Bhayangkara News : Kediri
Tampilkan postingan dengan label Kediri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kediri. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 November 2019

1 Tahun Gudang Garam Cycling Community (GGCC) Lepas Burung Di Hutan Joyoboyo



KEDIRI - Peringati 1 Tahun terbentuknya Gudang Garam Cycling Community (GGCC), komunitas sepeda karyawan PT Gudang Garam Tbk menggelar tasyakuran sederhana dan melepas 50 an burung merpati di Taman Hutan Kota Joyoboyo Kota Kediri, Sabtu (16/11/2019).

Tepat 1 Tahun yang lalu, GGCC resmi terbentuk. Dengan didasari keinginan yang sama yaitu hidup sehat, bermanfaat bagi sesama dan berkarya bersama untuk perusahaan.

 50 an anggota GGCC yang juga karyawan PT Gudang Garam Tbk ini secara rutin melakukan kegiatan gowes bareng setiap 2 minggu sekali tiap bulannya.


Kebetulan hari ini, gowes bareng digelar khusus dalam rangka tasyakuran, mengambil titik kumpul sekaligus Start di kantor  Unit 1 Gudang Garam Tbk dan Finish di Taman Hutan Kota Joyoboyo, anggota GGCC gowes sejauh 20 Kilometer keliling Kota Kediri.

Menurut Kabid Humas PT Gudang Garam Tbk Iwhan Tri Cahyono, dengan dibentuknya GGCC akan terjalin komunikasi antar Karyawan dan silaturahmi yang baik, hingga tercipta keakraban dan kekeluargaan. Serta, menambah semangat dalam bekerja.


" Tidak hanya gowes bareng, kali ini kita juga melakukan kegiatan CSR dengan melepaskan lima puluh burung merpati dilokasi finish Hutan Joyoboyo, Kota Kediri, melepas burung di Taman Huta Joyoboyo diharapkan membantu perkembang biakan burung di area taman," kata Iwhan Tri Cahyono, Sabtu (16/11/2019).

Disamping itu, Iwhan juga berharap, kinerja karyawan juga terus meningkat dan dapat memberikan manfaat juga untuk lingkungan dan masyarakat sekitar

" Semoga GGCC dapat berjalan terus dan sebagai wadah olah raga serta menjaga kesehatan. Terpenting lagi, membangun komunikasi, kebersamaan dan silaturahim sesama karyawan PT GG dari berbagai lembaga" pungkas Iwhan.(har)

Opname 6 Hari Di Rumah Sakit, Korban Penganiayaan Bapak Lahuri Tutup Usia




 Innalillahi wainna illaihi rojiun
Innalillahi Wainna Illaihi Rojiun
Innalillahi Wainna Illaihi Rojiun


Setelah menjalani perawatan di rumah sakit Gambiran Kota Kediri selama kurang lebih 6 hari, bapak Lahuri korban penganiayaan yang dilakukan oleh Ryan Nanda Al Sanoosi pemuda asal Purworejo Jawa Tengah pagi ini tutup usia. Sabtu (16/11/2019).

Lahuri dirawat di rumah sakit gambiran selama kurang lebih satu minggu akibat kepalanya terkena pukulan balok yang terbuat dari beton semen yang dilakukan oleh Ryan Nanda Al Sanoosi pada minggu lalu hingga kritis.

Kabar meninggalnya korban pagi ini sekaligus membuat ribuan nitizen mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya korban ,karena korban selama hidupnya dikenal dengan sosok yang baik dan akrab bagi warga sekitar.(har)

Berita Sebelumnya -

Diduga Miliki Gangguan Kejiwaan, Pria Asal Purworejo Nekat Aniaya Lahuri Menggunakan Balok Hingga Opname
KEDIRI,LINTASBATASINDONESIA.COM - Belum diketahui awal penyebabnya, seorang pemuda bernama Ryan Nanda Al Sannosi (22) warga asal  Kabupaten Purworejo Jawa Tengah nekat aniaya Lahuri (62) warga Dusun Bunut Desa Bringin Kecamatan Badas Kabupaten Kediri Jawa Timur hingga kritis dan dilarikan ke rumah sakit.

Pelaku menganiaya Lahuri (korban) menggunakan benda keras berupa balok yang terbuat dari beton semen.

Pemukulan itu dilakukan oleh pelaku disamping  bangunan gudang perabotan rumah tangga milik ayah pelaku yang sedang dalam tahap pengerjaan pada Minggu siang (10/11/2019) tepat dibelakangnya adalah rumah korban.


