Bhayangkara News

Kamis, 30 April 2026

Bareskrim Dalami Dugaan Pemberangkatan Haji Ilegal, 8 Calon Jemaah Digagalkan Berangkat

 


Jakarta – Satgas Penanganan Haji dan Umrah Illegal terus mendalami dugaan praktik pemberangkatan haji ilegal yang menggunakan modus penyalahgunaan visa tenaga kerja.


Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Moh. Irhamni, S.I.K., M.H., M.Han. selaku Kasubsatgas Gakkum Haji, menyampaikan pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam praktik tersebut.


“Menindaklanjuti tugas sebagai Satgas Haji, kami telah melakukan pemeriksaan pada 18 April bersama rekan-rekan Imigrasi Soekarno-Hatta. Dari hasil tersebut, terdapat 8 orang yang patut diduga melaksanakan kegiatan haji ilegal,” ujar Brigjen Pol. Moh. Irhamni dalam doorstop di Lobby Utama Lantai 1 Bareskrim Polri, Kamis (30/4/2026).


Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para pihak yang diduga terlibat diketahui telah melakukan pemberangkatan kegiatan haji ilegal sebanyak 127 kali sejak 2024.


“Mereka merekrut masyarakat Indonesia untuk diberangkatkan dengan mengatasnamakan visa tenaga kerja. Oleh sebab itu, kami bekerja sama dengan rekan-rekan imigrasi ke depan akan melaksanakan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, serta perusahaan-perusahaan atau PT yang memberangkatkan akan segera kami kejar,” katanya.


Menurutnya, modus yang digunakan adalah menawarkan keberangkatan haji tanpa antrean panjang dengan memanfaatkan visa tenaga kerja.


“Biasanya peserta diiming-imingi bisa berangkat pada tahun yang sama saat mendaftar. Padahal secara normal, keberangkatan haji memerlukan waktu antrean beberapa tahun. Dalam temuan kami, secara administrasi mereka menggunakan visa tenaga kerja, namun ditemukan bukti bahwa tujuan sebenarnya adalah untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini,” jelasnya.


Brigjen Pol. Moh. Irhamni menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti seluruh pihak yang terlibat, termasuk agen penyedia administrasi dan pihak yang menyiapkan visa.


“Kami sebagai penyelidik dan penyidik akan mengejar pihak-pihak yang terlibat dalam penyediaan visa maupun manipulasi administrasi keberangkatan tersebut,” tegasnya.


Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran keberangkatan haji secara instan.


“Oleh karena itu, kami memohon dukungan kepada masyarakat agar tidak terpancing apabila diajak atau ditawari untuk mendaftar kepada pihak-pihak tersebut,” pungkasnya.


Terkait perkembangan penanganan, Brigjen Pol. Moh. Irhamni menjelaskan bahwa delapan orang yang diamankan tersebut berbeda dengan tiga orang yang sebelumnya dikabarkan diamankan di Arab Saudi.


“Delapan orang tersebut masih berada di Indonesia dan telah digagalkan keberangkatannya oleh pihak imigrasi. Sementara terkait informasi mengenai tiga orang di Arab Saudi, hal tersebut masih dibahas dalam pertemuan dan akan dijelaskan lebih lanjut oleh pihak terkait,” tutupnya.

Eks Napiter di Banten Ikuti Pelatihan Teknisi AC, Dukung Reintegrasi Sosial

 


PANDEGLANG — Sebanyak 20 mantan narapidana kasus terorisme (napiter) di Banten mulai menata kembali kehidupan mereka dengan mengikuti pelatihan teknisi Air Conditioner (AC) di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Banten, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang.


Program ini merupakan bagian dari upaya reintegrasi sosial setelah para peserta menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta mengakui Pancasila sebagai dasar negara.


Para peserta diketahui merupakan eks anggota Jamaah Islamiyah yang kini berkomitmen meninggalkan paham lama dan memulai kehidupan baru. Pelatihan ini diinisiasi oleh Densus 88 Antiteror Polri dan didukung oleh PT Astra International sebagai bagian dari program pencegahan tindak pidana terorisme sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018.


Dept Head Strategic Business Intelligent PT Astra International, Jaka Fernando, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk kerja sama berkelanjutan antara Astra dan Densus 88. “Ini merupakan kali keenam pelatihan teknisi AC yang kami selenggarakan bersama Densus 88 untuk para eks napiter dan jaringan teror di Indonesia,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).


Ia menjelaskan, pelatihan teknisi AC dipilih karena tingginya kebutuhan perawatan dan servis pendingin udara di Indonesia, baik di rumah tangga maupun gedung perkantoran.


Dalam pelatihan kali ini, sebanyak 19 peserta berasal dari kalangan eks napiter, dengan keterlibatan unsur Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di wilayah Banten. Kolaborasi lintas kelompok ini diharapkan dapat memperkuat proses saling mengenal serta mempercepat reintegrasi sosial di masyarakat.


Selain pembekalan keterampilan, peserta juga diberikan perlengkapan servis AC agar dapat langsung bekerja setelah pelatihan selesai. Program ini ditujukan untuk mendorong kemandirian ekonomi sehingga para peserta tidak kembali terhubung dengan jaringan lama.


Pelatihan ini juga melibatkan alumni yang telah berhasil, seperti Kusnadi asal Serang dan Kartono dari Bogor, yang kini berperan sebagai asisten pelatih. Secara keseluruhan, program deradikalisasi melalui pelatihan teknisi AC ini telah memasuki angkatan ke-6.


Sementara itu, Densus 88 kini mengedepankan strategi soft approach dalam penanggulangan terorisme melalui pendekatan kemanusiaan, dialog, serta pendampingan berkelanjutan bagi individu yang sebelumnya terpapar paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.


