Bhayangkara News : Mataram
Tampilkan postingan dengan label Mataram. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mataram. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Oktober 2023

Polda NTB Gelar Apel Kehormatan Penyambutan dan Pelepasan Kapolda NTB


Mataram NTB - Resmi memimpin lembaga Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) setelah melaksanakan rangkaian Apel Kehormatan Penyambutan dan Pelepasan Kapolda Nusa Tenggara Barat  dari Pejabat Lama Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Djoko Poerwanto kepada Pejabat Baru Kapolda NTB Irjen Pol. R. Umar Faroq SH., M.Hum., yang berlangsung di Lapangan Tribun Bhara Daksa Polda NTB, Jum'at (27/10/2023).

Apel kehormatan tersebut dihadiri Pj. Gubernur NTB yang diwakili Kasat Pol PP NTB, Kasrem 162/WB, Kepala BNNP NTB, Danlanud ZAM, Danlanal Mataram, Kabinda, Kajati NTB, Kajari Mataram, para PJU Polda NTB, Kapolres/ta Jajaran Polda NTB, Walikota Mataram, Tokoh Agama, perwakilan Tokoh masyarakat serta para undangan lainnya.

Serah terima jabatan diawali dengan penyerahan Pataka Polda NTB Satya Wiradharma dari pejabat Lama Kapolda NTB  kepada Pejabat baru Kapolda NTB.

Dalam pidato singkatnya pada apel  tersebut Pejabat Lama Kapolda NTB Irjen Pol. Drs. Djoko Poerwanto yang kini akan meneruskan pengabdiannya menjadi Kapolda Kalimantan Tengah menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh Pejuang Tangguh Polda NTB atas segala dukungan dan kerjasama yang diberikan kepada dirinya dalam rangka menjaga kondusifitas di NTB.

"1 tahun 10 bulan Para pejuang tangguh Polda NTB serta seluruh Stakeholder yang ada di NTB sudah bekerja sama dengan sangat baik dalam rangka mendukung tugas kami sebagai Kapolda NTB. Atas nama pribadi dan keluarga kami sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya semoga Allah SWT membalasnya dengan pahala yang setimpal,"ucapnya seraya disambut Aamiin oleh para undangan.

Sangat banyak tugas Polisi di tengah masyarakat serta kegiatan event yang diselenggarakan di NTB berjalan sukses dalam situasi masyarakat yang kondusif membuktikan kerjasama antara kepolisian NTB dengan segenap stakeholder serta masyarakat berjalan dengan sangat baik.

"Saya berharap kehadiran Polisi di NTB akan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. Polisi tidak boleh menyakiti hati masyarakat,"tegasnya.

Terakhir Jenderal bintang dua yang kini menjabat Kapolda Kalteng ini menyatakan keyakinannya bahwa atas segala pengalaman dan kemampuan yang dimiliki Kapolda NTB Irjen Pol Drs. R. Umar Faroq., SH.,M.Hum tentu akan lebih baik dari apa yang dilakukan Kapolda sebelumnya. Oleh karenanya Ia berharap kepada Pejuang Tangguh Polda NTB agar memberikan dukungan lebih baik lagi dari apa yang diberikan kepada Kapolda sebelumnya sehingga keamanan NTB akan tercipta jauh lebih baik lagi.

"Apa yang terbaik yang telah diberikan kepada saya, berikanlah kepada Pimpinan baru anda, Insyaallah apa yang menjadi cita bersama akan terwujud dengan baik. Maaf saya belum bisa memberikan yang terbaik untuk NTB,""tutup Pria yang kini menjadi Kapolda Kalteng ini.

Sementara itu Pejabat Baru Kapolda NTB Irjen Pol. Drs. R. Umar Faroq SH., M.Hum., dalam sambutannya saat apel tersebut mengungkapkan rasa terimakasih kepada Pejabat Kapolda NTB yang lama karena telah banyak pengabdian yang diberikan untuk masyarakat NTB terlebih hingga saat ini Daerah NTB terpelihara situasi dan kondisi yang sangat kondusif.

Ini semua tentu berkat pengabdian dari Kapolda NTB yang lama karena telah mampu memberikan pembinaan tentang tugas-tugas kepolisian terhadap seluruh pejuang tangguh Polda NTB dan Polres/ta jajarannya.

"Terimakasih Bapak Irjen Pol Drs. Djoko Poerwanto yang telah mampu memelihara situasi keamanan di daerah Nusa Tenggara Barat,"ucap Irjen Pol. R. Umar Faroq.

