Bhayangkara News : Belu
Tampilkan postingan dengan label Belu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Juli 2022

Latihan Ditutup Pangdam, Yonif RK 744/SYB Siap Amankan Perbatasan RI-RDTL

 



Belu - Latihan penyiapan pratugas ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan serta untuk menguji kesiapan Operasi Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Infanteri Raider Khusus 744/Satya Yudha Bhakti yang akan melaksanakan tugas Pengamanan Perbatasan Darat RI-RDTL.


Demikian disampaikan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Sonny Aprianto, S.E., M.M., saat Upacara Penutupan Latihan Penyiapan Pratugas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur TA. 2022 Yonif RK 744/SYB, di Lapangan Upacara Mako Yonif Raider Khusus 744/ SYB, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, NTT, pada Kamis (7/7/2022).


Dihadapan ratusan Prajurit Yonif RK 744/SYB, Pangdam menekankan agar para Prajurit terus mengasah ketajaman naluri dan kemampuan untuk membiasakan diri melaksanakan berbagai aturan tentang pengamanan di perbatasan.


"Selalu memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI serta mentaati norma-norma atau adat istiadat yang berlaku di masyarakat perbatasan sehingga kehadiran TNI diterima oleh masyarakat setempat," ujar Pangdam.


Lebih lanjut Pangdam menegaskan agar para Prajurit dapat memanfaatkan waktu yang ada untuk mempelajari dan melatihkan kembali materi yang telah diperoleh untuk mengembangkan kemampuan sekaligus kesiapan dalam melaksanakan penugasan.


"Dengan bekal pengalaman penugasan sebelumnya dan latihan yang telah dilaksanakan selama ini, Yonif RK 744/SYB akan mampu melaksanakan tugas dengan baik. Namun, jangan sampai menganggap bahwa penugasan operasi merupakan hal yang biasa," tegas Pangdam.


Mengakhiri sambutannya, Pangdam berharap agar para Prajurit menghindari pelanggaran sekecil apapun dan selalu menjaga nama baik satuan, karena Batalyon Infanteri Raider Khusus 744/SYB merupakan Batalyon yang lahir di daerah operasi.


Selesai pelaksanaan upacara penutupan latihan pratugas yang juga dihadiri oleh Danrem 161/WS dan Wakil Bupati Belu bersama undangan lainnya, Pangdam IX/Udayana memberikan pengarahan semangat motivasi kepada seluruh Prajurit Yonif RK 744/SYB agar selalu tulus dan ikhlas dalam setiap pelaksanaan tugas pengabdiannya kepada bangsa dan negara.


Sebagai pintu gerbang yang berinteraksi langsung dengan negara tetangga, wilayah perbatasan memiliki posisi strategis yang memiliki nilai kerawanan, seperti terjadinya pelanggaran pelintas batas illegal, penyelundupan, pencurian sumber daya alam, bahkan dapat dijadikan sebagai basis kelompok separatis terutama di wilayah yang jauh dari pengawasan.


Hal tersebut dapat berdampak pada stabilitas keamanan dan memicu konflik dengan negara tetangga. Oleh karenanya, pengamanan batas negara yang dilakukan selama ini oleh Satgas Pamtas merupakan salah satu upaya untuk mengeleminir permasalahan-permasalahan tersebut dengan tetap mengacu dan didasari pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku. (Pendam IX/Udy)

Jumat, 22 November 2019

Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ Kenalkan Masakan Jambi di Perbatasan





Belu, NTT, lintasbatasindonesia.com  - Personel Pos Dafala Satgas Pamtas RI-RDTL sektor timur Yonif Raider 142/KJ memperkenalkan masakan khas asal daerah mereka, yaitu masakan khas kota Jambi kepada masyarakat perbatasan yang berada di Dusun Webua A Desa Dafala Kec. Tasifeto Timur Kab. Belu NTT.