Pendekatan ini dinilai efektif, tercermin dari capaian zero attack dalam tiga tahun terakhir serta menurunnya angka penangkapan kasus terorisme. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.


Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, berbagai pihak berharap upaya penanggulangan terorisme di Indonesia dapat semakin optimal, sehingga tercipta kondisi yang aman dan bebas dari ancaman terorisme.***

Rabu, 29 April 2026

Pengobatan Tradisional Alat Vital Kampar Riau H.Abdulazis Atasi Impoten

 


RIAU - Ahli Terapi Pengobatan Tradisional ALAT VITAL, satu-satunya yang ada di Pekanbaru telah banyak membantu Pasen khususnya kaum Adam yang mempunyai Keluhan Terkait Pada Vitalitas sudah menurun kurang maksimal durasi dan disini Solusinya pakar pembesar vitalitas pria yang ada di wilayah Pekanbaru Dan Bisa Sekarang Tlpon 0822 9788 1567


H. Abdul Azis merupakan ahli pembesar penis satu-satunya yang ada Di Marpoyan Damai Dan Penanganan Bisa cukup 1 kali datang dan hasilnya permanen, dijamin 100% aman, tidak ada efek samping. Hak patennya juga terdaftar izin Resmi No: AHU-079218.AH.01.35.


Keluhan yang Kami Tangani Bagi Pria

 1. Menambah ukuran alat vital besar dan panjang 

2.Menambah durasi disfungsi ereksi kuat keras tahan lama

3. Memperbaiki alat vital loyo, kurang gairah karena diabetes akan normal kembali 

4. Mengobati impoten mati total bisa pulih kembali 

5. Mengobati lemah syahwat

 6. Mengobati ejakulasi dini, mengatasi sperma encer

7. Mengobati bekas suntik silicon dan lain-lain


Keluhan yang Kami Tangni Bagi Wanita

1. Memperbesar payudara kencang

2. Mengobati mandul Susah keturunan 

3. Mengobati kanker payudara

4. Mengobati keputihan kista 

5. Mengobati telat datang bulan

6. Merapatkan Miss V



Untuk Problem lainnya

1. Mengobati asam urat, wasir ambeien, amandel 

2. Mengobati diabetes gula darah 

3. Mengobati mata minus katarak rabun tanpa operasi 

4. Lambung, asma, TBC, Syarat kejepit, radang ginjal,

5. Paru-paru, kolesterol, pertigo

6. Ingin pasang susuk, pengasihan semar, pemikat sukma, penglaris, dll


Anda punya keluhan seputar vitalitas sudah menurun, kurang percaya diri, sering lemas, loyo, susah ereksi karena diabetes, lemah syahwat, ejakulasi dini, cepat keluar, solusinya di sini. Metode pengobatannya terapis meliputi totok pijat dan urut Dibantu Ramuan herbal alami.


Pengobatan nya bisa cukup 1x Kunjungan dan anda akan merasakan manfaatnya langsung dan hasilnya dijamin PERMANEN seumur hidup serta bebas dari efek samping. Dan Pengobatan Kami Bisa Melayani Panggilan Dengan Senang Hati.


Alamat praktek Menetap Jalan Raya Duyung, Marpoyan Damai Kota Pekanbaru Riau Buka Praktek setiap hari bahkan hari libur tetap buka. Untuk layanan informasi bisa hubungi sekarang Tlpon 0823 0734 4444 WhatsApp 0822 9788 1567 (*)

Program TMMD Ke-128 Percepat Pembangunan Jaringan Air Minum bagi Masyarakat Brabe

 


PROBOLINGGO — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang dilaksanakan di Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo terus bergerak melalui berbagai sasaran fisik. Salah satunya adalah pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berupa jaringan perpipaan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, Rabu (29/4/2026)


Pembangunan jaringan perpipaan ini menjadi solusi atas keterbatasan akses air bersih yang selama ini dirasakan sebagian warga. Dengan adanya program tersebut, diharapkan distribusi air dapat menjangkau lebih banyak rumah tangga secara merata.


Di lapangan, Satgas TMMD bersama warga setempat terus melakukan pengerjaan pemasangan pipa di sejumlah titik. Proses ini meliputi penggalian jalur pipa hingga penyambungan antar jaringan agar aliran air dapat berjalan optimal.


Kegiatan tersebut dikerjakan secara gotong royong, mencerminkan semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Kolaborasi ini juga mempercepat progres pembangunan yang telah direncanakan.


Anggota Satgas TMMD, Pratu Rio, menyampaikan bahwa hingga saat ini progres pembangunan jaringan perpipaan telah mencapai sekitar 40 persen. Ia mengatakan pengerjaan terus dikebut agar dapat selesai sesuai target.


“Untuk pembangunan SPAM ini, progresnya sudah sekitar 40 persen. Kami terus bekerja bersama warga agar pengerjaan bisa segera rampung dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa pembangunan jaringan perpipaan ini diharapkan mampu memberikan dampak besar bagi peningkatan kualitas hidup warga, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan air bersih sehari-hari.


Dengan adanya pembangunan SPAM melalui program TMMD ke-128 ini, masyarakat Desa Brabe diharapkan dapat menikmati akses air bersih yang lebih mudah dan berkelanjutan, sekaligus mendukung peningkatan kesehatan dan kesejahteraan warga. (*)

Tak Hanya Bangun Infrastruktur, TMMD Ke-128 Probolinggo Buka Pelayanan Adminduk untuk Warga

 


PROBOLINGGO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo tak hanya fokus pada pembangunan fisik. Sasaran non fisik juga digelar, salah satunya pelayanan administrasi kependudukan oleh Dispenduk Capil Kabupaten Probolinggo di Desa Brabe, Kecamatan Maron, Rabu (29/4/2026).


