Bhayangkara News : Lombok
Tampilkan postingan dengan label Lombok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lombok. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 September 2019

Rakor Perpanjangan Waktu Rehab Rekon Pasca Gempa, Ini Harapan Danrem 162/WB




Lintasbatasindonesia.com - Lombok Utara - Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi Dandim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll, S.IP., mengahadiri rapat koordinasi perpanjangan status transisi darurat ke pemulihan dan perbaikan akibat bencana alam gempa bumi tahun 2018 di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Rabu (11/9).

Usai Rakor, Danrem 162/WB dalam wawancaranya dengan Wartawan menjelaskan tentang beberapa hal yang dibahas dalam rapat.

"Rapat ini dilaksanakan dengan BNPB pusat dalam rangka membahas pertanggung jawaban anggaran yang sudah diterima untuk segera dibuat laporannya secara terperinci dan administrasi yang lengkap," ujar Danrem.

Data-data terkait dengan proses rehab rekon harus dilengkapi karena ada pengawasan dari BPK RI, inspektorat dan untuk dilaporkan kepada BNPB bidang keuangan.

Selain itu, lanjut Danrem, pembahasan terkait pergeseran pasukan Zeni TNI yang tergabung dalam rehab rekon terpadu untuk membantu KLU dalam proses percepatan pembangunan rumah tahan gempa (RTG) mengingat ada permintaan pasukan zeni tekait perpanjangan masa transisi oleh Gubernur NTB ke Mabes TNI dan ada juga pembahasan tentang beberapa hal yang bersifat menonjol berupa temuan-temuan atau oknum-oknum yang nakal selama proses rehab rekon. "Mudah-mudahan segera bisa terselesaikan," harapnya.

Terkait harga semen yang kian melambung, orang nomor satu di jajaran Korem tersebut menjelaskan bahwa hal tersebut sudah dilaporkan hingga ke tingkat pusat dan khusus untuk warga Lombok Utara, semen akan diturunkan di Pelabuan Carik Kecamatan Bayan dengan harapan agar lebih murah biayanya dan meringankan harganya untuk masyarakat KLU.

Adapun penentuan aplikator dalam proses rehab rekon, menurut Danrem ditentukan oleh Pokmas itu sendiri berdasarkan rapat internal warga, namun Kadus bisa memberikan saran dan masukan  Aplikator yang tentunya memenuhi kriteria sehingga tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari, tutupnya.

Rakor tersebut juga dihadiri Direktur keuangan PNBB Pusat Yola, Karo Humas Polda NTB Kombespol Azas, Dansektor KLU Mayor Inf Hendra Sukmana, Kalak BPBD Provinsi Ahasanul Halik, Wabup KLU H. Sarifudin, SH. MH., Kalak BPBD Kab/Kota se Provinsi NTB, Sekda KLU H. Suardi, MH., Karo keuangan BNPB Pusat Tahrif, Danramil se KLU, para Danki Zipur Satgas rehab rekon terpadu, Korwil dan para peserta rapat lainnya. (Penrem 162/WB)

Senin, 19 Agustus 2019

Kasrem 162/WB Pimpin Upacara Penerimaan Jenazah Almarhum Praka Anumerta Sirwandi M. Zahidillah




Lombok Tengah, NTB  - Kepala Staf Korem 162/WB Letnan Kolonel Inf Endarwan Yansori bertindak sebagai inspektur upacara penerimaan jenazah  Alm. Pratu Sirwandi M. Zahidillah di Bandara Lombok International Airport Lombok Tengah, Senin (19/8/2019).

Jenazah Alm. Praka Anumerta Sirwandi M. Zahidillah didampingi Sekaligus menyerahkan Jenazah Danyonif RK 751/VJS Mayor Inf Rofi Irwansyah  dan Danki D Yonif RK 751/VJS Lettu Inf Rizhal Shanda Santoso tiba di Bandara LIA menggunakan pesawat Lion Air JT-841 rute Upg-Lop sekitar pukul 09.30 Wita dan disambut Kasrem 162/WB, Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansya, SE. MSc., beserta Wakil Gubernur, Wakapolda NTB, Dandim 1620/Loteng, Danyonif 742/SWY, para Kasi Korem dan para personel Korem dan jajaran.

Sebelumnya, putra terbaik asal Dusun Selawing Desa Sakra Selatan Kecamatan Sakra Lombok Timur Nusa Tenggara Barat berdinas di Yonif 751/VJS gugur dalam melaksanakan satgas Pamrahwan Yonif RK 751/VJS di Distrik Mbua Kabupaten Nduga Papua.

Praka Anumerta Sirwandi M. Zahidillah gugur tertembak oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) kelompok Egianus Kogoya di Kilometer 39 Jalan Trans Wamena-Habema Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua pada Jum'at tanggal 16 Agustus 2019 dibagian pinggang setelah mendapat perawatan intensif di ICU RSUD Wamena.

Dalam wawancaranya dengan awak media, Kasrem 162/WB mengatakan almarhum merupakan salah satu putra terbaik TNI AD yang gugur dimedan tugas sebagai kusuma bangsa. "Kami bangga memiliki keluarga, saudara seperti almarhum ini yang rela mengorbankan hidupnya demi bangsa dan negara," ujar Kasrem.

Dikatakannya, kami atas nama Keluarga besar Korem 162/WB serta jajara, kami turut berduka cita dan berbela sungkawa, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,  ketabahan dan keikhlasan.

Selain itu, Kasrem 162/WB juga berharap dan berdoa agar segala amal ibadah Almarhum diterima oleh Allah SWT dan diberikan tempat yang terbaik sebagai pahlawan kusuma bangsa.

