Bhayangkara News : Lombok Utara
Tampilkan postingan dengan label Lombok Utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lombok Utara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 September 2019

Rakor Perpanjangan Waktu Rehab Rekon Pasca Gempa, Ini Harapan Danrem 162/WB




Lintasbatasindonesia.com - Lombok Utara - Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi Dandim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll, S.IP., mengahadiri rapat koordinasi perpanjangan status transisi darurat ke pemulihan dan perbaikan akibat bencana alam gempa bumi tahun 2018 di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Rabu (11/9).

Usai Rakor, Danrem 162/WB dalam wawancaranya dengan Wartawan menjelaskan tentang beberapa hal yang dibahas dalam rapat.

"Rapat ini dilaksanakan dengan BNPB pusat dalam rangka membahas pertanggung jawaban anggaran yang sudah diterima untuk segera dibuat laporannya secara terperinci dan administrasi yang lengkap," ujar Danrem.

Data-data terkait dengan proses rehab rekon harus dilengkapi karena ada pengawasan dari BPK RI, inspektorat dan untuk dilaporkan kepada BNPB bidang keuangan.

Selain itu, lanjut Danrem, pembahasan terkait pergeseran pasukan Zeni TNI yang tergabung dalam rehab rekon terpadu untuk membantu KLU dalam proses percepatan pembangunan rumah tahan gempa (RTG) mengingat ada permintaan pasukan zeni tekait perpanjangan masa transisi oleh Gubernur NTB ke Mabes TNI dan ada juga pembahasan tentang beberapa hal yang bersifat menonjol berupa temuan-temuan atau oknum-oknum yang nakal selama proses rehab rekon. "Mudah-mudahan segera bisa terselesaikan," harapnya.

Terkait harga semen yang kian melambung, orang nomor satu di jajaran Korem tersebut menjelaskan bahwa hal tersebut sudah dilaporkan hingga ke tingkat pusat dan khusus untuk warga Lombok Utara, semen akan diturunkan di Pelabuan Carik Kecamatan Bayan dengan harapan agar lebih murah biayanya dan meringankan harganya untuk masyarakat KLU.

Adapun penentuan aplikator dalam proses rehab rekon, menurut Danrem ditentukan oleh Pokmas itu sendiri berdasarkan rapat internal warga, namun Kadus bisa memberikan saran dan masukan  Aplikator yang tentunya memenuhi kriteria sehingga tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari, tutupnya.

Rakor tersebut juga dihadiri Direktur keuangan PNBB Pusat Yola, Karo Humas Polda NTB Kombespol Azas, Dansektor KLU Mayor Inf Hendra Sukmana, Kalak BPBD Provinsi Ahasanul Halik, Wabup KLU H. Sarifudin, SH. MH., Kalak BPBD Kab/Kota se Provinsi NTB, Sekda KLU H. Suardi, MH., Karo keuangan BNPB Pusat Tahrif, Danramil se KLU, para Danki Zipur Satgas rehab rekon terpadu, Korwil dan para peserta rapat lainnya. (Penrem 162/WB)

Senin, 09 September 2019

Siap Tuntaskan RTG 3 Wilayah 4 SSK Satgas Terpadu TNI Menuju Lombok Utara



Lintasbatasindonesia.com, Lombok Utara - Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., menerima kedatangan seluruh personel Satgas terpadu rehab rekon TNI yang berada di tiga wilayah yakni Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat dan Lombok Timur di lapangan umum Desa Anyar Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU) dengan upacara penerimaan yang dipimpin Inspektur Upacara Wakil Bupati Lombok Utara Sarifuddin, SH., Jumat (6/9).

Sebelum pemberangkatan ke KLU, para personel Satgas terpadu ini dilepas Dandim masing-masing wilayah bersama unsur Pemerintah Daerah setempat baik di Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat maupun Lombok Timur.