Sejak pagi, Balai Desa Brabe dipadati warga Dusun Klagin dan sekitarnya. Mereka antusias memanfaatkan layanan gratis mulai dari penerbitan E-KTP baru, penggantian E-KTP rusak, pembuatan Kartu Keluarga, hingga akta kelahiran. Warga tak perlu jauh-jauh ke kantor Dispenduk di Mall Pelayanan Publik (MPP) yang ada di Dringu.


Petugas Dispenduk Capil membuka beberapa meja layanan. Prosesnya dibuat sederhana. Warga cukup membawa berkas persyaratan, lalu petugas langsung memproses di tempat. Untuk E-KTP baru, perekaman data dilakukan langsung dengan perangkat mobile.


Hadirnya layanan ini merupakan bagian dari program non fisik TMMD Ke-128. Tujuannya mendekatkan pelayanan publik ke desa sasaran sekaligus membantu warga yang terkendala jarak dan waktu untuk mengurus dokumen kependudukan.


Anggota Satgas TMMD Ke-128 Serma Rustam mengatakan, kolaborasi dengan Dispenduk Capil sangat membantu masyarakat. Banyak warga yang KTP-nya rusak atau belum punya akta kelahiran kini bisa mengurus langsung tanpa biaya.


“Ini wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Kami tidak hanya bangun jalan, tapi juga bantu urusan administrasi warga. Lewat TMMD Ke-128, Dispenduk Capil kita hadirkan ke Desa Brabe agar warga mudah urus E-KTP, KK, dan akta lahir,” jelas Serma Rustam.


Salah satu warga, mengaku senang KTP-nya yang patah bisa langsung diganti. Ia biasanya terkendala transportasi jika harus ke kantor Dispenduk. Dengan adanya layanan di balai desa, semua jadi lebih cepat. Petugas Dispenduk menyebut antusiasme warga desa Brabe saat pengurusan identitas diri yang melekat pada dirinya sangat tinggi. 


Kepala Dispenduk Capil Kabupaten Probolinggo melalui koordinator lapangan menegaskan komitmennya mendukung TMMD. Pelayanan jemput bola seperti ini akan rutin dilakukan agar seluruh warga memiliki dokumen kependudukan yang valid.


Dengan adanya layanan administrasi kependudukan ini, TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo membuktikan bahwa pembangunan desa tidak hanya soal fisik. Pemenuhan hak dasar warga lewat dokumen kependudukan juga jadi prioritas agar masyarakat Desa Brabe makin tertib administrasi. (*)

Secangkir Kopi di Lokasi TMMD, Satgas Kodim 0820 Bangun Kedekatan dengan Warga


Probolinggo – Tak melulu soal pekerjaan fisik, momen istirahat dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo juga dimanfaatkan untuk mempererat kedekatan dengan warga. Pemandangan itu terlihat di Dusun Klagin, Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Rabu (29/4/2026).


Di bawah pohon rindang dekat lokasi sasaran TMMD, sejumlah anggota Satgas tampak duduk lesehan. Gelak tawa dan obrolan santai mengalir sambil menikmati kopi dan rokok. Suasana akrab begitu terasa tanpa sekat pangkat yang ada didalam dirinya masing-masing.


Kegiatan ngobrol bareng ini dilakukan saat jam istirahat siang. Setelah sejak pagi berjibaku mengerjakan sasaran fisik TMMD, baik anggota Satgas maupun warga memang perlu rehat sejenak. Waktu istirahat itu justru jadi momen penting untuk saling bertukar cerita.


Serka Samsul Arifin, anggota Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo, menyebut komunikasi seperti ini penting untuk membangun chemistry. Menurutnya, TMMD bukan hanya soal membangun infrastruktur, tapi juga membangun kedekatan emosional.


“Waktu istirahat kami manfaatkan untuk ngobrol santai dengan berkoordinasi maupun tukar pikiran. Dari obrolan ini kami jadi tahu apa yang akan dikerjakan kedepannya. Hubungan jadi lebih cair, kerja pun makin semangat,” kata Serka Samsul Arifin.


Bagi warga, kehadiran TNI di desa mereka sudah seperti keluarga sendiri. Banyak cerita yang mereka bagikan, mulai dari soal pertanian, pendidikan anak, sampai harapan agar akses jalan desa segera mulus berkat program TMMD.


Samsul menambahkan, kedekatan lewat obrolan ringan membuat pekerjaan sasaran fisik TMMD terasa lebih ringan. Warga jadi tidak sungkan membantu, bahkan tak jarang ikut gotong royong meski bukan bagian dari jadwal kerja bakti.


Seorang warga Dusun Klagin mengaku senang bisa duduk bareng dengan bapak-bapak TNI. Ia merasa aspirasi warga lebih didengar karena komunikasinya langsung tanpa formalitas. Suasana kekeluargaan itu jadi penyemangat tersendiri.


TMMD Ke-128 di Desa Brabe sendiri menyasar pembangunan jalan desa, rehab RTLH, dan sejumlah sasaran tambahan. Namun di balik capaian fisik, nilai kemanunggalan TNI dan rakyat jadi tujuan utama yang ingin diraih Kodim 0820 Probolinggo.


Lewat secangkir kopi dan obrolan di jam istirahat, batas antara seragam loreng dan warga tani seolah hilang. TMMD Ke-128 membuktikan bahwa pembangunan desa akan berhasil jika dikerjakan bersama, dengan komunikasi yang hangat dari hati ke hati. (*)

Satgas TMMD dan Warga Kebut Pembangunan Musholla Baiturrahman di Desa Brabe

 


PROBOLINGGO — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang dilaksanakan Kodim 0820/Probolinggo terus menyasar pembangunan sarana ibadah. Salah satunya adalah pembangunan Musholla Baiturrahman yang berada di Dusun Ledok RT 17 RW 07, Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Rabu (29/4/2026)


Pembangunan musholla tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan fasilitas keagamaan bagi masyarakat setempat. Selama ini, warga membutuhkan sarana ibadah yang lebih representatif untuk menunjang kegiatan keagamaan sehari-hari.


