Bhayangkara News : Mataram
Tampilkan postingan dengan label Mataram. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mataram. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Oktober 2023

Polda NTB Gelar Apel Kehormatan Penyambutan dan Pelepasan Kapolda NTB


Mataram NTB - Resmi memimpin lembaga Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) setelah melaksanakan rangkaian Apel Kehormatan Penyambutan dan Pelepasan Kapolda Nusa Tenggara Barat  dari Pejabat Lama Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Djoko Poerwanto kepada Pejabat Baru Kapolda NTB Irjen Pol. R. Umar Faroq SH., M.Hum., yang berlangsung di Lapangan Tribun Bhara Daksa Polda NTB, Jum'at (27/10/2023).

Apel kehormatan tersebut dihadiri Pj. Gubernur NTB yang diwakili Kasat Pol PP NTB, Kasrem 162/WB, Kepala BNNP NTB, Danlanud ZAM, Danlanal Mataram, Kabinda, Kajati NTB, Kajari Mataram, para PJU Polda NTB, Kapolres/ta Jajaran Polda NTB, Walikota Mataram, Tokoh Agama, perwakilan Tokoh masyarakat serta para undangan lainnya.

Serah terima jabatan diawali dengan penyerahan Pataka Polda NTB Satya Wiradharma dari pejabat Lama Kapolda NTB  kepada Pejabat baru Kapolda NTB.

Dalam pidato singkatnya pada apel  tersebut Pejabat Lama Kapolda NTB Irjen Pol. Drs. Djoko Poerwanto yang kini akan meneruskan pengabdiannya menjadi Kapolda Kalimantan Tengah menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh Pejuang Tangguh Polda NTB atas segala dukungan dan kerjasama yang diberikan kepada dirinya dalam rangka menjaga kondusifitas di NTB.

"1 tahun 10 bulan Para pejuang tangguh Polda NTB serta seluruh Stakeholder yang ada di NTB sudah bekerja sama dengan sangat baik dalam rangka mendukung tugas kami sebagai Kapolda NTB. Atas nama pribadi dan keluarga kami sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya semoga Allah SWT membalasnya dengan pahala yang setimpal,"ucapnya seraya disambut Aamiin oleh para undangan.

Sangat banyak tugas Polisi di tengah masyarakat serta kegiatan event yang diselenggarakan di NTB berjalan sukses dalam situasi masyarakat yang kondusif membuktikan kerjasama antara kepolisian NTB dengan segenap stakeholder serta masyarakat berjalan dengan sangat baik.

"Saya berharap kehadiran Polisi di NTB akan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. Polisi tidak boleh menyakiti hati masyarakat,"tegasnya.

Terakhir Jenderal bintang dua yang kini menjabat Kapolda Kalteng ini menyatakan keyakinannya bahwa atas segala pengalaman dan kemampuan yang dimiliki Kapolda NTB Irjen Pol Drs. R. Umar Faroq., SH.,M.Hum tentu akan lebih baik dari apa yang dilakukan Kapolda sebelumnya. Oleh karenanya Ia berharap kepada Pejuang Tangguh Polda NTB agar memberikan dukungan lebih baik lagi dari apa yang diberikan kepada Kapolda sebelumnya sehingga keamanan NTB akan tercipta jauh lebih baik lagi.

"Apa yang terbaik yang telah diberikan kepada saya, berikanlah kepada Pimpinan baru anda, Insyaallah apa yang menjadi cita bersama akan terwujud dengan baik. Maaf saya belum bisa memberikan yang terbaik untuk NTB,""tutup Pria yang kini menjadi Kapolda Kalteng ini.

Sementara itu Pejabat Baru Kapolda NTB Irjen Pol. Drs. R. Umar Faroq SH., M.Hum., dalam sambutannya saat apel tersebut mengungkapkan rasa terimakasih kepada Pejabat Kapolda NTB yang lama karena telah banyak pengabdian yang diberikan untuk masyarakat NTB terlebih hingga saat ini Daerah NTB terpelihara situasi dan kondisi yang sangat kondusif.

Ini semua tentu berkat pengabdian dari Kapolda NTB yang lama karena telah mampu memberikan pembinaan tentang tugas-tugas kepolisian terhadap seluruh pejuang tangguh Polda NTB dan Polres/ta jajarannya.

"Terimakasih Bapak Irjen Pol Drs. Djoko Poerwanto yang telah mampu memelihara situasi keamanan di daerah Nusa Tenggara Barat,"ucap Irjen Pol. R. Umar Faroq.

Dikatakannya, Kapolda NTB tentu tidak akan bisa bekerja sendiri dalam menciptakan keamanan untuk masyarakat, sehingga butuh kerja sama dan sinergitas yang kuat dari seluruh Stakeholder yang ada terlebih bagi Pejuang Tangguh Polda NTB.

"Selaku Kapolda NTB yang baru tentu saya sangat mengharapkan dukungan dan kerjasama dari para pejuang tangguh Polda NTB dan seluruh stakeholder yang ada termasuk segenap lapisan masyarakat untuk dapat menjaga keamanan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat sehingga masyarakat akan merasakan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari,"terangnya.

