Bhayangkara News : Nasional
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Maret 2026

Cek Kesiapan Arus Mudik Pelabuhan Merak, Kapolri, Panglima hingga Menko PMK Patroli Naik Heli


JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan patroli udara untuk memastikan kesiapan arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 2026. Peninjauan dilakukan di wilayah Pelabuhan Merak, Banten. 


Patroli udara dilakukan Kapolri bersama dengan stakeholder terkait di antaranya Menko PMK Pratikno hingga Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. 


Dalam kesempatan itu, Sigit melihat langsung kondisi terkini dari kesiapan Pelabuhan Merak dalam menghadapi arus mudik hingga balik Lebaran 2026. 


Patroli udara ini dilakukan dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan dan pelayanan arus mudik hingga balik Lebaran untuk masyarakat. 


Selain itu, Sigit dan stakeholder terkait lainnya nanti bakal melakukan rapat koordinasi di Pelabuhan Merak. Hal ini untuk memastikan kelancaran operasi ketupat 2026. 


Mereka juga nantinya akan melakukan peninjauan langsung ke kapal yang menyeberangkan masyarakat menuju kampung halamannya masing-masing. 


Kemudian, pemberian sembako secara simbolis kepada petugas. Peninjauan pos pengamanan terpadu dan posko siaga bencana. Dilanjutkan dengan menyapa langsung pemudik. (*)

Tertinggi Stok Beras Nasional Sejak Merdeka, Bulog dan Polri Jamin Stabilitas Pangan Hingga Akhir 2026


JAKARTA – Sejarah baru tercipta di sektor ketahanan pangan Indonesia. Dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama Polri di Jakarta Utara, Jumat (13/3/2026), Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai 3,9 juta ton—posisi tertinggi di bulan Maret sepanjang sejarah Indonesia merdeka. Angka ini bahkan diprediksi akan terus meningkat dan melampaui 4,3 juta ton pada akhir bulan ini.


Data tersebut menjadi dasar bagi Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo untuk menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan. Polri melalui jaringannya di seluruh Indonesia berkomitmen membantu Bulog mendistribusikan 80.000 ton beras serta puluhan ribu kiloliter minyak goreng per bulan guna memastikan harga tetap terjangkau dan ketersediaan barang merata di seluruh pelosok negeri.


“Kami berkoordinasi dan bersinergi dengan Bulog untuk mendistribusikan kepada masyarakat. Kita jamin ketersediaan pangan cukup, stabilitas harga menjadi bagian terpenting agar terjangkau oleh semua,” tegas Komjen Pol. Dedi Prasetyo.


Dukungan Polri ini dinilai krusial untuk memastikan stimulus harga dari pemerintah benar-benar sampai ke konsumen tingkat akhir tanpa distorsi pasar.


Dirut Bulog Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani menambahkan bahwa target serapan beras tahun 2026 sebesar 4 juta ton akan membuat stok akhir tahun diproyeksikan mencapai lebih dari 5 juta ton. Kondisi surplus ini merupakan bagian dari program besar pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.


Selain beras, pemerintah juga menyiapkan pasokan minyak goreng sebesar 43.000 kiloliter per bulan serta stok gula yang mencukupi guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idulfitri.


Sementara itu, Polri terus melanjutkan Program Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai bagian dari inisiatif strategis yang telah dimulai sejak tahun 2025. Program ini menjadi bentuk komitmen nyata institusi dalam mendukung kebijakan pemerintah menjaga stabilitas harga pangan nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau.


Melalui Satgas GPM Polri, berbagai langkah konkret dilakukan untuk memperkuat distribusi pangan. Pada tahun 2025, Satgas GPM Polri bahkan mencatatkan capaian luar biasa dengan melampaui target penyaluran beras SPHP. Dari target awal 131.883 ton, Satgas berhasil merealisasikan penyaluran hingga 195.636 ton, atau mencapai 148 persen dari target yang ditetapkan.


Keberhasilan tersebut membuat Polri kembali dipercaya untuk menyalurkan beras SPHP pada tahun anggaran 2026. Pada tahun ini, Polri menargetkan penyaluran sebesar 82.800 ton beras SPHP, yang mewakili sekitar 10 persen dari total target penyaluran nasional yang dikelola Perum Bulog.


Untuk memastikan manfaat program dirasakan secara luas, Polri mengoptimalkan keterlibatan seluruh jajaran mulai dari tingkat Polda hingga Polres di seluruh Indonesia. Pada hari ini, jajaran Polri juga menyelenggarakan bazar dan pasar murah secara serentak di seluruh wilayah hukum Polda se-Indonesia.


