB, laki-laki berusia 26 tahun, serta tiga unit sepeda motor, yang terdiri dari satu unit sepeda motor yang diduga digunakan sebagai sarana melakukan kejahatan dan dua unit sepeda motor yang diduga merupakan hasil kejahatan.


Pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Senin, 14 September 2026, sekitar pukul 08.00 WITA. Perkara ini berawal dari laporan masyarakat terkait hilangnya sepeda motor di wilayah Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar.


Seizin Kapolres Gianyar AKBP James I.S. Rajagukguk, S.I.K., M.H., Kapolsek Blahbatuh Kompol Luh Putu Sri Sumartini, S.H., M.H., menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Blahbatuh langsung melakukan serangkaian penyelidikan. Petugas mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan keterangan dari pelapor dan sejumlah saksi.


Dari hasil penyelidikan dan pendalaman, petugas memperoleh informasi mengenai keberadaan terduga pelaku. Tim kemudian melakukan penelusuran hingga berhasil mengamankan ANB di sebuah tempat kos di wilayah Banjar Selat Beringkit, Mengwitani, Kabupaten Badung.


Dalam pemeriksaan awal, terduga pelaku mengakui telah mengambil sepeda motor. Petugas selanjutnya melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan dua unit sepeda motor yang diduga merupakan hasil kejahatan serta satu unit sepeda motor yang diduga digunakan sebagai sarana atau alat untuk melakukan tindak pidana.


Pengungkapan tersebut dipimpin Kanit Reskrim Polsek Blahbatuh Iptu I Kadek Kertayoga, S.H., M.H., bersama Panit I Opsnal Ipda I Kadek Sumerta, S.H. Selain terduga pelaku dan tiga unit sepeda motor, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian, helm, serta perlengkapan lainnya yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut.


Kapolsek Blahbatuh menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan proses penyidikan terhadap perkara tersebut. Petugas saat ini melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku dan para saksi, mendalami barang bukti yang telah diamankan, serta melengkapi administrasi penyidikan untuk proses hukum selanjutnya.


Polsek Blahbatuh mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan kendaraan dengan memastikan kendaraan dalam keadaan terkunci dan diparkir di tempat yang aman. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif. :::

Minggu, 13 September 2026

Satgas Pengawasan Mutu Polda Bali Sidak Pasar dan Distributor, Pastikan Mutu Harga Beras

  


DENPASAR — Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Mutu dan Harga Beras Polda Bali mengintensifkan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional hingga tingkat distributor di wilayah Bali. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan pasokan, menjaga stabilitas harga, serta menjamin kualitas beras yang beredar di masyarakat tetap sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).


Langkah tersebut dilakukan pada Minggu(13/9/2026) mulai pukul 09.00 Wita. Di Kota Denpasar, pengawasan menyasar Toko  KAMILA di Pasar Tradisional Kreneng dan dilanjutkan ke distributor CV SARI LIMO.


Hasil pengecekan menemukan fakta penting. Pasokan beras di Bali masih aman dan mencukupi, tidak ditemukan penimbunan maupun penyimpangan distribusi. Namun, harga jual sejumlah beras premium dan medium masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).


Toko KAMILA di Pasar Tradisional Kreneng, misalnya, beras premium Putri Sejati dan Ratu Ayu ukuran 25 kilogram dijual Rp398.000 atau setara Rp15.920 per kilogram. Angka tersebut berada Rp1.020 per kilogram di atas HET premium sebesar Rp14.900 per kilogram.


Untuk kemasan 10 kilogram, harga jual mencapai Rp163.000 atau Rp16.300 per kilogram. Sementara kemasan 5 kilogram dijual Rp84.000 atau Rp16.800 per kilogram.


Pada beras medium merek Nasi Tempong, kemasan 25 kilogram dijual Rp370.000 atau Rp14.800 per kilogram, atau Rp1.300 di atas HET medium yang ditetapkan sebesar Rp13.500 per kilogram.


Menariknya, ketika petugas menggali keterangan dari pedagang, muncul persoalan di balik harga jual tersebut.


Pedagang mengaku memperoleh beras dari distributor dengan harga beli yang memang sudah berada di atas HET. Temuan itu tidak langsung berhenti pada pedagang.


Petugas kemudian bergerak ke CV SARI LIMO. untuk mengecek mata rantai distribusi sebelumnya. Di lokasi tersebut, harga sejumlah beras kembali ditemukan berada di atas HET.


Beras premium Putri Sejati dan Ratu Ayu ukuran 25 kilogram dijual distributor dengan harga Rp390.000 atau Rp15.600 per kilogram. Kemasan 10 kilogram dijual Rp158.000 atau Rp15.800 per kilogram, sedangkan kemasan 5 kilogram Rp81.000 atau Rp16.200 per kilogram.


Sementara beras medium Nasi Tempong kemasan 5 kilogram dijual Rp78.000 atau Rp15.600 per kilogram. Kemasan 25 kilogram dijual Rp382.500 atau Rp15.300 per kilogram.


Dari penelusuran tersebut terlihat bahwa persoalan harga bukan hanya terjadi di tingkat pedagang. Harga perolehan dari rantai distribusi sebelumnya turut menjadi salah satu faktor yang membuat harga jual di pasaran berada di atas HET.


Kondisi inilah yang menjadi perhatian Satgas Pengawasan Mutu dan Harga Beras Polda Bali.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K. mengatakan, pengawasan dilakukan bukan untuk sekedar mencari kesalahan pelaku usaha, melainkan memastikan masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.


“Kami tidak hanya melihat harga di ujung, tetapi menelusuri bagaimana harga itu terbentuk. Ketika pedagang membeli dengan harga yang sudah tinggi, tentu perlu dilihat pula rantai distribusinya. Karena itu, pengawasan kami lakukan dari pasar hingga distributor,” ujar Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K.