Umar Faroq juga menyatakan bahwa dukungan yang akan diberikan kepada dirinya selaku Kapolda NTB tentu akan mendukung dari rencana bangsa kita agar pelaksanaan Pemilu 2024 yang akan datang berlangsung damai serta berjalan dengan baik.


"Saat ini intensitas politik sudah mulai dirasakan meningkat, oleh karenanya peran kita semua untuk mengawal situasi ini dapat berjalan dengan aman demi ketenangan hidup masyarakat NTB. Maka dari itu butuh kiranya dukungan semua pihak agar kedepan masyarakat NTB akan hidup lebih sejahtera dengan situasi Kamtibmas yang kondusif,"tutup Kapolda NTB. ("")

Tradisi Pedang Pora, Mengantar Kepergian Irjen Pol Drs. Djoko Poerwanto


Mataram NTB - Suasana sedih dan terharu mewarnai kepergian Irjen Pol Drs. Djoko Poerwanto. Mantan Kapolda NTB ini kini resmi meninggalkan Polda NTB untuk melanjutkan pengabdiannya sebagai Kapolda di daerah Kalimantan Tengah (Kalteng).

Terlihat kesedihan yang begitu dalam dari segenap PJU Polda NTB, Kapolres/ta jajaran Polda NTB serta segenap Pejuang Tangguh Polda NTB manakala Kapolda Kalteng ini meninggalkan gerbang Polda NTB saat pelaksanaan tradisi pedang pora yang berlangsung di Tribun Bhara Daksa Polda NTB, Jum'at (27/10/2023).

Dijelaskan Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin SIK., bahwa pedang pora merupakan tradisi di kepolisian dalam rangka mengantarkan kepergian Pejabat lama yang akan meninggalkan Polda NTB untuk selanjutnya meneruskan pengabdiannya ke daerah lain.

"Rasa haru tentu akan muncul secara spontanitas tatkala pejabat yang tadinya sehari-hari bersama kita lalu kemudian akan meninggalkan kita semua demi tugas baru yang diemban selanjutnya. Ini merupakan sebuah pengorbanan kepada daerah dan negara,"ucap Kombes Pol yang juga tinggal beberapa hari lagi turut pula meninggalkan Polda NTB untuk melanjutkan Pengabdiannya di Polda Jatim ini.

Prosesi pedang pora ini dimana Kapolda NTB Irjen Pol Drs. R. Umar Faroq SH., M.Hum., berserta seluruh PJU Polda NTB dan Para Pejuang Tangguh Polda NTB mengantar kepergian Pejabat Kapolda Lama Irjen Pol. Drs. Djoko Poerwanto hingga di Gerbang Polda NTB.

Seremonial Pedang Pora ini sebagai wujud penghargaan dan terima kasih dari seluruh keluarga besar Polda NTB kepada Pejabat lama atas pengabdiannya di Polda NTB.

"Saya atas nama Kabid Humas Polda NTB mewakili seluruh Pejuang Tangguh Polda NTB mengucapkan Selamat Jalan dan selamat bertugas di tempat yang baru, semoga apa yang telah ditinggalkan kepada kami di Polda NTB akan memberikan manfaat bagi kami dan seluruh masyarakat NTB,"tutupnya. (*)

Jumat, 22 November 2019

Waspada Narcoterrorism! Ini Pesan Danrem 162/WB Ingatkan Bahaya Narkoba





Mataram. NTB, lintasbatasindonsia.com - Korem 162/WB menggelar penyuluhan bahaya Narkoba terhadap seluruh personel Korem 162/WB dan jajaran se Garnizun Mataram di Aula Sudirman Makorem 162/WB jalan Lingkar Selatan Mataram, Rabu (19/11).

Kegiatan penyuluhan dilaksanakan dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB selaku lembaga resmi yang menangani masalah Narkotika.

Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., dalam sambutannya program tersebut dilakukan dalam rangka memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada seluruh Prajurit dan PNS mengenai bahaya penyalahgunaan Narkoba.

Dijelaskannya, pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi serta semakin maraknya pemberitaan tentang tindak kejahatan teroris dan peredaran Narkoba memunculkan kelompok yang menamakan dirinya Cyber Narcoterrorism.

“Kelompok ini menggunakan dunia maya seperti media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan pemahaman dan mengedarkan Narkotika, uang hasil penjualan Narkotika tersebut digunakan untuk membiayai aksi terorisme sehingga akan menjadi ancaman serius dan sangat berbahaya mengingat tindak kriminal yang dilakukan lintas negara,” terang Danrem.

Untuk  itu, hati-hati menggunakan media sosial, jangan terpancing dengan segala bentuk iming-iming maupun tawaran yang menggiurkan mengingat ancaman hukum bagi pengguna Narkoba sangat tegas di lingkungan TNI.

Selain itu, orang nomor satu di jajaran Korem 162/WB tersebut juga mengintruksikan agar jangan coba-coba menggunakan Narkoba, hindari dan jauhi Narkoba, apabila ada pengguna atau pengedar Narkoba segera koordinasi atau amankan dan serahkan kepada pihak yang berwajib sesuai prosedur yang berlaku.