Kegiatan nasional tersebut diikuti oleh 3.423 peserta yang terdiri dari Pejabat Utama Polda dan tamu undangan secara daring melalui platform Zoom. Sementara secara langsung, kegiatan ini dihadiri oleh 295.088 masyarakat yang menerima manfaat dari program ketahanan pangan tersebut.


Dalam pelaksanaannya, jajaran Polda di seluruh Indonesia menyalurkan total 1.337.375 kilogram beras atau setara dengan 1.337 ton kepada masyarakat pada hari pelaksanaan kegiatan.


Kerja sama masif antara Polri, TNI, dan Bulog ini menjadi langkah nyata negara dalam meredam potensi inflasi pangan sekaligus memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar. Dengan pengawalan Polri di jalur distribusi dan cadangan pangan Bulog yang berada pada titik tertinggi sepanjang sejarah, stabilitas pangan nasional berada dalam posisi yang kuat.


Melalui program ini, negara hadir secara konkret di tengah masyarakat untuk memastikan setiap warga dapat mengakses kebutuhan pokok dengan mudah, harga terjangkau, serta pasokan yang aman dan terkendali, sekaligus memperkuat fondasi menuju swasembada pangan nasional. (*)

Rabu, 11 Maret 2026

Kapolri Tekankan Sinergisitas TNI-Polri dan Elemen Bangsa Kunci Utama Jaga NKRI


Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri kegiatan buka puasa bersama TNI-Polri di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan. Dalam kesempatan ini, Ia menekankan pentingnya mempertahankan dan menjaga sinergisitas kedua lembaga bersama dengan seluruh elemen Bangsa Indonesia. 


Menurut Sigit, sinergisitas dan soliditas TNI, Polri bersama seluruh lapisan masyarakat adalah kunci utama untuk terus menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dalam menghadapi segala tantangan serta dinamika yang berlangsung di dalam negeri. 


"Dan oleh karena itu untuk menjaga ke depan bagaimana kita terus menjaga soliditas menjaga sinergitas dan menjaga agar TNI-Polri bisa betul-betul melaksanakan amanah menghadapi dinamika global yang ada menghadapi dampak global yang ada dan ancamannya terhadap situasi dalam negeri," kata Sigit di hadapan jajaran TNI-Polri, Rabu (11/3/2026). 


Lebih dalam, Sigit juga mengingatkan pesan Presiden Prabowo Subianto agar TNI dan Polri harus selalu bersinergi serta kompak untuk terus mempertahankan kedaulatan dan keamanan Indonesia. 


"Bapak Presiden berkali-kali selalu menyampaikan di dalam pidatonya, TNI dan Polri harus selalu bersatu, kompak dan bersinergi. Beliau menyampaikan bahwa TNI dan Polri sama-sama lahir dari kancah perjuangan dan ikut mempertahankan kemerdekaan," ujar Sigit. 


Apalagi, kata Sigit, dewasa ini terjadi konflik global khususnya di Timur Tengah. Yang dimana, hal itu berpotensi memberikan dampak maupun dinamika ke dalam negeri. Sebab itu, Sigit menekankan, pesan dari Presiden Prabowo harus betul-betul dipedomani dan dilaksanakan dengan baik. 


"Oleh karena itu beliau selalu sampaikan maka TNI harus jadi TNI rakyat, Polri harus jadi polisinya rakyat. Itu berkali-kali beliau sampaikan dan itu tentunya menjadi amanah dari panglima tertinggi kita, dari pimpinan tertinggi kita untuk betul-betul kita laksanakan dengan sebaik-baiknya sebagaimana sumpah kita pada saat kita menjadi TNI dan menjadi Polri," ucap Sigit. 


Sigit mengungkapkan, TNI-Polri pada hakikatnya adalah satu kesatuan yang saling melengkapi dalam rangka menjaga pertahanan dan keamanan NKRI. Dengan begitu, maka akan terwujudnya situasi yang aman dan kondusif bagi seluruh rakyat Indonesia. 


"Ini yang tentunya harus terus kita jaga bahwa kebersamaan antara TNI-Polri dan rakyat itu menjadi satu kesatuan untuk bisa menjaga NKRI bumi kita tercinta. Dan ini menjadi modal dasar, modal utama bagi negara, bagi bangsa, bagi masyarakat untuk kemudian bisa membangun karena syarat utama pembangunan adalah stabilitas keamanan stabilitas Kamtibmas," tegas Sigit. 


Selain sinergisitas, Sigit menekankan pentingnya untuk menjaga dan mempertahankan nilai persatuan serta kesatuan. Karena, Sigit meyakini dengan hal tersebut, Indonesia bisa menghadapi segala bentuk tantangan dan dinamika yang terjadi. 