Di lokasi pembangunan, anggota Satgas TMMD bersama warga terlihat aktif melakukan berbagai tahapan pekerjaan. Mulai dari pengerjaan struktur bangunan hingga penataan bagian dalam musholla dilakukan secara bertahap.


Keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat progres pekerjaan. Semangat gotong royong yang ditunjukkan mencerminkan kebersamaan antara TNI dan warga.


Anggota Satgas TMMD, Kopda Kristano, menyampaikan bahwa hingga saat ini progres pembangunan Musholla Baiturrahman telah mencapai sekitar 40 persen. Ia menegaskan bahwa pengerjaan terus dikebut agar selesai tepat waktu.


“Progres pembangunan musholla saat ini sudah mencapai 40 persen. Kami menargetkan seluruh pekerjaan dapat rampung sebelum tanggal 15 Mei mendatang,” ujarnya.


Menurutnya, percepatan pembangunan dilakukan dengan tetap menjaga kualitas hasil pekerjaan agar bangunan dapat digunakan dalam jangka waktu lama.


Dengan adanya pembangunan Musholla Baiturrahman ini, diharapkan masyarakat Dusun Ledok memiliki sarana ibadah yang lebih layak dan nyaman. Program TMMD ke-128 pun diharapkan terus memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat di Desa Brabe. (*)

Korem 083/Baladhika Jaya Perkuat Kesiapan Prajurit Melalui Pembinaan Jasmani Terukur


Malang – Korem 083/Baladhika Jaya terus meneguhkan komitmennya dalam membangun prajurit yang profesional, tangguh, dan siap menjalankan tugas melalui pelaksanaan Tes Kesegaran Jasmani (Garjas) Periodik I Tahun Anggaran 2026 yang diikuti ratusan personel dari Makorem 083/Bdj, Kodim 0833/Kota Malang, serta jajaran Badan Pelaksana (Balak).


Kegiatan pembinaan jasmani yang digelar di Lapangan Dodikjur Rindam V/Brawijaya, Malang, tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan satuan dalam memastikan setiap prajurit memiliki kondisi fisik prima, stamina terjaga, dan kesiapan optimal dalam mendukung pelaksanaan tugas kewilayahan.


Komandan Korem 083/Baladhika Jaya menempatkan pembinaan fisik sebagai fondasi penting dalam membentuk postur prajurit yang sehat, disiplin, adaptif, serta memiliki daya juang tinggi dalam setiap pengabdian kepada bangsa dan negara.


Pelaksanaan Garjas tahun ini juga menitikberatkan pada objektivitas penilaian serta faktor keselamatan personel. Seluruh peserta menjalani pemeriksaan kesehatan awal secara ketat guna memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur.


Kepala Jasmani Korem 083/Bdj Kapten Inf Bambang Eko P menegaskan bahwa kesehatan dan kebugaran fisik merupakan modal utama seorang prajurit dalam melaksanakan tugas secara optimal. Menurutnya, jasmani yang terpelihara akan melahirkan kesiapan, ketahanan, dan semangat pengabdian yang semakin kuat.


Melalui pembinaan yang terukur dan berkesinambungan, Korem 083/Baladhika Jaya terus memperkuat kualitas sumber daya manusia prajurit agar selalu berada pada kondisi terbaik—siap bergerak, siap mengabdi, dan siap hadir untuk rakyat. (*)

80 Tahun Mengabdi, Danrem 083 Ajak Persit Semakin Solid, Kreatif, dan Berdaya Saing


Malang – Delapan puluh tahun perjalanan Persit Kartika Chandra Kirana menjadi bukti panjangnya dedikasi, loyalitas, dan pengabdian organisasi perempuan TNI AD dalam mendukung tugas prajurit serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Momentum tersebut mendapat penegasan khusus dari Komandan Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus S., pada peringatan HUT ke-80 Persit di Malang, Rabu (29/4).


Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kasrem 083/Bdj, Danrem menyampaikan bahwa usia matang organisasi harus menjadi pijakan untuk melompat lebih jauh menjadi organisasi perempuan yang semakin berkualitas, produktif, dan kompetitif.


Ia menilai tema “Persit Kartika Chandra Kirana Berkarya” merupakan cerminan semangat baru untuk terus tumbuh, berinovasi, serta menghadirkan kontribusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan zaman.


Menurut Danrem, anggota Persit memiliki kekuatan besar sebagai pilar moral keluarga prajurit sekaligus agen sosial yang mampu menggerakkan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kegiatan kemanusiaan, hingga pembinaan generasi muda.


“Teruslah berkarya, tetaplah rendah hati, jaga kekompakan, dan hadirkan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitar. Persit yang solid dan kreatif akan menjadi kekuatan sosial yang luar biasa bagi bangsa,” ungkap Danrem.


Dengan semangat itu, Korem 083/Baladhika Jaya berharap Persit semakin maju sebagai organisasi perempuan yang berkarakter, adaptif terhadap perubahan, dan terus menginspirasi melalui karya nyata. (*)

Wakapolri Buka Rakernis Empat Fungsi Pusat Polri 2026, Perkuat Transformasi Presisi

 


Jakarta – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo resmi membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Gabungan Empat Fungsi Pusat Polri Tahun 2026 di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat transformasi Polri Presisi sekaligus mendukung Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2026.