Danrem juga mengucapkan terimakasih kepada BNNP NTB atas kerjasamanya dalam memberikan berbagai kegiatan terkait dengan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba P4GN di Korem 162/WB dan jajaran.

Usai memberikan sambutan, acara dilanjutkan dengan penyuluhan tentang bahaya Narkoba yang disampaikan oleh Kepala Seksi Pencegahan BNNP NTB Irfan, S.Sos. (Penrem 162/WB)

Selasa, 19 November 2019

Pembentukan Menwa Rinjani Angkatan ke 41, Danrem 162/WB Berikan Wawasan Bela Negara





Mataram, lintasbatasindonesia.com  - Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., memberikan wawasan bela negara kepada 100 orang Resimen Mahasiswa (Menwa) Angkatan 41 tahun 2019 di Bumi Perkemahan Jaka Mandala jalan Pemuda Nomor 63 A Mataram, Senin (18/11).

Seratus orang Menwa Angkatan 41 ini sedang melaksanakan pembentukan menjadi anggota Menwa yang berasal dari gabungan beberapa Universitas di NTB selama lima hari.

“Para Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus memiliki jiwa nasionalisme untuk mempertahankan eksistensi bangsa dan negara kedepan, apalagi Menwa,” ujar Danrem usai memberikan materi Belneg.

Dijelaskannya, sesuai dengan Pasal 9 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara sebagai penjabaran dari pasal 27 ayat (3) dan Pasal 30 ayat 1 UUD 1945 menyatakan setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan negara yang bisa dilakukan melalui pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar kemiliteran secara wajib, pengabdian sebagai Prajurit TNI secara sukarela atau secara wajib dan pengabdian sesuai profesi.

Dalam hal ini menurut Danrem, Menwa harus memiliki pengetahuan dan sikap dasar-dasar kemiliteran seperti Disiplin, pengetahuan dan keterampilan PBB, penghormatan, navigasi darat, tali temali dan memilik fisik yang prima yang terhindar dari pengaruh Narkoba, alkohol dan pergaulan bebas.

Danrem berharap agar seluruh komponen masyarakat baik secara perorangan maupun organisasi memiliki kecintaan terhadap bangsa dan negara untuk bersama-sama dengan TNI menjaga keutuhan wilayah dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan harapan Indonesia tetap eksis di dunia internasional.

Sesuai rencana, para peserta calon Menwa akan diberikan pendidikan dan latihan dasar miliiter (Diklatsarmil) di Kompi C Yonif 742/SWY selama lima hari. (Penrem 162/WB)

Rabu, 13 November 2019

Korem 162/WB Menggelar Penyuluhan Bahaya Radikalisme





Mataram, NTB  - Istilah radikalisme akhir-akhir sering muncul dalam lini massa. Terkait dengan itu, Korem 162/WB memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu Persatuan Dharma Pertiwi Cabang NTB Daerah J di Aula Sudirman Makorem 162/WB jalan Lingkar Selatan nomor 162 Mataram, Senin (11/11). Dharma Pertiwi merupakan perkumpulan para istri TNI baik Persit KCK untuk istri anggota TNI AD, Jalasinatri untuk istri anggota TNI AL dan Pia Ardhya Garini untuk istri anggota TNI AU.

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH. M.Han., dalam sambutannya menjelaskan tentang radikalisme. "Radikalisme adalah suatu paham yang ingin melakukan perubahan secara masif, sistimatis pada sistem sosial dan politik dengan menggunakan cara-cara kekerasan dan ekstrim," jelas Danrem.

Menurutnya, kelompok radikal umumnya menginginkan perubahan dalam waktu singkat, drastis dan terkadang bertentangan dengan sistem sosial yang berlaku. Untuk saat ini, radikalisme sering dikaitkan dengan terorisme karena kelompok radikal melakukan cara apapun untuk mencapai keinginannya, termasuk dalam bentuk teror kepada pihak yang tidak sepaham dengan mereka.

Adapun cara dalam penyebaran paham radikalisme bisa dengan melakukan pertemuan langsung atau memanfaatkan tekhnologi yang ada seperti internet untuk mempengaruhi masyarakat yang menjadi target mereka.

Danrem berharap agar para istri Tentara tersebut setelah menerima penyuluhan, dapat menangkal penyebaran paham radikalisme terhadap diri sendiri, keluarga dan dilingkungan tempat tinggal sehingga dapat memperkecil dan menutup ruang gerak yang menganut paham radikal.

Sementara Ketua Dahrma Pertiwi Ny. Kirana Rizal Ramdhani memberikan apresasi atas pelaksanaan penyuluhan tentang radikalisme kepada ibu-ibu Dahrma Pertiwi sebagai penambah wawasan dan pengetahuan tentang paham radikal.

Ny. Kirana juga meminta kepada para peserta untuk memperhatikan materi yang diberikan dan menanyakan apabila kurang jelas sehingga bermanfaat bagi diri dan keluarga khususnya pengawasan terhadap anak-anak dalam penggunaan media sosial mengingat penyebaran paham radikal juga bisa melalui media sosial seperti foto dan video.