Kapolsek Pare Polres Kediri IPTU Nyoman Sugita melalui Kasi Humas Bripka Rendy saat dikonfirmasi Lintasbatasindonesia.com pada hari selasa 12 November 2019 membenarkan atas kejadian itu.

Pihaknya langsung melakukan olah tkp dan berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa balok yang terbuat dari benton semen yang digunakan pelaku untuk memukul korban.

Pelaku sudah kita amankan dan kita lakukan pemeriksaan ,namun pelaku sempat bersikap seperti orang kesurupan saat diintrogasi oleh petugas, sehingga introgasi dihentikan dan pelaku dibawa ke RS Bhayangkara Kediri untuk diperiksa kejiwaannya"ucap Bripka Rendy.



Kejadian itu bermula ketika korban pada siang itu sedang duduk duduk santai bersama warga lainnya dihalaman teras tetangga yang dekat dengan  gudang perabotan  milik ayah pelaku. Tiba tiba pelakun membawa balok beton atau balok pembatas tanah lalu memukul korban hingga korban jatuh ke tanah disertai muntah muntah .


Akibatnya korban mengalami luka berat dibagian kepala selanjutnya dimintakan VER dan dirujuk RS Gambiran Kota Kediri"terang Bripka Rendy.

Menurut keterangan pihak keluarga pelaku, rupanya pelaku memiliki riwayat gangguan kejiwaan sejak ia duduk dibangku kuliah dan pernah hampir di DO,
Pelaku tidak kuat jika ada permasalahan yang berat menimpa dirinyan "jelasnya.

Terpisah, sementara dari pihak keluarga korban saat ditemui media dirumahnya mengatakan " Menurutnya kejadian itu diduga berawal masalah cek cok tanah beberapa bulan yang lalu atas pembanguan proyek gudang perabotan alat rumah tangga milik ayah pelaku yang berada di depan rumah korban .

Pembangunan Gudang Perabotan milik ayah pelaku dinilai merugikan banyak pihak diantaranya warga dan korban .

Lahuri sendiri dikenal sosok yang baik dan akrab oleh warga namun ia harus berbicara lantaran dampak pembangunan gudang perabotan tesebut terutama saluran airnya dimungkinkan bisa masuk kerumahnya jika musim hujan tiba.

Selain itu terkait akses jalan yang berada didepan rumah korban yang sebelumnya luas, akibat pembangunan proyek gudang tersebut yang pondasinya ngepress kini menjadi sempit ,belum juga nanti kalau musim hujan tiba rumah korban bisa tergenang air dikarenakan berada paling ujung agak ke bawah.

Tidak hanya itu, pemilik perusahaan selama ini tidak pernah berkordinasi dengan warga terkait pembangunan gudang tersebut.

Warga sebenarnya ingin mengajak pemilik gudang tersebut untuk bermusyawarah terkait  dampak yang diakibatkan pembangunan gudang itu ,namun pemilik perusahaan itu dinilai menutup diri dan cuek dengan warga.


Disisi lain ,warga sekitar juga mengeluh akan material pemilik gudang yang masuk melalui  tanah warga sehingga warga terpaksa kerja bakti memagar tanahnya masing masing.

Atas kejadian tersebut pihak keluarga korban meminta pelaku agar bertanggung jawab atas perbuatannya dan dihukum seadil adilnya .(har)

Diduga Miliki Gangguan Kejiwaan, Pria Asal Purworejo Nekat Aniaya Lahuri Gunakan Balok Hingga Opname




Kediaman rumah bapak Lahuri (62) Dusun Bunut Desa Bringin Kecamatan Badas Kabupaten Kediri ,Selasa (12/11/2019).



KEDIRI - Belum diketahui awal penyebabnya, seorang pemuda bernama Ryan Nanda Al Sannosi (22) warga asal  Kabupaten Purworejo Jawa Tengah nekat aniaya Lahuri (62) warga Dusun Bunut Desa Bringin Kecamatan Badas Kabupaten Kediri Jawa Timur hingga kritis dan dilarikan ke rumah sakit.

Pelaku menganiaya Lahuri (korban) menggunakan benda keras berupa balok yang terbuat dari beton semen.

Pemukulan itu dilakukan oleh pelaku disamping  bangunan gudang perabotan rumah tangga milik ayah pelaku yang sedang dalam tahap pengerjaan pada Minggu siang (10/11/2019) tepat dibelakangnya adalah rumah korban.