Dikatakannya, Kapolda NTB tentu tidak akan bisa bekerja sendiri dalam menciptakan keamanan untuk masyarakat, sehingga butuh kerja sama dan sinergitas yang kuat dari seluruh Stakeholder yang ada terlebih bagi Pejuang Tangguh Polda NTB.

"Selaku Kapolda NTB yang baru tentu saya sangat mengharapkan dukungan dan kerjasama dari para pejuang tangguh Polda NTB dan seluruh stakeholder yang ada termasuk segenap lapisan masyarakat untuk dapat menjaga keamanan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat sehingga masyarakat akan merasakan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari,"terangnya.

Umar Faroq juga menyatakan bahwa dukungan yang akan diberikan kepada dirinya selaku Kapolda NTB tentu akan mendukung dari rencana bangsa kita agar pelaksanaan Pemilu 2024 yang akan datang berlangsung damai serta berjalan dengan baik.


"Saat ini intensitas politik sudah mulai dirasakan meningkat, oleh karenanya peran kita semua untuk mengawal situasi ini dapat berjalan dengan aman demi ketenangan hidup masyarakat NTB. Maka dari itu butuh kiranya dukungan semua pihak agar kedepan masyarakat NTB akan hidup lebih sejahtera dengan situasi Kamtibmas yang kondusif,"tutup Kapolda NTB. ("")

Tradisi Pedang Pora, Mengantar Kepergian Irjen Pol Drs. Djoko Poerwanto


Mataram NTB - Suasana sedih dan terharu mewarnai kepergian Irjen Pol Drs. Djoko Poerwanto. Mantan Kapolda NTB ini kini resmi meninggalkan Polda NTB untuk melanjutkan pengabdiannya sebagai Kapolda di daerah Kalimantan Tengah (Kalteng).

Terlihat kesedihan yang begitu dalam dari segenap PJU Polda NTB, Kapolres/ta jajaran Polda NTB serta segenap Pejuang Tangguh Polda NTB manakala Kapolda Kalteng ini meninggalkan gerbang Polda NTB saat pelaksanaan tradisi pedang pora yang berlangsung di Tribun Bhara Daksa Polda NTB, Jum'at (27/10/2023).

Dijelaskan Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin SIK., bahwa pedang pora merupakan tradisi di kepolisian dalam rangka mengantarkan kepergian Pejabat lama yang akan meninggalkan Polda NTB untuk selanjutnya meneruskan pengabdiannya ke daerah lain.

"Rasa haru tentu akan muncul secara spontanitas tatkala pejabat yang tadinya sehari-hari bersama kita lalu kemudian akan meninggalkan kita semua demi tugas baru yang diemban selanjutnya. Ini merupakan sebuah pengorbanan kepada daerah dan negara,"ucap Kombes Pol yang juga tinggal beberapa hari lagi turut pula meninggalkan Polda NTB untuk melanjutkan Pengabdiannya di Polda Jatim ini.

Prosesi pedang pora ini dimana Kapolda NTB Irjen Pol Drs. R. Umar Faroq SH., M.Hum., berserta seluruh PJU Polda NTB dan Para Pejuang Tangguh Polda NTB mengantar kepergian Pejabat Kapolda Lama Irjen Pol. Drs. Djoko Poerwanto hingga di Gerbang Polda NTB.

Seremonial Pedang Pora ini sebagai wujud penghargaan dan terima kasih dari seluruh keluarga besar Polda NTB kepada Pejabat lama atas pengabdiannya di Polda NTB.

"Saya atas nama Kabid Humas Polda NTB mewakili seluruh Pejuang Tangguh Polda NTB mengucapkan Selamat Jalan dan selamat bertugas di tempat yang baru, semoga apa yang telah ditinggalkan kepada kami di Polda NTB akan memberikan manfaat bagi kami dan seluruh masyarakat NTB,"tutupnya. (*)

Jumat, 22 November 2019

Waspada Narcoterrorism! Ini Pesan Danrem 162/WB Ingatkan Bahaya Narkoba





Mataram. NTB, lintasbatasindonsia.com - Korem 162/WB menggelar penyuluhan bahaya Narkoba terhadap seluruh personel Korem 162/WB dan jajaran se Garnizun Mataram di Aula Sudirman Makorem 162/WB jalan Lingkar Selatan Mataram, Rabu (19/11).

Kegiatan penyuluhan dilaksanakan dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB selaku lembaga resmi yang menangani masalah Narkotika.

Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., dalam sambutannya program tersebut dilakukan dalam rangka memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada seluruh Prajurit dan PNS mengenai bahaya penyalahgunaan Narkoba.

Dijelaskannya, pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi serta semakin maraknya pemberitaan tentang tindak kejahatan teroris dan peredaran Narkoba memunculkan kelompok yang menamakan dirinya Cyber Narcoterrorism.

“Kelompok ini menggunakan dunia maya seperti media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan pemahaman dan mengedarkan Narkotika, uang hasil penjualan Narkotika tersebut digunakan untuk membiayai aksi terorisme sehingga akan menjadi ancaman serius dan sangat berbahaya mengingat tindak kriminal yang dilakukan lintas negara,” terang Danrem.

Untuk  itu, hati-hati menggunakan media sosial, jangan terpancing dengan segala bentuk iming-iming maupun tawaran yang menggiurkan mengingat ancaman hukum bagi pengguna Narkoba sangat tegas di lingkungan TNI.

Selain itu, orang nomor satu di jajaran Korem 162/WB tersebut juga mengintruksikan agar jangan coba-coba menggunakan Narkoba, hindari dan jauhi Narkoba, apabila ada pengguna atau pengedar Narkoba segera koordinasi atau amankan dan serahkan kepada pihak yang berwajib sesuai prosedur yang berlaku.

Danrem juga mengucapkan terimakasih kepada BNNP NTB atas kerjasamanya dalam memberikan berbagai kegiatan terkait dengan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba P4GN di Korem 162/WB dan jajaran.

Usai memberikan sambutan, acara dilanjutkan dengan penyuluhan tentang bahaya Narkoba yang disampaikan oleh Kepala Seksi Pencegahan BNNP NTB Irfan, S.Sos. (Penrem 162/WB)

Selasa, 19 November 2019

Pembentukan Menwa Rinjani Angkatan ke 41, Danrem 162/WB Berikan Wawasan Bela Negara





Mataram, lintasbatasindonesia.com  - Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., memberikan wawasan bela negara kepada 100 orang Resimen Mahasiswa (Menwa) Angkatan 41 tahun 2019 di Bumi Perkemahan Jaka Mandala jalan Pemuda Nomor 63 A Mataram, Senin (18/11).

Seratus orang Menwa Angkatan 41 ini sedang melaksanakan pembentukan menjadi anggota Menwa yang berasal dari gabungan beberapa Universitas di NTB selama lima hari.

“Para Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus memiliki jiwa nasionalisme untuk mempertahankan eksistensi bangsa dan negara kedepan, apalagi Menwa,” ujar Danrem usai memberikan materi Belneg.

Dijelaskannya, sesuai dengan Pasal 9 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara sebagai penjabaran dari pasal 27 ayat (3) dan Pasal 30 ayat 1 UUD 1945 menyatakan setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan negara yang bisa dilakukan melalui pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar kemiliteran secara wajib, pengabdian sebagai Prajurit TNI secara sukarela atau secara wajib dan pengabdian sesuai profesi.

Dalam hal ini menurut Danrem, Menwa harus memiliki pengetahuan dan sikap dasar-dasar kemiliteran seperti Disiplin, pengetahuan dan keterampilan PBB, penghormatan, navigasi darat, tali temali dan memilik fisik yang prima yang terhindar dari pengaruh Narkoba, alkohol dan pergaulan bebas.

Danrem berharap agar seluruh komponen masyarakat baik secara perorangan maupun organisasi memiliki kecintaan terhadap bangsa dan negara untuk bersama-sama dengan TNI menjaga keutuhan wilayah dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan harapan Indonesia tetap eksis di dunia internasional.

Sesuai rencana, para peserta calon Menwa akan diberikan pendidikan dan latihan dasar miliiter (Diklatsarmil) di Kompi C Yonif 742/SWY selama lima hari. (Penrem 162/WB)

Rabu, 13 November 2019

Korem 162/WB Menggelar Penyuluhan Bahaya Radikalisme





Mataram, NTB  - Istilah radikalisme akhir-akhir sering muncul dalam lini massa. Terkait dengan itu, Korem 162/WB memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu Persatuan Dharma Pertiwi Cabang NTB Daerah J di Aula Sudirman Makorem 162/WB jalan Lingkar Selatan nomor 162 Mataram, Senin (11/11). Dharma Pertiwi merupakan perkumpulan para istri TNI baik Persit KCK untuk istri anggota TNI AD, Jalasinatri untuk istri anggota TNI AL dan Pia Ardhya Garini untuk istri anggota TNI AU.