Usai memberikan sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi penyuluhan oleh Kasi Intelrem 162/WB Mayor Inf Hendra Sukmana. (Penrem 162/WB)

Senin, 09 September 2019

Korem 162/WB Gelar Upacara Hari Olahraga Nasional ke 36 Tahun 2019





lintasbatasindonesia.com, Mataram - Tanggal 9 September sebagai hari bersejarah lahirnya olahraga nasional. Terkait dengan peringatan Hari Olahraga Nasional, Korem 162/WB menggelar upacara Hari Olahraga Nasional ke 36 tahun 2019 di lapangan Yonif 742/SWY Gebang dengan Inspektur Upacara Kepala Staf Korem 162/WB Letnan Kolonel Inf Endarwan Yansori yang diikuti seluruh personel Korem beserta jajaran se Garnizun Mataram, Senin (9/9).

Pada peringatan Hari Olahraga Nasional kali ini, tema yang diangkat oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga adalah “Ayo Olahraga, Dimana saja, Kapan saja”.

Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi dalam sambutannya yang dibacakan Inspektur Upacara menyampaikan pembinaan atlet muda berbakat yang di dukung oleh talent identification dan talent scouting yang tepat, telah dibuktikan pada ASEAN Schools Games (ASG) 2019 di Semarang dengan memperoleh piala melampaui target yakni 43 emas, 34 perak, dan 25 perunggu.

Selain itu, Imam Nahrawi juga menyebutkan Indonesia sebagai peringkat ke 4 pada Asian Games 2018 dengan perolehan 98 medali terdiri dari 31 Emas, 24 Perak dan 43 Perunggu.

“Untuk atlit Disabilitas mencatatkan sejarah baru sebagai peringkat kelima pada Asian Paragames 2018 dengan perolehan 135 medali yang terdiri dari 37 Emas, 47 Perak dan 51 Perunggu,” paparnya.

Terkait dengan Olimpiade di Tokyo pada tahun 2020, Menpora telah menyiapkan atlit-atlit yang akan bertanding pada cabang olahraga unggulan dengan harapan mampu melampaui target yang ditentukan.

Menpora juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melaksanakan gerakan olahraga secara masif dan meluas sesuai dengan instruksi Presiden tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan Peraturan Menpora RI tentang Gerakan Ayo Olahraga.

Mengakhiri sambutannya, Imam Nahrawi berharap Indonesia bisa menjadi tuan rumah pada pelaksanaan Olimpiade dan Paralimpiade pada tahun 2032 mendatang. (Penrem 162/WB)

Jumat, 30 Agustus 2019

Java Overland Explore Lombok 2019, Kasrem Sambut Galena Rescue di Makorem 162/WB





Mataram, NTB - Kepala staf Korem 162/WB Letnan Kolonel Inf Endarwan Yansori didampingi para Dandim jajaran se Pulau Lombok menyambut rombongan Galena Rescue di Makorem 162/WB jalan Lingkar Selatan Mataram, Rabu (28/8).

Kehadiran Galena Rescue di Pulau Lombok NTB dalam rangka Java overland 4x4 Explore Lombok yang diikuti 50 kendaraan 4x4 dengan spek standar regulasi Offroad, para pesertanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan salah seorang pesertanya berasal dari Argentina.

Kasrem 162/WB dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada rombongan Galena Rescue di Pulau Lombok khususnya di Makorem 162/WB. Beberapa hari kedepan selama berada di Pulau Lombok, Galena Rescue akan melaksanakan beberapa agenda antara lain Pertama, Java Overland Explore Lombok 2019 yang bertujuan untuk membangkitkan pariwisata di Pulau Lombok pasca gempa tahun 2018 lalu yang melibatkan komunitas Jeep dan Trail diseluruh Indonesia. Kedua, Coral reef Conservation, yakni kegiatan dalam rangka pelestarian konservasi terumbu karang yang ada di Pulau Lombok dengan melakukan penanaman terumbu karang di sepanjang pantai yang ada di Pulau Lombok.

Selain itu, sambung Kasrem, Galena Rescue juga akan melaksanakan kegiatan belajar bersama yakni kegiatan yang akan dilaksanakan di sekolah dasar dengan tujuan untuk memotivasi siswa agar semangat dalam meraih cita-cita setinggi mungkin dengan para pengajar berasal dari para relawan gabungan.

Terkait dengan beberapa agenda tersebut, Kasrem 162/WB meminta kepada para Dandim dan Perwira Staf Korem maupun Komandan Dinas Jawatan terkait untuk memberikan bantuan dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut dengan harapan agenda yang sudah menjadi program dapat berjalan sesuai harapan.

"Kami juga mengucapkan terimakasih kepada tim Galena Rescue yang telah memilih Pulau Lombok sebagai tempat pelaksanaan kegiatan dengan harapan kegiatan ini dapat memberi kontribusi positif bagi dunia pariwisata dan alam sekitar mengingat sampai saat ini dampak bencana alam gempa bumi satu tahun yang lalu masih dirasakan oleh masyarakat NTB terutama bagi warga yang terdampak gempa," pungkasnya.