Menurutnya, hasil pemantauan juga memberikan gambaran positif bahwa ketersediaan beras di Bali dalam kondisi aman. Tidak ditemukan indikasi penimbunan atau penyimpangan distribusi yang dapat mengganggu pasokan masyarakat.


“Yang terpenting, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras. Stok terpantau aman dan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Kami juga memastikan distribusi beras SPHP berjalan lancar dan tersalurkan dengan baik,” jelasnya.


Meski demikian, Satgas tetap memberikan perhatian terhadap harga yang melampaui HET. Petugas memberikan edukasi kepada pedagang dan distributor serta meminta agar harga jual segera disesuaikan dengan ketentuan pemerintah.


“Pendekatan kami saat ini mengedepankan edukasi dan persuasif. Kami memberikan batas waktu untuk melakukan penyesuaian. Namun, apabila setelah diberikan kesempatan masih ditemukan pelanggaran, tentunya akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” tegas perwira melati tiga dipundak ini. :::

Sabtu, 12 September 2026

Polsek Blahbatuh Amankan 1 Dekada Krantang Krenteng Scooter Division Bali di Belega

 


GIANYAR – Polsek Blahbatuh mengamankan kegiatan 1 Dekada Krantang Krenteng Scooter Division (KSD) Bali yang dirangkaikan dengan Belega Festival III di Lapangan Sorga, Banjar Jasri, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Sabtu (12/9/2026).


Kegiatan yang mengusung tema “Saeka Santhi, Bersatu untuk Perdamaian” tersebut dihadiri sekitar 500 peserta dari berbagai komunitas Vespa se-Bali. Rangkaian kegiatan diisi dengan hiburan musik, kontes motor, UMKM, donor darah, aksi kebersihan lingkungan, serta penyerahan bantuan sembako kepada 10 warga di Kecamatan Blahbatuh.


Kapolsek Blahbatuh Kompol Luh Putu Sri Sumartini, S.H., M.H. mengatakan, pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.


“Kami bersama TNI, Pecalang Desa Adat Belega, serta pengamanan internal panitia bersinergi melakukan pengamanan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan nyaman. Kami juga mengimbau seluruh peserta untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, serta menghormati nilai-nilai adat dan budaya setempat,” ujar Kompol Luh Putu Sri Sumartini.


Pengamanan dipimpin langsung Kapolsek Blahbatuh dengan didampingi Wakapolsek Blahbatuh AKP Dewa Nyoman Gede Wiratmaja, S.H., melibatkan 35 personel Polri, 1 personel TNI, Pecalang Desa Adat Belega, serta pengamanan internal panitia. :::

Kapolres Gianyar Pimpin Pengamanan Laga Bali United vs Isenmulang Kalteng FC di Stadion Dipta


GIANYAR – Polres Gianyar melaksanakan pengamanan pertandingan BRI Super League musim 2026/2027 antara Bali United FC melawan Isenmulang Kalteng FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Sabtu (12/9/2026).


Pengamanan dipimpin langsung Kapolres Gianyar AKBP James I.S. Rajagukguk, S.I.K., M.H., dengan melibatkan 385 personel gabungan sesuai surat perintah pengamanan.


Rangkaian pengamanan diawali apel kesiapan yang dipimpin Kapolres Gianyar di Lapangan Parkir VIP Barat Stadion Dipta. Setelah pintu stadion dibuka pada pukul 17.30 WITA, personel selanjutnya melaksanakan pengamanan hingga pertandingan berakhir.


Pertandingan dimulai pukul 20.00 WITA dan berakhir dengan skor 4-1 untuk kemenangan Bali United FC. Laga tersebut disaksikan sekitar 7.991 penonton.


Kapolres Gianyar AKBP James I.S. Rajagukguk mengatakan, pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian pertandingan berjalan aman, tertib, dan kondusif.


“Kami mengedepankan pengamanan secara humanis, terukur, dan profesional. Kami mengimbau seluruh penonton maupun suporter untuk menjaga ketertiban, mematuhi aturan, serta bersama-sama menciptakan suasana pertandingan yang aman dan nyaman,” ujar AKBP James.


Setelah pertandingan selesai, personel tetap melakukan pengamanan terhadap arus kepulangan penonton dan dilanjutkan apel konsolidasi yang dipimpin Kapolres Gianyar di Lapangan Parkir VVIP Barat Stadion Dipta.


Hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir, situasi di sekitar Stadion Kapten I Wayan Dipta terpantau aman dan kondusif. :::

Polsek Gianyar Gelar KRYD di Pasar Rakyat, Cegah Pungutan Meresahkan

 


GIANYAR – Polsek Gianyar melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di kawasan Pasar Rakyat Gianyar, Jalan Ngurah Rai, Gianyar, Minggu (13/9/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat dan para pedagang.


Kegiatan dipimpin Pawas PS. Kanit Lantas Polsek Gianyar IPTU I Ketut Gandra bersama tiga personel piket fungsi, terdiri dari dua personel Samapta dan satu personel Lantas.


Petugas melaksanakan pemantauan dan patroli di sekitar pasar untuk mencegah adanya pungutan yang meresahkan masyarakat maupun pedagang serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan lainnya.


Kapolsek Gianyar Kompol I Made Adi Suryawan, S.H., M.M., mengatakan KRYD merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk memastikan aktivitas masyarakat di kawasan pasar berjalan aman dan tertib.


“Kami terus meningkatkan kegiatan patroli dan pemantauan di lokasi-lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan,” ujar Kompol Made Adi Suryawan.