Rakernis tersebut diikuti empat fungsi utama di lingkungan Mabes Polri, yakni Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes), Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang), Pusat Keuangan (Puskeu), serta Pusat Sejarah (Pusjarah) Polri. Hadir pula Menteri PAN-RB Rini Widyantini dan sejumlah pejabat utama Mabes Polri.


Dalam arahannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polri atas capaian kinerja selama tahun 2025 hingga awal 2026. Menurutnya, berbagai keberhasilan tersebut menjadi modal penting dalam membangun fondasi organisasi yang kuat dan adaptif menghadapi tantangan ke depan.


“Apresiasi yang tinggi-tingginya kepada seluruh rekan-rekan yang sudah bekerja sangat luar biasa, mulai dari tingkat Polsek, Polres, Polda, Mabes Polri, khususnya terkait menyangkut masalah empat pusat tersebut,” ujar Komjen Pol. Dedi Prasetyo.


Selain itu, Dedi juga menekankan pentingnya tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel. Ia menyebut Pusat Keuangan Polri memiliki peran strategis memastikan seluruh anggaran berjalan efektif, tepat sasaran, serta mampu mendukung operasional kepolisian.


“Tidak ada satu organisasi sehebat apa pun kalau tidak didukung oleh anggaran, dan tidak dilakukan tata kelola penggunaan anggaran yang benar,” ujarnya.


Dalam kegiatan tersebut, Polri juga menyerahkan penghargaan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) terbaik Tahun 2025. Untuk kategori pagu besar diraih Polda Sulawesi Selatan, kategori pagu sedang diraih Polda Riau, dan kategori pagu kecil diraih Polda Kalimantan Utara. Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakapolri didampingi Kapuslitbang dan Kapuskeu Polri.


Wakapolri menyebut capaian tersebut menjadi bukti komitmen jajaran wilayah dalam menjaga kualitas pengelolaan keuangan negara secara profesional. Ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh satuan kerja untuk terus meningkatkan kinerja.


“Nilai IKPA Polri harus terus meningkat. Kita harus betul-betul memastikan tata kelola keuangan yang akuntabel, transparan, dan profesional,” kata Dedi.


Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi terhadap pengembangan layanan kesehatan kepolisian, Polri turut menyematkan Tanda Kemahiran Kedokteran Kepolisian kepada Menteri PAN-RB Rini Widyantini.


Melalui Rakernis ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus mendukung agenda pembangunan nasional Tahun 2026 melalui penguatan organisasi, peningkatan pelayanan publik, tata kelola anggaran yang baik, serta inovasi berbasis riset. (*)

Rakernis Polri 2026: Wakapolri Apresiasi Kinerja Pengelolaan Anggaran Terbaik Jajaran Polda

 


Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia memberikan penghargaan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) terbaik kepada jajaran Polda dalam rangkaian Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Gabungan Empat Fungsi Pusat Polri Tahun 2026 di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/4/2026). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pengelolaan anggaran yang akuntabel, efektif, dan profesional sepanjang tahun 2025.


Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo didampingi Kapuslitbang dan Kapuskeu Polri.


Untuk kategori pagu besar, penghargaan IKPA terbaik diraih Polda Sulawesi Selatan. Sementara kategori pagu sedang diberikan kepada Polda Riau, dan kategori pagu kecil diraih Polda Kalimantan Utara.


Dalam arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa tata kelola keuangan yang baik merupakan fondasi penting dalam mendukung keberhasilan organisasi, termasuk pelaksanaan tugas-tugas kepolisian di lapangan.


“Tidak ada satu organisasi sehebat apa pun kalau tidak didukung oleh anggaran, dan tidak dilakukan tata kelola penggunaan anggaran yang benar,” ujar Komjen Pol. Dedi Prasetyo.


Menurutnya, capaian para penerima penghargaan menunjukkan komitmen jajaran kewilayahan dalam mengelola anggaran negara secara transparan dan bertanggung jawab. Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi satuan kerja lainnya di lingkungan Polri.


Wakapolri juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pengelolaan keuangan di seluruh jajaran agar mampu menjawab tantangan organisasi ke depan. Ia menyebut profesionalisme personel pengemban fungsi keuangan harus terus diperkuat seiring tuntutan akuntabilitas publik yang semakin tinggi.


“Nilai IKPA Polri harus terus meningkat. Kita harus betul-betul memastikan tata kelola keuangan yang akuntabel, transparan, dan profesional,” katanya.


Selain penghargaan IKPA, Polri juga menyerahkan penghargaan lain berdasarkan hasil survei Puslitbang Polri Tahun 2025. Polda Bengkulu menerima penghargaan tingkat kepuasan masyarakat terbaik, sedangkan Polda Bali meraih penghargaan internalisasi budaya integritas, kejujuran, dan kehormatan Polri.


Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari upaya Polri mendorong budaya kompetisi sehat, peningkatan kinerja, serta penguatan reformasi birokrasi di seluruh satuan kerja. Melalui momentum Rakernis ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola organisasi yang modern serta terpercaya. (*)

Tergiur Gaji Besar, Dua Operator Judi Online Berpindah Negara Sebelum Diciduk di Bali

 


DENPASAR - Jejak dua operator judi online (judol) ini terbilang panjang dan berpindah-pindah negara. Sempat digerebek di Filipina hingga Kamboja, keduanya tetap melanjutkan aksinya hingga akhirnya diringkus di Bali. Dua tersangka tersebut ditangkap di Jalan Pratama Gang Hasan Nomor 3, Benoa, Kuta Selatan, Badung, Bali. Mereka diketahui berinisial IJT alias Gisel (23) dan WAB alias Guang Yun (31).

 

Direktur Reserse Siber (Dirressiber) Polda Bali Kombes Aszhari Kurniawan mengungkapkan, keduanya pernah bekerja sebagai operator judi online di Filipina pada 2024.