Tahun ini merupakan tahun kedua penyelenggaraan Galena Rescue, Explore Lombok merupakan event ke 4 Java Overland 4x4 adventure offroad di ikuti 50 unit kendaraan dan kurang lebih 150 orang peserta dengan mengangkat misi Konservasi Alam dan Lingkungan, Budaya dan Trek Offroad khas Java Overland 4x4 yang akan dilaksanakan mulai Kamis tanggal 29 Agustus 2019 dan akan dilepas oleh Danrem 162/WB diwakili Kasilog Korem 162/WB Letkol Inf Supriadi, SH. MM.

Selain Kasrem dan para Dandim, terlihat juga para Kasi dan Pasi, Danyonif 742/SWY dan Dan/Ka Satdisjan Jajaran Korem menyambut kehadiran Galena Rescue di Makorem. (Penrem 162/WB)

Kasilog Korem 162/WB Lepas Galena Rescue Java Offroad Jelajah Lombok




Mataram,  - Rombongan Java Offroad yang akan melakukan penjelajahan wilayah Pulau Lombok hingga tanggal 1 September mendatang pagi ini dilepas Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., yang diwakili Kasilog Korem 162/WB Letnan Kolonel Inf Supriadi, SH. MM didampingi Dirlantas Polda NTB Kombes Pol Amin Litarso, SH., di Hotel Aruna Senggigi Kecamatan Batulayar Lombok Barat, Kamis (29/8).

Para peserta Java Offroad berasal dari seluruh Indoensia menggunakan 56 unit kendaraan Jeep dan Trail dengan misinya membantu pemulihan pariwisata NTB khususnya Lombok pasca gempa bumi, melaksanakan bakti sosial diantaranya membantu pembangunan tempat ibadah, pembagian sembako dan penanaman pohon, konservasi terumbu karang dengan melakukan penanaman terumbu karang dan melaksanakan kegiatan belajar Bersama dengan siswa sekolah dasar.

Kepala Penrem 162/WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos., seusai menerima dan melepas para peserta Java Offroad di Makorem menyampaikan kegiatan Java Offroad ini merupakan salah satu bagian Galena Rescue yang akan dilaksanakan selama empat hari kedepan.

"Ini sebagai salah satu bentuk kepedulian dari anak bangsa untuk membantu masyarakat Lombok bangkit dari keterpurukan pasca dilanda gempa bumi tahun lalu," ujar Kapenrem.

Sesuai agenda, kata Dahlan, mereka akan menuju Kuta Mandalika Lombok Tengah, Kecamatan Sembalun Lombok Timur dan Desa Malaka kecamatan Pemenang Lombok Utara. "Masing-masing lokasi yang sudah mereka tentukan akan melakukan kegiatan sosial," terang pria kelahiran Taliwang KSB tersebut.

"Kita berharap, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi NTB menuju NTB bangkit dan gemilang," pungkasnya. (Penrem 162/WB)

Senin, 01 Juli 2019

Stake Holder NTB Ikut Jalan Sehat dan Sepeda Santai HUT Bhayangkara ke 73




Mataram,  NTB - Jalan sehat dan jalan santai ini dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke 73 tahun 2019 dengan titik start - finish di lapangan Mapolda NTB.

Hal itu disampaikan Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., di lokasi acara jalan sehat dan sepeda santai, Minggu (30/6).

Menurutnya, kegiatan yang diselenggarakan Polda NTB ini, sebagai upaya untuk menyehatkan masyarakat NTB khususnya warga Lombok mengingat para pesertanya mencapai ribuan orang yang berasal dari berbagai daerah se Pulau Lombok.

"Kita berharap, event-event seperti ini selain sebagai ajang olahraga dan hiburan, juga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk saling bersilaturrahmi dengan teman, dengan kerabat maupun dengan aparat TNI, Polri dan Pemerintah Daerah sehingga terjalin komunikasi yang harmonis antara masyarakat dengan aparat pemerintahan," ungkap Danrem.

Acara jalan sehat dan sepeda santai yang dihadiri para stake holder daerah NTB ini dilepas Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Nana Sudjana, MM., juga diisi dengan pembacaan deklarasi damai oleh ketua DPRD Hj. Baiq Isvi Rupaida.

Adapun isi Deklarasi Damai tersebut, kata Danrem, yakni Kami pimpinan daerah NTB berikrar : "Menolak segala bentuk provokasi, berita bohong dan ujaran kebencian, Menolak segala bentuk penahan massa atau kerusuhan yang dapat memecah belah keutuhan, Kami menghargai dan menghormati dalam bingkai kebhinekaan demi terwujudnya NTB damai NTB gemilang.

Terlihat hadir dilokasi Sekda Provinsi NTB, Ketua DPRD Provinsi NTB, Kabinda NTB, Danlanud ZAM Kolonel Nav Budi Handoyo, Danlanal Mataram Kolonel Laut (P) Dados Raino dan Kajati NTB.

Acara jalan sehat dan sepeda santai diakhiri dengan pembagian hadiah berupa 7 unit sepeda motor, 27 unit sepeda, 10 buah mesin cuci, 5 buah kulkas dan 5 buah TV serta ratusan dooprize hiburan lainnya.