Setelah upacara penerimaan, jenazah Alm. Praka Anumerta Sirwandi M. Zahidillah diberangkatkan ke rumah duka menggunakan ambulance  Mataram dan mendapat pengawalan Denpom Mataram bersama rombongan. (Penrem 162/WB)

Senin, 06 Mei 2019

Setangkai Bunga Mawar Untuk Babinsa Saat Razia Gatarin Polda NTB





Mataram - Gelar operasi Gatarin Polda NTB, dalam rangka pengalaman Trantibmas jelang Ramadhan terus berjalan secara estafet. Operasi Gatarin tersebut digelar dengan lokasi yang berbeda setiap harinya. Seperti halnya Razia Gatarin gabungan TNI, Polri, Dinas Perhubungan, dan Dispenda, yang digelar di seputar Jalan Langko, Jumat (3/5) pukul 09.00 Wita.

Ada yang berbeda pada Razia kali ini, setiap pengendara kendaraan bermotor yang membawa dokumen kendaraan lengkap dan normal sesuai persyaratan, dihadiahi Setangkai Bunga mawar merah.

Salah seorang personil Babinsa Koramil 1606-09/Ampenan, Serka Amir Syarafuddin yang kebetulan melalui jalur tersebut, kena Hadang Razia Gatarin tersebut. Namun karena dokumen kendaraannya dinas babinsa yang dikendarainya lengkap dokumen, maka dirinya dihadiahi Setangkai Bunga mawar juga.

Sensasi tersebut didokumentasikan pula oleh sejumlah pengendara yang lain, serta para petugas operasi Gatarin dilokasi tersebut sehingga cukup Viral di jejaring media sosial.

Serka Amir Syarafuddin, Babinsa Pejarakan Karya saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Dirinya mengaku tidak tahu kalau ada Razia gabungan dijalur itu. Tetapi karena kendaraannya telah lengkap surat-suratnya, ia santai saja.

"Setelah dicek surat-surat kendaraan saya, tiba-tiba saya dikasi Setangkai Bunga mawar merah yang indah, saya merasa tersanjung dan bangga," tuturnya sumringah. (Kodim 1606/Lobar)

Sabtu, 20 April 2019

Danrem 162/WB Dampingi Gubernur NTB Ambil Apel Fasilitator



Mataram - Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., mendampingi Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc., selaku pengambil Apel pada Apel Fasilitator Terpadu perbaikan rumah rusak ringan, sedang dan berat terdampak bencana gempa bumi di NTB, Sabtu (20/4) di Lapangan Sangkareang Kota Mataram yang diikuti oleh ratusan fasilitator sipil dan TNI/Polri.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur NTB menyampaikan seorang fasilitator yang hebat harus memiliki kemampuan untuk mendengar apa yang disampaikan oleh masyarakat maupun yang tidak ungkapkannya secara langsung.

"Sukses tidaknya fasilitator di lapangan tergantung dari seberapa jauh kemampuan untuk mendengar semua keluhan masyarakat yang rumahnya rusak terdampak gempa," ungkap Gubernur.

Apabila semua itu dilakukan dengan hati yang tulus dan ikhlas, lanjut Gubernur, Insya Allah akan menghadirkan rasa empati dan pekerjaanpun akan terasa ringan.

Seusai menggelar Apel Fasilitator, Danrem 162/WB dihadapan seluruh Fasiliator TNI mengucapkan terimakasih kepada seluruh personel TNI yang bertugas di wilayah NTB atas suksesnya penyelenggaran pengamanan pada Pileg dan Pilpres 2019 dengan aman, damai dan lancar.

"Terimakasih atas kerjasama seluruh Prajurit dalam mensukseskan pelaksanaan pesta demokrasi Pileg dan Pilpres 2019 di wilayah NTB sehingga berjalan aman, damai dan lancar, dan hingga hari ini masih dalam keadaan aman dan kondusif," ujarnya.

Selain itu, Danrem juga meminta agar seluruh Prajurit untuk mengawal dan memantau terus proses penghitungan suara di PPK hingga KPUD dengan harapan pelaksanaan rekapitulasi berjalan aman dan lancar sesuai ketentuan.

Terkait dengan pekerjaan Babinsa sebagai fasilitator TNI, Danrem memberikan instruksi agar dalam pelaksanaan proses pembangunan rumah tahan gempa (RTG) tidak kaku dan terus berkoordinasi dengan para petugas terkait sehingga semuanya bisa berjalan lancar sesuai harapan.

"Insya Allah nanti saya akan usahakan ke Komando Atas agar kalian yang masuk sebagai fasilitator menadapatkan perlengkapan perorangan lapangan (Kaporlap) berupa pakaian PDL, kaos loreng, topi dan sepatu," harapnya.

Sementara Kalak BPBD Provinsi NTB H. Mohammad Rum menjelaskan tujuan Apel Fasilitator Terpadu ini dilakukan karena ada pelimpahan komandan lapangan fasilitator rumah rusak berat yang selama ini dalam manajemen kementerian PUPR.

"Pada tanggal 1 April 2019 kemarin sudah ada penyerahan pelimpahan dari Kementerian PUPR kepada Pemerintah Provinsi NTB sehingga kami mengundang kembali para fasilitator rusak berat yang direkrut dari umum, orang lokal di NTB, sedangkan yang rusak sedang dan ringan hanya melanjutkan saja karena memang yang rusak sedang dan ringan dalam kendali Pemeritah Provinsi," terang Kalak BPBD.

menurutnya, para fasilitator ini harus betul-betul mampu memfasilitasi keinginan hati dan perasaan masyarakat hingga nanti rumah mereka bisa terbangun kembali dengan baik.

