Bhayangkara News

Selasa, 05 Mei 2026

Polda Jatim Bongkar Komplotan Curat Lintas Provinsi, Beraksi di 13 TKP


SURABAYA – Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang dilakukan oleh komplotan spesialis rumah kosong lintas provinsi.


Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan empat tersangka yang diketahui telah beraksi di 13 tempat kejadian perkara (TKP) yang tersebar di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.


Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyampaikan bahwa pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


“Penanganan tindak pidana pencurian dengan pemberatan menjadi prioritas kami guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujar Kombes Abast dalam konferensi pers, Selasa (5/5/2026).


Ia menambahkan, kejahatan curat kerap memanfaatkan kelengahan serta celah keamanan di lingkungan permukiman. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem keamanan di lingkungan masing-masing.


Pada kesempatan yang sama, Wadirreskrimum Polda Jatim, AKBP Umar, menjelaskan bahwa kasus ini terungkap dari laporan pencurian yang terjadi di wilayah Porong, Sidoarjo, pada 6 April 2026.


Dari hasil penyelidikan, para tersangka diketahui telah beraksi di sejumlah wilayah di Jawa Timur, antara lain Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, Madiun, Nganjuk, Malang, dan Ngawi. Selain itu, komplotan ini juga melakukan aksi kejahatan di wilayah Jawa Tengah, yakni Solo (Surakarta) dan Sragen.


“Para tersangka ditangkap di wilayah Jawa Barat, tepatnya di Karawang dan Purwakarta, saat berada dalam pelarian dan diduga akan kembali melakukan aksi,” jelas AKBP Umar.


Adapun empat tersangka yang diamankan masing-masing berinisial DJ, SWD alias Wardo (54), MS alias Sabta (30), dan GTP alias Hoget (38). Sementara itu, satu tersangka lainnya berinisial HEN masih dalam daftar pencarian orang (DPO).


Dalam menjalankan aksinya, para pelaku mengincar rumah kosong pada siang hingga sore hari, khususnya saat akhir pekan atau hari libur. Mereka terlebih dahulu mengamati kondisi rumah, seperti lampu yang menyala pada siang hari serta pagar yang terkunci dari luar.


Setelah memastikan rumah dalam keadaan kosong, pelaku masuk dengan cara melompati pagar dan merusak pintu belakang menggunakan alat berupa linggis.


Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa mobil, sepeda motor, linggis, serta hasil curian seperti emas, jam tangan, dan barang berharga lainnya.


“Para pelaku tergolong berpengalaman, bahkan salah satu tersangka merupakan residivis yang telah beraksi sejak lama,” ungkap AKBP Umar.


Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal terkait tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan ancaman pidana penjara maksimal sembilan tahun.


Polda Jatim kembali mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat meninggalkan rumah serta memastikan sistem keamanan lingkungan berjalan dengan baik guna mencegah terjadinya tindak kejahatan serupa. ***

Kapolres Pasuruan Monitoring Kinerja dan Pelayanan di Polsek Beji dan Gempol


PASURUAN – Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka monitoring kinerja dan pelayanan di Polsek Beji dan Polsek Gempol, Selasa (5/5/2026).


Dalam giat ini Kapolres didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Pasuruan Ny. Abel Harto Agung serta pejabat utama Polres Pasuruan.


Kunjungan diawali di Polsek Beji. Kapolres melakukan pengecekan langsung terhadap sarana dan prasarana, meliputi ruang pelayanan, ruang kerja, serta fasilitas pendukung lainnya. Selain itu, dilakukan peninjauan terhadap kebersihan lingkungan mako, kerapian administrasi, serta kesiapan personel dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.


Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


“Seluruh personel harus meningkatkan profesionalisme, disiplin, dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar AKBP Harto Agung Cahyono.


“Jaga integritas, hindari pelanggaran, dan jadilah teladan di tengah masyarakat,” lanjutnya.


Kegiatan di Polsek Beji juga diisi dengan komunikasi dua arah antara Kapolres dan personel guna menyerap masukan serta kendala yang dihadapi di lapangan.


Selanjutnya, rombongan melaksanakan kunjungan ke Polsek Gempol dengan agenda serupa. Kapolres kembali melakukan monitoring terhadap fasilitas pelayanan publik, sarana pendukung operasional, serta kondisi lingkungan mako. Peninjauan juga mencakup kebersihan dan kerapian sebagai bagian dari kesiapan dan kedisiplinan personel.