 

"Keduanya diketahui pernah bekerja sebagai operator judi online di Filipina sekitar tahun 2024," kata Aszhari.

 

Jejak keduanya berlanjut saat tempat mereka bekerja di Filipina digerebek aparat kepolisian setempat pada Oktober 2025. Namun, penggerebekan itu tidak membuat mereka berhenti.

 

Alih-alih pulang ke Indonesia, keduanya justru diajak oleh leader mereka untuk pindah ke Kamboja dan tetap bekerja sebagai operator judi online.

 

"Setelah penggerebekan di Filipina, tersangka diajak ke Kamboja untuk tetap bekerja di bidang yang sama," ujarnya.

 

Di Kamboja, aktivitas ilegal itu kembali berjalan hingga akhirnya pada Januari 2026 lokasi tempat mereka bekerja kembali digerebek polisi setempat. Setelah kejadian tersebut, keduanya diminta oleh leader mereka untuk kembali ke Indonesia.

 

Pada 21 Januari 2026, IJT dan WAB tiba di Bali. Bukannya berhenti, keduanya justru kembali melanjutkan aktivitas sebagai pengelola judi online.

 

Mereka kemudian menyewa tempat di kawasan Benoa sebagai basis operasional. Di Bali, IJT berperan sebagai telemarketing yang bertugas menawarkan situs judi online kepada calon pemain. Sementara WAB berperan sebagai customer service yang melayani komunikasi dengan pemain melalui fitur live chat.

 

"Keduanya tetap menjalankan aktivitas tersebut karena tergiur iming-iming gaji yang cukup besar," ungkap Aszhari. (*)

Kapolres Pasuruan Sambangi Desa Ngembal, Serap Aspirasi dan Salurkan Bantuan

 


PASURUAN — Dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyalurkan bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan, Kapolres Pasuruan Harto Agung Cahyono mengunjungi Warga Desa Ngembal, Kecamatan Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan, Rabu (29/4/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Dusun Kelek tersebut dimulai pukul 09.30 hingga 11.30 WIB. Kapolres didampingi Wakapolres dan jajaran pejabat utama (PJU) Polres Pasuruan. Rombongan berangkat bersama menggunakan sepeda motor sebagai bentuk kebersamaan dan kedekatan pimpinan dengan anggota di lapangan.


Setibanya di lokasi, rombongan disambut antusias oleh masyarakat setempat. Kapolres kemudian melaksanakan silaturahmi dengan warga, berdialog secara langsung, serta mendengarkan berbagai aspirasi dan kondisi sosial yang dihadapi masyarakat Desa Ngembal.


“Kami datang untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat. Ini penting agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujar AKBP Harto Agung Cahyono.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menyerahkan bantuan sosial kepada warga sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.


Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga bagian dari upaya membangun hubungan emosional antara Polri dan masyarakat.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial, sehingga tercipta sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” tambahnya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Wakapolres Pasuruan Kompol Andy Purnomo, para kasat jajaran, Kapolsek Nongkojajar, serta perangkat Desa Ngembal.


Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran jajaran Polres Pasuruan pun mendapat respons positif dari masyarakat yang merasa diperhatikan dan terbantu.


Kegiatan ini menjadi salah satu langkah Polres Pasuruan dalam memperkuat kepercayaan publik serta membangun sinergitas bersama masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif. (*)

Selasa, 28 April 2026

Komsos TMMD ke-128 Kodim Probolinggo Perkuat Kedekatan TNI dan Warga di Dusun Klagin


PROBOLINGGO — Kegiatan komunikasi sosial (komsos) terus digencarkan dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 oleh Kodim 0820/Probolinggo. Kali ini, komsos dilaksanakan di Dusun Klagin, Desa Brabe, Kecamatan Maron, sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.


Kegiatan komsos tersebut menjadi sarana bagi Satgas TMMD untuk berinteraksi langsung dengan warga, menyerap aspirasi, serta menyampaikan informasi terkait program pembangunan yang sedang berjalan di wilayah setempat.


Dalam suasana santai dan penuh keakraban, anggota Satgas TMMD berdialog dengan warga mengenai berbagai kebutuhan dan kondisi lingkungan desa. Warga pun tampak antusias menyampaikan masukan, termasuk harapan terhadap keberlanjutan pembangunan di daerah mereka.


Anggota Satgas TMMD ke-128, Serka Samsul Arifin, mengatakan bahwa kegiatan komsos merupakan bagian penting dalam mendukung kelancaran program TMMD. Melalui komunikasi yang intens, menurutnya, TNI dapat memahami secara langsung kebutuhan masyarakat.


Ia menjelaskan bahwa program TMMD ke-128 telah dimulai sejak 22 April 2026 dan akan berlangsung hingga 21 Mei 2026. Dalam pelaksanaannya, terdapat lima sasaran program fisik dan 16 program nonfisik yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


“Program TMMD ini tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan nonfisik,” ujar Serka Samsul Arifin.


Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa dukungan dan partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar seluruh rangkaian kegiatan TMMD dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat jangka panjang.


Melalui kegiatan komsos ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara TNI dan masyarakat, sehingga pelaksanaan TMMD ke-128 di Dusun Klagin dapat berjalan lancar serta memberikan dampak nyata bagi kemajuan desa. (*)

Gotong Royong TNI dan Warga, RTLH Bu Mani Dibangun Lewat TMMD

 


PROBOLINGGO — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang dilaksanakan Kodim 0820/Probolinggo terus menyasar pembangunan infrastruktur dasar bagi masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) milik warga di Dusun Klagin RT 19 RW 7, Desa Brabe, Kecamatan Maron.


Pembangunan RTLH tersebut diperuntukkan bagi Bu Mani (60), warga setempat yang sebelumnya menempati rumah dengan kondisi kurang layak. Program ini menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan hunian yang aman dan sehat.