Setelah melaksanakan apel fasilitator dilaksanakan penandatangan kontrak kerja fasilitator rumah rusak berat dengan Pemerintah Daerah 7 Kabupaten/Kota yang terdampak gempa yang disaksikan Danrem, Kalak BPBD NTB, Dinas Perkim dan instansi terkait. "Ada 800 orang fasilitator yang dilimpahkan dari kementerian PUPR kepada Pemprov NTB, yang datang apel hari ini akan menandatangani perpanjangan kontrak kerja", tutup Kalak BPBD.   (Pen)

Kamis, 04 April 2019

Danrem 162/WB : Rencana Akan Didatangkan 2.000 Fasilitator Tukang dari Luar NTB





LintasBatasIndonesia.com,  Mataram - Usai menggelar apel gelar pasukan dalam rangka kunjungan kerja Wakil Presiden RI Yusuf Kalla ke Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat di lapangan Sankareang Mataram, Kamis (4/4), Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., kepada wartawan menyampaikan kunjungan Wakil Presiden ke Lombok untuk mengadakan silaturrahmi kebangsaan dan melihat langsung progres percepatan rehab rekon rumah tahan gempa pasca bencana gempa bumi.

"Beliau akan hadir di Lombok untuk silaturrahmi kebangsaan dan melihat progres percepatan rehab rekon, apakah sesuai dengan laporan atau tidak," ujar Rizal sapaan akrab Danrem.

Menurutnya, Wakil Presiden merasa puas atas pencapaian yang sudah dilakukan karena sudah mencapai target yang ditentukan.

"Hingga saat ini puluhan ribu rumah sudah dibangun, khusus untuk rumah rusak berat sudah mencapai 2600 unit dan dikerjakan selama tiga bulan. Ini prestasi yang luar biasa jika dibandingkan dari sebelumnya," ungkap Alumni Akmil 1993 tersebut.

Sementara yang masih on progres sambungnya, sudah mencapai sekitar 4 ribu unit baik rusak rusak berat di seluruh Kabupaten Kota terdampak gempa.

Selain itu, orang nomor satu di jajaran Korem tersebut juga menyampaikan hingga saat ini proses pencairan dana sudah berjalan namun proses rehab rekon sedikit terhambat karena minimnya material dan kekurangan tukang.

"Sebanyak 800 fasilitator yang dikembalikan ke Jakarta, berdasarkan pentunjuk dari Kepala BNPB akan diganti dengan Fasilitator tehnis tukang dari jawa 2.000 orang dalam rangka percepatan rehab rekon karena dana sudah dicairkan," terangnya.

Rencana tukang-tukang tersebut akan disebarkan keseluruhan Kabupaten Kota terdampak sesuai kebutuhan sehingga proses percepatan dapat berjalan lancar.

Untuk mendukung pengadaan material yang bersifat lokal, lanjut Danrem, Pemerintah Daerah harus memaksimalkan produk lokal seperti bata dan pasir sesuai dengan wilayah masing-masing.

Danrem juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak membawa atribut partai, simbol maupun slogan-slogan pada kunjungan Wakil Presiden kali ini karena ini merupakan kunjungan kenegaraan sebagai Wakil Presiden. (Penrem 162/WB)

Jumat, 08 Maret 2019

Alumni AKABRI 89 Bangun Ruang Belajar dan Masjid Babussalam



Lombok Utara - Pasca gempa tahun lalu, puluhan ribu rumah maupun fasilitas umum rusak dan tidak bisa digunakan kembali. Kehadiran para relawan dan darmawan untuk mengulurkan bantuan dan tenaga sangat dirasakan warga korban gempa, salah satunya bantuan dari Alumni AKABRI 1989. 

Bantuan yang diberikan berupa pembangunan dua lokal ruang kelas di SMAN 1 Kayangan dan pembangunan Masjid Babussalam Desa Sukadana Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan di dua tempat yang berbeda oleh Aspers Kasad Mayor Jenderal TNI Heri Wiranto, SE. MM. M.Tr (Han), bersama rombongan se Angkatan yang dihadiri Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., Bupati Lombok lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., Sekda KLU Drs. H. Suardi,MH., Kamis (7/3).

Selaku Ketua rombongan, Mayjen TNI Heri Wiranto dalam sambutannya saat menyerahkan 2 lokal kelas belajar di SMAN 1 Kayangan menyampaikan Lombok merupakan daerah yang indah dan menjadi destinasi wisata dunia, namun bencana gempa telah meluluh lantakkan daerah ini ratusan korban jiwa dan puluhan ribu rumah dan fasilitas umum rusak sehingga menggugah hati untuk membantu para korban.

"Alhamdulillah, kami Alumni AKABRI 89 tergerak dan tergugah untuk membantu korban gempa khususnya di KLU dengan mengumpulkan dana untuk membangun ruang belajar di sekolah ini," ungkap Aspers Kasad.

Dilanjutkannya, pemberian bantuan ini hanya semata-mata atas dasar kemanusiaan karena terpanggil untuk merasakan kesedihan dan penderitaan masyarakat kita disini.

Mengakhiri sambutannya, Mantan Danrem 161/WSi tersebut berharap agar ruang kelas belajar bisa dipakai secepatnya untuk proses belajar mengajar dan akan memantau terus kekurangannya.

Sebelumnya Bupati KLU dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada keluarga besar Alumni AKABRI 1989 atas kepeduliannya untuk membantu pembangunan daerah Kabupaten Lombok Utara pasca terjadinya gempa bumi pada tahun kemarin khususnya pembangunan ruang belajar SMAN 1 Kayangan.

Usai penyerahan ruang kelas SMAN 1 Kayangan secara simbolis serta penandatanganan berita acara serah terima, Mayjen TNI Heri Wiranto bersama rombongan menuju lokasi peresmian bantuan pembangunan Masjid Babussalam di Dusun Gedeng Desa Sukadana Kecamatan Bayan yang disambut Sekda KLU dan tarian adat Lombok "Rudat" dan masyarakat setempat di Masjid Babussalam.