"Ide ini timbul dari Kapten Inf Nurmasyah selaku Danpos Dafala untuk mengenalkan masakan khas dari daerah asal kami," ungkap Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M selaku Dansatgas.

"Kegiatan ini dipimpin oleh Serda Surya Gana bersama 4 orang personel Pos Dafala lainnya," ujar Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M di Mako Satgas (20/19/2019).

"Kegiatan ini juga telah dikoordinasikan sebelumnya kepada Kepala Dusun Webua A Desa Dafala, dan beliau mengapresiasi positif atas rencana Kapten Inf Nurmansyah," jelasnya.

Kreasi dalam memasak adalah suatu seni bagi seseorang yang menyukai kegiatan ini, termasuk para kaum ibu rumah tangga yang selalu memasak untuk keluarga mereka.

"Karena seringnya personel Pos Dafala melakukan anjangsana ke rumah warga masyarakat, dan disuguhi dengan masakan-masakan khas Nusa Tenggara Timur, menimbulkan inisiatif mereka untuk memperkenalkan masakan khas Jambi kepada warga masyarakat yang berada di desa binaannya," jelasnya lebih lanjut.

"Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan masakan dari daerah lain, selain itu kami juga berharap agar mereka dapat berkreasi dalam memasak serta menambah koleksi menu masakan dalam lingkungan keluarga," paparnya.

Pada saat itu, Kopda Yandi mencoba untuk menjelaskan satu persatu cara pembuatan masakannya, menu yang dipilih adalah Pindang Ikan Patin merupakan masakan yang berasal dari kota Jambi.

"Tempat, sarana dan prasarana telah disiapkan oleh penduduk Dusun Webua A, sedangkan bahan dan alat memasak, mereka bawa dari pos mereka sendiri," paparnya lebih lanjut.

Terlihat antusias dari para peserta kegiatan pengenalan masakan tersebut, mereka memperhatikan bahan-bahan yang dijelaskan dan untuk kemudian mencoba mempraktikkan langsung proses pembuatannya, sehingga dapat lebih mudah untuk mengingatnya.

Setelah masakan selesai, warga masyarakat Dusun Webua A mencoba untuk mencicipi masakan tersebut secara bergiliran, terlihat rasa suka dengan masakan tersebut yang mereka tunjukkan melalui senyuman, setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama.

Terpisah, Ibu Fransiska Manek (40) yang merupakan istri Kepala Dusun Webua A mengucapkan terima kasih karena telah memberikan ilmu menu masakan, sehingga mereka dapat berkreasi dalam membuat masakan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak TNI atas kegiatan ini, sehingga kami dapat berkreasi dalam membuat masakan di lingkungan keluarga untuk menambah keharmonisan dalam rumah tangga," ungkapnya.

Sementara itu, Kopda Yandi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi untuk mempererat hubungan kekeluargaan.

"Kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi kepada masyarakat, sehingga hubungan kekeluargaan antara pos dan warga desa binaan semakin erat," tandasnya. (Satgas Yonif Raider 142/KJ)

Selasa, 19 November 2019

Manfaatkan Limbah Botol Air Mineral, Satgas Yonif R 142/KJ Sosialisasikan Kerajinan Tangan Bagi Masyarakat




Belu, NTT, lintasbatasindonesia.com  - Personel Pos Damar Satgas Pamtas RI-RDTL sektor timur Yonif Raider 142/KJ memberikan ilmu pengetahuan kerajinan tangan berupa sapu kepada warga masyarakat Dusun Aisik, Desa Silawan, Kec. Tasifeto Timur, Kab. Belu.

"Inisiatif ini timbul dari Serda Doly Apandi selaku Wadanpos Damar yang berada dibawah jajaran Kompi Tempur I," ungkap Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M selaku Dansatgas.

"Daerah perbatasan RI-RDTL memiliki kadar air yang mengandung zat kapur cukup tinggi, sehingga mereka yang berada di pos dianjurkan untuk mengkonsumsi air mineral kemasan dalam bentuk botol," lanjut Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos., M.M., di Mako Satgas Atambua (18/11/2019).