Proses pembangunan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan anggota Satgas TMMD bersama warga sekitar. Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan semangat kebersamaan dalam mempercepat penyelesaian pembangunan.


Di lapangan, pengerjaan rumah dilakukan secara bertahap mulai dari perbaikan struktur hingga penyempurnaan bagian dalam rumah. Warga sekitar turut ambil bagian membantu proses pembangunan sebagai bentuk solidaritas sosial.


Bu Mani mengaku sangat bersyukur dan terharu atas bantuan yang diberikan melalui program TMMD tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada TNI dan seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan rumah layak huni bagi dirinya.


“Saya sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI dan semua yang sudah membantu. Rumah ini sangat berarti bagi saya, sekarang saya bisa tinggal lebih nyaman dan aman,” ungkapnya.


Sementara itu, Kepala Desa Brabe, Sunardi, mengapresiasi pelaksanaan program RTLH yang menyasar warganya. Menurutnya, bantuan tersebut sangat tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.


“Program RTLH ini sangat membantu warga kami yang membutuhkan. Kami berharap kegiatan TMMD ini terus memberikan manfaat nyata dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Desa Brabe,” kata Sunardi.


Dengan adanya pembangunan RTLH ini, diharapkan Bu Mani dapat menempati rumah yang lebih layak, sekaligus menjadi bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program TMMD ke-128 di wilayah Kabupaten Probolinggo. (*)

Pavingisasi TMMD ke-128 di Dusun Klagin Percepat Akses Warga Desa Brabe


PROBOLINGGO — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Kabupaten Probolinggo terus dikebut melalui berbagai sasaran fisik. Salah satu kegiatan yang tengah berlangsung adalah pavingisasi jalan lingkungan di Dusun Klagin RT 19 RW 7, Desa Brabe, Kecamatan Maron.


Pengerjaan pavingisasi ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas akses jalan warga yang sebelumnya masih berupa tanah dan berbatu. Saat musim hujan, kondisi jalan kerap licin dan sulit dilalui, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.


Melalui program TMMD, jalan tersebut kini mulai dibenahi dengan pemasangan paving block agar lebih rata, kuat, dan nyaman digunakan. Perbaikan ini diharapkan dapat menunjang mobilitas warga dalam berbagai kegiatan sehari-hari.


Pelaksanaan pembangunan melibatkan personel Satgas TMMD bersama masyarakat setempat. Gotong royong menjadi kunci utama dalam mempercepat proses pengerjaan di lapangan.


Sejak pagi hari, anggota TNI dan warga terlihat kompak melakukan berbagai tahapan pekerjaan, mulai dari perataan tanah hingga pemasangan paving. Kebersamaan tersebut mencerminkan semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat.


Praka Firdaus yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa pavingisasi ini menjadi salah satu prioritas dalam program TMMD ke-128 di wilayah tersebut.


“Pengerjaan ini kami lakukan bersama warga agar cepat selesai dan hasilnya bisa langsung dimanfaatkan. Harapannya, jalan ini dapat mempermudah aktivitas masyarakat sehari-hari,” ujarnya.


Dengan adanya pavingisasi ini, akses di Dusun Klagin diharapkan semakin lancar dan aman dilalui. Program TMMD ke-128 pun diharapkan terus memberikan manfaat nyata bagi peningkatan infrastruktur serta kesejahteraan masyarakat di Desa Brabe. (*)

Satgas TMMD ke-128 Perkuat Koordinasi Material Berkualitas untuk Pembangunan di Desa Brabe


PROBOLINGGO — Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo terus dioptimalkan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat koordinasi terkait penggunaan material berkualitas guna mendukung pembangunan fisik yang lebih tahan lama.


Koordinasi tersebut dilakukan oleh Satgas TMMD bersama pihak terkait di lapangan, termasuk perangkat desa dan masyarakat. Langkah ini bertujuan memastikan seluruh material yang digunakan memenuhi standar kualitas sehingga hasil pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.


Penggunaan material yang tepat dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembangunan infrastruktur desa. Selain memperhatikan kekuatan, material juga harus sesuai dengan kondisi lingkungan setempat agar tidak mudah rusak.


Dalam pelaksanaannya, Satgas TMMD melakukan pengecekan langsung terhadap bahan bangunan yang digunakan, mulai dari batu, pasir, hingga material pendukung lainnya. Proses ini dilakukan secara teliti untuk menjaga kualitas hasil pekerjaan.


Selain itu, koordinasi juga mencakup pengaturan distribusi material agar tepat waktu dan sesuai kebutuhan di masing-masing titik pembangunan. Hal ini penting untuk menghindari keterlambatan pekerjaan di lapangan.


Anggota Satgas TMMD menyampaikan bahwa kualitas material menjadi prioritas utama dalam setiap pembangunan yang dilakukan melalui program TMMD.


“Kami memastikan material yang digunakan benar-benar berkualitas agar hasil pembangunan tidak hanya cepat selesai, tetapi juga kuat dan tahan lama sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.


Dengan adanya koordinasi yang baik dalam penggunaan material, diharapkan seluruh sasaran fisik TMMD ke-128 di Desa Brabe dapat selesai sesuai target dengan hasil yang maksimal. Program ini pun diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat setempat. (*)

Hangatnya Kebersamaan TMMD di Probolinggo, Satgas dan Warga Brabe Nikmati Kolak Saat Istirahat


PROBOLINGGO — Suasana penuh keakraban terlihat dalam pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang digelar Kodim 0820/Probolinggo di Dusun Klagin RT 20 RW 7, Desa Brabe, Kecamatan Maron. Di sela-sela waktu istirahat, anggota Satgas TMMD bersama warga menikmati hidangan kolak secara sederhana namun penuh makna.