Kapolsek Pare Polres Kediri IPTU Nyoman Sugita melalui Kasi Humas Bripka Rendy saat dikonfirmasi Lintasbatasindonesia.com pada hari selasa 12 November 2019 membenarkan atas kejadian itu.

Pihaknya langsung melakukan olah tkp dan berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa balok yang terbuat dari benton semen yang digunakan pelaku untuk memukul korban.

Pelaku sudah kita amankan dan kita lakukan pemeriksaan ,namun pelaku tiba tiba bersikap seperti orang kesurupan saat diintrogasi oleh petugas, sehingga introgasi dihentikan dan pelaku dibawa ke RS Bhayangkara Kediri untuk diperiksa kejiwaannya"ucap Bripka Rendy.

TKP Pemukulan Pelaku Terhadap Korban disamping rumah warga dekat dengan gudang perabotan alat dapur 

Kejadian itu bermula ketika korban pada siang itu sedang duduk duduk santai bersama warga lainnya dihalaman teras tetangga yang dekat dengan  gudang perabotan  milik ayah pelaku. Tiba tiba pelaku membawa balok beton atau balok pembatas tanah lalu memukul korban hingga korban jatuh ke tanah disertai muntah muntah .

Kondisi Lahuri (62) /korban dirawat di RS Gambiran Kota Kediri

Akibatnya korban mengalami luka berat dibagian kepala selanjutnya dimintakan VER dan dirujuk RS Gambiran Kota Kediri"terang Bripka Rendy.

Menurut keterangan pihak keluarga pelaku, pelaku memiliki riwayat gangguan kejiwaan sejak ia duduk dibangku kuliah dan pernah hampir di DO,
Pelaku tidak kuat jika ada permasalahan yang berat menimpa dirinya sehingga pelaku sering semacam kesurupan"jelasnya.

Terpisah, sementara dari pihak keluarga korban saat ditemui media dirumahnya mengatakan " Menurutnya kejadian itu diduga berawal dari maasalah cek cok pembatas tanah beberapa bulan yang lalu atas pembanguan gudang perabotan alat rumah tangga milik ayah pelaku yang berada di depan rumah korban .

Pembangunan Gudang Perabotan tersebut dinilai merugikan banyak pihak diantaranya warga dan korban .

Lahuri sendiri dikenal sosok yang baik dan akrab oleh warga namun ia harus berbicara lantaran dampak pembangunan gudang perabotan tesebut terutama saluran airnya dimungkinkan bisa masuk kerumahnya jika musim hujan tiba.

Selain itu terkait akses jalan yang berada didepan rumah korban yang sebelumnya luas, akibat pembangunan gudang tersebut yang pondasinya ngepress kini menjadi sempit ,belum juga nanti kalau musim hujan tiba rumah korban bisa tergenang air dikarenakan berada paling ujung agak ke bawah tepat disamping gudang.

Tidak hanya itu, pemilik perusahaan selama ini tidak pernah berkordinasi dengan warga terkait pembangunan gudang tersebut.

Warga sebenarnya ingin mengajak pemilik gudang tersebut untuk bermusyawarah terkait  dampak yang diakibatkan pembangunan gudang itu ,namun pemilik perusahaan itu dinilai menutup diri dan cuek dengan warga.


Disisi lain ,warga sekitar juga mengeluh akan material pemilik gudang yang masuk melalui  tanah warga sehingga warga terpaksa kerja bakti memagar tanahnya masing masing.

Atas kejadian tersebut pihak keluarga korban meminta pelaku atau pihak keluarganya untuk bertanggung jawab.(har)

83 Ribu Butir Pil Dobel L Siap Edar Berhasil Digagalkan Polres Kediri





KEDIRI - Jajaran Polres Kediri berhasil menggagalkan peredaran narkoba sebanyak 83 ribu butir pil dobel I. Barang haram haram itu didapat dari penangkapan pelaku yang bernama Sunaryo (23) warga Desa Blimbing Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri.

Kasubbag Humas Polres Kediri Iptu Purnomo mengungkapkan pelaku ditangkap saat melakukan transaksi di daerah Desa Brenggolo, Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri.

Penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut dari informasi yang diterima tim Buser."Pelaku diamankan di pinggir jalan raya Desa Brenggolo," ungkap Iptu Purnomo, Jumat (15/11/2019).