Sekda KLU dalam sambutannya kehadiran TNI Polri sejak awal gempa di KLU sangat dirasakan oleh masyarakat terutama dalam memberikan bantuan kemanusiaan dan memotivasi kami untuk membangun kembali Lombk Utara hingga seperti kondisi sekarang ini.

"Proses percepatan rehab rekons di wilayah KLU sudah berjalan lancar, apalagi dengan adanya penambahan personel TNI akan menambah percepatan pembangunan rumah hunian tetap bagi para korban.

Sekda KLU juga mengucapkan terimakasih kepada Alumni AKABRI 1989 yang teah memberikan bantuan dalam pembangunan ruang belajar dan pembangunan Masjid Babussalam sehingga masyarakat memiliki tempat untuk meningkatkan kualitas keimanan kepada Allah SWT.

Sementara Mayjen TNI Heri Wiranto dalam sambutannya mengucapkan rasa syukur karena Alumni AKABRI 89 bisa memberikan bantuan dan mewakafkan Masjid Babussalam untuk masyarakat Desa Sukadana.

"Sejak terjadinya gempa bumi di Lombok dan NTB umumnya, dimanapun kami berada selalu mendoakan masyarakat Lombok dan NTB agar musibah bisa dilalui dengan penuh keihklasan dan tawakkal kepada Allah SWT," kata Aspers Kasad mewakili Alumni AKABRI 89.

Pati bintang dua yang juga mantan Danrem 163/WS tersebut menceritakan proses pemberian bantuan untuk masyarakat Lombok melalui rapat Alumni. "Kami sebelumnya berpikir dalam bentuk apa bantuan yang cocok untuk para korban, bersifat penggunaannya lama dan berbentuk monument, dan Alhamdulillah disepakati pembangunan ruang belajar dan pembangunan Masjid sebagai sarana ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT karena masyarakatnya juga mayoritas muslim," cerita Mayjen TNI Heri Wiranto.

Ia berharap semoga Masjid Babussalam bisa dimanfaatkan sebagai tempat ibadah dan menuntut ilmu agama, dan menjadi ladang amal kita untuk akhirat kelak.

Peresmian Masjid Babussalam ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Mayjen TNI Heri Wiranto didampingi para Alumni AKABRI 89, Danrem 162/WB, Sekda KLu, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat serta acara diakhiri dengan pemberian santunan kepada anak yatim Desa Sukadana.

Adapun rombongan Asper Kasad antara lain Brigjen TNI Mochammad Hasan, Laksamana TNI Sidiq Mustafa, Kombes R Andang Ginanjar, Kolonel Herry Cristianto, Kolonel Rolland Dg Wah, Kolonel Jimmy Aritonang, Zaenal Abidin dan dihadiri Forkompimda KLU, Muspika Kayangan dan Bayan, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.   (Red)

Senin, 21 Januari 2019

Ungkap Kasus Perburuan Satwa Dilindungi, Kapolda Beri Reward Personel TNI dan Polri


Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Achmat Juri pagi tadi memberikan penghargaan kepada 14 orang anggota Polri dan 3 orang anggota TNI AD atas keberhasilan dan kesuksesan melaksanakan tugas dan pengungkapan kasus perburuan satwa dilindungi di Pulau Komodo NTT, Senin (21/1).

Pemberian penghargaan kepada anggota TNI Polri tersebut dilaksanakan dalam Upacara mingguan di lapangan Gajah Mada Polda NTB.

Kapolda NTB dalam sambutannya memberikan apresiasi atas prestasi dan kesuksesan anggotanya bersama anggota TNI di Kecamatan Sape.

"Hari ini sinergitas TNI Polri sungguh membanggakan karena berhasil mengungkapkan kasus hukum perburuan terhadap satwa yang dilindungi," kata Kapolda.

Menurutnya, soliditas dan sinergitas seperti ini harus dijaga dan dipelihara bersama-sama dengan aktif melakukan penanganan pelanggaran hukum terhadap satwa yang dilindungi.

Terkait dengan penegakan hukum, sambung Perwira Bintang Dua tersebut, tidak hanya untuk satwa yang dilindungi, namun juga terhadap kegiatan-kegiatan yang lain secara proaktif dilaksanakan sehingga gangguan keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) akan terkendali.

"Mari kita coba untuk melaksanakaan kegiatan-kegiatan proaktif dan razia-razia secara preventif maupun sejenisnya untuk menekan adanya gangguan Kamtibmas di wilayah," imbaunya.

Sementara salah seorang anggota TNI yang memperoleh piagam penghargaan tersebut yakni Danramil 1608-03/Sape Kapten Inf Junaid bersama dua orang anggota Koramil yang ikut bersama anggota Polsek Sape saat penangkapan dan mengamankan barang bukti berupa sembilan ekor rusa yang sudah mati dan dipotong-potong, satu kepala kerbau, satu pucuk senjata api rakitan laras Panjang diduga menggunakan laras SS1, satu pucuk senjata api rakitan laras panjang lengkap dengan laser, delapan butir munisi SS1, satu unit mobil Pick up Nopol EA 9034 WZ dan satu unit Kapal Boat Kayu di Pantai So Toro Wamba Desa Poja  Kecamatan Sape Kabupaten Bima NTB.

Danramil Sape usai menerima penghargaan mengucapkan terimakasih kepada Kapolda NTB atas penghargaan yang diterimanya bersama dua orang anggota Koramil Sape.

Dikatakannya, penghargaan ini sebagai bentuk tanggungjawab kedepan untuk lebih aktif dan meningkatkan kinerja dilapangan bersama rekan-rekan Kepolisian yang ada di wilayah.