Pendam Udayana

Senin, 06 Mei 2019

Setangkai Bunga Mawar Untuk Babinsa Saat Razia Gatarin Polda NTB





Mataram - Gelar operasi Gatarin Polda NTB, dalam rangka pengalaman Trantibmas jelang Ramadhan terus berjalan secara estafet. Operasi Gatarin tersebut digelar dengan lokasi yang berbeda setiap harinya. Seperti halnya Razia Gatarin gabungan TNI, Polri, Dinas Perhubungan, dan Dispenda, yang digelar di seputar Jalan Langko, Jumat (3/5) pukul 09.00 Wita.

Ada yang berbeda pada Razia kali ini, setiap pengendara kendaraan bermotor yang membawa dokumen kendaraan lengkap dan normal sesuai persyaratan, dihadiahi Setangkai Bunga mawar merah.

Salah seorang personil Babinsa Koramil 1606-09/Ampenan, Serka Amir Syarafuddin yang kebetulan melalui jalur tersebut, kena Hadang Razia Gatarin tersebut. Namun karena dokumen kendaraannya dinas babinsa yang dikendarainya lengkap dokumen, maka dirinya dihadiahi Setangkai Bunga mawar juga.

Sensasi tersebut didokumentasikan pula oleh sejumlah pengendara yang lain, serta para petugas operasi Gatarin dilokasi tersebut sehingga cukup Viral di jejaring media sosial.

Serka Amir Syarafuddin, Babinsa Pejarakan Karya saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Dirinya mengaku tidak tahu kalau ada Razia gabungan dijalur itu. Tetapi karena kendaraannya telah lengkap surat-suratnya, ia santai saja.

"Setelah dicek surat-surat kendaraan saya, tiba-tiba saya dikasi Setangkai Bunga mawar merah yang indah, saya merasa tersanjung dan bangga," tuturnya sumringah. (Kodim 1606/Lobar)

Sabtu, 20 April 2019

Danrem 162/WB Dampingi Gubernur NTB Ambil Apel Fasilitator



Mataram - Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., mendampingi Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc., selaku pengambil Apel pada Apel Fasilitator Terpadu perbaikan rumah rusak ringan, sedang dan berat terdampak bencana gempa bumi di NTB, Sabtu (20/4) di Lapangan Sangkareang Kota Mataram yang diikuti oleh ratusan fasilitator sipil dan TNI/Polri.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur NTB menyampaikan seorang fasilitator yang hebat harus memiliki kemampuan untuk mendengar apa yang disampaikan oleh masyarakat maupun yang tidak ungkapkannya secara langsung.

"Sukses tidaknya fasilitator di lapangan tergantung dari seberapa jauh kemampuan untuk mendengar semua keluhan masyarakat yang rumahnya rusak terdampak gempa," ungkap Gubernur.

Apabila semua itu dilakukan dengan hati yang tulus dan ikhlas, lanjut Gubernur, Insya Allah akan menghadirkan rasa empati dan pekerjaanpun akan terasa ringan.

Seusai menggelar Apel Fasilitator, Danrem 162/WB dihadapan seluruh Fasiliator TNI mengucapkan terimakasih kepada seluruh personel TNI yang bertugas di wilayah NTB atas suksesnya penyelenggaran pengamanan pada Pileg dan Pilpres 2019 dengan aman, damai dan lancar.

"Terimakasih atas kerjasama seluruh Prajurit dalam mensukseskan pelaksanaan pesta demokrasi Pileg dan Pilpres 2019 di wilayah NTB sehingga berjalan aman, damai dan lancar, dan hingga hari ini masih dalam keadaan aman dan kondusif," ujarnya.

Selain itu, Danrem juga meminta agar seluruh Prajurit untuk mengawal dan memantau terus proses penghitungan suara di PPK hingga KPUD dengan harapan pelaksanaan rekapitulasi berjalan aman dan lancar sesuai ketentuan.

Terkait dengan pekerjaan Babinsa sebagai fasilitator TNI, Danrem memberikan instruksi agar dalam pelaksanaan proses pembangunan rumah tahan gempa (RTG) tidak kaku dan terus berkoordinasi dengan para petugas terkait sehingga semuanya bisa berjalan lancar sesuai harapan.

"Insya Allah nanti saya akan usahakan ke Komando Atas agar kalian yang masuk sebagai fasilitator menadapatkan perlengkapan perorangan lapangan (Kaporlap) berupa pakaian PDL, kaos loreng, topi dan sepatu," harapnya.

Sementara Kalak BPBD Provinsi NTB H. Mohammad Rum menjelaskan tujuan Apel Fasilitator Terpadu ini dilakukan karena ada pelimpahan komandan lapangan fasilitator rumah rusak berat yang selama ini dalam manajemen kementerian PUPR.

"Pada tanggal 1 April 2019 kemarin sudah ada penyerahan pelimpahan dari Kementerian PUPR kepada Pemerintah Provinsi NTB sehingga kami mengundang kembali para fasilitator rusak berat yang direkrut dari umum, orang lokal di NTB, sedangkan yang rusak sedang dan ringan hanya melanjutkan saja karena memang yang rusak sedang dan ringan dalam kendali Pemeritah Provinsi," terang Kalak BPBD.

menurutnya, para fasilitator ini harus betul-betul mampu memfasilitasi keinginan hati dan perasaan masyarakat hingga nanti rumah mereka bisa terbangun kembali dengan baik.