Diduga malam itu Sunaryo hendak melakukan transaksi dengan calon pembelinya. Petugaspun langsung melakukan penangkapan saat mengetahui sasaran berhenti di persimpangan Desa Brenggolo. Petugas mengamankan pelaku dengan barang bukti 1.000 butir pil dobel l yang dibawa Sunaryo.






Petugas melakukan pengembangan dan mengintrogasi pelaku. Dihadapan penyidik, Sunaryo mengaku jika masih menyimpang puluhan ribu butir pil dobel l yang disimpan di rumahnya. Dari hasil penggeledahan ditemukan 82 butir pil dobel l.

"Total barang bukti 83 ribu butir pil dobel siap edar, " jelas Kasubbag Humas.

Pelaku dan barang bukti kemudian diamankan ke Mapolres Kediri untuk proses penyidikan lebih lanjut. Saat ini petugas masih melakukan introgasi kepada Sunaryo dari mana dia mendapatkan barang bukti tersebut. Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 197 Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang kesehatan..

“Anggota Satresnarkoba Polres Kediri masih mengembangkan kasus tersebut,. Diduga masih ada jaringan lainnya,” tegas Iptu Purnomo.(har)

Rabu, 13 November 2019

Kepala BNN Kabupaten Kediri Bekali SMK Pemuda dengan Pengetahuan UU No. 35 Th 2009





KEDIRI -- BNN Kabupaten Kediri bersama dengan Setda Kabupaten Kediri, Polres Kediri Kejaksaan Negeri dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri pagi ini berikan penyuluhan hukum yang salah satunya tentang Undang Undang No. 35 tahun 2009 di SMK Pemuda Papar (14/11/2019).



Kepala BNN Kabupaten Kediri AKBP L. Dewi Indarwati, Amk, SH MM sebagai narasumber pagi itu mengajak seluruh siswa SMK Pemuda untuk menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba. "Karena di Kabupaten Kediri peredaran narkoba sudah sangat memprihatinkan, bahkan Indonesia sudah darurat narkoba,” tutur AKBP  Dewi.

Pada kesempatan tersebut, AKBP Dewi juga menjelaskan  undang undang no 35 tahun 2009 tentang narkotika dan juga sanksi hukumnya.


Tujuan kegiatan yang dilaksanakan tersebut adalah untuk menambah wawasan pengetahuan para pelajar mengenai peraturan perundang undangan khususnya tentang narkotika demi menciptakan wilayah Kabupaten Kediri yang bersih dan bebas penyalahgunaan narkoba.

Apabila masyarakat mengetahui, melihat dan mendengar ada penyalahgunaan narkoba, segera hubungi kami di call center BNN Kab Kediri (0354) 7415444 atau 082247566333.(har)

Senin, 11 November 2019

Cegah Penyalahgunaan Narkoba Sejak Dini BNN Kabupaten Kediri Edukasi Bahaya Narkoba pada Siswa Paud Desa Kayen Kidul





KEDIRI - 60 Siswa Siswi, Guru dan Wali Murid Paud PKK Kayen Kidul Mendapatkan Sosialisasi Bahaya Narkoba Oleh BNN Kabupaten Kediri Selasa (12/11/2019).

Alfian Nurcahya, S.IP Penyuluh BNN Kabupaten Kediri menjelaskan , narkoba merupakan kejahatan yang terorganisir serta memiliki struktur organisasi, bahaya peredaran narkoba tidak mengenal usia dan kasta. Orang tua, remaja bahkan anak-anak mulai dari Paud, TK, SD, SMP dan SMA menjadi sasaran empuk para sindikat.



“Mereka mengkonsumsi ganja itu berawal dari kebiasaan merokok. Untuk itu kita berharap dengan sosialisasi ini anak-anak sejak usia dini memiliki pengetahuan yang benar tentang bahaya penyelahgunaan narkoba, sehingga sebagai penerus generasi bangsa mereka menjadi lebih paham terhadap bahaya narkoba dan dapat menolak narkoba sejak dini,”jelasnya.

Kepala Desa Kayen Kidul Bambang Agus Pranoto menyampaikan permasalahan narkoba sekarang ini sudah merambah ke berbagai usia, dari usia dini hingga kalangan dewasa. Untuk itu, anak-anak sekarang perlu dibekali dengan pengetahuan dan informasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan dampak buruknya dari mengkomsumsi narkoba.