"Alhamdulillah sinergitas TNI Polri selama ini sudah berjalan dengan baik di lapangan dan insya Allah sesuai amanat Kapolda NTB tadi, soliditas dan sinergitas TNI Polri akan kami jaga dan tingkatkan untuk menjaga Kamtibmas di wilayah," ungkap Danramil.

Sebelumnya, Kapten Junaid menceritakan bahwa pengungkapan kasus tersebut berdasarkan informasi yang diterima Ipda Suriadin anggota Brimob Polda Papua yang sedang melaksanakan cuti dari masyarakat sekitar, kemudian informasi tersebut dilaporkan kepada Kapolsek Sape AKP Sarifuddin Jamal. Karena ada informasi bahwa ada senjata laras panjang maka Kapolsek menghubunginya dan berangkat bersama-sama ke TKP.

Adapun personil Polri yang mendapat penghargaan dari Kapolda NTB antara lain Kapolsek Sape  AKP Sarifuddin Jamal, Kasat Reskrim Polres Bima Kota Iptu Akmal Novian, Kanit Reskrim Polsek Sape Ipda Husnain, Kanit Iidik II Satreskrim Polres Bima Kota Ipda Alfahry Rahman, S.Tr.K., Ipda Suriadin, SH. MH., Kanit I Subden Wanteror Den Gegana Sat Brimob Polda Papua,  Ps. Panit I Reskrim Polsek Sape Aipda Saharudin, Aiptu Guntur Panji Saputra, Bripka Awaludin Saputra, Bripka Rahmad Hidayat, Brigadir Satra Adi Wijaya, Briptu Hendri Ismanto, Briptu Yayan Saputra dan Bripda Rangga Satria.

Sementara tiga orang anggota TNI dari Koramil 1608-03/Sape yang memperoleh penghargaan dari Kapolda NTB yakni Danramil 1608-03 Sape Kapten Inf Junaid, Babinsa Desa Parangina Kopda Aladin dan Babinsa Desa Oimaci Kopda Abdul Hafid.

 (Penrem 162/WB)

Minggu, 13 Januari 2019

Hari Dharma Samudera Prajurit Lanal Mataram Gelar Aksi Bersih-Bersih Pantai



LINTAS BATAS LOMBOK TIMUR -  Pangkalan TNI AL (Lanal) Mataram menggelar Bhakti Sosial Bersih-bersih Pantai dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudra tahun 2019. Peringatan Hari Dharma Samudra tahun ini bertemakan “Dengan Semangat Pertempuran Laut Aru Kita Wujudkan Terciptanya Pengendalian Wilayah Pertahanan Laut Yang Tangguh”. Bersih-bersih pantai ini bertempat di Pantai Posal Selat Alas Desa Padak Guar Kab. Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. (Minggu 13/01)

Aksi bersih pantai diawali dengan apel kelengkapan sekaligus upacara pelaksanaan bersih Pantai Selat Alas yang diikuti oleh seluruh Prajurit Lanal Mataram dan Pramuka Saka Bahari. Aksi bersih pantai yangdilaksanakan oleh Lanal Mataram dipimpin langsung oleh Komandan Lanal Mataram Kolonel Laut (P) Ludi Muharjo.

Komandan Lanal Mataram mengatakan “Aksi bersih pantai yang dilaksanakan oleh Lanal Mataram ini bertujuan untuk mengenang semangat jasa pahlawan Komodor Yos Sudarso dengan kegigihannya melawan kepungan kapal-kapal perang Belanda yang memiliki persenjataan yang lebih canggih sehingga mengakibatkan RI Matjan Tutul tenggelam pada 15 Januari 1962 dalam Pertempuran Laut Aru”.

Selaian aksi bersih pantai dalam rangkaian memperingati Hari Dharma Samudera ini juga akan dilaksanakan upacara untuk mengenang pertempuran Laut Arafuru yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2019.

Dalam aksi bersih pantai ini diikuti pula oleh Palaksa Lanal Mataram, Perwira staf Lanal Mataram, seluruh prajurit Lanal Mataram dan Saka Bahari Lanal Mataram. Diakhir acara Komandan Lanal Mataram membagikan Door Price kepada seluruh peserta aksi bersih pantai ini.

Senin, 08 Oktober 2018

Gerak Cepat, 220 Prajurit TNI di Lombok Bergeser ke Palu dan Donggala


LOMBOK - Sebanyak 220 prajurit TNI beserta materiil dan perlengkapannya yang selama ini tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca gempa bumi Nusa Tenggara Barat (NTB), dialihtugaskan bergeser ke Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Dengan menggunakan KRI Teluk Lampung-540 dan KRI Teluk Cirebon-543, pergeseran pasukan menuju Pelabuhan Makassar dibagi menjadi dua sorty dari Dermaga Lembar, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Senin (8/10/2018).

Menurut Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) Lombok Mayjen TNI Madsuni, S.E., pergeseran pasukan ke Kota Palu dan Kabupaten Donggala adalah untuk membantu percepatan proses pembersihan dampak dari bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Selain pasukan dan perlengkapannya, dikirimkan pula bantuan pakaian layak pakai dan 50 buah tandon air kapasitas tampung 500 kg.

“Untuk pembersihan di Lombok sudah hampir selesai dan saat ini sebagian pasukan diperbantukan ke Sulawesi Tengah untuk memperkuat pasukan yang ada di  sana. Khusus untuk bantuan pakaian layak pakai dan tandon air yang masih ada digudang, kami alihkan ke Kota Palu dan Kabupaten Donggala yang lebih membutuhkan,” jelasnya.