Melihat bekas air mineral berbentuk botol plastik tersebut yang kian meningkat, maka salah seorang personel yang berada di pos tersebut berinisiatif untuk memanfaatkan limbah botol plastik yang ada, agar dapat dimanfaatkan kembali menjadi melalui kerajinan tangan.

Produksi botol plastik yang tinggi telah memicu permasalahan sosial di lingkungan masyarakat, karena limbah dalam bentuk plastik sangat sulit diurai, sehingga hal ini telah menjadi tantangan besar bagi Bangsa, salah satu contohnya adalah botol plastik bekas.

Sampah dalam bentuk plastik adalah sampah yang sulit diurai dalam kurun waktu 1000 tahun, pemusnahan plastik dengan cara dibakar juga akan menimbulkan permasalaahan lain, seperti pencemaran udara.

"Ini merupakan salah satu pilihan untuk meminimalisir sampah botoh plastik melalui pengolahan, ketika penanggulangan sudah tidak dapat lagi diandalkan untuk mengatasi sampah botol plastik yang bertambah setiap harinya," imbuh Dansatgas.

Dalam pembuatan kerajinan tangan dalam bentuk sapu ini mengunakan cara yang sangat sederhana, yaitu dengan menggunting dan memotong botol bekas air mineral tersebut menggunakan gunting atau pisau carter, menyusun bahan yang telah digunting lalu mengikatkan bahan tersebut kepada sebatang kayu sebagai tuas.

"Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Serda Doly Apandi selaku Wadanpos Damar beserta 4 orang personel lainnya, bersama masyarakat mereka mencoba memanfaatkan limbah botol platik agar dapat digunakan kembali," tegasnya.

Dengan pemanfaatan sampah dalam bentuk botol plastik bekas air mineral ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan yang sehat bagi masyarakat sehingga terwujud ekosistem yang baik, bersih serta bebas dari sampah.

Terpisah, Bpk. Yanuarius Seran (33) dan istrinya Maria Goreti Anok (31) menyampaikan bahwa selama ini mereka membakar dan membuang barang tersebut, tetapi setelah adanya kehadiran Satgas Yonif R 142/KJ ditengah-tengah mereka, mereka dapat tahu dan mengerti cara memanfaatkan botol bekas tersebut.

"Kami mewakili warga masyarakat Dusun Aisik Desa Silawan mengucapkan terima kasih kepada bapak TNI yang berada di Pos Damar, karena telah berbagi ide kreatif dan memberikan solusi terbaik tentang sampah plastik yang berbentuk botol tersebut bagi warga masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu, Serda Doly Afandi selaku Wadanpos Damar menyampaikan harapannya terhadap warga desa binaan yaitu Dusun Aisik.

"Semoga kami dapat menjadi pendorong perubahan bagi warga masyarakat Dusun Aisik Desa Silawan Kec. Tasifeto Timur Kab. Belu untuk menjaga kebersihan lingkungan sehingga wilayah ini dapat menjadi daerah bebas sampah," tandasnya. (Satgas Yonif R 142/KJ)

Minggu, 17 November 2019

Satgas Yonif Raider 142/Kj Melaksanakan Gotong Royong Bersama Masyarakat Bangun Rumah Adat




Belu, NTT - Personel Pos Lookeu Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 142/KJ melaksanakan kegiatan gotong-royong bersama-sama warga masyarakat dalam membangun rumah adat Belimas di Desa Lookeu, Kec. Tasifeto Barat, Kab. Belu, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan ini sebelumnya telah dikoordinasikan dengan Kepala Adat Belimas sebelumnya dan beliau sangat mendukung kehadiran personel TNI dalam pelaksanaanya.

"Dalam kegiatan ini, mereka dipimpin oleh Serda Erik Wijaya selaku Wadanpos Lookeu beserta 5 orang personel lainnya," jelas Dansatgas Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos., M.M., di Mako Satgas Atambua, Sabtu (16/11/2019).