Dari hasil kegiatan, tidak ditemukan adanya pungutan yang meresahkan maupun gangguan keamanan. Arus lalu lintas di sekitar Pasar Rakyat Gianyar juga terpantau lancar, dengan situasi secara umum aman dan kondusif. :::

Jumat, 11 September 2026

Sambut HKGB 2026, Polres Bandara Gelar Persembahyangan Bersama


Badung – Dalam rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) Tahun 2026, Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai melaksanakan kegiatan sembahyang bersama atau pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) bagi personel dan pengurus Bhayangkari yang beragama Hindu, bertepatan dengan Hari Suci Tilem Sasih Ketiga, Jumat (11/9/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai AKBP I Made Hendra Agustina, S.H., S.I.K., M.H., Ketua Bhayangkari beserta pengurus Bhayangkari Cabang Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, para PJU, serta Perwira, Bintara dan ASN Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai yang beragama Hindu.


Persembahyangan bersama dipandu oleh Jero Mangku Ipda I Nyoman Darsana yang menjabat PS. Kasubbagdalops Bag Ops. Kegiatan diawali dengan ngaturang Banten Pejati, dilanjutkan Puja Tri Sandya, Panca Sembah, nunas tirta, dan diakhiri dengan Paramasanti.


Kegiatan Binrohtal ini menjadi sarana bagi personel dan Bhayangkari untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan sekaligus mempererat kebersamaan dalam rangkaian peringatan HKGB Tahun 2026.


Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ipda I Gede Suka Artana, S.H., seizin Kapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, AKBP I Made Hendra Agustina, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kegiatan Binrohtal merupakan bagian penting dalam membentuk karakter personel yang tidak hanya profesional dalam melaksanakan tugas, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual.


“Melalui kegiatan Binrohtal ini, diharapkan personel semakin meningkatkan keimanan, ketakwaan dan ketenangan batin, sehingga dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.


Rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan serta menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai spiritual dan kekeluargaan di lingkungan Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai.(hms26)

Nobar Autopsy: Dead Body Can Talk, Polres Bandara Tekankan Pentingnya Forensik

 


Denpasar – Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film Autopsy: Dead Body Can Talk di Gedung XXI Level 21 Denpasar, Jumat (11/9/2026).


Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 12.00 Wita tersebut dipimpin langsung Kapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai AKBP I Made Hendra Agustina, S.H., S.I.K., M.H., dan diikuti para pejabat utama (PJU) serta perwira Polres Bandara.


Turut hadir Ketua Bhayangkari Cabang Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai Ny. Destri Made Hendra bersama perwakilan Bhayangkari. Secara keseluruhan, kegiatan tersebut diikuti sebanyak 41 peserta.


Film Autopsy: Dead Body Can Talk merupakan tayangan dokumenter yang mengangkat proses autopsi dalam mengungkap penyebab dan fakta di balik kematian seseorang. Melalui pemeriksaan forensik terhadap jenazah, berbagai petunjuk dapat ditemukan, mulai dari jenis luka, penyebab kematian hingga kondisi korban sebelum meninggal.


Kegiatan nobar ini tidak hanya menjadi sarana hiburan bersama, tetapi juga memberikan wawasan mengenai pentingnya ilmu kedokteran forensik dalam membantu proses penyelidikan. Meskipun korban telah meninggal dunia dan tidak dapat memberikan kesaksian, kondisi tubuh tetap dapat memberikan informasi penting untuk mengungkap fakta suatu kasus.


Melalui kegiatan tersebut, personel Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai diharapkan semakin memahami peran pemeriksaan forensik sebagai salah satu bagian penting dalam mendukung pengungkapan perkara dan penegakan hukum.(hms26)

Kamis, 10 September 2026

Selain Berjibaku Padamkan Karhutla Personel Brimob BKO Kalbar Juga Laksanakan Aksi Sosial

Kalbar - Personel BKO Satbrimob Polda Bali yang bertugas dalam Ops Aman Nusa II di wilayah hukum Polda Kalimantan Barat terus mengoptimalkan misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana pada Rabu (9/9/2026). Selain memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), personel di lapangan juga aktif menyalurkan bantuan sosial serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat, kamis 10/9/2026.


Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy menegaskan bahwa kehadiran personel Brimob di Kalbar tidak hanya fokus pada pemeliharaan keamanan, tetapi juga aksi nyata untuk masyarakat dan lingkungan.


"Di Kabupaten Ketapang, tim yang dipimpin IPDA Ida Bagus Gana Putra menerjunkan 10 personel untuk melakukan pemadaman dan pendinginan lahan karhutla di Matan Hilir Selatan hingga malam hari. Sementara di Kecamatan Teluk Batang, tujuh personel di bawah pimpinan IPTU I Dewa Kadek Dwipayuda menyalurkan bantuan sembako, masker, serta menggelar pemeriksaan kesehatan gratis warga," ujarnya


Kabid Humas menambahkan, kendala medan seperti keterbatasan sumber air dan sinyal komunikasi di lokasi karhutla tidak menyurutkan semangat personel. Seluruh kegiatan berjalan aman, lancar, dan seluruh personel dalam kondisi sehat.


"Langkah ini merupakan komitmen Polri untuk hadir membawa manfaat, mempererat sinergi dengan masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan dan kondusivitas wilayah BKO Polda Kalbar," tutupnya. :::

Satgas Pangan Pusat- Bapanas dan Satgas Daerah Sidak Harga Beras hingga Penggilingan di Bali

DENPASAR – Pengawasan harga dan mutu beras di Bali terus diperketat. Kali ini, Satgas Pangan Pusat bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Satgas Pangan Daerah turun langsung ke lapangan untuk memastikan harga beras tetap terkendali, mutu terjaga, serta penyalurannya berjalan sesuai ketentuan pemerintah.


Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pedagang di pasar tradisional, ritel modern, distributor, hingga penggilingan padi. Langkah ini menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan, khususnya beras yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat.


Pada Kamis (10/9/2026), tim gabungan melaksanakan Inspeksi Mendadak (Sidak) di sejumlah titik di wilayah Denpasar. Kegiatan tersebut menyasar Toko Kamila di Pasar Kreneng, Supermarket Bintang di Jalan Hayam Wuruk, distributor UD. Sari Limo di Jalan Gatot Subroto, serta penggilingan padi UD. Sari Bulan Utama di Jalan Cargo Sari, Denpasar.