Pergeseran pasukan ke Kota Palu dan Kabupaten Donggala sorty pertama yaitu KRI Teluk Lampung-540 dan sorty ke dua KRI Teluk Cirebon-543.  Adapun prajurit TNI yang dialihtugaskan, terdiri dari 200 personel Batalyon Zeni Tempur 8/Sakti Mandra Guna (Yonzipur 8/SMG), 13 personel Batalyon Zeni Konstruksi 13/Karya Etmaka (Yonzikon 13/KE), lima personel Korps Zeni Pasukan Marinir-1 dan dua personel Batalyon Pembekalan dan Angkutan (Yonbekang) 1/Tri Bhakti Yudha Kostrad.

Sedangkan alat berat yang dibawa, antara lain 1 unit dozer D 65 25 ton, 1 dozer D 53, 1 exavator Pc 200, 1 exavator Pc 130, 2 truk NPS, 1 mobil Triton, 1 truk tangki pengangkut air dan 4 motor KLX dinas.  (puspen tni)

Selasa, 18 September 2018

100 Prajurit Zeni Marinir Tiba di Lombok Perkuat Tugas Bantuan Kemanusiaan


MATARAM - 100 prajurit TNI Korps Zeni dari Pasukan Marinir-1 Jakarta dan Pasukan Marinir-2 Surabaya dengan membawa dua unit loader, dua unit exavator, empat unit dump truck, dua unit truk pasukan serta satu unit mobil jip, tiba di Pelabuhan Lembar, Kecamatan Sekotong, Mataram, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Kedatangan prajurit Marinir dengan menumpang KRI Teluk Sibolga-536 disambut oleh Wakil Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Wapangkogasgabpad) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Lombok Laksma TNI Nur Singgih dan Asisten Operasi (Asops) Kogasgabpad Kolonel Inf Hengki Yuda Setiawan.

Asops Kogasgabpad Kolonel Inf Hengki Yuda Setiawan mengatakan bahwa kehadiran 100 orang prajurit tersebut merupakan bagian dari rencana Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu Mayjen TNI Madsuni, S.E., untuk menambah pasukan yang mempunyai spesialisasi Zeni bangunan dan konstruksi.

“Mereka  akan memperkuat pasukan yang sudah ada dalam rangka melaksanakan tugas kemanusiaan membantu mempercepat proses pembongkaran dan pembersihan rumah-rumah warga serta  fasilitas umum  yang rusak akibat gempa bumi. Harapannya,  rumah dan bangunan yang sudah dibersihkan cepat segera dibangun kembali,” jelasnya.

Menurut Kolonel Inf Hengki Yuda Setiawan, 100 prajurit Marinir yang baru datang tersebut akan ditempatkan di Lombok Timur untuk membantu perkuatan Sektor 3.  Selanjutnya ia berpesan kepada pasukan yang baru tiba, untuk segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas.

“Kedepankan hati untuk membantu saudara-saudara kita yang mengalami musibah, sehingga akan timbul energi positif untuk bekerja dengan semangat. Ajak masyarakat untuk bekerja gotong-royong sehingga cepat pengerjaannya, namun tetap perhatikan faktor keamanan,” ujarnya.

Di sisi lain, Kolonel Inf Hengki Yuda Setiawan mengatakan bahwa pelaksanaan tugas TNI di Lombok merupakan amanat dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, dimana salah satu tugas pokok TNI yaitu melaksanakan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

“Untuk diketahui ada 14 pokok tugas TNI dalam OMSP, khususnya pada nomor 9 yaitu membantu tugas pemerintahan di daerah dan nomor 12 membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan. Itu yang menjadi pedoman kami,” tegasnya.

Jalesveva Jayamahe

Jumat, 07 September 2018

Pastikan Pariwisata di Lombok Berjalan Normal, Panglima Kogasgabpad Tinjau Gili Trawangan


LOMBOK - Untuk memastikan jalannya roda ekonomi sektor wisata saat ini, masyarakat Lombok mulai perlahan bangkit kembali salah satunya sektor pariwisata yang ada di sekitar Pantai Senggigi dan Gili Trawangan.

Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Mayjen TNI Madsuni, S.E. meninjau tempat wisata Pantai Gili Trawangan di Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kamis (6/9/2018).

Menurut Mayjen TNI Madsuni, Pantai Gili Trawangan termasuk salah satu destinasi lokasi wisata yang paling favorit di Lombok, terutama  bagi wisatawan manca negara.  “Dari peninjauan tadi terlihat sudah mulai banyak turis berdatangan ke pulau tersebut pasca diguncang gempa,” ucapnya.

“Hal ini menunjukan bahwa salah satu indikator perekonomian masyarakat Lombok pelan-pelan sudah mulai bangkit, dan mudah-mudahan dengan banyaknya para wisatawan yang datang, Lombok cepat pulih kembali,” ungkapnya.

Sementara itu, Pak Aco (51) salah satu pengusaha di Gili Trawangan menjelaskan bahwa akibat gempa bumi yang menimpa wilayah Lombok beberapa waktu lalu, banyak penginapan yang tutup karena rusak. “Pelan-pelan bangunan yang rusak diperbaiki secara mandiri, agar para wisatawan bisa berkunjung kembali dengan nyaman,” ujarnya.

Menurut Pak Aco, sebenarnya dari  seminggu yang lalu kita sudah menerima tamu, namun jumlahnya tidak banyak, satu hari sekitar 20 orang.  “Usaha saya Hotel, Bar dan Lestoran sudah buka sejak tanggal 1 September yang lalu. Bersyukur saat ini sudah mulai banyak wisatawan berkunjung ke sini, sekarang bisa mencapai 100 orang lebih satu hari,” ungkapnya. (Satgasgabpad. Jumat, 7 September 2018)

Rabu, 29 Agustus 2018

Alumni Akpol 1996 Batalyon Wira Satya Kirim Bantuan Ke Lombok


MATARAM - Bantuan terus berdatangan untuk meringankan beban para korban gempa bumi Lombok NTB, Kali ini bantuan datang dari Alumni Akpol 1996 Batalyon Wira Satya berupa puluhan Tenda lapangan untuk pengungsi dan tenda untuk belajar,  puluhan kasur lipat,  selimut dan barang kebutuhan lainnya yang dibutuhkan masyarakat ,Rabu (29/8).