BNN Kabupaten kediri ​mendorong seluruh pihak untuk dapat berperan aktif memberikan wujud nyata dalam perang melawan narkoba ditambah sudah adanya Inpres No. 6 Tahun 2018  dan inbup tentang rencana Aksi P4GN semua tidak boleh diam dan cuek dengan kejahatan narkoba demi mewujudkan kabupaten kediri Bersinar (Bersih Narkoba).






Apabila masyarakat mengetahui melihat dan mendengar ada penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba segera hubungi kami di call center BNN Kab Kediri 0354-7415444 atau 082247566333.(har)

Belajar Dan Terus Belajar ,Pesan Kapolres Kediri Saat Jadi Inspektur Upacara Di Sekolahan SMAN 1 Plemahan






KEDIRI,  BHAYANGKARANEWS - Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton S.I.K bertindak sebagai inspektur upacara bendera di sekolahan SMAN 1 Plemahan Kabupaten Kediri, Senin (11/10/2019).

Dalam kegiatan tersebut Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal S.I.K, menyampaikan pesan himbauan Kamtibmas kepada para pelajar di sekolahan tersebut.

Dalam sosialisasinya di SMA 1 Plemahan, Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal S.I.K. menghimbau kepada para pelajar untuk ikut menjaga ketertiban dan keamanan. Salah satu cara dengan menjalankan tugas sebagai pelajar dan tidak ikut-ikutan dalam aksi unjuk rasa.

"Tugas dari siswa dan siswi hanya belajar dan terus belajar sehingga bisa menjadi generasi penerus yang intelektual baik, jangan mudah terprovokasi akan ajakan untuk demonstrasi atau unjuk rasa," tegas AKBP Roni Faisal.


Selain menghimbau kepada para pelajar untuk tidak melakukan aksi unjuk rasa, Kapolres Kediri juga meminta para pelajar untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Mereka diminta untuk tidak mengebarkan berita hoax atau yang belum tentu kebenarannya.

Tidak hanya itu AKBP Roni Faisal juga menghimbau para pelajar untuk tidak mudah terprovokasi. Perbedaan suku, agama dan ras yang ada di Indonesia merupakan sebuah keberagaman. Para pelajar diminta untuk saling menghormati perbedaan yang ada khususnya dilingkungan sekitar mereka.

"Mari kita sama-sama membangun Bangsa Indonesia dengan baik agar lebih bisa berkembang dan mempunyai daya saing yang baik," himbau AKBP Roni Faisal.


Sementara itu, Kasat Lantas Polres Kediri AKP Hendry Ibnu Indarto juga menyampaikan himbauan tentang tertib berlalulintas. Dengan adanya sosialisasi ini, police go to school, pelajar diharapkan dapat menjadi relawan dan pelopor keselamatan berlalu lintas.

Dengan mengajak pelajar untuk tertib berlalu lintas, diharapkan dapat menekan angka pelanggaran dan angka kecelakaan dalam berlalu lintas.

“Semoga, para pelajar dan generasi millenial ini lebih memahami pentingnya keselamatan saat berkendara,” ungkap AKP Hendry Ibnu.(har)

Minggu, 10 November 2019

Tak Kenal Hari Libur Membantu Masyarakat, Puluhan Prajurit TNI di Kediri Bantu Renovasi Masjid Tua





KEDIRI, BHAYANGKARANEWS  - Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional 10 November 2019 puluhan prajurit dari TNI AD Kodim 0809/ Kediri bersama Desa Gedangsewu  menggelar karya bhakti renovasi Masjid Tua yang bertempat di Masjid Ar Rohman Dusun Talun Desa Gedangsewu Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Minggu (10/11/2019).

Kegiatan karya bhakti yang dilaksanakan pada pagi hari itu dilakukan dalam rangka Binter Terpadu di wilayah Kodim 0809/Kediri "Memberdayakan wilayah pertahanan melalui kegiatan binter terpadu guna memantapkan ruang  alat dan kondisi juang yang tangguh".


Selain puluhan personil dari Kodim 0809/ Kediri ,kegiatan karya bhakti yang bernuansa kebersamaan pagi itu juga diikuti oleh ratusan warga masyarakat Talun, bapak  Kepala Desa Gedangsewu  Ruslan Abdul Ghani beserta perangkat Desa,Bhabinkamtibmas Polsek Pare dan pengurus takmir masjid bersama sama gotong royong bahu membahu mempercepat  pelaksanaan renovasi masjid Al Rohman agar segera terwujud.