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 Wita tersebut dipimpin langsung oleh Kombes Pol. Jon Wesly Arianto, S.I.K., M.I.Kom. dari Satgas Pangan Mabes Polri.


Di setiap lokasi, petugas melakukan pengecekan secara detail terhadap kondisi harga dan mutu beras sekaligus memantau perkembangan harga di tingkat rantai perdagangan. Apabila ditemukan harga yang perlu disesuaikan, petugas mendorong pelaku usaha untuk melakukan penyesuaian harga jual agar tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.


Pengawasan tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga mengedepankan pendekatan dialogis. Petugas menyerap langsung berbagai aspirasi dan kendala yang dihadapi para pedagang, distributor, hingga pengusaha beras dalam menjalankan usahanya.


Berbagai masukan tersebut selanjutnya akan dihimpun dan dilaporkan kepada pemerintah di tingkat pusat sebagai bahan evaluasi sekaligus referensi dalam menentukan kebijakan pangan yang lebih tepat, efektif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.


Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K. menegaskan bahwa keterlibatan Satgas Pangan Pusat, Bapanas, dan Satgas Pangan Daerah menunjukkan bahwa pengawasan pangan dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan.


“Pengawasan ini bukan sekedar melihat angka harga di lapangan, tetapi memastikan masyarakat mendapatkan beras dengan harga yang wajar dan mutu yang sesuai. Karena itu, Satgas Pangan bersama Bapanas turun langsung dari pasar hingga distributor dan penggilingan untuk melihat kondisi secara nyata,” tegas Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K.


Menurutnya, kehadiran petugas di lapangan juga menjadi ruang untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi para pelaku usaha beras.


“Kami juga mendengarkan aspirasi pedagang, distributor maupun pengusaha beras. Setiap persoalan yang ditemukan dan masukan yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi untuk dilaporkan ke tingkat pusat. Harapannya, kebijakan yang diambil nantinya benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.


Perwira lulusan Akpol 1998 ini menambahkan, Polri bersama Bapanas dan seluruh pemangku kepentingan terkait akan terus menjaga keseimbangan antara kepentingan masyarakat sebagai konsumen dan keberlangsungan usaha para pelaku perdagangan beras.


“Prinsipnya sederhana, masyarakat harus mendapatkan pangan yang aman, bermutu dan terjangkau, sementara para pedagang dan pelaku usaha juga harus mendapatkan kepastian dalam menjalankan usahanya. Pengawasan ini kita lakukan untuk menjaga keseimbangan tersebut,” jelasnya.


Ia memastikan Satgas Pangan Polda Bali akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan Satgas Pangan Pusat serta Bapanas guna mengantisipasi potensi gejolak harga maupun persoalan distribusi beras di wilayah Bali.


“Kami ingin memastikan tidak ada pihak yang dirugikan. Masyarakat terlindungi, distribusi berjalan, harga terkendali, dan pelaku usaha dapat menjalankan aktivitasnya secara sehat sesuai aturan. Inilah bentuk nyata negara hadir untuk menjaga kebutuhan pangan masyarakat,” pungkas Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K. :::

Minggu, 06 September 2026

Polres Batu Terjunkan Personel Tangani Karhutla di Gunung Buthak dan Sterilisasi Jalur Pendakian Panderman

 


KOTA BATU – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Buthak hingga saat ini masih terus dilakukan secara intensif. Tim gabungan Kepolisian Resor (Polres) Batu Polda Jatim, bersama instansi lintas sektor dan relawan, kembali dikerahkan setelah terpantau munculnya titik api baru di lokasi tersebut.


Kebakaran hutan yang sebelumnya sempat dinyatakan padam, kini kembali menyala di lokasi kebakaran awal, tepatnya di Petak 100 Gunung Buthak, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.


Kapolres Batu, Dr AKBP Aries Purwanto melalui Kasi Humas Polres Batu, Iptu M. Huda, menyampaikan bahwa sebanyak 65 personel gabungan yang terdiri dari anggota Polres Batu, instansi lintas sektor dan relawan telah diterjunkan ke lokasi titik api sejak Sabtu pagi (5/9/2026).


“Sebanyak 65 personel kembali melakukan pemadaman sekaligus memantau sejauh mana luasan lahan yang terbakar,” ujar Iptu M. Huda saat memberikan konfirmasi pada Minggu (6/9/2026).


Dalam mempercepat penanggulangan bencana ini, Polres Batu Polda Jatim membagi kekuatan menjadi dua tim operasional. Tim pertama difokuskan untuk melakukan pemadaman langsung di lokasi titik api (ground zero), sedangkan tim kedua disiagakan untuk mengamankan dan menyisir jalur pendakian.


Sebagai langkah mitigasi darurat demi menjamin keselamatan masyarakat dan para pendaki, Polres Batu Polda Jatim mengambil kebijakan tegas dengan menutup total akses ke sejumlah gunung di kawasan tersebut diantaranya jalur pendakian menuju Gunung Buthak, Gunung Panderman, dan Gunung Bokong.


"Untuk keselamatan warga dan wisatawan, seluruh aktivitas wisata alam di kawasan tersebut dihentikan sementara waktu hingga situasi benar-benar dinyatakan aman," tegas Iptu M. Huda.


Selain penanganan di darat, upaya pemadaman juga diperkuat melalui sektor udara. Satu unit Helikopter water bombing milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur telah dioperasikan sejak Sabtu pagi (5/9/2026) untuk melakukan pengeboman air di Petak 100 Gunung Buthak.


"Upaya pemadaman manual di darat terkendala oleh medan yang ekstrem dan embusan angin kencang. Oleh karena itu, sejak kemarin kami melibatkan pemadaman udara menggunakan Helikopter water bombing," jelas Iptu Huda.