Penyerahan bantuan ini langsung diserahkan Wadir Lantas Polda NTB AKBP Ismail,SIK yang merupakan alumni Akpol 1996.


Bantuan Kasur lipat ,selimut dan Kasur Palembang untuk anak anak dan manula di desa Bantek Lombok Utara,

" Terima kasih pak Polisi atas kepedulian dan bantuannya, " kata ibu Sri di sela sela penerimaan bantuan,


Bantuan juga disalurkan kepada masyarakat lain di dusun Lendeng batu kayangan lombok utara Serta tenda kelas untuk belajar kepada

Sekolah SDN 3 kayangan dan SMPN Satap 3 kayangan  Suaeb Jailani S.Pd.,yanh di terima langsung oleh Kepala SDN 3 Kayangan dan Kepala Sekolah SMPN Satap 3 kayangan Bpk Sueb Jailani S.pd.


Sementara AKBP. Dessi ismail menyampaikan mewakili Lulusan Akpol tahun 1996 batalyon wirasatya berharap Bantuan tersebut memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban masyarakat korban korban Gempa lombok, " tutup Dessi.  (dwa)

Kamis, 23 Agustus 2018

TNI, Polri Dan Komponen Masyarakat Bersinergi Beri Bantuan Di Desa Jeringo Pasca Gempa Lombok


LOMBOK  - Desa Jeringo, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, adalah sebuah desa yang dihuni oleh 821 Kepala Keluarga yang tidak luput dari kehancuran akibat musibah gempa berkekuatan 7,0 SR berapa hari lalu, 95 persen bangunan dan rumah warga luluh lantak rusak berat akibat gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Barat

Dengan adanya kerusakan fatal yang menimpa rumah-rumah warga , pihak aparat desa telah berupaya mengajak warganya untuk mengungsi ke daerah yang lebih aman baik itu di sawah maupun di bukit yang cukup aman bila terjadi musibah gempa susulan. Kondisi masyarakat memang cukup memprihatinkan tinggal di tenda tenda darurat, kondisi ini sungguh sangat berisiko dan rentan terhadap wabah penyakit yang mengancam kesehatan warga masyarakat.

Prajurit  TNI memprakarsai pembuatan MCK darurat dibantu sesama rekan kerja Polri dan relawa di lapangan Dusun Jeringo Limbungan, Desa Jeringo, Kecamatan Gunung Sari, mengingat MCK ini merupakan kebutuhan yang sangat mendesak bagi warga  berkaitan dengan masalah kesehatan, disamping  kebutuhan mendesak lainnya seperti pangan. Dua hari pasca gempa Lombok bantuan tiba di Desa Jeringo, Prajurit TNI dan Polri bersama komponen masyarakat lainnya datang bersinergi  mendistribusikan bantuan untuk mengatasi kesulitan warga Desa Jeringo.

Bantuan berupa tenda segera dibangun dan logistikpun segera didistribusikan termasuk pelayanan kesehatan. Warga masyarakat menyampaikan ucapan terimakasih atas bantuan yang datang, lewat kehadiran para Prajurit TNI, Polri dan komponen masyarakat lainnya ditengah-tengah rakyatnya yang sedang mengalami kesusahan. (Pendam IX/Udayana)

Kamis, 09 Agustus 2018

Panglima TNI Dan Kapolri Jenderal Tito Kunjungi Korban Gempa Di Lombok NTB


NTB - Kapolri Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP, didampingi Menteri Kesehatan Dr. Nila Djowita Moeloek dan pejabat utama TNI-Polri lainya bertolak ke Lombok NTB dalam rangka meninjau Korban Gempa Bumi yang terjadi Minggu (5/8/2018), Rabu (8/8/2018) pukul 08.00 WIB.

Tiba di bandara Internasional Praya Lombok, rombongan Kapolri disambut Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.Sos, Kapolda NTB Irjen Pol Drs.Achmat Juri, M.Hum dan Forkopimda. Kemudian menuju Posko Koramil Lombok Utara untuk meninjau lokasi dan kondisi yang terkena dampak gempa.

Kegiatan diawali dengan pemaparan situasi terkini oleh Dan Satgas Tanggap Darurat Bencana Alam Gempa Bumi Kolonel Czi Rizal Ramdani dilanjutkan dengan pengarahan Panglima TNI.

Dalam arahannya Panglima TNI menyampaikan, hari ini banyak bantuan yang datang saya minta untuk di datakan kemudian di gudangkan distribusikan sesuai kebutuhan secara merata, masyarakat sangat butuh tenda. Lanjut Panglima TNI, Komandan satgas untuk memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan rumah sakit, dokter apa saja yang dibutuhkan, dan obat-obatan.

Panglima TNI mengatakan,yang paling dibutuhkan saat ini adalah alat berat manfaatkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk mendatakan keluarganya libatkan kepala desa dan lurah. Banyak tempat wisata yang ditinggalkan oleh ownernya unsur keamanan yang menjaga jangan sampai dirusak dan dijarah barang-barangnya.

"Datakan jumlah rumah dan bangunan yang rusak dan jumlah korban yang meninggal maupun yg  belum kembali. Terkait MCK dan air bersih saya sudah memerintahkan Yonzipur dan Yonzikon untuk mengecek dan memperbaiki," kata Panglima TNI.

"Kebutuhan logistik bisa di drop melalui halim dan akan dikirim lewat hercules, untuk Basarnas saya minta untuk membawa alat potong baja, alat berat dan seluruh alat dikerahkan kesini," ucap Panglima TNI.