Setelah melaksanakan apel fasilitator dilaksanakan penandatangan kontrak kerja fasilitator rumah rusak berat dengan Pemerintah Daerah 7 Kabupaten/Kota yang terdampak gempa yang disaksikan Danrem, Kalak BPBD NTB, Dinas Perkim dan instansi terkait. "Ada 800 orang fasilitator yang dilimpahkan dari kementerian PUPR kepada Pemprov NTB, yang datang apel hari ini akan menandatangani perpanjangan kontrak kerja", tutup Kalak BPBD.   (Pen)

Jumat, 19 April 2019

Latih Kesiapsiagaan Prajurit, Personel jajaran Korem 162/WB Siaga Latihan PHH




Mataram - Suasana pesta demokrasi Pemilu 2019 sampai dengan Jumat (19/4) hari ini jajaran TNI-Polri terus melaksanakan patroli untuk menjamin keamanan di masing-masing gudang surat suara yang telah tersimpan dengan aman dan rapi di Kantor Camat se-NTB.

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., bersama rombongan pada hari pencoblosan hingga Kamis (19/4) kemarin malam, terus melaksanakan pemantauan keliling ke PPK baik di Kabupaten Lombok Barat dan PPK Kota Mataram hingga dini hari.

Sementara itu, Personel jajaran Korem 162/WB dan jajaran yang melaksanakan siaga di lapangan Yonif 742/SWY pagi tadi seusai melaksanakan apel pengecekan, langsung diberikan materi latihan naik turun kendaraan, PHH (Penanggulangan Huru-Hara) dan penyampaian ROA (Role of Adjustment) pengamanan Pemilu Pilpres maupun Pileg 2019.

Satuan PHH baik tingkat regu, peleton maupun kompi merupakan satu kesatuan yang utuh dan lengkap yang digerakkan secara bertingkat dan bertahap dalam rangka pengendalian massa atau huru-hara sesuai dengan eskalasi situasi yang dihadapi.

Kapenrem 162/WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos., dilokasi menyampaikan kegiatan latihan ini dilakukan selain untuk melatihkan kesiapsiagaan prajurit apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sambil menunggu giliran untuk berpatroli, juga untuk mengingat kembali pelajaran pada waktu pendidikan sekaligus untuk mengasah kemampuan para Prajurit baik teori maupun praktek secara langsung.

“Ini dilatihkan untuk mengingat kembali dan mengasah kemampuan Prajurit khususnya PHH dan naik turun kendaraan baik dalam bentuk beregu, Peleton hingga Kompi sehingga dalam menghadapi massa sesuai kententuan dan teknik yang benar serta tidak terjadi kesalahan prosedur,” tutup Dahlan. (Penrem 162/WB)

Kamis, 04 April 2019

Danrem 162/WB : Rencana Akan Didatangkan 2.000 Fasilitator Tukang dari Luar NTB





LintasBatasIndonesia.com,  Mataram - Usai menggelar apel gelar pasukan dalam rangka kunjungan kerja Wakil Presiden RI Yusuf Kalla ke Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat di lapangan Sankareang Mataram, Kamis (4/4), Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., kepada wartawan menyampaikan kunjungan Wakil Presiden ke Lombok untuk mengadakan silaturrahmi kebangsaan dan melihat langsung progres percepatan rehab rekon rumah tahan gempa pasca bencana gempa bumi.

"Beliau akan hadir di Lombok untuk silaturrahmi kebangsaan dan melihat progres percepatan rehab rekon, apakah sesuai dengan laporan atau tidak," ujar Rizal sapaan akrab Danrem.

Menurutnya, Wakil Presiden merasa puas atas pencapaian yang sudah dilakukan karena sudah mencapai target yang ditentukan.

"Hingga saat ini puluhan ribu rumah sudah dibangun, khusus untuk rumah rusak berat sudah mencapai 2600 unit dan dikerjakan selama tiga bulan. Ini prestasi yang luar biasa jika dibandingkan dari sebelumnya," ungkap Alumni Akmil 1993 tersebut.

Sementara yang masih on progres sambungnya, sudah mencapai sekitar 4 ribu unit baik rusak rusak berat di seluruh Kabupaten Kota terdampak gempa.

Selain itu, orang nomor satu di jajaran Korem tersebut juga menyampaikan hingga saat ini proses pencairan dana sudah berjalan namun proses rehab rekon sedikit terhambat karena minimnya material dan kekurangan tukang.

"Sebanyak 800 fasilitator yang dikembalikan ke Jakarta, berdasarkan pentunjuk dari Kepala BNPB akan diganti dengan Fasilitator tehnis tukang dari jawa 2.000 orang dalam rangka percepatan rehab rekon karena dana sudah dicairkan," terangnya.

Rencana tukang-tukang tersebut akan disebarkan keseluruhan Kabupaten Kota terdampak sesuai kebutuhan sehingga proses percepatan dapat berjalan lancar.

Untuk mendukung pengadaan material yang bersifat lokal, lanjut Danrem, Pemerintah Daerah harus memaksimalkan produk lokal seperti bata dan pasir sesuai dengan wilayah masing-masing.