Usai upacara penerimaan, Danrem 162/WB dalam wawancaranya dengan awak media mengucapkan selamat datang kepada para pahlawan kemanusiaan di daerah penugasan yang baru yakni KLU.

Dijelaskannya, sebelumnya 400 orang personel ini terdiri dari 1 SSK Yonzipur Pasmar 2/SBY, 1 SSK Yonzipur-5/ABW, 1 SSK Yonzipur-2/SG dan 1 SSK Yonzipur 18/YKR bertugas Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat dan Lombok Timur.

"Alhamdulillah tugas mereka terkait dengan rehab rekon rumah tahan gempa (RTG) di tiga wilayah tersebut selesai dan sekarang dipusatkan di wilayah KLU dengan harapan dapat mempercepat proses rehab rekon sesuai dengan target," ujar Danrem.

Dari 4 SSK tersebut, kata Danrem, 2 SSK di Kecamatan Bayan, 1 SSK di Kecamatan Kayangan dan 1 SSK di Kecamatan Tanjung. Jadi jumlah keseluruhan personel rehab rekon terpadu di wilayah KLU sebanyak 8 SSK atau 800 orang.

"Empat SSK ini memperkuat empat SSK yang sebelumnya ada di wilayah KLU, mereka akan melaksanakan tugas sampai dengan tanggal 31 Desember 2019 sesuai dengan perpanjangan rehab rekon yang diajukan oleh Gubernur NTB kepada Pemerintah Pusat," terangnya.

Kita berharap, sambung pria kelahiran Jakarta tersebut, 800 orang personel ini bisa memberikan motivasi kepada masyarakat untuk mentrigger pembangunan rehab rekon di wilayah KLU.

Pada kesempatan yang sama, Wabup KLU mengucapkan terimakasih kepada Danrem yang telah menambah personel rehab rekon di wilayah KLU sebanyak 400 orang personel TNI. "Ini akan menambah semangat kami didaerah untuk segera menyelesaikan rehab rekon RTG," ucap Wabup.

Menurutnya, para personel ini akan dipusatkan di lokasi Bayan, Kayangan dan Tanjung untuk mengejar proses percepatan pembangunan seperti kecamatan lain. (Penrem 162/WB)

Jumat, 08 Maret 2019

Alumni AKABRI 89 Bangun Ruang Belajar dan Masjid Babussalam



Lombok Utara - Pasca gempa tahun lalu, puluhan ribu rumah maupun fasilitas umum rusak dan tidak bisa digunakan kembali. Kehadiran para relawan dan darmawan untuk mengulurkan bantuan dan tenaga sangat dirasakan warga korban gempa, salah satunya bantuan dari Alumni AKABRI 1989. 

Bantuan yang diberikan berupa pembangunan dua lokal ruang kelas di SMAN 1 Kayangan dan pembangunan Masjid Babussalam Desa Sukadana Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan di dua tempat yang berbeda oleh Aspers Kasad Mayor Jenderal TNI Heri Wiranto, SE. MM. M.Tr (Han), bersama rombongan se Angkatan yang dihadiri Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., Bupati Lombok lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., Sekda KLU Drs. H. Suardi,MH., Kamis (7/3).

Selaku Ketua rombongan, Mayjen TNI Heri Wiranto dalam sambutannya saat menyerahkan 2 lokal kelas belajar di SMAN 1 Kayangan menyampaikan Lombok merupakan daerah yang indah dan menjadi destinasi wisata dunia, namun bencana gempa telah meluluh lantakkan daerah ini ratusan korban jiwa dan puluhan ribu rumah dan fasilitas umum rusak sehingga menggugah hati untuk membantu para korban.

"Alhamdulillah, kami Alumni AKABRI 89 tergerak dan tergugah untuk membantu korban gempa khususnya di KLU dengan mengumpulkan dana untuk membangun ruang belajar di sekolah ini," ungkap Aspers Kasad.