Kegiatan ini juga merupakan wujud kemanunggalan antara TNI dan Rakyat dalam mendukung kelestarian adat istiadat di Nusa Tenggara Timur.

"Waktu penyelesaian sendiri diperkirakan selama 3 hari, dan diharapkan semakin banyak pihak yang terlibat maka waktu yang dibutuhkan akan semakin singkat," paparnya.

Rumah Adat merupakan budaya leluhur yang perlu dilestarikan keberadaanya, sehingga generasi penerus dapat tetap mengetahui budaya-budaya tradisional yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia, Indonesia sendiri terdiri dari berbagai macam suku, ras dan agama yang bersatu membentuk satu kesatuan sehingga terbentuklah Negara Kesatuan Tepublik Indonesia (NKRI).

Terpisah, Bpk. Karnisius (35) selaku Kepala Desa Lookeu menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama dan sumbangsih Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ.

"Kami sangat berterima kasih kepada Satgas Yonif Raider 142/KJ yang telah senantiasa membantu masyarakat dengan bahu membahu, gotong royong dan bekerjasama dalam pembangunan rumah Adat Belimas di desa kami," ungkapnya.

Sementara itu, Serda Erik wijaya selaku Wadanpos Lookeu menyampaikan bahwa ini merupakan salh satu bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat sehingga kemanunggalan TNI-Rakyat dapat terwujud.

"Kemanunggalan TNI-Rakyat sangat diperlukan dalam setiap pelaksanaan tugas, karena Rakyat merupakan Ibu kandung TNI" tandasnya. (Satgas Yonif Raider 142/KJ)

Rabu, 13 November 2019

Peringati Hari Pahlawan, Satgas Yonif Raider 142/KJ Gelar Wisata Edukasi Patok Perbatasan




Belu, NTT - Dalam memperingati hari Pahlawan yang ditetapkan pada tanggal 10 November, personel Pos Laktutus Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ berinisiatif untuk memberikan ilmu pengetahuan tentang tugas pokoknya dalam menjaga tapal batas Negara di Kab. Belu Nusa Tenggara Timur, Senin (11/11/2019).

"Kegiatan ini berkat kerja sama Letda Inf Jefri selaku Danpos Laktutus Satgas Yonif R 142/KJ bersama pihak SMA Raimanuk yang berada di Dusun Fatuleno B Desa Foheka Kec. Nanaet Duabesi Kab. Belu sehingga mereka dapat menyusun rencana kegiatan secara bersama-sama," ungkap Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M selaku Dansatgas  Yonif Raider 142/KJ.

Kegaiatan yang telah disepakati berupa penjemputan anak SMAN Raimanuk, gelar apel bersama di Pos Laktutus, bebagi kebahagian dengan extra puding, kegiatan wisata edukasi patok perbatasan, pengetahuan tentang kompas dan peta, pengenalan pos, melatih psykologi dengan bermain dan dokumentasi foto bersama.

"Wisata edukasi tapal batas Negara dilakukan agar anak-anak SMA selaku generasi muda penerus Bangsa dapat mengetahui dan memahami tugas tanggung jabat kita sebagai Satuan Pengamanan Perbatasan NKRI, sekaligus memperingati hari Pahlawan tanggal 10 November," jelas Dansatgas lebih lanjut.

"Kami juga mengenalkan sususan regu patroli patok berupa Pok Pam 2 orang, Danpat, Tanyanrad, Pok Penyergap 2 orang dan Pam Belakang 1 orang, ini merupakan regu patroli yang telah ditetapkan dalam SOP," tegasnya.

Terlihat rasa gembira dan antusias dari wajah anak-anak SMA Negeri Raimanuk dalam melaksanakan tahap-tahap kegiatan yang dilaksanakan bersama personel Pos Laktutus sehingga diharapkan mereka dapat mengambil hikmah dan manfaat dari setiap kegiatan yang dilaksanakan.