"Artinya saat ini kalau kita juga melakukan hal yang sama semuanya solid seluruh elemen bangsa kompak maka apapun yang kita hadapi kita akan sanggup melewati," tutup Sigit. (*)

Buka Puasa Bersama TNI-Polri, Kapolri Tegaskan Sukseskan Program Presiden

 


JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan kepada seluruh jajaran TNI-Polri untuk ikut menyukseskan seluruh program Presiden Prabowo Subianto. 


Hal tersebut ditegaskan Sigit dalam kegiatan buka puasa bersama TNI-Polri di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026). 


"Dan tentunya TNI-Polri wajib untuk mengawal dan mengamankan program-program tersebut," kata Sigit. 


Sigit menyebut, Presiden Prabowo terus melakukan upaya kuat untuk menciptakan perdamaian dunia ketika terjadinya konflik global dewasa ini. 


"Maka kemudian mau tidak mau Bapak Presiden mencoba untuk masuk di BOP sehingga tetap masih ada kesempatan untuk bicara tentang perdamaian di Timur Tengah dan ini yang sedang beliau lakukan," ujar Sigit. 


Kemudian, kata Sigit, Presiden juga terus berusaha untuk menjaga agar pertumbuhan perekonomian Indonesia tetap terjaga meskipun adanya gejolak global. "Sehingga di satu sisi ini tentunya memberikan ruang untuk industri yang ada di Indonesia untuk tetap terus bisa melakukan produksi," ucap Sigit. 


Segala upaya itu, menurut Sigit, bagian dari upaya Pemerintah untuk menjaga agar ekonomi di Indonesia tetap bisa berjalan. Kemudian, lapangan pekerjaan juga terbuka. 


"Beliau juga terus mendorong berbagai macam program, baik itu Asta Cita, program terbaik cepat maupun program-program prioritas nasional, yang diharapkan tentunya program-program ini bisa menggerakkan roda perekonomian, bisa membuka lapangan pekerjaan baru," papar Sigit.


Tak hanya itu, Sigit memaparkan bahwa, Presiden juga terus mendorong berbagai macam program agar Indonesia bisa berdiri di bawah kaki sendiri. Di antara mulai dari ketahanan pangan dan energi. 


"Kita semua kerja keras, utamanya masyarakat dan TNI-Polri sebagai salah satu ujung tombak bagaimana kita terlibat langsung dalam hal menjaga ketahanan pangan, dalam hal menanam padi, dalam hal menanam jagung," ucap Sigit. 


Sementara, Sigit menuturkan bahwa, Presiden juga mendorong agar program hilirisasi, MBG yang diharapkan bisa meningkatkan kualitas SDM. "Dan ini bagian dari upaya untuk menumbuhkan ekonomi-ekonomi. Ini adalah program-program ke depan yang tentu terus didorong oleh pemerintah," tutup Sigit. (*)

Kadivhumas Polri Tekankan Peran Humas dalam Mendukung Kelancaran Mudik Lebaran 2026

 


JAKARTA - Polri menggelar Apel Kesiapan Satuan Tugas (Satgas) Humas dalam rangka Operasi Ketupat 2026 sebagai bentuk kesiapan dalam mendukung pengamanan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Apel ini menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh jajaran Humas Polri siap mengawal, menyertai, dan menyampaikan informasi terkait pelaksanaan operasi kepada masyarakat secara cepat, akurat, dan transparan.


Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa peran Humas Polri sangat penting dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan terpercaya selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.


“Melalui apel kesiapan ini, kami menegaskan kembali pentingnya peran Humas Polri dalam menyampaikan informasi kepada publik, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi Operasi Ketupat 2026. Hal ini juga dilakukan agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas terkait kondisi arus mudik, rekayasa lalu lintas, serta berbagai layanan yang disiapkan oleh Polri dan stakeholder terkait,” ujar Kadivhumas.


Adapun potensi pergerakan masyarakat pada masa mudik Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143 juta orang atau sekitar 50,2 persen dari total populasi nasional dengan menggunakan berbagai moda transportasi.


Dalam rangka mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri, Polri bersama TNI serta stakeholder terkait akan melaksanakan Operasi Ketupat 2026 mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026 dengan melibatkan sebanyak 389.681 personel gabungan di seluruh Indonesia.


Untuk mendukung pelaksanaan operasi tersebut, telah disiapkan 2.756 posko pengamanan yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu. Pos-pos tersebut ditempatkan di berbagai titik strategis guna memberikan pelayanan serta rasa aman kepada masyarakat selama perjalanan mudik maupun saat perayaan Idul Fitri.


Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada 185.544 objek pengamanan yang meliputi 121.796 masjid, 54.516 lokasi salat Idul Fitri, 4.640 objek wisata, 2.962 pusat perbelanjaan, 618 terminal, 562 pelabuhan, 268 stasiun kereta api, serta 182 bandara, termasuk berbagai titik keramaian masyarakat lainnya.


Polri juga menyiapkan berbagai langkah rekayasa lalu lintas seperti penerapan contraflow dan sistem one way yang akan diberlakukan secara situasional berdasarkan hasil traffic counting di lapangan untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik.


Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 13 dan 17 Maret 2026, sementara puncak arus balik diprediksi pada 24 dan 28 Maret 2026.


Selain pengamanan arus lalu lintas, Polri juga akan meningkatkan patroli di wilayah rawan kriminalitas serta melakukan pengamanan rumah yang ditinggalkan pemiliknya selama mudik. Layanan hotline Polri 110 juga dioptimalkan agar masyarakat dapat dengan cepat melaporkan apabila terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.


Kadivhumas Polri juga mengimbau masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik agar mempersiapkan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak, menjaga kesehatan, serta mematuhi arahan petugas di lapangan.


“Polri bersama seluruh stakeholder berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga pelaksanaan mudik dan perayaan Idul Fitri tahun ini dapat berjalan aman, tertib, dan lancar, sejalan dengan tema komunikasi publik tahun ini yaitu Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” tutup Johnny Eddizon Isir. (*)

Selasa, 10 Maret 2026

Kakorlantas Hadiri Apel Terpadu Jasa Marga Siaga, Kolaborasi dan Sinergitas Kunci Keberhasilan


Jakarta- Bentuk sinergi dan kolaborasi lintas sektoral, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menghadiri Apel Terpadu Jasa Marga Siaga Operasional Libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 di TMII, Selasa (10/3). Apel ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi arus mudik dan balik dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.


Hadir dalam kegiatan, Kementerian Pekerja Umum Wilan Octavian Direktur Utama PT. Jasa Marga Rivan A. Purwantono, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan, dan Direktur Utama PT. Jasa Raharja Muhammad Awaluddin. 


Dalam kesempatan tersebut, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa berbagai pihak telah menyiapkan diri untuk mendukung kelancaran operasi pengamanan Lebaran tahun ini dengan sinergi antarinstansi yang telah dibangun sejak awal.


"Semua kesiapan dalam rangka Operasi Ketupat, baik dari stakeholder, sinergitas, baik dari Kementerian Perhubungan, dari Kementerian PUPR, semua menteri Kabinet Merah Putih Dirut Jasa Marga, Jasa Raharja, dan seluruhnya sudah siap," ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., 


Apel terpadu yang digelar bersama jajaran Jasa Marga menjadi penanda bahwa seluruh unsur yang terlibat telah berada dalam kondisi siaga. Ia menilai keberhasilan pengamanan pada tahun sebelumnya menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan tahun ini.


"Pagi ini kita melaksanakan apel terpadu Jasa Marga Siaga, tentunya ini menandakan bahwa kita semuanya sudah siap. Suksesi pengamanan Operasi Ketupat 2025 tahun lalu cukup bagus, tetapi tahun ini tentunya harus kita tingkatkan," tambah Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., 


Kakorlantas juga mengapresiasi Apel Terpadu Siaga yang dilaksanakan Jasa Marga. Hal ini menjadi bagian dari kesiapan stakeholder dalam mendukung keberhasilan Operasi Ketupat 2026. 


"Saya sebagai pihak yang mewakili Bapak Kapolri, tentunya menyampaikan apresiasi yang sangat luar biasa, terutama Jasa Marga yang saat ini mempersiapkan apel terpadu," jelas Kakorlantas Polri.


Operasi Ketupat 2026 tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga merupakan operasi kemanusiaan yang bertujuan menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat selama periode Ramadan hingga Idul fitri.


"Operasi Ketupat tahun 2026 adalah operasi kemanusiaan, bukan hanya operasi di bidang lalu lintas, bukan hanya kita mengamankan arus mudik dan balik, tetapi Operasi Ketupat tahun ini, negara hadir bersama untuk bisa menjamin momen sosial dan spiritual, menjaga rangkaian kegiatan masyarakat dari bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri," tegas Kakorlantas Polri.


Kunci keberhasilan Operasi Ketupat adalah kolaborasi bersama, Kakorlantas yakin dengan sinergitas kebersamaan dapat mensukseskan kelancaran arus mudik lebaran Idul fitri. 


"Kami yakin kata kunci dari keberhasilan Operasi Ketupat 2026 adalah kolaborasi, sinergitas, dan tentunya kebersamaan di lapangan. Together we can, bersama kita kuat, dan bersama kita berhasil," pungkas Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., (*)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done