Dilanjutkannya, pemberian bantuan ini hanya semata-mata atas dasar kemanusiaan karena terpanggil untuk merasakan kesedihan dan penderitaan masyarakat kita disini.

Mengakhiri sambutannya, Mantan Danrem 161/WSi tersebut berharap agar ruang kelas belajar bisa dipakai secepatnya untuk proses belajar mengajar dan akan memantau terus kekurangannya.

Sebelumnya Bupati KLU dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada keluarga besar Alumni AKABRI 1989 atas kepeduliannya untuk membantu pembangunan daerah Kabupaten Lombok Utara pasca terjadinya gempa bumi pada tahun kemarin khususnya pembangunan ruang belajar SMAN 1 Kayangan.

Usai penyerahan ruang kelas SMAN 1 Kayangan secara simbolis serta penandatanganan berita acara serah terima, Mayjen TNI Heri Wiranto bersama rombongan menuju lokasi peresmian bantuan pembangunan Masjid Babussalam di Dusun Gedeng Desa Sukadana Kecamatan Bayan yang disambut Sekda KLU dan tarian adat Lombok "Rudat" dan masyarakat setempat di Masjid Babussalam.

Sekda KLU dalam sambutannya kehadiran TNI Polri sejak awal gempa di KLU sangat dirasakan oleh masyarakat terutama dalam memberikan bantuan kemanusiaan dan memotivasi kami untuk membangun kembali Lombk Utara hingga seperti kondisi sekarang ini.

"Proses percepatan rehab rekons di wilayah KLU sudah berjalan lancar, apalagi dengan adanya penambahan personel TNI akan menambah percepatan pembangunan rumah hunian tetap bagi para korban.

Sekda KLU juga mengucapkan terimakasih kepada Alumni AKABRI 1989 yang teah memberikan bantuan dalam pembangunan ruang belajar dan pembangunan Masjid Babussalam sehingga masyarakat memiliki tempat untuk meningkatkan kualitas keimanan kepada Allah SWT.

Sementara Mayjen TNI Heri Wiranto dalam sambutannya mengucapkan rasa syukur karena Alumni AKABRI 89 bisa memberikan bantuan dan mewakafkan Masjid Babussalam untuk masyarakat Desa Sukadana.

"Sejak terjadinya gempa bumi di Lombok dan NTB umumnya, dimanapun kami berada selalu mendoakan masyarakat Lombok dan NTB agar musibah bisa dilalui dengan penuh keihklasan dan tawakkal kepada Allah SWT," kata Aspers Kasad mewakili Alumni AKABRI 89.

Pati bintang dua yang juga mantan Danrem 163/WS tersebut menceritakan proses pemberian bantuan untuk masyarakat Lombok melalui rapat Alumni. "Kami sebelumnya berpikir dalam bentuk apa bantuan yang cocok untuk para korban, bersifat penggunaannya lama dan berbentuk monument, dan Alhamdulillah disepakati pembangunan ruang belajar dan pembangunan Masjid sebagai sarana ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT karena masyarakatnya juga mayoritas muslim," cerita Mayjen TNI Heri Wiranto.

Ia berharap semoga Masjid Babussalam bisa dimanfaatkan sebagai tempat ibadah dan menuntut ilmu agama, dan menjadi ladang amal kita untuk akhirat kelak.

Peresmian Masjid Babussalam ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Mayjen TNI Heri Wiranto didampingi para Alumni AKABRI 89, Danrem 162/WB, Sekda KLu, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat serta acara diakhiri dengan pemberian santunan kepada anak yatim Desa Sukadana.

Adapun rombongan Asper Kasad antara lain Brigjen TNI Mochammad Hasan, Laksamana TNI Sidiq Mustafa, Kombes R Andang Ginanjar, Kolonel Herry Cristianto, Kolonel Rolland Dg Wah, Kolonel Jimmy Aritonang, Zaenal Abidin dan dihadiri Forkompimda KLU, Muspika Kayangan dan Bayan, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.   (Red)
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done