"Untuk heli gunakan sebagai evakuasi yang tidak bisa di jangkau segera angkut bawa langsung ke KRI soeharso atau rumah sakit daerah," tegas Panglima TNI.

"Kemarin saya mengirim HT satelit karena disini tidak ada BTS, terimakasih kepada semua unsur yang terlibat dan KRI Banda Aceh dan KRI Surabaya bisa di set up sebagai rumah sakit," ucap Panglima TNI.

Panglima TNI menyampaikan, semua sudah tergelar yang belum adalah kodalnya belum terbentuk sehingga semua 1 komando.

Kapolri mengatakan, Polri sebelumnya telah menerjunkan 460 personel yang tergabung dalam Satgas operasi Aman Nusa II yang terdiri dari anggota Brimob dan petugas kesehatan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena bencana gempa.

"Mereka dibekali dengan Sarana dan Prasarana antara lain Motor Trail ,  Mobil Double Cabin dan dilengkapi Tenda untuk pengungsi, Repeater Mobile, Alkom, Velbed, MTP ( malanan tambahan Polri), dan obat-obatan," ucap Kapolri.

Lanjut Kapolri, Selain itu juga membawa genset untuk penerangan disana, mengingat seluruh aliran listrik terputus akibat gempa.

Kapolri menegaskan,libatkan tim pusdokes Polri tim DVI polri sebelum korban meninggal dikuburkan ambil sampel post mortemnya jadi ketika keluarganya datang tidak lagi ada pembongkaran makam.

"Tujuan bantuan dapat tepat sasaran kami dari TNI-Polri siap memback up sepenuhnya, bangunan yang rusak diinventarisir mana yang rusak ringgan dan rusak berat", ucap Kapolri.

Kapolri menambahkan bahwa yang mengetahui apa kebutuhan yang sangat urgent bagi warga yang terkena gempa Lombok tentunya para pejabat setempat setelah inventarisasi dari warga melalui personil personilnya sehingga pemerintah pusat akan mengirimkan barang barang yang memang urgent dibutuhkan warga.

Dalam sambutannya TGB menyampaikan atas nama seluruh masyarakat NTB menyampaikan terimakasih atas perhatian Panglima, Kapolri dan Ibu Menkes. Ada 3 kecamatan yang belum bisa di evakuasi dengan tingkat kerusakan paling berat karena paling dekat dengan sumber gempa.

Untuk kebutuhanya pun berbeda dengan daerah lain ( Gangga, Kayangan dan Bayan ) Karena sampai saat ini belum bisa di evakuasi dan kami membutuhkan alat berat eskavator dan kami butuh personel evakuasi dan set up lokasi penampungan.

Selai itu kami sangat butuh MCK karena diare sudah mulai terjangkit kepada masyarakat yang ada di penampungan. Minggu depan kami harap sudah bisa masuk ke tahap rekonstruksi.

Dalam sambutannya Menkes Dr. Nila Djowita Moeloek mengatakan, luka yang paling banyak dialami oleh korban adalah patah tulang dan jumlah jenazah yang saat ini sudah kami terima sebanyak 9.

Kami sangat terbantu karena adanya KRI Soeharso yang dapat melaksanakan operasi diatas kapal, terkait air bersih ini harus di koordinasikam dengan Menpepura karena ini bukan tugas kami untuk membuat sanitasi. Selain itu perlunya penyembuhan trauma healing.

Kemudian rombongan meninjau tenda pengusian, ruang operasi, ruang rawat dan trauma healing.

Setelah itu rombongan meninjau Polsek Gangga Polres Lombok Utara meninjau dapur umum dan kondisi bangunan polsek, kemudian bertolak ke KRI Soeharso dengan menggunakan heli untuk meninjau rumah sakit apung dan korban gempa dilanjutkan dengan peninjauan jalur udara.

Kunjungan diakhiri dengan mengunjungi korban gempa di rumah sakit daerah propinsi NTB dan bertolak menuju Jakarta.

Selasa, 07 Agustus 2018

TNI Gelar Komunikasi dan Rumkitlap di Kahyangan


LOMBOK UTARA -  Rumah Sakit Lapangan TNI milik Korps Marinir yang digelar pada dini hari, Selasa (7/8/2018) di pekarangan Kantor Kecamatan Kahyangan langsung beroperasi dan telah berhasil menangani 56 pasien korban gempa di Lombok Utara.

Pada kesempatan tersebut, Komandan Batalyon Kesehatan (Danyonkes) Letkol Laut (K) dr. Jeffrey Agung S. N. P. Sp.K.J., M.Tr. Hanla menyampaikan bahwa dari 56 pasien yang dilayani sebagian besar mengalami luka robek pada kulit. Upaya medis dengan dibersihkan lalu dijahit agar dapat sembuh.

“Terdapat juga 1 (satu) orang patah tulang terbuka dan 2 (dua) orang degloving (kulit terkelupas) pada bagian kaki yang diberikan pertolongan pertama dan dievakuasi ke RSUD Tanjung. Sedangkan 2 (dua) orang pasien patah tulang tertutup sudah diberikan penanganan pertama dan akan dievakuasi ke KRI dr. Soeharso milik TNI AL,” ujarnya.

Sementara itu, untuk memudahkan komunikasi maka TNI menggelar jaringan Satuan Komunikasi dan Elektronika (Satkomlek) berupa Vsat yang berguna untuk video conference dari pusat ke posko. Peltu Istrianto dari Satkomlek menjelaskan bahwa saat ini telah digelar jaringan komunikasi Handy Talky (HT) yang dapat digunakan hubungan antar posko, sedangkan Radio Single Sideband (SSB) dan  Handphone Satelit sudah dapat terhubung ke pusat Mabes TNI.  (Puspentni)
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done