Sebagai informasi kronologis, kebakaran di kawasan hutan ini pertama kali dilaporkan pada Selasa pagi (1/9/2026). Petugas gabungan sebenarnya sempat berhasil menjinakkan api pada sore hari di hari yang sama setelah berjibaku secara manual. 


Namun, kondisi cuaca kering memicu munculnya bara api baru. Berdasarkan data sementara yang dihimpun, total luasan lahan vegetasi yang terdampak kebakaran di kawasan tersebut kini telah mencapai 15 hektar. (*)

Brimob Polda Jambi Bersama Instansi Terkait Patroli Kawasan Konservasi Gajah di Tebo

 


Jambi – Personel Satuan Brimob Polda Jambi bersama instansi terkait melaksanakan patroli terpadu menuju kawasan konservasi gajah di Kabupaten Tebo, Jambi, sebagai upaya menjaga keamanan kawasan sekaligus memastikan kelestarian habitat satwa dilindungi tersebut.


Kegiatan patroli yang dilaksanakan pada Sabtu, (05/09/2026) ini menjadi bagian dari sinergi lintas instansi dalam melakukan pemantauan kawasan konservasi, khususnya di tengah kondisi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Jambi.


Dalam pelaksanaannya, personel melakukan pemantauan terhadap kondisi kawasan dan habitat gajah, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun ancaman karhutla yang dapat berdampak terhadap kelangsungan ekosistem serta keberadaan satwa liar.


Kehadiran personel di kawasan konservasi juga diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan serta mendorong kepedulian bersama terhadap pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.


Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan bahwa patroli terpadu tersebut merupakan bentuk komitmen Polri bersama instansi terkait dalam menjaga kawasan konservasi dan melindungi satwa yang ada di dalamnya.


“Patroli ini merupakan bentuk sinergi dan kepedulian bersama untuk memastikan kawasan konservasi tetap aman, sekaligus memantau kondisi habitat gajah di tengah situasi rawan karhutla. Kami ingin memastikan upaya pencegahan dan penanganan karhutla tidak hanya berorientasi pada perlindungan masyarakat, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan ekosistem dan satwa liar,” ujar Kabid Humas.


Ia menegaskan, Polri akan terus mendukung langkah-langkah terpadu bersama instansi terkait dalam menjaga kelestarian lingkungan, mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, serta mengantisipasi potensi konflik antara satwa liar dengan masyarakat.


“Kelestarian gajah dan habitatnya merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi antarinstansi perlu terus diperkuat agar kawasan konservasi tetap terjaga, masyarakat di sekitar kawasan merasa aman, dan ekosistem dapat terlindungi secara berkelanjutan,” pungkasnya. :::

Sabtu, 05 September 2026

Follow Up Pasien, Tim Kesehatan Korbrimob Pastikan Kondisi Warga Terdampak Gempa Terpantau

 


Manggarai, NTT — Tim Kesehatan Korbrimob terus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan kondisi pasien secara berkala di Pos Kesehatan Barangkolong, Kecamatan Reo.


Pada Sabtu (5/9/2026) pukul 15.30 WITA, Tim Kesehatan Korbrimob yang dipimpin Iptu dr. David Yohan melaksanakan kegiatan follow up terhadap pasien yang sebelumnya telah mendapatkan pelayanan kesehatan di Pos Kesehatan Barangkolong.


Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan kondisi kesehatan pasien tetap terpantau sekaligus menentukan tindak lanjut medis yang diperlukan.


Pemantauan secara berkala menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan di tengah situasi pascabencana. Selain memberikan penanganan awal, tim kesehatan juga memastikan masyarakat memperoleh pendampingan sesuai dengan kondisi masing-masing.


Kehadiran Tim Kesehatan Korbrimob di Pos Kesehatan Barangkolong merupakan wujud komitmen dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana, sekaligus memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan selama masa tanggap darurat.


Melalui pelayanan yang berkelanjutan, Korbrimob berupaya hadir tidak hanya pada saat kondisi darurat, tetapi juga dalam setiap tahapan pemulihan kesehatan masyarakat terdampak gempa di wilayah Manggarai. :::

Cegah Kecelakaan, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Ramp Check Bus Peziarah di Sunan Ampel

 


SURABAYA - Upaya mencegah kecelakaan lalu lintas tidak hanya dilakukan melalui penertiban pengendara, tetapi juga dengan memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan. 


Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya menggelar pemeriksaan kendaraan atau ramp check di area parkir Wisata Religi Sunan Ampel, Jumat (4/9/2026) pagi.


Pemeriksaan menyasar bus dan kendaraan angkutan umum yang terparkir di lokasi tersebut. Petugas gabungan mengecek kelengkapan surat-surat kendaraan serta kondisi teknis bus yang digunakan untuk mengangkut para peziarah.


Sejumlah komponen keselamatan turut diperiksa secara menyeluruh, mulai dari kondisi ban, sistem pengereman, lampu, hingga perangkat pendukung keselamatan lainnya.


Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Imam Sayfudin Rodji mengatakan, kegiatan tersebut adalah bagian dari upaya Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas.


“Pemeriksaan ini kami lakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang disebabkan oleh kondisi kendaraan yang kurang prima,” kata AKP Imam.


Ia mengingatkan seluruh pengelola dan pengemudi angkutan umum agar selalu melakukan pemeriksaan sebelum kendaraan beroperasi. 


"Pengecekan tersebut mencakup aspek teknis keselamatan maupun kelengkapan administrasi kendaraan,karena hal itu sangat penting, terutama sebelum melakukan perjalanan jauh,"

 tambah AKP Imam.


Tidak hanya memeriksa kendaraan, petugas juga mengecek kondisi sopir dan kernet bus. Pemeriksaan meliputi tes kesehatan, kadar alkohol, serta penggunaan narkotika.


Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh sopir dan kernet yang menjalani tes dinyatakan dalam kondisi baik. Hasil tes alkohol dan narkotika juga menunjukkan hasil nihil atau negatif.


“Seluruh hasil tes alkohol dan narkotika dinyatakan negatif. Kami juga mengingatkan para sopir agar menjaga kondisi tubuh dan tetap berkonsentrasi selama berkendara,” pungkasnya. (*)

Polri Tindak Tegas Pelaku Karhutla, 113 Orang Jadi Tersangka

 


JAKARTA - Polri terus memperkuat penegakan hukum terhadap tindak pidana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga 4 September 2026, Polri telah menangani sebanyak 169 laporan polisi dengan luas areal terbakar mencapai 4.741,8915 hektare dan menetapkan 113 orang sebagai tersangka.


Kasubdit III Dittipidter Bareskrim Polri Kombes Pol. Pipit Subiyanto mengatakan, para tersangka yang telah ditetapkan hingga saat ini didominasi oleh perorangan yang melakukan pembakaran di lahan miliknya sendiri, antara lain dengan motif membuka lahan.


“Dari hasil penanganan perkara yang kami lakukan, tersangka sejauh ini didominasi perorangan. Mereka melakukan pembakaran di lahan yang berada di sekitar atau merupakan miliknya sendiri, salah satunya dengan motif untuk membuka lahan,” ujar Pipit dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).


Pipit menjelaskan, penanganan perkara dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan di masing-masing wilayah. Polda Riau menjadi wilayah dengan jumlah tersangka terbanyak, yakni 42 orang, disusul Polda Sumatera Selatan dan Polda Kalimantan Tengah masing-masing 20 orang. Selanjutnya Polda Kalimantan Timur 13 orang, Polda Jambi 8 orang, Polda Kalimantan Barat 7 orang, dan Polda Kalimantan Selatan 3 orang.


“Ini terus kami dalami. Apabila dalam proses penyelidikan maupun penyidikan ditemukan adanya keterlibatan korporasi, tentunya akan kami tindak lanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” kata Pipit.


Sementara itu, Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, penegakan hukum merupakan bagian dari upaya Polri untuk mencegah karhutla sekaligus memberikan efek jera kepada pihak-pihak yang melakukan pembakaran secara melawan hukum.


“Polri tidak hanya melakukan pemadaman dan penanganan ketika terjadi kebakaran, tetapi juga memastikan aspek penegakan hukum berjalan. Setiap informasi dan temuan terkait dugaan tindak pidana karhutla akan ditindaklanjuti secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).


Trunoyudo menegaskan, Polri terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla. Penegakan hukum dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan dugaan pembakaran hutan dan lahan.


“Penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak. Polri mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran,” tuturnya.


Berdasarkan data pada periode 1 Januari sampai 4 September 2026, dari 169 laporan polisi, sebanyak 55 perkara masih dalam tahap penyelidikan dan 79 perkara dalam tahap penyidikan. 


Dari keseluruhan penanganan tersebut, Polda Riau mencatat luas areal terbakar terbesar yakni 2.112,25 hektare, disusul Polda Kalimantan Barat 1.696,3 hektare dan Polda Lampung 637,4 hektare.


Polri memastikan proses penegakan hukum terhadap pelaku karhutla akan terus dilakukan sebagai bagian dari langkah pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun masyarakat. :::

Jumat, 04 September 2026

Polri Bersama Tim Gabungan Gunakan Cara Baru Hadapi Karhutla Gambut

 


BANJARBARU, KALIMANTAN SELATAN — Polri bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, instansi teknis, dunia usaha, relawan, dan masyarakat memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. Selain mengandalkan metode pemadaman konvensional, penanganan karhutla gambut kini diperkuat dengan pemanfaatan teknologi untuk mendeteksi dan mendinginkan bara yang masih tersimpan di bawah permukaan tanah.


Polda Kalimantan Selatan menerapkan kombinasi drone thermal, sistem pipa undercooling, serta cairan pemadam berbahan dasar Methyl Ester Sulfonate (MES) yang dikembangkan Bidlabfor Polda Kalsel. Teknologi tersebut diterapkan salah satunya di kawasan Pengayuan, Banjarbaru, untuk menghadapi karakteristik lahan gambut yang memungkinkan panas dan bara bertahan di bawah permukaan meski api di atas tanah telah padam.


Berdasarkan data kesiapsiagaan, sebanyak 3.030 personel Polda Kalsel menjadi bagian dari 11.681 personel gabungan yang disiapkan untuk penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Selatan. Kekuatan tersebut dikerahkan sesuai tingkat kerawanan dan kebutuhan di masing-masing wilayah.


Khusus di kawasan Pengayuan, sedikitnya 350 personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD, Dinas Perkebunan dan Peternakan, pihak perusahaan, serta unsur pendukung diterjunkan. Personel bekerja dalam tiga shift untuk memastikan proses pemadaman, pembasahan, pendinginan, dan pemantauan berlangsung secara berkelanjutan.


Pengayuan menjadi salah satu contoh penerapan kekuatan personel yang dipadukan dengan teknologi dalam menangani karhutla di lahan gambut. Kondisi gambut membuat api tidak selalu terlihat di permukaan karena panas dapat menjalar dan bara dapat bertahan di lapisan bawah tanah.


Untuk mengatasi kondisi tersebut, sistem pipa undercooling digunakan dengan menancapkan pipa hingga sekitar dua meter ke dalam lapisan gambut. Cairan pemadam kemudian diinjeksi langsung ke bagian bawah permukaan yang masih menyimpan panas.


Di saat yang sama, personel tetap melakukan pemadaman dan pembasahan dari permukaan menggunakan metode konvensional. Dengan pola tersebut, penanganan dilakukan dari dua arah, yakni memadamkan api dari atas sekaligus mendinginkan sumber panas dari bawah.