Terpisah, Bpk. Godefridus Zufri Ngampu, S.Pd (48) selaku kepala sekolah SMAN Raimanuk menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama yang dilakukan bersama Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ.





"Kami sangat berterima kasih kepada Satgas Yonif R 142/KJ yang telah berinisiatif untuk bekerjasama dalam memajukan pendidikan anak-anak sekolah yang berada di perbatasan," ungkapnya. (Satgas Yonif Raider 142/KJ)

Hari Pahlawan, Satgas Yonif Raider 142/KJ Sambangi Veteran di Perbatasan





Belu, NTT  - Dalam rangka memperingat hari Pahlawan setiap tanggal 10 November, personel Pos Fatubesi Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ menyambangi veteran dan menyerahkan bantuan berupa bingkisan sembako, Selasa (12/11/2019).

"Bangsa yang besar adalah Bangsa yang menghargai dan menghormati jasa para Pahlawannya, yang telah rela berjuang demi tanah air dalam merebut kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ungkap Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos., M.M., selaku Dansatgas.

"Kegiatan ini sendiri dipimpin langsung oleh Sertu Angga Sastra selaku Danpos Fatubesi bersama 3 orang personel," tegasnya di Mako Satgas Atambua.

"Dalam rangka memperingati hari Pahlawan serta mempererat tali silatuhrahmi antara Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ dengan para pejuang (veteran) di wilayah perbatasan," jelasnya lebih lanjut.

Peristiwa Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya merupakan salah satu momen paling bersejarah dalam merebut kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada pertempuran tersebut rakyat bersatu padu, berjuang, pantang menyerah melawan penjajah yang ingin menancapkan kembali kekuasaannya di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Semangat yang ditunjukkan oleh para Pahlawan untuk berjuang tersebut hendaknya perlu terus ditumbuh kembangkan di dalam hati sanubari segenap insan warga Negara Indonesia," imbuh Dansatgas.

"Dalam memperingati hari Pahlawan pada tanggal 10 November, personel kami yang berada di Pos Fatubesi telah berinisiatif untuk menyambangi veteran di perbatasan serta memberikan bantuan berupa bingkisan sembako kepada para pejuang," ungkap Dansatgas.

Terpisah, Bpk. Pilifus (60) selaku veteran yang berada di Dusun Beisurik Desa Maudemu Kec. Lamaknen Kab. Belu NTT ini mengucapkan terima kasih kepada personel Pos Fatubesi Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ yang telah datang dan memberikan bantuan berupa bingkisan sembako.

"Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak TNI yang telah memberikan perhatian kepada kami, apa yang telah diberikan sangatlah berguna," ungkap Bpk. Pilifus. (Satgas Yonif Raider 142/KJ)

Satgas Yonif Raider 142/KJ Gagalkan Upaya Penyelundupan Tembakau Keluar Negeri




Belu, NTT - Dalam membuktikan keseriusan untuk menggagalkan segala bentuk upaya penyelundupan barang-barang illegal, Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ berhasil mengamankan 43 dus tembakau merk "Shag" tanpa dokumen resmi di Dusun Fatukmetan, Desa Kenebibi, Kec. Kakuluk Mesak, Kab. Belu.

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Dansatgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ, Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M. di Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ Atambua NTT, Minggu (10/11/2019).

"Penggagalan penyelundupan ini sendiri diawali dari informasi warga masyarakat tentang adanya 43 dus tembakau tanpa dilengkapi dokumen resmi yang dibawa dari Atambua menuju Atapupu dan akan diselundupkan ke Negara Timor Leste melalui jalur laut," ungkap Dansatgas.

Mendapatkan informasi tersebut, atas petunjuk Dansatgas Yonif Raider 142/KJ, Lettu Inf Mairi Hendra selaku Pasi Intel memerintahkan Sertu Agung Franata selaku Danru Provost bersama 6 orang personel dari Pos Motaain untuk memastikan informasi tersebut dan melakukan pencegahan.