Dalam kunjungan tersebut, Kapolres juga menekankan pentingnya meningkatkan kinerja, memperkuat soliditas internal, serta meningkatkan kecepatan dan ketepatan dalam merespons kebutuhan masyarakat. ***

Operasi Dharma Dewata, Imigrasi Bali Temukan 62 WNA Langgar Aturan

 


DENPASAR – Petugas Imigrasi Bali berhasil menjaring 62 warga negara asing (WNA) yang terdeteksi melakukan berbagai pelanggaran keimigrasian di wilayah Bali dalam “Patroli Keimigrasian Dharma Dewata”


Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, menjelaskan patroli tersebut menyasar titik-titik rawan di wilayah kerja Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Denpasar, dan Singaraja.


“Fokus patroli meliputi pengawasan terhadap WNA yang melampaui batas izin tinggal (overstay), pemberian data palsu untuk perolehan visa, penyalahgunaan izin tinggal untuk aktivitas ilegal seperti bekerja tanpa izin, keterlibatan dalam investasi fiktif, hingga tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” paparnya.


Menanggapi temuan tersebut, Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, memberikan peringatan keras kepada seluruh warga asing yang berada di wilayah Indonesia, khususnya di Provinsi Bali.


Hendarsam menegaskan pihaknya tidak akan memberikan toleransi bagi orang asing yang terbukti melakukan pelanggaran keimigrasian yang dapat mengganggu stabilitas nasional.


“Saya memerintahkan seluruh jajaran untuk bertindak tegas tanpa kompromi. Kita akan menyambut baik wisatawan dan investor asing yang berkualitas, namun bagi mereka yang meremehkan hukum Indonesia, pilihannya hanya dua: tunduk pada aturan kami atau segera keluar dari wilayah Indonesia,” tegas Hendarsam.


Ia menambahkan, Bali sebagai etalase Indonesia di mata dunia merupakan cerminan martabat bangsa yang harus dijaga bersama.


“Kami tidak akan membiarkan oknum asing merusak tatanan sosial maupun ekonomi masyarakat lokal. Hal ini tentunya sejalan dengan semangat ‘Imigrasi untuk Rakyat’ yang kami usung,” lanjutnya.


Dirjen Imigrasi juga menyebutkan bahwa pengawasan yang dilakukan Direktorat Jenderal Imigrasi kini semakin ketat melalui integrasi data digital dan patroli lapangan yang dilaksanakan secara masif di seluruh Indonesia.


Sementara itu, Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Yuldi Yusman, turut menegaskan komitmen jajarannya dalam memperkuat operasi penegakan hukum di lapangan.


“Kami terus memperkuat fungsi pengawasan dan penindakan untuk mendeteksi potensi pelanggaran sedini mungkin. Penertiban ini adalah bukti nyata bahwa Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian tidak memberikan ruang bagi WNA yang melanggar hukum dan mengganggu ketertiban,” ujar Yuldi.

Disiplin Tanpa Kompromi, Propam Polda Bali Gelar Ops Gaktibplin Terhadap Personel Polres Jembrana

 


JEMBRANA - Komitmen menjaga marwah institusi kembali ditegaskan jajaran Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Bali. Dipimpin langsung Kabidpropam Polda Bali, Kombes Pol. I Ketut Agus Kusmayadi, S.I.K., S.H., M.H., kegiatan arahan dan Operasi Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Ops Gaktibplin) digelar di Polres Jembrana, Selasa (5/5/2026) pukul 08.00 WITA.


Kegiatan diawali dengan arahan kepada seluruh personel perwira dan bintara, kemudian dilanjutkan pemeriksaan menyeluruh oleh Subbidprovos. Ops Gaktibplin ini menjadi langkah preventif untuk menekan potensi pelanggaran anggota yang dapat mencederai citra dan martabat Polri di mata masyarakat.


Dalam arahannya, Kabidpropam menekankan sejumlah isu krusial. Penyalahgunaan narkotika menjadi perhatian utama, mengingat dampaknya yang merusak diri  sendiri, keluarga dan institusi. Ia mengingatkan seluruh anggota agar menjauhi segala bentuk pelanggaran yang dapat berujung pada sanksi tegas.


Selain itu, pengawasan terhadap tahanan juga disorot. Kelalaian sekecil apa pun, terutama hingga menyebabkan tahanan melarikan diri, dinilai sebagai ancaman serius terhadap keselamatan dan profesionalitas anggota.


“Pengamanan tahanan harus menjadi perhatian penuh dan dilaksanakan sesuai prosedur,” tegas Kombes Pol. I Ketut Agus Kusmayadi, S.I.K., S.H., M.H. didampingi Kasubbidprovos, AKBP I Ketut Dana, S.H.