Danrem juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak membawa atribut partai, simbol maupun slogan-slogan pada kunjungan Wakil Presiden kali ini karena ini merupakan kunjungan kenegaraan sebagai Wakil Presiden. (Penrem 162/WB)

Senin, 21 Januari 2019

Ungkap Kasus Perburuan Satwa Dilindungi, Kapolda Beri Reward Personel TNI dan Polri


Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Achmat Juri pagi tadi memberikan penghargaan kepada 14 orang anggota Polri dan 3 orang anggota TNI AD atas keberhasilan dan kesuksesan melaksanakan tugas dan pengungkapan kasus perburuan satwa dilindungi di Pulau Komodo NTT, Senin (21/1).

Pemberian penghargaan kepada anggota TNI Polri tersebut dilaksanakan dalam Upacara mingguan di lapangan Gajah Mada Polda NTB.

Kapolda NTB dalam sambutannya memberikan apresiasi atas prestasi dan kesuksesan anggotanya bersama anggota TNI di Kecamatan Sape.

"Hari ini sinergitas TNI Polri sungguh membanggakan karena berhasil mengungkapkan kasus hukum perburuan terhadap satwa yang dilindungi," kata Kapolda.

Menurutnya, soliditas dan sinergitas seperti ini harus dijaga dan dipelihara bersama-sama dengan aktif melakukan penanganan pelanggaran hukum terhadap satwa yang dilindungi.

Terkait dengan penegakan hukum, sambung Perwira Bintang Dua tersebut, tidak hanya untuk satwa yang dilindungi, namun juga terhadap kegiatan-kegiatan yang lain secara proaktif dilaksanakan sehingga gangguan keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) akan terkendali.

"Mari kita coba untuk melaksanakaan kegiatan-kegiatan proaktif dan razia-razia secara preventif maupun sejenisnya untuk menekan adanya gangguan Kamtibmas di wilayah," imbaunya.

Sementara salah seorang anggota TNI yang memperoleh piagam penghargaan tersebut yakni Danramil 1608-03/Sape Kapten Inf Junaid bersama dua orang anggota Koramil yang ikut bersama anggota Polsek Sape saat penangkapan dan mengamankan barang bukti berupa sembilan ekor rusa yang sudah mati dan dipotong-potong, satu kepala kerbau, satu pucuk senjata api rakitan laras Panjang diduga menggunakan laras SS1, satu pucuk senjata api rakitan laras panjang lengkap dengan laser, delapan butir munisi SS1, satu unit mobil Pick up Nopol EA 9034 WZ dan satu unit Kapal Boat Kayu di Pantai So Toro Wamba Desa Poja  Kecamatan Sape Kabupaten Bima NTB.

Danramil Sape usai menerima penghargaan mengucapkan terimakasih kepada Kapolda NTB atas penghargaan yang diterimanya bersama dua orang anggota Koramil Sape.

Dikatakannya, penghargaan ini sebagai bentuk tanggungjawab kedepan untuk lebih aktif dan meningkatkan kinerja dilapangan bersama rekan-rekan Kepolisian yang ada di wilayah.

"Alhamdulillah sinergitas TNI Polri selama ini sudah berjalan dengan baik di lapangan dan insya Allah sesuai amanat Kapolda NTB tadi, soliditas dan sinergitas TNI Polri akan kami jaga dan tingkatkan untuk menjaga Kamtibmas di wilayah," ungkap Danramil.

Sebelumnya, Kapten Junaid menceritakan bahwa pengungkapan kasus tersebut berdasarkan informasi yang diterima Ipda Suriadin anggota Brimob Polda Papua yang sedang melaksanakan cuti dari masyarakat sekitar, kemudian informasi tersebut dilaporkan kepada Kapolsek Sape AKP Sarifuddin Jamal. Karena ada informasi bahwa ada senjata laras panjang maka Kapolsek menghubunginya dan berangkat bersama-sama ke TKP.

Adapun personil Polri yang mendapat penghargaan dari Kapolda NTB antara lain Kapolsek Sape  AKP Sarifuddin Jamal, Kasat Reskrim Polres Bima Kota Iptu Akmal Novian, Kanit Reskrim Polsek Sape Ipda Husnain, Kanit Iidik II Satreskrim Polres Bima Kota Ipda Alfahry Rahman, S.Tr.K., Ipda Suriadin, SH. MH., Kanit I Subden Wanteror Den Gegana Sat Brimob Polda Papua,  Ps. Panit I Reskrim Polsek Sape Aipda Saharudin, Aiptu Guntur Panji Saputra, Bripka Awaludin Saputra, Bripka Rahmad Hidayat, Brigadir Satra Adi Wijaya, Briptu Hendri Ismanto, Briptu Yayan Saputra dan Bripda Rangga Satria.

Sementara tiga orang anggota TNI dari Koramil 1608-03/Sape yang memperoleh penghargaan dari Kapolda NTB yakni Danramil 1608-03 Sape Kapten Inf Junaid, Babinsa Desa Parangina Kopda Aladin dan Babinsa Desa Oimaci Kopda Abdul Hafid.

 (Penrem 162/WB)
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done