"Setelah diadakan penyelidikan, Sertu Agung Franata melaporkan bahwa adanya 1 unit gubuk yang berada dipinggir laut milik Sdr. Vinsensius Asa (45) yang merupakan petani di Dusun Fatukmetan Desa Kenebibi Kec. Kakuluk Mesak Kab. Belu NTT yang menyimpan barang berupa 43 (empat puluh tiga) dus tembakau merk "Shag" tanpa dilengkapi dokumen yang sah," jelas Dansatgas.

"Pada saat itu, atas ijin dari Bpk. Yulius Mener (49) selaku Ketua RT. 01 Dusun Fatumetan Desa Kenebibi Kec. Kakuluk Mesak Kab. Belu, Sdr Vinsensius Asa kami bawa ke Pos Motaain untuk dimintai keterangan singkat," terangnya lebih lanjut.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan singkat terhadap Sdr. Vinsensius Asa, diketahui bahwa barang tersebut merupakan titipan dari Sdr. HL melalui handphone.

"Saya dihubungi oleh Sdr. HL melalui handphone dan diminta untuk menerima titipan 43 dus tembakau dan disimpan di pondok milik saya, pada saat menurunkan barang ini dari kendaraan, saya diberi upah sebesar Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah)," jelas Sdr Vinsensius Asa.

Dalam pembicaraan melalui handphone tersebut juga dijelaskan oleh Sdr. HL bahwa 43 dus tembakau tersebut akan dikirimkan ke Negara Timor Leste melalui jalur laut, pengiriman sendiri akan dilaksanakan menunggu air laut pasang, biasanya dilakukan pada malam hari.

"Saat ini barang bukti berupa 43 dus tembakau tersebut kami amankan di Mako Satgas Yonif Raider 142/KJ, sementara Sdr. Vinsensius Asa setelah kami mintai keterangan singkat, maka kami kembalikan kepada pihak keluarganya," tegas Dansatgas.

Dansatgas Yonif Raider 142/KJ selalu memerintahkan kepada seluruh pos di jajarannya agar meningkatkan hubungan baik, dan bekerja sama dengan warga masyarakat serta instansi yang ada di wilayah dalam pemberantasan kegiatan penyelundupan, serta melakukan sosialisasi dan penyuluhan hukum agar warga masyarakat tidak dijadikan perantara oleh pihak tertentu dalam melaksanakan kegiatan illegal untuk mendapatkan keuntungan pribadi. (Satgas Yonif Raider 142/KJ)

Selasa, 05 November 2019

Pelintas Batas Negara Diperiksa Satgas Yonif Raider 142/KJ di PLBN Motaain





Belu, NTT, www.lintasbatasindonesia.com  - PLBN Motaain di Desa Silawan, Kec. Tasifeto Timur, Kab. Belu, merupakan jalur lintas strategis yang menghubungkan Nusa Tenggara Timur dengan Negara Timor Leste, jalur ini sering sekali dilintasi warga Negara Indonesia sendiri maupun warga Negara asing, sehingga personel Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ khususnya Pos Mataain yang melaksanakan pengamanan di wilayah tersebut mengadakan sweeping dalam rangka mengantisipasi keluar masuknya barang-barang illegal.

Demikian disampaikan oleh Dansatgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ, Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos., M.M., dalam siaran persnya di Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 142/KJ Atambua NTT, pada Rabu (6/11/2019).

Diungkapkan Dansatgas, kegiatan sweeping yang dilaksanakan oleh personel Pos Motaain adalah kegiatan yang bertujuan untuk menjaga stabilitas ketertiban dan keamanan, yang mana kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Dankipur I Lettu Inf Sahita selaku Danpos Motaain.

"Kegiatan yang dilakukan tersebut juga merupakan kegiatan rutin berupa pemeriksaan kendaraan yang melintas di jalan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain," ungkap Dansatgas.