Fenomena judi online turut menjadi perhatian. Personel diingatkan untuk tidak terjerumus karena berdampak langsung pada kehidupan pribadi dan keluarga. Kabidpropam juga menegaskan pentingnya disiplin melalui kewajiban mengikuti apel pagi sebagai sarana kontrol, komunikasi, dan pembinaan internal.


Di era digital, setiap anggota diminta bijak dalam bermedia sosial. Pelanggaran oleh satu oknum dapat dengan cepat menyebar dan berdampak luas terhadap citra Polri secara keseluruhan.


“Melalui Ops Gaktibplin ini, kita berharap tahun 2026 menjadi momentum perbaikan. Jangan sampai ada anggota yang melakukan pelanggaran yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat,” ujar Kabidpropam.


Sementara itu, dalam pelaksanaannya, personel Provos melakukan pemeriksaan meliputi kelengkapan gampol (pakaian dinas dan atribut), identitas diri seperti KTA, KTP, NPWP, SIM, dan STNK, hingga pengecekan telepon genggam. Disiplin kehadiran apel pagi juga menjadi bagian dari pengawasan.


Tak hanya itu, pemeriksaan turut menyasar gudang senjata api serta ruang tahanan Polres Jembrana guna memastikan standar keamanan terpenuhi. Tim Bidokkes Polda Bali juga melaksanakan tes urine (Urine Drug Test/UDT) terhadap personel sebagai langkah deteksi dini penyalahgunaan narkoba.


Melalui kegiatan ini, Polda Bali menegaskan bahwa disiplin dan integritas adalah fondasi utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Pendekatan tegas yang diiringi pembinaan humanis diharapkan mampu membentuk personel yang profesional, bersih, dan dipercaya masyarakat. ***

Gedung Baru Kompolnas Diresmikan, Kapolri: Penguatan Pengawasan dan Respons Keluhan Masyarakat

 


Jakarta – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) resmi menempati gedung baru di Graha Sentana, Jalan Hj. Tutty Alawiyah No. 2, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026). Peresmian ini ditandai dengan kegiatan syukuran yang dihadiri jajaran pemerintah, kementerian/lembaga, dan pimpinan Polri.


Kegiatan syukuran ini menjadi penanda resmi pemanfaatan kantor baru Kompolnas sekaligus sarana komunikasi publik atas penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Gedung baru tersebut diharapkan mampu menunjang pelaksanaan tugas pengawasan fungsional terhadap Polri, pelayanan pengaduan masyarakat, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga secara lebih optimal.


Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menjelaskan pemindahan kantor Kompolnas bertujuan memudahkan akses masyarakat dalam menyampaikan aspirasi maupun laporan terkait kepolisian.

“Supaya masyarakat yang berkepentingan atau berhubungan dengan Kompolnas bisa datang tanpa ragu-ragu, karena tempat ini menjadi ruang yang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan demi perbaikan kepolisian maupun Kompolnas sendiri,” ujarnya.


Ia menegaskan keberadaan gedung baru juga menjadi simbol penguatan kerja sama antara Kompolnas dan Polri dalam memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.

“Tidak ada pembedaan, yang ada adalah kita bersama-sama bekerja memberikan sesuatu yang berharga bagi kepentingan bangsa,” tambahnya.


Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi atas peresmian gedung baru tersebut dan menegaskan pentingnya peran Kompolnas sebagai mitra strategis Polri. Menurutnya, Kompolnas memiliki tugas memberikan masukan kebijakan strategis serta menerima laporan masyarakat untuk ditindaklanjuti secara cepat oleh Polri.


“Kompolnas adalah mitra strategis Polri untuk memastikan institusi Polri betul-betul dapat melaksanakan tugas secara profesional,” kata Kapolri.


Ia menekankan bahwa Polri membutuhkan masukan dan evaluasi berkelanjutan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

“Kami membutuhkan masukan dan evaluasi agar Polri bisa bekerja lebih baik, lebih profesional, mendengarkan keluhan masyarakat, dan segera meresponsnya,” ungkapnya.


Kapolri berharap kehadiran gedung baru Kompolnas semakin memperkuat fungsi pengawasan, transparansi, serta sinergi antar lembaga dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Dengan gedung baru ini diharapkan Kompolnas semakin banyak menerima masukan dari masyarakat sehingga harapan publik terhadap Polri dapat terwujud,” tutup Kapolri.