Deteksi titik panas dilakukan menggunakan drone thermal milik Ditintelkam Polda Kalsel. Pemantauan dilakukan sebelum dan sesudah proses penanganan untuk mengetahui kondisi temperatur di lokasi.


Pada salah satu titik pengujian, pemantauan awal mendeteksi suhu tanah gambut mencapai sekitar 120 derajat Celsius. Tim kemudian melakukan pembasahan permukaan dan menginjeksikan cairan melalui sistem pipa undercooling selama kurang lebih satu menit.


Setelah proses penanganan, lokasi kembali dipantau menggunakan drone thermal. Hasil pemantauan menunjukkan suhu pada titik yang ditangani turun ke kisaran 30 derajat Celsius dan titik panas yang sebelumnya terdeteksi tidak lagi terlihat pada pemantauan berikutnya.


Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pemanfaatan teknologi tersebut bertujuan membantu petugas mengetahui kondisi karhutla secara lebih menyeluruh.


"Kita tidak hanya melihat apakah api di permukaan sudah padam. Kita juga perlu mengetahui apakah masih ada panas yang tersimpan di bawah tanah. Drone thermal membantu menemukan titik panas, kemudian sistem undercooling digunakan untuk melakukan pendinginan dari bawah," ujar Trunoyudo.


Menurutnya, penerapan teknologi tersebut tidak menggantikan metode pemadaman yang selama ini digunakan. Sebaliknya, teknologi menjadi tambahan kemampuan bagi petugas, khususnya dalam menghadapi karakteristik lahan gambut.


"Metode konvensional tetap dilakukan. Cara baru ini menambah kemampuan tim, khususnya ketika menghadapi karakter gambut yang memungkinkan bara bertahan di bawah permukaan," lanjutnya.


Cairan yang digunakan dalam sistem undercooling merupakan formula berbahan dasar MES hasil pengembangan Bidlabfor Polda Kalsel. Dalam penerapannya, sekitar 100 liter formula dapat dicampurkan dengan 12.000 liter air dalam satu kolam bioflok portable.


Kolam tersebut digunakan untuk mendekatkan sumber air ke lokasi penanganan sekaligus mendukung pembasahan permukaan dan proses injeksi melalui pipa undercooling. Polda Kalsel juga menyiapkan kolam bioflok portable berkapasitas 12.000 liter untuk mendukung kebutuhan operasi di lapangan.


Selain inovasi teknologi, penanganan karhutla tetap diperkuat dengan kesiapan personel dan sarana pendukung. Sejumlah peralatan yang disiapkan antara lain empat drone, 16 kendaraan AWC, enam kendaraan SAR, 115 kendaraan roda dua, 33 kendaraan R4 double cabin, 14 kendaraan R4 single cabin, tujuh kendaraan R4 tangki, 19 kendaraan R6 truck, 31 mesin pompa, lima pompa apung, dan lima pompa portable.


Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., bersama Gubernur Kalimantan Selatan dan unsur Forkopimda meninjau langsung penerapan metode tersebut di kawasan Pengayuan, Rabu, 2 September 2026.


Pengerahan di kawasan tersebut dilakukan secara terpadu melalui patroli, pemadaman, pembasahan, pendinginan, hingga pemantauan titik-titik rawan. Evaluasi terhadap penerapan metode baru juga terus dilakukan untuk memastikan teknologi yang digunakan benar-benar memberikan manfaat bagi petugas di lapangan.


Trunoyudo mengatakan inovasi dalam penanganan karhutla harus diukur berdasarkan efektivitasnya di lapangan, bukan sekadar menjadi teknologi tambahan.


"Kita tidak ingin inovasi hanya menjadi demonstrasi. Ukurannya adalah apakah benar-benar membantu petugas. Apakah lebih mudah diterapkan, apakah titik panas lebih cepat diketahui, dan apakah proses pendinginan dapat dilakukan dengan lebih tepat. Itu yang terus kita evaluasi," katanya.


Kapolda Kalsel juga menginstruksikan Bidlabfor Polda Kalsel untuk meningkatkan produksi formula cairan pemadam serta menyiapkan standardisasi sistem pipa undercooling agar dapat digunakan secara lebih luas oleh Satgas Karhutla di wilayah Kalimantan Selatan.


Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperkuat penanganan sekaligus mendukung upaya pencegahan. Dengan deteksi panas yang lebih dini, titik rawan diharapkan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.


"Personel sudah dikerahkan, sarana sudah disiapkan, dan kerja bersama terus berjalan. Sekarang kita perkuat dengan teknologi dan cara baru. Tujuannya sederhana: ketika ada panas, kita bisa lebih cepat menemukan; ketika ada bara, kita bisa lebih tepat mendinginkan," ujar Trunoyudo.


Ia menambahkan, penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh unsur karena persoalan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja.


"Polri tidak bekerja sendiri. Ada TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, instansi teknis, dunia usaha, relawan, dan masyarakat. Semua memiliki peran. Inovasi ini menjadi salah satu cara untuk memperkuat kemampuan bersama dalam menghadapi karhutla," katanya.


Penanganan karhutla di Kalimantan Selatan dilakukan melalui rangkaian upaya mulai dari deteksi titik panas, pengerahan personel, pemadaman permukaan, pembasahan, pendinginan bawah tanah, pemantauan ulang, hingga pencegahan agar api tidak kembali muncul.


Penerapan metode di Pengayuan menjadi salah satu contoh bagaimana pendekatan konvensional dapat dipadukan dengan teknologi untuk menghadapi karakter kebakaran gambut yang tidak selalu terlihat dari permukaan. :::

Dukungan Logistik Terus Mengalir, Satgas SAR Korbrimob Terima Bantuan Terpal di Reo

 




MANGGARAI, NTT — Dukungan logistik bagi masyarakat terdampak bencana terus mengalir. Di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, bantuan terpal disalurkan untuk mendukung kebutuhan warga selama masa penanganan dan pemulihan pascabencana.