Sebagaimana diketahui bersama, jalur lintas batas Negara sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan pribadi dengan melakukan kegiatan illegal berupa penyelundupan barang-barang tertentu misalnya berupa BBM, Narkoba, Sembako, hewan ternak, Senpi dan berbagai jenis kendaraan.

"Pelaksanaan kegiatan pemeriksaan ini juga dilakukan kepada setiap kendaraan yang melintas tanpa tebang pilih, sementara pemeriksaan sendiri difokuskan kepada pemeriksaan identitas dan dokumen pelintas batas Negara, surat menyurat kendaraan, barang bawaan pelintas batas Negara dengan tetap mendahulukan faktor keamanan personel kita sendiri yang ada dilapangan," terangnya lebih lanjut.

Terpisah, Bpk. Hiriustius (57) yang merupakan warga Negara Indonesia yang sedang melintas mempersilahkan personel Pos Motaain untuk mengadakan pemeriksaan.

"Silahkan bapak cek yang sudah menjadi tugas bapak, kami juga senang agar tidak terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan, baik buruknya Indonesia tergantung dari diri kita sendiri sebagai warga negaranya, kalau kita tidak patuh dengan peraturan, bagaimana nanti dengan penerus kita," ucapnya. (Satgas Yonif Raider 142/KJ)

Kamis, 17 Oktober 2019

Sinergitas di Tapal Batas, Satgas Yonif Raider 142/KJ Patroli Bersama Instansi Terkait




Belu, www.lintasbatasindonesia.com -  - Personel Pos Motaain Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 142/KJ melaksanakan patroli bersama pada jalur tidak resmi yang terdapat di Desa Silawan, Kec. Tasifeto Timur, Kab. Belu, pada Kamis (17/10/2019).

Patroli bersama ini digelar oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan dengan menggandeng instansi terkait lainnya seperti Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Bea Cukai, Pos Polisi Motaain, Pos Brimob Motaain, Karantina Pertanian WKP Motaain, Kesehatan Pelabuhan Motaain, PSDKP Atapupu, Imigrasi Atambua, Kodim 1605/Belu, Dinas Perikanan Kab. Belu.

Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 142/KJ, Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos., M.M., mengungkapkan bahwa Kementrian Kelautan dan Perikanan meminta bantuan personel Pos Motaain Satgas Yonif Raider 142/KJ untuk melaksanakan kegiatan patroli bersama di jalur tidak resmi.

"Sebagaimana kita ketahui, patroli bersama dilakukan dalam rangka menjaga wilayah perbatasan antara RI-RDTL agar tidak ada penyusupan dan penyeludupan di jalur yang tidak di resmi dan tanpa melalui ijin resmi dari instansi Pemerintah terkait," ujar Dansatgas.

Sebelum digelar kegiatan patroli bersama, Kementrian Kelautan dan Perikanan terlebih dahulu melaksanakan briefing bersama instansi terkait di Aula PLBN Motaain, sehingga personel Pos Motaain mengetahui tindakan apa yang harus dilaksanakan sebagai pengamanan perbatasan negara.

"Hasil pelaksanaan breifing, disepakati route pelaksaan patroli Tim Pos Motaain Satgas Pamtas RI-RDTL yaitu jalan route pantai yang sering dilalui masyarakat untuk melakukan kegiatan illegal, seperti penyeludupan maupun melewati batas Negara tanpa dilengkapi identitas resmi atau pasport," jelasnya.

Sementara itu, senada dengan disampaikan Dansatgas, Pratu Yesmi atas nama Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ menyampaikan kepada masyarakat untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

"Kepada masyarakat kami menghimbau untuk tidak melakukan kegiatan yang bertentangan dengan hukum, contonya melakukan kegiatan lintas batas Negara melalui jalur tidak resmi, serta membawa hewan peliharaan keluar/masuk Negara tanpa ijin dari Instansi Karantina, karena saat ini Pemerintah melakukan pengawasan ketat terhadap penyebaran Virus Babi di Negara Indonesia," tandasnya. (Satgas Yonif Raider 142/KJ)
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done