Melalui peresmian kantor baru ini, diharapkan sinergi Kompolnas dengan kementerian/lembaga semakin kuat, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pengaduan masyarakat serta transparansi informasi publik sebagai bagian dari penguatan akuntabilitas kelembagaan. ***

Senin, 04 Mei 2026

Dandim 1629/SBD dan Forkopimda Sambut Kunjungan Wasev TMMD 128 di Bandara Lende Kalumbang


Sumba Barat Daya – Komandan Kodim 1629/SBD Letkol Inf Deny Ahdiani Amir, M.Han., selaku Dansatgas TMMD ke-128 bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumba Barat Daya menyambut kedatangan Brigjen TNI Totok Sulistyono, S.H., M.M., M.I.P., dalam rangka kunjungan Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke-128.


Penyambutan berlangsung di Bandara Lende Kalumbang, Desa Payola Umbu, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, pada Selasa (05/05/2026), dengan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.


Kunjungan Wasev ini merupakan bagian dari upaya TNI AD dalam memastikan pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) berjalan sesuai rencana serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kehadiran Brigjen TNI Totok Sulistyono diharapkan dapat memberikan arahan, evaluasi, serta motivasi bagi seluruh personel Satgas TMMD di lapangan.


Dandim 1629/SBD Letkol Inf Deny Ahdiani Amir, M.Han., menyampaikan bahwa seluruh kegiatan TMMD ke-128 di wilayahnya terus berjalan dengan baik berkat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.


“Melalui kunjungan Wasev ini, kami berharap dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan program TMMD sehingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.


Program TMMD ke-128 sendiri difokuskan pada pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat di wilayah pedesaan, guna mendorong percepatan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sumba Barat Daya.


Kunjungan ini juga menjadi momentum mempererat koordinasi dan sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan wilayah, khususnya di daerah terpencil dan tertinggal.


Dengan adanya pengawasan dan evaluasi dari tim Wasev, diharapkan seluruh sasaran program TMMD dapat tercapai secara optimal dan berkelanjutan. ***

TMMD ke-128 Kodim 1629/SBD Percepat Pembersihan Jalan di Wewewa Selatan

 


Sumba Barat Daya – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1629/SBD terus menunjukkan progres positif. Anggota Satgas TMMD bersama warga setempat melanjutkan kegiatan pembersihan jalan di Desa Umbu Wangu, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya.


Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pembukaan dan peningkatan akses jalan desa guna mempermudah mobilitas masyarakat. Dengan penuh semangat gotong royong, personel TNI dan warga bahu-membahu membersihkan semak belukar serta merapikan badan jalan agar siap untuk tahap pengerjaan selanjutnya.


Kebersamaan antara Satgas TMMD dan masyarakat terlihat jelas di lapangan. Selain mempercepat pekerjaan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan rakyat.


Salah satu anggota Satgas menyampaikan bahwa keterlibatan warga sangat membantu kelancaran pekerjaan. “Dengan adanya dukungan masyarakat, pekerjaan pembersihan jalan dapat berjalan lebih cepat dan maksimal,” ujarnya.


Program TMMD ke-128 ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat terhadap pembangunan di daerahnya.


Diharapkan dengan adanya akses jalan yang lebih baik, aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Desa Umbu Wangu dapat meningkat secara signifikan. ***

Akses Terbuka, Alat Berat TMMD Terus Garap Jalan Aelipo–Fata'atu Timur

  Alat Berat TMMD Ke-128 Kodim 1602/Ende Kebutan Buka Jalan Antar Desa




Ende – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 TA 2026 yang dilaksanakan oleh Kodim 1602/Ende terus menunjukkan progres signifikan. Salah satu sasaran fisik utama berupa pembukaan badan jalan di Desa Aelipo, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, hingga kini terus dikerjakan dengan mengerahkan alat berat. Selasa (05/05/2026)


Terlihat satu unit excavator bekerja tanpa henti membuka dan meratakan jalur jalan yang menghubungkan Desa Aelipo dengan Desa Fata'atu Timur. Kehadiran alat berat tersebut sangat membantu percepatan pekerjaan yang sebelumnya sulit dilakukan secara manual.


Anggota Satgas TMMD bersama masyarakat setempat bahu-membahu mendukung proses pembukaan jalan sepanjang 3.000 meter dengan lebar 5 meter tersebut. Hingga saat ini, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 20 persen.


Komandan Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1602/Ende menyampaikan bahwa penggunaan alat berat menjadi kunci utama dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah sasaran.


“Dengan adanya alat berat, pekerjaan pembukaan jalan dapat berjalan lebih cepat dan efisien. Kami berharap jalan ini nantinya dapat mempermudah akses masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari,” ujarnya.


Masyarakat Desa Aelipo pun menyambut baik pembangunan jalan tersebut. Mereka berharap akses baru ini dapat meningkatkan perekonomian serta memperlancar mobilitas antar desa.


Program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.


Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done