Kepala Desa Gedangsewu Ruslan Abdul Ghani mengatakan bahwa Masjid Al Rohman yang kita renovasi ini merupakan masjid tua yang berusia puluhan tahun yang berdiri pada tahun 1930.

Menurutnya ,Masjid ini pernah dilakukan renovasi pada tahun 1966 dan  pada tahun ini masjid tersebut kondisi bangunannya terlihat sudah banyak yang rapuh sehingga masyarakat Dusun Talun menginginkan sekali agar masjid ini segera dilakukan renovasi yang pada waktu itu Masjid Ar Rohman masih memiliki anggaran sebesar 162 juta"tutur Kades Gedangsewu.

Biar tidak berlarut larut, selanjutnya dibuat kesepakatan bersama dengan Desa Gedangsewu maka Masjid Ar Rohman akan direnovasi seindah mungkin seperti anak emas dengan anggaran sebesar 1 milyar lebih yang biayanya didapatkan dari swadaya masyarakat dan dibantu TNI- Polri


Dengan desain yang disepakati tersebut masyarakat semakin semangat dan menginginkan masjid ini segera direnovasi"jelas Ruslan Abdul Ghani.

Masih kata Ruslan "Mudah mudahan pembangunan Masjid ini bisa berjalan dengan lancar dan segera terwujud dan bisa digunakan lagi untuk tempat ibadah , dan semoga juga ada rekan rekan kita yang mempunyai  rejeki lebih bisa kita terima untuk pembangunan masjid ini "

Dan terima kasih kepada jajaran TNI Polri dan masyarakat pada hari ini yang antusias sekali  bersama sama gotong royong mewujudkan masjid al rohman segera terwujud"pungkasnya.


Sementara Ketua Takmir Masjid Ar Rohman Talun bapak Nur Kholis mengucapkan beribu beribu terima kasih kepada prajurit TNI AD Kodim 0809/ Kediri beserta Polri dan masyarakat, juga kepeduliannya bapak kepala desa atas uluran tangannya dalam membantu merenovasi masjid kami"ucap Nur Kholis.
(har)

Jumat, 08 November 2019

Peringati Maulid Nabi, Kapolres Kediri Ngaji Kamtibmas Bareng Gus Lik Wujudkan Situasi Kamtibmas Kab Kediri Kondusif



KEDIRI, BHAYANGKARANEWS - Polres Kediri menggelar tabligh akbar di lapangan Indoor Polres Kediri, Kamis malam (7/11/2019). Pengajian tabligh akbar ini dilaksanakan dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW.

Selain itu kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka silahturahmi kebangsaan dan doa bersama untuk menjaga kedamaian Kabupaten Kediri.

Kegiatan tabligh akbar ini diisi dengan pembacaan tahlil, tahmid dan tasbih serta sholawat dan pembacaan ayat suci Alquran.

Kegiatan Tablig Akbar dilanjutkan dengan tausiah dari KH Dauglas Toha Yahya atau yang akrab disapa Gus Lik.

Dalam Tausiah Gus Lik mengajak semua umat untuk memerangi radikalisme yang ada di Indonesia. "Jika semua unsur elemen Pemerintah dan masyarakat bersatu kita akan mudah untuk memberantas Radikalisme"Ujar Gus Lik.


Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton S.I.K. mengungkapkan tabligh akbar ini digelar dalam rangka doa bersama.

Diharapkan dalam kegiatan silahturahmi dan doa bersama ini dapat menjaga wilayah Kabupaten Kediri berjalan dengan aman dan kondusif.

"Mari kita bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah hukum Kabupaten Kediri, berjalan dengan aman dan kondusif,” kata AKBP Roni Faisal.

Diungkapkan AKBP Roni Faisal, menjelang pelaksanaan Pilbup Kabupaten Kediri ditahun 2019 mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama bersinergi bersama TNI dan Polri menjaga keamanan, ketertiban dan damai.

Jangan sampai dalam pelaksanaan Pilbup Kabupaten Kediri 2019 terjadi hal yang tidak diingingkan. Bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, diharapkan masyarakat dapat mengambil suri tauladan Nabi Muhammad.

Dengan demikian akan terwujud situasi ketertiban dan keamanan di wilayah Kabupaten Kediri." Kami mengajak masyarakat untuk menjaga keutuhan NKRI. Yaitu dengan cara saling menghargai perbedaan yang ada," ungkap AKBP Roni Faisal.(har)
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done