Jumat (4/9/2026) pukul 09.30 WITA, sebanyak delapan personel Satgas SAR Korps Brimob bersama pegawai Kecamatan Reo menerima bantuan terpal dari Pegadaian di Posko Logistik Kecamatan Reo.


Penerimaan bantuan tersebut dipimpin Briptu Naufal. Bantuan terpal selanjutnya menjadi bagian dari dukungan logistik yang disiapkan untuk masyarakat yang membutuhkan, terutama sebagai perlengkapan perlindungan sementara.


Keterlibatan personel Satgas SAR Korps Brimob bersama pemerintah kecamatan dalam penerimaan bantuan menunjukkan pentingnya sinergi dalam penanganan dampak bencana. Koordinasi antara petugas di lapangan dan unsur pemerintah terus dilakukan agar bantuan yang datang dapat dikelola dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat.


Bantuan dari berbagai pihak juga menjadi bentuk kepedulian dan gotong royong dalam membantu masyarakat menghadapi situasi pascabencana. Dukungan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga sekaligus mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak.


Satgas SAR Korps Brimob terus hadir bersama unsur terkait untuk mendukung penanganan bencana dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah tugas. :::

Kamis, 03 September 2026

Polri Terus Perkuat Pelayanan Warga di Pengungsian Gunung Sinabung

 


JAKARTA — Polri terus memperkuat pelayanan dan kesiapsiagaan bagi masyarakat menyusul aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Hingga Kamis, 3 September 2026 pukul 08.00 WIB, Gunung Sinabung masih berstatus Level III atau Siaga.


Meski intensitas asap kawah mengalami penurunan, Polri bersama Pemerintah Kabupaten Karo, TNI, PVMBG, BPBD, dan unsur terkait tetap meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi perkembangan situasi.


Berdasarkan data Polda Sumatera Utara, asap kawah Gunung Sinabung terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan ketinggian 50 hingga 300 meter di atas puncak kawah.


Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, penurunan intensitas asap tidak menjadi alasan untuk mengurangi kewaspadaan. Polri bersama seluruh unsur terkait terus memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dan pelayanan.


“Meskipun intensitas asap kawah menurun, status Gunung Sinabung masih Level III atau Siaga. Karena itu, Polri bersama Pemkab Karo dan TNI tetap memperkuat kesiapsiagaan. Masyarakat kami minta tetap tenang, tetapi waspada, mengikuti setiap arahan petugas, dan tidak memasuki zona yang dinyatakan berbahaya,” ujar Trunoyudo dalam Keterangannya di Jakarta (3/9).


Hingga pagi ini, sebanyak 374 warga Desa Kuta Tengah masih berada di lokasi pengungsian Jambur Desa Suka Tepu. Polri bersama Pemkab Karo dan TNI terus memastikan keamanan serta kebutuhan dasar masyarakat selama berada di pengungsian.


Bantuan dari Kapolda Sumut juga telah disalurkan kepada warga terdampak berupa selimut, makanan ringan, minuman, dan snack anak.


Selain memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, Polri juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak terdampak. Satbinmas Polres Karo melaksanakan trauma healing bagi anak-anak di lokasi pengungsian.


“Pelayanan kepada masyarakat tidak hanya menyangkut kebutuhan fisik, tetapi juga kondisi psikologis. Anak-anak menjadi perhatian kami agar tetap merasa aman dan mendapatkan pendampingan selama berada di pengungsian,” kata Trunoyudo.


Dalam penanganan situasi tersebut, sebanyak 202 personel gabungan dari Ditsamapta, Brimobda Polda Sumut, dan Polres Karo masih disiagakan di sejumlah titik pantau dan lokasi posko pengungsian.


Personel melakukan pemantauan aktivitas Gunung Sinabung, pelayanan masyarakat, serta siap mendukung proses evakuasi apabila terjadi peningkatan situasi. Polri juga terus memperkuat koordinasi dengan Pemkab Karo, TNI, PVMBG, BPBD, dan unsur terkait untuk memastikan setiap perkembangan dapat segera direspons secara cepat dan terkoordinasi.


Di samping memberikan pelayanan kepada masyarakat di pengungsian, personel Polri juga melakukan penanganan terhadap dampak abu vulkanik. Personel Brimob Polda Sumut bersama personel BKO membantu melakukan penyiraman ruas jalan terdampak abu vulkanik menggunakan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC).


Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak abu vulkanik serta menjaga keamanan dan kenyamanan aktivitas masyarakat. Dukungan pelayanan kesehatan, dapur lapangan, logistik, serta sarana operasional juga telah disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat selama proses penanganan.


“Personel tetap berada di lapangan dan siap bergerak apabila terjadi perubahan situasi. Prioritas kami adalah memastikan masyarakat aman, kebutuhan pengungsi terpenuhi, dan setiap potensi risiko dapat diantisipasi sedini mungkin,” jelas Trunoyudo.


Polri mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dengan mengikuti setiap imbauan dan arahan personel Polri bersama tim gabungan di lapangan. Masyarakat juga diminta tidak memasuki zona yang dinyatakan berbahaya.


Bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik, Polri mengimbau agar menggunakan masker dan selalu mengikuti informasi resmi dari PVMBG, pemerintah daerah, serta petugas di lapangan.


“Kami meminta masyarakat tetap tenang, jangan panik, tetapi jangan lengah. Ikuti arahan personel Polri dan tim gabungan di lapangan. Apabila ada perintah evakuasi, segera ikuti dan jangan menunda,” tegas Trunoyudo.


Polri bersama Pemkab Karo, TNI, PVMBG, BPBD, dan seluruh unsur terkait akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung serta menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan kondisi di lapangan dan rekomendasi resmi.


Hingga Kamis, 3 September 2026 pukul 08.00 WIB, tidak terdapat korban jiwa akibat aktivitas Gunung Sinabung. :::

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done