Momen tersebut menjadi gambaran eratnya hubungan antara TNI dan masyarakat yang terjalin selama pelaksanaan program. Tidak hanya bekerja bersama dalam pembangunan, kebersamaan juga tercipta dalam suasana santai seperti saat waktu istirahat.


Warga setempat dengan sukarela menyiapkan kolak untuk dinikmati bersama para anggota Satgas TMMD. Hidangan tradisional tersebut menjadi simbol kebersamaan dan rasa kekeluargaan yang tumbuh di tengah kegiatan pembangunan.


Di lokasi, terlihat anggota TNI dan warga duduk bersama tanpa sekat, berbincang santai sambil menikmati sajian yang disediakan. Suasana hangat ini mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas pelaksanaan TMMD.


Kebersamaan tersebut tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga menjadi penyemangat bagi seluruh pihak dalam menyelesaikan berbagai sasaran program, baik fisik maupun nonfisik.


Anggota Satgas TMMD ke-128, Kapten Inf M Yahudin, menyampaikan bahwa momen kebersamaan seperti ini memiliki nilai yang sangat penting dalam membangun kedekatan antara TNI dan rakyat.


“Kebersamaan seperti ini adalah bagian dari kekuatan kita. Melalui momen sederhana seperti makan bersama, hubungan antara TNI dan masyarakat semakin erat dan solid,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga membangun hubungan emosional yang harmonis antara aparat dan masyarakat.


Melalui kebersamaan yang terjalin di Dusun Klagin ini, diharapkan semangat gotong royong dan kekeluargaan terus terjaga, sehingga pelaksanaan TMMD ke-128 dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)

TMMD ke-128 Kodim Probolinggo Bangun TPT di Akses Dusun Klagin, Tangani 12 Titik Longsor


PROBOLINGGO — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang dilaksanakan Kodim 0820/Probolinggo terus menunjukkan progres di lapangan. Salah satu sasaran fisik yang tengah dikerjakan adalah pembangunan Tanggul Penahan Tanah (TPT) di ruas jalan menuju Dusun Klagin, Desa Brabe, Kecamatan Maron.


Pembangunan TPT ini menjadi prioritas mengingat kondisi jalan yang sebelumnya rawan longsor. Berdasarkan pendataan di lokasi, terdapat sedikitnya 12 titik longsoran yang mengancam akses utama warga menuju dusun tersebut.


Kondisi tersebut tidak hanya membahayakan pengguna jalan, tetapi juga menghambat aktivitas perekonomian dan mobilitas masyarakat setempat. Oleh karena itu, pembangunan TPT dinilai penting untuk memberikan perlindungan serta meningkatkan keamanan jalur penghubung desa.


Pelaksanaan pembangunan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat setempat bersama personel TNI dari tiga matra. Sinergi ini menjadi salah satu ciri khas program TMMD yang mengedepankan kebersamaan antara aparat dan warga.


Di lapangan, terlihat warga dan prajurit bahu-membahu mengerjakan pemasangan batu dan pengecoran struktur penahan tanah. Semangat kebersamaan tersebut mempercepat proses pengerjaan sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.


Sertu Galang Panji yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa pembangunan TPT ini diharapkan mampu mengatasi potensi longsor di sepanjang jalur menuju Dusun Klagin. Ia menyebut, kehadiran TNI dalam program TMMD bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membangun kebersamaan.


“Melalui gotong royong ini, kami ingin memastikan akses jalan warga menjadi lebih aman dan nyaman dilalui. Selain itu, ini juga menjadi wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujarnya.


Dengan adanya pembangunan TPT ini, diharapkan akses menuju Dusun Klagin semakin stabil dan aman dari ancaman longsor. Program TMMD ke-128 pun diharapkan memberikan dampak nyata bagi peningkatan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Probolinggo. (*)

Program Nonfisik TMMD Probolinggo Fokus Perkuat SDM Kader Posyandu

 


PROBOLINGGO — Program nonfisik dalam TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang digelar Kodim 0820/Probolinggo terus berjalan. Salah satunya diwujudkan melalui pelatihan pengisian data Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu berbasis Sistem Informasi PS3D bagi kader kesehatan desa.


Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (28/4/2026) ini menyasar kader Posyandu dari Kecamatan Maron dan Banyuanyar. Sekitar 40 peserta mengikuti pelatihan yang difokuskan pada peningkatan kemampuan pengelolaan data layanan kesehatan secara digital.


Pelatihan ini diarahkan untuk mendorong ketepatan dan kecepatan pelaporan data kesehatan masyarakat, sekaligus memastikan integrasi dengan sistem milik pemerintah daerah.


Sekretaris Kecamatan Maron, Wawas Arif Rachmanto, mengatakan penggunaan sistem informasi menjadi bagian penting dalam penguatan layanan Posyandu. Menurutnya, pengisian data enam indikator SPM secara konsisten akan membantu pemantauan kondisi kesehatan warga secara lebih akurat.


“Dengan data yang diperbarui secara berkala, penanganan masalah kesehatan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Probolinggo, Farhan Hidayat, menegaskan peran strategis kader Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di tingkat desa. Ia mendorong peserta agar memahami teknis pengisian data hingga mampu menerapkannya secara mandiri.


Di sisi lain, Danramil 0820-21/Maron Kapten Murianto menilai kegiatan nonfisik TMMD memiliki kontribusi besar dalam pembangunan masyarakat. Ia menyebut, selain pembangunan fisik, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi prioritas utama.


“Penguatan kemampuan kader Posyandu ini menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” katanya.


Melalui kegiatan tersebut, kader Posyandu di wilayah Maron dan Banyuanyar diharapkan semakin siap mendukung program kesehatan pemerintah, sekaligus memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat. (*)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done