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH. M.Han., dalam sambutannya menjelaskan tentang radikalisme. "Radikalisme adalah suatu paham yang ingin melakukan perubahan secara masif, sistimatis pada sistem sosial dan politik dengan menggunakan cara-cara kekerasan dan ekstrim," jelas Danrem.

Menurutnya, kelompok radikal umumnya menginginkan perubahan dalam waktu singkat, drastis dan terkadang bertentangan dengan sistem sosial yang berlaku. Untuk saat ini, radikalisme sering dikaitkan dengan terorisme karena kelompok radikal melakukan cara apapun untuk mencapai keinginannya, termasuk dalam bentuk teror kepada pihak yang tidak sepaham dengan mereka.

Adapun cara dalam penyebaran paham radikalisme bisa dengan melakukan pertemuan langsung atau memanfaatkan tekhnologi yang ada seperti internet untuk mempengaruhi masyarakat yang menjadi target mereka.

Danrem berharap agar para istri Tentara tersebut setelah menerima penyuluhan, dapat menangkal penyebaran paham radikalisme terhadap diri sendiri, keluarga dan dilingkungan tempat tinggal sehingga dapat memperkecil dan menutup ruang gerak yang menganut paham radikal.

Sementara Ketua Dahrma Pertiwi Ny. Kirana Rizal Ramdhani memberikan apresasi atas pelaksanaan penyuluhan tentang radikalisme kepada ibu-ibu Dahrma Pertiwi sebagai penambah wawasan dan pengetahuan tentang paham radikal.

Ny. Kirana juga meminta kepada para peserta untuk memperhatikan materi yang diberikan dan menanyakan apabila kurang jelas sehingga bermanfaat bagi diri dan keluarga khususnya pengawasan terhadap anak-anak dalam penggunaan media sosial mengingat penyebaran paham radikal juga bisa melalui media sosial seperti foto dan video.

Usai memberikan sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi penyuluhan oleh Kasi Intelrem 162/WB Mayor Inf Hendra Sukmana. (Penrem 162/WB)

Senin, 09 September 2019

Korem 162/WB Gelar Upacara Hari Olahraga Nasional ke 36 Tahun 2019





lintasbatasindonesia.com, Mataram - Tanggal 9 September sebagai hari bersejarah lahirnya olahraga nasional. Terkait dengan peringatan Hari Olahraga Nasional, Korem 162/WB menggelar upacara Hari Olahraga Nasional ke 36 tahun 2019 di lapangan Yonif 742/SWY Gebang dengan Inspektur Upacara Kepala Staf Korem 162/WB Letnan Kolonel Inf Endarwan Yansori yang diikuti seluruh personel Korem beserta jajaran se Garnizun Mataram, Senin (9/9).

Pada peringatan Hari Olahraga Nasional kali ini, tema yang diangkat oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga adalah “Ayo Olahraga, Dimana saja, Kapan saja”.

Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi dalam sambutannya yang dibacakan Inspektur Upacara menyampaikan pembinaan atlet muda berbakat yang di dukung oleh talent identification dan talent scouting yang tepat, telah dibuktikan pada ASEAN Schools Games (ASG) 2019 di Semarang dengan memperoleh piala melampaui target yakni 43 emas, 34 perak, dan 25 perunggu.

Selain itu, Imam Nahrawi juga menyebutkan Indonesia sebagai peringkat ke 4 pada Asian Games 2018 dengan perolehan 98 medali terdiri dari 31 Emas, 24 Perak dan 43 Perunggu.

“Untuk atlit Disabilitas mencatatkan sejarah baru sebagai peringkat kelima pada Asian Paragames 2018 dengan perolehan 135 medali yang terdiri dari 37 Emas, 47 Perak dan 51 Perunggu,” paparnya.

Terkait dengan Olimpiade di Tokyo pada tahun 2020, Menpora telah menyiapkan atlit-atlit yang akan bertanding pada cabang olahraga unggulan dengan harapan mampu melampaui target yang ditentukan.

Menpora juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melaksanakan gerakan olahraga secara masif dan meluas sesuai dengan instruksi Presiden tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan Peraturan Menpora RI tentang Gerakan Ayo Olahraga.

Mengakhiri sambutannya, Imam Nahrawi berharap Indonesia bisa menjadi tuan rumah pada pelaksanaan Olimpiade dan Paralimpiade pada tahun 2032 mendatang. (Penrem 162/WB)
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done